Renungan Ramadan dan Jadwal Puasa Bandung 1969 dalam Koran Lawas

Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan Kamis 05 Mar 2026, 09:25 WIB
Surat kabar Berdikari terbitan Bandung, 28 November 1969, bertepatan dengan 18 Ramadan 1389 Hijriah (57 tahun silam). (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Surat kabar Berdikari terbitan Bandung, 28 November 1969, bertepatan dengan 18 Ramadan 1389 Hijriah (57 tahun silam). (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Membuka kembali lembaran surat kabar lama sering menghadirkan pengalaman yang unik. Kertasnya mungkin telah menguning dan rapuh dimakan usia, tetapi isi di dalamnya menyimpan potret kehidupan masyarakat pada zamannya. Dari sana kita bisa membayangkan kembali bagaimana suasana kota, kebiasaan warganya, hingga denyut kehidupan sehari-hari yang pernah berlangsung puluhan tahun silam.

Salah satu potongan menarik dapat ditemukan dalam arsip surat kabar Berdikari edisi 28 November 1969. Pada hari itu, kalender Hijriah menunjukkan tanggal 18 Ramadan 1389, sekitar 57 tahun yang lalu.

Di halaman koran tersebut terdapat sebuah rubrik kecil bertajuk “Renungan Ramadhan” yang dilengkapi dengan jadwal puasa untuk Kota Bandung dan sekitarnya. Meski sederhana, rubrik semacam ini menunjukkan bagaimana media cetak pada masa itu ikut menghadirkan suasana spiritual Ramadan bagi para pembacanya.

Pada masa ketika radio dan koran menjadi sumber informasi utama, banyak warga Bandung memulai hari dengan membaca koran sambil menyeruput kopi atau teh hangat. Dari lembaran itulah mereka mengetahui kabar kota, berita nasional, hingga jadwal imsak dan berbuka puasa.

Dalam bagian renungan Ramadan, dimuat kutipan pesan keagamaan yang mengajak umat untuk memperbanyak amal kebaikan. Pesan tersebut berbunyi:

“Wahai manusia! Hamburkan salam, berikan makan kepada fakir miskin, hubungkan rahim dan bersembahyanglah di malam hari dikala manusia nyenyak tidur.”

(At Targhib I : 387)

Kolom “Renungan Ramadan” dan jadwal puasa yang dimuat pada edisi tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Kolom “Renungan Ramadan” dan jadwal puasa yang dimuat pada edisi tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Pesan singkat ini mengingatkan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial, menjaga silaturahmi, serta memperbanyak ibadah malam.

Di bawah renungan tersebut tercantum pula jadwal puasa untuk hari ke-18 Ramadan 1389 Hijriah, yang pada tahun itu jatuh pada 28 November 1969. Untuk wilayah Bandung, jadwalnya tercatat sebagai berikut:

Imsak : 04.00 WIB

Subuh : 04.05 WIB

Magrib : 17.51 WIB

Menariknya, koran itu juga mencantumkan penyesuaian waktu bagi beberapa daerah di sekitar Bandung. Disebutkan bahwa jadwal tersebut berlaku untuk Bandung dan sekitarnya, dengan beberapa pengecualian.

Wilayah seperti Tasikmalaya, Majalengka, Ciamis, dan Indramayu diminta mengurangi waktu sekitar lima menit. Sementara Cianjur dan Karawang ditambah dua menit, dan Sukabumi serta Bekasi ditambah empat menit.

Selain jadwal puasa, koran Berdikari edisi yang sama juga memuat daftar jadwal salat Jumat di sejumlah masjid di Kota Bandung, lengkap dengan nama khotib yang akan menyampaikan khutbah.

Informasi jadwal khotib Salat Jum'at serta daftar masjid di Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Informasi jadwal khotib Salat Jum'at serta daftar masjid di Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Berikut sebagian daftar yang dimuat dalam koran tersebut:

● Masjid Agung Bandung — Dinas Urusan Agama Kabupaten Bandung

● Ibtidaijah – Gg. Ibu Aisah — Bachrudin

● Thoriqul Djannah – Jl. Cibadak — Ust. Sodikin

● Al Hikam – Gg. Kamasan — Tjetje Hanafie

● Al Hikmah – Gg. Citepus — H. Dja’i

● Masjid Djami – Jl. Pajagalan — K.M.E. Abdurrachman

● Al Djihad – Pasar Babatan — Moh. Toha

● Al Hikmah – Gg. Durman — K.N. Latief

● Silaturahim — K.M. Idad

● Masjid Djami – Jl. Gereja — HMI Sudibja

● Masjid Djami – Leuwipanjang — M. Iri

● Masjid Djami – Jl. Moh. Toha — T. Toha

● Masjid Djami – Pabrik Mess — U. Sanusi

● Miftahul Manan — A. Chusaeri

● Al Muttaqien – Babakan H. Tamim — Adj. Ahub

● Al Hidayah – Dok Adj. Sekepondok — I. Rasidi

● Al Ikhlas – Sukasari — M. Entjon

● Al Ikhlas – Cikondang — A. Holil

● Al Ihsan – Bojong — Moh. Nana Wiria

● Al Irsyad — A. Samsuddin

● Masjid Djami – Cicadas — T. Anas

● Masjid Djami – Cinta Asih — E. Nasrullah

● Masjid Djami – Maleer — Ustman Shalahuddin

● Masjid Djami – Gg. Philips — A. Mamun

● Urwatul Wusqo — J. Wardi

● Masjid Djami – Cukangjati — Hadis

● Masjid Djami – Aspol Kosambi — A. Mihardja

● Al Manar – Jl. Puter — Danial Chalil

● Masjid Djami – Situsaeur — A. Sjarif Sukandi

● Masjid Djami – Bojong Asih — Ust. Udju

Catatan kecil dari sebuah koran lama ini memperlihatkan bagaimana media cetak pada masa itu menjadi sumber informasi praktis bagi masyarakat. Sebelum hadirnya aplikasi digital atau jadwal otomatis di telepon genggam, banyak orang mengandalkan koran untuk mengetahui waktu imsak, berbuka puasa, hingga kegiatan keagamaan di masjid-masjid sekitar.

Rubrik semacam ini juga menunjukkan bahwa koran tidak hanya memuat berita politik atau ekonomi, tetapi turut menjadi ruang penyebaran pesan moral dan spiritual.

Sebuah potongan kecil di halaman koran, namun sarat makna tentang kehidupan religius masyarakat Bandung pada akhir 1960-an.

Baca Juga: Kisah Ramadan dalam Lagu ‘Lebaran Sebentar Lagi’

Kini, lebih dari setengah abad kemudian, potongan arsip itu menjadi pengingat bahwa suasana Ramadan selalu hadir dalam berbagai bentuk termasuk melalui lembaran koran yang dahulu menemani pagi hari para pembacanya.

Dari sana kita dapat membayangkan kembali Bandung pada masa itu, udara pagi yang masih sejuk, warga yang menanti azan Magrib di rumah atau di masjid lingkungan, serta koran yang menjadi teman setia untuk mengetahui kabar kota dan jadwal puasa hari itu.

Sebuah jejak kecil Ramadan di Bandung, yang kini tersimpan dalam arsip surat kabar lama. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Beranda 05 Mar 2026, 11:53

Night Walk di Bulan Ramadan, Kaki Besi Perkuat Tren Komunitas Jalan Kaki di Bandung

Meski digelar pada bulan Ramadan, antusiasme peserta tidak surut. Dengan dress code serba hitam yang telah ditentukan panitia, para peserta memadati trotoar dengan tambahan aksesori khas.

Salah satu event komunitas Kaki Besi. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Seni Budaya 05 Mar 2026, 10:03

Sejarah Tari Saman, Jejak Warisan Syeikh di Dataran Tinggi Gayo

Jejak nama Saman dikaitkan dengan ulama abad ke-14 dan pengaruh Islam di Aceh, membentuk tarian komunal yang sarat syair moral.

Pagelaran Tari Saman terbesar di dunia dengan 12.262 penari. Acara kolosal ini diadakan pada 13 Agustus 2017 di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 09:25

Renungan Ramadan dan Jadwal Puasa Bandung 1969 dalam Koran Lawas

Membuka kembali lembaran surat kabar lama sering menghadirkan pengalaman yang unik.

Surat kabar Berdikari terbitan Bandung, 28 November 1969, bertepatan dengan 18 Ramadan 1389 Hijriah (57 tahun silam). (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 06:55

Berawal dari Konten Viral, Kaki Besi Menjadi Komunitas Jalan Kaki Terbesar di Bandung

Berawal dari konten viral di media sosial, Komunitas Kaki Besi berkembang menjadi komunitas jalan kaki terbesar di Bandung. Didirikan oleh Insan Buana, Kaki Besi kini memiliki puluhan ribu pengikut.

Salah satu event Komunitas Kaki Besi. Dalam waktu kurang dari satu tahun, komunitas ini mencatat ribuan anggota aktif. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Bandung 04 Mar 2026, 21:33

Menilik Eksistensi Kue Balok Kang Didin, Kuliner Legendaris Bandung sejak 1950 yang Melawan Arus Zaman

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya.

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 16:42

Kisah Ramadan dalam Lagu ‘Lebaran Sebentar Lagi’

Lagu Lebaran Sebentar Lagi merupakan salah satu lagu remake dari band Gigi yang sebelumnya dinyanyikan pertama kali oleh Bimbo. 

Salat Idulfitri. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 04 Mar 2026, 15:22

Hampir 9 Tahun Bertahan, Begini Cara Dagelan Jabar Mengikuti Perubahan Zaman di Instagram

Berawal dari repost meme receh khas tongkrongan warganet Jawa Barat, akun ini tak memaksa diri menjadi media berita, tetapi juga tak bertahan sebagai sekadar akun humor.

Admin Dagelan Jabar Nono Sugianto. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 15:04

Cikalintu, Tempat yang Keliru Dipilih

Dalam nama Cikalintu, kata 'Kalintu' berarti keliru atau ditukar.

Toponim Cikalintu dalam Peta Topografi Lembar Bandoeng Tahun 1905 (diperbaiki dari peta tahun 1904). Dipetakan oleh Topographisch Bureau, Batavia. (Sumber: Peta koleksi KITLV Heritage)
Sejarah 04 Mar 2026, 14:46

Misteri Danau Cipanas Rancaekek, Tempat Pemandian Bupati Bandung Zaman Dulu

Warga menyebut penambangan bukit Gunung Cipanas memicu lenyapnya sumber panas yang dulu jadi tempat rekreasi elite Bandung.

Danau Cipanas Rancaekek. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 13:30

Benny Soebardja Pelopor Progresif Rock Indonesia

Musisi rock asal Bandung, Benny Soebardja, dikenal lewat band-band yang pernah ia bentuk, mulai dari The Peels, Shark Move, hingga Giant Step.

Benny Soebardja dengan vinyl "Shark Move" (1973) di Delft, Belanda. Dijuluki oleh media asing sebagai The Godfather of Indonesian Progrock Underground. (Sumber: Istimewa)
Wisata & Kuliner 04 Mar 2026, 13:15

Jejak Pitalka, Roti Pipih Ramadan dari Kosovo yang Bertahan Sejak Era Ottoman

anya muncul setahun sekali di Kosovo, pitalka menjadi warisan kuliner sejak masa Ottoman yang tetap hidup di meja iftar Prizren.

Pitalka, roti khas Kosovo yang jadi iftar Ramadan.
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 11:09

Siwok Cante, Konsep Puasa dalam Masyarakat Sunda Pra-Islam

Siwok cante, merupakan salah satu hal yang harus dihindari oleh mereka yang sedang mengemban tugas negara.

Buku hasil transliterasi dan terjemahan pertama Sanghyang Siksakandang Karesian bersama dua naskah Sunda kuna lainnya oleh Tim Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda 1987. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 09:38

Bukan Sekadar Nunggu Azan Magrib, 5 Aktivitas Ngabuburit Berfaedah

Sejatinya, ngabuburit bukan sekadar cara “mengisi waktu”, menunggu azan magrib.

Aktivitas apik ngabuburit di Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 03 Mar 2026, 20:40

Sentuhan Estetika di Balik The Edit, Titik Temu Kurasi Fashion Muslim Premium di Bandung

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia.

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 03 Mar 2026, 19:24

Rumah Tumbuh, Akses Menguat: Ujian Transformasi BTN di Tengah Rekor Pembiayaan

Di tengah lanskap itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) tampil sebagai aktor sentral.

Pekerja merampungkan proyek rumah subsidi di El Hago Residence, Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang (3/12/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Deni Suhendar/Magang)
Seni Budaya 03 Mar 2026, 16:37

Sejarah Batik Pekalongan, Warisan Budaya dari Pantura Sejak 1802

Sejak awal 1800-an, batik di Pekalongan berkembang dari perdagangan pesisir hingga diakui UNESCO sebagai bagian jejaring kota kreatif dunia.

Kain sarung motif batik Pekalongan tahun 1980-an di Museum Honolulu. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 03 Mar 2026, 15:06

Bisnis Parcel di Kota Bandung Lesu, Pedagang Putar Otak Jelang Lebaran

Bisnis parcel di Kota Bandung menghadapi tantangan jelang Idul Fitri. Penurunan hingga 50 persen membuat pedagang membatasi stok, menurunkan harga, dan memaksimalkan pemasaran digital.

Keranjang parcel tersusun rapi di kawasan Buah Batu, Kota Bandung. Pedagang kini harus putar otak demi mengatasi tren penjualan yang menurun. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 03 Mar 2026, 14:21

Racikan Konsistensi dan Doa, Seni Membangun Kedai Kopi "Artisan" ala Makmur Jaya

Di balik kemasan yang estetik dan antrean pelanggan Makmur Jaya yang mengular, ada sosok Derry Kustiadihardjo yang membangun fondasi bisnis ini dengan filosofi yang sangat membumi.

Di balik kemasan yang estetik dan antrean pelanggan Makmur Jaya yang mengular, ada sosok Derry Kustiadihardjo yang membangun fondasi bisnis ini dengan filosofi yang sangat membumi. (Sumber: Ist)
Sejarah 03 Mar 2026, 13:07

Sejarah Revolusi Iran 1979 dan Jalan Panjang Khamenei sebagai Pimpinan Tertinggi

Khamenei adalah anak kandung Revolusi Iran 1979 yang menggulingkan rezim boneka AS pimpinan Shah terakhir Reza Pahlavi.

Ali Khamenei muda berpidato dalam demonstrasi Revolusi Iran 28 Januari 1979 di Universitas Teheran. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Biz 03 Mar 2026, 13:03

Rumah dan Harapan: Mendekatkan Mimpi Punya Hunian dalam Genggaman Tangan

balé by BTN bukan sekadar proyek teknologi. Aplikasi ini jadi bagian instrumen ekonomi.

Aplikasi balé by BTN. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)