Taman Skate Pasupati dan Realitas Ruang Publik yang Minim Perhatian dan Dibiarkan Berjalan Sendiri

4 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Anak muda di Kota Bandung bermain skateboard di kolong Jembatan Pasupati. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Anak muda di Kota Bandung bermain skateboard di kolong Jembatan Pasupati. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Menjelang sore, kolong Jembatan Pasupati perlahan berubah wajah. Langit Kota Bandung menguning, cahaya senja menusuk di sela-sela beton, dengan keadaan tempat berdebu dan berasap karena bersebelahan dengan jalan raya.

Deru mesin kendaraan beradu dengan suara canda tawa anak muda yang bermain skateboard. Sementara suara roda skateboard yang melaju di atas lantai beton, ramp, hingga dan batangan pipa mulai terdengar bersahutan. Satu per satu anak muda datang membawa papan, duduk di pinggir lintasan, menunggu giliran bermain. Semakin sore hingga menginjak malam, suasana justru semakin ramai dan hidup.

Di bawah jalan layang itu, ruang yang semula tak diperhitungkan menjelma tempat bermain dan berkumpul. Taman Skate Pasupati kini menjadi salah satu ruang bermain, berekspresi dan menjadi ruang publik alternatif bagi anak muda Bandung. Namun, di balik ramainya aktivitas, ruang ini menyimpan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi para penggunanya.

Muhammad Ridho (17), salah satu pelajar yang sekaligus menjadi skater yang rutin datang ke kawasan ini, mengatakan kolong Pasupati sudah lama menjadi pilihannya untuk bermain skateboard. Akses yang mudah dan kebebasan menggunakan ruang membuat tempat ini terus didatangi skater dari berbagai wilayah Bandung.

Muhammad Ridho. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Muhammad Ridho. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

“Kalau main di sini tuh rasanya bebas. Nggak perlu bayar, bisa ketemu banyak orang. Tapi kalau soal fasilitas dan keamanan, jujur masih jauh dari kata layak,” ujar Ridho.

Menurut Ridho, kondisi lintasan dan sarana pendukung kerap berubah tanpa kejelasan. Beberapa obstacle (fitur permainan) kecil yang biasa digunakan untuk latihan hilang, sementara pencahayaan di area taman sering kali tidak berfungsi bahkan pernah hilang.

“Lampu taman pernah ilang. Obstacle kecil juga ada yang hilang. Padahal itu penting buat latihan. Kalau malam, kita mainnya harus ekstra hati-hati, tapi temen-temen yang berkegiatan disini patungan buat beli lagi sama ngerawatnya” katanya.

Situasi tersebut membuat para skater harus menyesuaikan diri dengan keterbatasan. Minimnya penerangan tak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga pada rasa aman, terutama saat taman mulai ramai menjelang malam.

Keluhan serupa disampaikan Saldan Muhammad Rasyid (22), skater lain yang hampir setiap pekan menghabiskan waktu di Taman Skate Pasupati. Ia menilai ruang ini dibiarkan berjalan sendiri tanpa perhatian berkelanjutan.

“Tempatnya ada, tapi kayak nggak diurus. Kita main di sini seolah-olah tanggung jawab sendiri. Padahal ini ruang publik,” ujar Saldan.

Saldan Muhammad Rasyid. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Saldan Muhammad Rasyid. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap fasilitas skate di ruang publik masih sangat minim. Hingga kini, sebagian besar perawatan dilakukan secara kolektif oleh komunitas skater.

“Kalau ada yang rusak atau kurang, biasanya kita patungan. Beli obstacle kecil, benerin seadanya. Dari pemerintah hampir nggak pernah ada dukungan alat atau perawatan,” katanya.

Kondisi ini membuat keberlangsungan taman skate sangat bergantung pada kesadaran dan solidaritas komunitas dan para penggiat. Padahal, jumlah pengguna ruang ini terus bertambah, seiring meningkatnya minat anak muda terhadap skateboard.

Bagi Saldan, taman skate seharusnya menjadi ruang aman bagi anak muda untuk beraktivitas. Tanpa fasilitas yang memadai, risiko cedera dan konflik justru semakin besar.

“Kalau nggak ada tempat kayak gini, anak-anak bisa main di jalan. Itu jauh lebih bahaya,” ujarnya.

Tak hanya dirasakan oleh skater, persoalan keamanan dan fasilitas juga disadari oleh pengunjung yang datang untuk nongkrong. Sherly Marlina(21), salah satu pengunjung yang kerap menghabiskan waktu sore hingga malam di kawasan tersebut. Dia menilai Taman Skate Pasupati punya potensi besar sebagai ruang publik, namun belum dikelola secara serius.

Menurut Sherly, ruang gratis seperti ini sangat berarti bagi anak muda yang tidak selalu memiliki akses ke tempat nongkrong berbayar. Namun, tanpa dukungan dan perawatan, kenyamanan itu mudah hilang.

“Di sini kita bisa datang dan nikmatin tanpa harus beli apa-apa. Tapi harusnya juga diperhatiin, bukan cuma dibiarkan,” katanya.

Muhammad Ridho bersama kawan-kawannya rutin bermain skateboard di Taman Skate Pasupati. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Muhammad Ridho bersama kawan-kawannya rutin bermain skateboard di Taman Skate Pasupati. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Arif Badurrahman (18) seorang mahasiswa, yang menikmati sorenya bersama keluarganya, menilai minimnya dukungan terhadap taman skate mencerminkan belum seriusnya perhatian terhadap aktivitas dan ekspresi anak muda di ruang publik.

“Skateboard masih sering dianggap cuma main-main. Padahal ini olahraga, ada komunitasnya, ada proses latihannya. Tapi fasilitasnya nggak pernah benar-benar didukung,” ujar Arif.

Ia berharap pemerintah tidak hanya menyediakan ruang, tetapi juga hadir dalam perawatan dan pengelolaannya.

“Kalau memang ruang ini untuk publik, harusnya dijaga bareng. Jangan sampai komunitasnya terus-terusan bertahan sendiri,” katanya.

Taman Skate Pasupati menunjukkan bahwa ruang publik bisa hidup bukan karena kebijakan, melainkan karena penggunanya. Namun, tanpa dukungan nyata dan perhatian berkelanjutan, ruang ini akan terus berada di batas rapuh antara kebutuhan anak muda akan ruang aman dan kenyataan bahwa mereka harus merawatnya sendiri. Di bawah Pasupati, skateboard terus melaju, membawa harapan agar ruang bermain ini suatu hari benar-benar diperhatikan.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)