Renungan Ramadan dan Jadwal Puasa Bandung 1969 dalam Koran Lawas

4 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Surat kabar Berdikari terbitan Bandung, 28 November 1969, bertepatan dengan 18 Ramadan 1389 Hijriah (57 tahun silam). (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Surat kabar Berdikari terbitan Bandung, 28 November 1969, bertepatan dengan 18 Ramadan 1389 Hijriah (57 tahun silam). (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Membuka kembali lembaran surat kabar lama sering menghadirkan pengalaman yang unik. Kertasnya mungkin telah menguning dan rapuh dimakan usia, tetapi isi di dalamnya menyimpan potret kehidupan masyarakat pada zamannya. Dari sana kita bisa membayangkan kembali bagaimana suasana kota, kebiasaan warganya, hingga denyut kehidupan sehari-hari yang pernah berlangsung puluhan tahun silam.

Salah satu potongan menarik dapat ditemukan dalam arsip surat kabar Berdikari edisi 28 November 1969. Pada hari itu, kalender Hijriah menunjukkan tanggal 18 Ramadan 1389, sekitar 57 tahun yang lalu.

Di halaman koran tersebut terdapat sebuah rubrik kecil bertajuk “Renungan Ramadhan” yang dilengkapi dengan jadwal puasa untuk Kota Bandung dan sekitarnya. Meski sederhana, rubrik semacam ini menunjukkan bagaimana media cetak pada masa itu ikut menghadirkan suasana spiritual Ramadan bagi para pembacanya.

Pada masa ketika radio dan koran menjadi sumber informasi utama, banyak warga Bandung memulai hari dengan membaca koran sambil menyeruput kopi atau teh hangat. Dari lembaran itulah mereka mengetahui kabar kota, berita nasional, hingga jadwal imsak dan berbuka puasa.

Dalam bagian renungan Ramadan, dimuat kutipan pesan keagamaan yang mengajak umat untuk memperbanyak amal kebaikan. Pesan tersebut berbunyi:

“Wahai manusia! Hamburkan salam, berikan makan kepada fakir miskin, hubungkan rahim dan bersembahyanglah di malam hari dikala manusia nyenyak tidur.”

(At Targhib I : 387)

Kolom “Renungan Ramadan” dan jadwal puasa yang dimuat pada edisi tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Kolom “Renungan Ramadan” dan jadwal puasa yang dimuat pada edisi tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Pesan singkat ini mengingatkan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial, menjaga silaturahmi, serta memperbanyak ibadah malam.

Di bawah renungan tersebut tercantum pula jadwal puasa untuk hari ke-18 Ramadan 1389 Hijriah, yang pada tahun itu jatuh pada 28 November 1969. Untuk wilayah Bandung, jadwalnya tercatat sebagai berikut:

Imsak : 04.00 WIB

Subuh : 04.05 WIB

Magrib : 17.51 WIB

Menariknya, koran itu juga mencantumkan penyesuaian waktu bagi beberapa daerah di sekitar Bandung. Disebutkan bahwa jadwal tersebut berlaku untuk Bandung dan sekitarnya, dengan beberapa pengecualian.

Wilayah seperti Tasikmalaya, Majalengka, Ciamis, dan Indramayu diminta mengurangi waktu sekitar lima menit. Sementara Cianjur dan Karawang ditambah dua menit, dan Sukabumi serta Bekasi ditambah empat menit.

Selain jadwal puasa, koran Berdikari edisi yang sama juga memuat daftar jadwal salat Jumat di sejumlah masjid di Kota Bandung, lengkap dengan nama khotib yang akan menyampaikan khutbah.

Informasi jadwal khotib Salat Jum'at serta daftar masjid di Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Informasi jadwal khotib Salat Jum'at serta daftar masjid di Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Berikut sebagian daftar yang dimuat dalam koran tersebut:

● Masjid Agung Bandung — Dinas Urusan Agama Kabupaten Bandung

● Ibtidaijah – Gg. Ibu Aisah — Bachrudin

● Thoriqul Djannah – Jl. Cibadak — Ust. Sodikin

● Al Hikam – Gg. Kamasan — Tjetje Hanafie

● Al Hikmah – Gg. Citepus — H. Dja’i

● Masjid Djami – Jl. Pajagalan — K.M.E. Abdurrachman

● Al Djihad – Pasar Babatan — Moh. Toha

● Al Hikmah – Gg. Durman — K.N. Latief

● Silaturahim — K.M. Idad

● Masjid Djami – Jl. Gereja — HMI Sudibja

● Masjid Djami – Leuwipanjang — M. Iri

● Masjid Djami – Jl. Moh. Toha — T. Toha

● Masjid Djami – Pabrik Mess — U. Sanusi

● Miftahul Manan — A. Chusaeri

● Al Muttaqien – Babakan H. Tamim — Adj. Ahub

● Al Hidayah – Dok Adj. Sekepondok — I. Rasidi

● Al Ikhlas – Sukasari — M. Entjon

● Al Ikhlas – Cikondang — A. Holil

● Al Ihsan – Bojong — Moh. Nana Wiria

● Al Irsyad — A. Samsuddin

● Masjid Djami – Cicadas — T. Anas

● Masjid Djami – Cinta Asih — E. Nasrullah

● Masjid Djami – Maleer — Ustman Shalahuddin

● Masjid Djami – Gg. Philips — A. Mamun

● Urwatul Wusqo — J. Wardi

● Masjid Djami – Cukangjati — Hadis

● Masjid Djami – Aspol Kosambi — A. Mihardja

● Al Manar – Jl. Puter — Danial Chalil

● Masjid Djami – Situsaeur — A. Sjarif Sukandi

● Masjid Djami – Bojong Asih — Ust. Udju

Catatan kecil dari sebuah koran lama ini memperlihatkan bagaimana media cetak pada masa itu menjadi sumber informasi praktis bagi masyarakat. Sebelum hadirnya aplikasi digital atau jadwal otomatis di telepon genggam, banyak orang mengandalkan koran untuk mengetahui waktu imsak, berbuka puasa, hingga kegiatan keagamaan di masjid-masjid sekitar.

Rubrik semacam ini juga menunjukkan bahwa koran tidak hanya memuat berita politik atau ekonomi, tetapi turut menjadi ruang penyebaran pesan moral dan spiritual.

Sebuah potongan kecil di halaman koran, namun sarat makna tentang kehidupan religius masyarakat Bandung pada akhir 1960-an.

Baca Juga: Kisah Ramadan dalam Lagu ‘Lebaran Sebentar Lagi’

Kini, lebih dari setengah abad kemudian, potongan arsip itu menjadi pengingat bahwa suasana Ramadan selalu hadir dalam berbagai bentuk termasuk melalui lembaran koran yang dahulu menemani pagi hari para pembacanya.

Dari sana kita dapat membayangkan kembali Bandung pada masa itu, udara pagi yang masih sejuk, warga yang menanti azan Magrib di rumah atau di masjid lingkungan, serta koran yang menjadi teman setia untuk mengetahui kabar kota dan jadwal puasa hari itu.

Sebuah jejak kecil Ramadan di Bandung, yang kini tersimpan dalam arsip surat kabar lama. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 31 Jul 2026, 11:01

Integrasi Wisata Sungai Citarik, Taman Sumaba dan Stadion GBLA

Masyarakat desa di sekitar Citarik setuju jika desanya bertransformasi menjadi ekowisata.

Pemandangan sempadan anak sungai Citarik dan pematang sawah di daerah aliran sungai. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 10:18

Ci Mahi, Sungai yang Mengalirkan Air Susu Keagungan dan Kemuliaan

Toponim Cimahi berasal dari dua kata bahasa Sunda, yaitu ci atau cai, dan mahi.

Muara Sungai Mahi di Teluk Kambhat, Laut Arab. (Sumber: Istimewa)
Beranda 31 Jul 2026, 09:26

Dalam 43 Hari Dua Pesepeda Tewas di Jalan Soekarno Hatta, B2W Bandung Desak Jalur Terproteksi

B2W Bandung desak pemerintah bangun jalur sepeda terproteksi di Soekarno Hatta setelah dua pesepeda tewas dalam rentang waktu kurang dari dua bulan.

Kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta pada Rabu, 29 Juli 2026 mengakibatkan seorang pesepeda meninggal dunia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 09:16

Perlindungan Pekerja Migran Dimulai dari Tata Kelola, Bukan Sekadar Penindakan

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka.

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 08:32

Jalan Raya Kita Bukan untuk Pesepeda

Negara kita khsusunya Kota Bandung memang belum siap menjadikan jalan raya sebagai tempat yang ramah dengan sepeda.

Pengecatan ulang jalur khusus sepeda untuk meningkatkan kenyamanan dan juga meningkatkan keselamatan lalulintas pengguna sepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 18:40

Panduan Wisata Dieng: Sunrise Sikunir, Kawah Sikidang, hingga Candi Tertua di Jawa Tengah

Panduan lengkap wisata Dieng mulai Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Candi Arjuna, harga tiket terbaru, rute, dan tips berkunjung.

Panorama Dieng. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 18:30

Dari Singkong Menjadi Taart: Jejak Kedaulatan Pangan dari Bandung Tahun 1972

Melalui sentuhan-sentuhan, singkong tidak lagi tampil sebagai bahan pangan sederhana, melainkan sajian dengan kedalaman rasa dan istimewa.

Ilustrasi singkong. (Sumber: Pexels | Foto: Matheus Bertelli)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 17:05

Wujudkan 'Bandung Kota Perkedel' supaya Petani Kentang Makmur

Kota Bandung perlu menjadikan menu perkedel sebagai kuliner unggulan dari usaha kaki lima hingga restoran dan hotel berbintang.

Ilustrasi wujudkan Bandung Kota Perkedel (Sumber: Ayobandung.com dan resepkoki.id)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 16:32

Romantisme Membaca Majalah Jakarta Jakarta: Menyusuri Jejak Peristiwa Era 1990-an

Salah satu majalah yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah pers Indonesia adalah Majalah Jakarta Jakarta atau yang akrab disingkat JJ.

Majalah Jakarta Jakarta, salah satu majalah berita bergambar yang paling diminati masyarakat Indonesia pada era 1990-an. (Sumber: Koleksi Majalah Jakarta Jakarta | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 30 Jul 2026, 16:18

Bukan Sekadar Menangkap Begal, Mengembalikan Rasa Aman Warga Lebih Penting

Maraknya aksi begal di Bandung Raya memicu kecemasan warga yang beraktivitas malam dan polemik terkait kebijakan sayembara penangkapan pelaku yang dinilai berisiko memicu aksi main hakim sendiri.

Polrestabes Bandung tangkap 19 orang pelaku kejahatan jalanan yang terjadi sejak 1 hingga 21 Juli 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:15

Putri Noong Tahun 1980-an

Kuliner khas di Bandung tahun 1980-an.

Putri noong, salah satu kuliner legendaris di Jawa Barat. (Sumber: Youtube | Foto: Dapur Marlia)
Bandung 30 Jul 2026, 15:04

Suguhkan Sentuhan Seni dan Wangi Teh Pemium nan Otentik, Yuk Nikmati Cerita Baru CHAGEE di Jantung Kota Bandung

CHAGEE merancang gerai flagship secara khusus untuk menampilkan jiwa Kota Bandung yang dikenal berani, ekspresif, kreatif, namun tetap mengakar kuat pada warisan budaya.

CHAGEE secara resmi menjejakkan kakinya untuk pertama kali di Bandung, membawa angin segar bagi lanskap tempat nongkrong di Kota Parijs van Java. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:00

Pelajaran 'Zero Waste' dari Stadion Persib Bandung

Jika stadion macam GBLA bisa dianggap sebagai “laboratorium” dalam pengelolaan sampah, maka kota adalah “ekosistem hidup” yang membutuhkan integrasi lintas sektor.

Stadion GBLA yang menjadi kandang Persib Maung Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 12:02

Menjelajah Gastronomi Pasundan dalam Mustikarasa: Kesegaran Alami di Lanskap Kuliner Nusantara

Pada tahun 1967, atas arahan Presiden Soekarno, terbitlah sebuah karya monumental bertajuk Mustikarasa.

Ilustrasi Sukarno dan buku Mustikarasa. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 11:46

Batagor Tamim, Legenda Kuliner Kaki Lima Bandung yang Bertahan dari Gerobak Sederhana

Batagor Tamim menawarkan batagor kering dan kuah dengan bumbu kacang khas serta rasa ikan yang kuat. Cari tahu lokasi, harga, dan jam bukanya.

Batagor Tamim Bandung.
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 08:47

Harus Menunggu Berapa Korban? Jalan Soekarno-Hatta Harus Punya Jalur Sepeda Terproteksi

Kematian pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung kembali menegaskan perlunya jalur sepeda terproteksi.

Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di seberang Terminal Leuwipanjang pada Rabu (29/7/2026). (Sumber: Instagram/@ayobandung_official)
Wisata & Kuliner 29 Jul 2026, 23:55

Sejarah Sop Konro, Kuliner Kuah Hitam dari Kluwek yang Kental dengan Sejarah Sulawesi Selatan

Kenali sejarah Sop Konro Makassar, kuah hitam dari kluwek, asal-usulnya, hingga cara penyajian dengan burasa dan ketupat.

Sop Konro Makassar. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 18:01

Batas Antara Ojek Online dan Ojek Pangkalan

Permasalahan transportasi di Bandung memang seringkali memunculkan persaingan yang tidak sehat antara moda transportasi yang satu dengan yang lainnya.

Ribuan pengemudi ojek dan taksi online melakukan unjukrasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 17:06

Mempersiapkan Agustus 2026, Ide Tema Semarak Kemerdekaan hingga Panggung Seni

Bagi penulis Ayo Netizen yang masih mencari ide, berikut beberapa pijakan tema yang bisa diangkat sepanjang Agustus 2026 nanti.

Kemeriahan lomba setiap tanggal 17 Agustus di Indonesia. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 29 Jul 2026, 16:07

Ketum AMSI Dorong Homeless Media Berafiliasi dengan Perusahaan Pers

Ketua Umum AMSI mendukung kehadiran ISMN sebagai wadah penguatan homeless media sekaligus mendorong perlindungan hukum.

Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika mendukung kehadiran ISMN sebagai wadah penguatan homeless media sekaligus mendorong perlindungan hukum.