Kreativitas Generasi Z Bawa Warna Baru bagi Industri Pernikahan Bandung

3 menit baca
Seyshara Azizah Salima
Ditulis oleh Seyshara Azizah Salima diterbitkan
Tim Indhira Wedding Organizer mengatur prosesi pernikahan adat Sunda di Bandung dengan detail dan kehangatan (18/10/2025). (Sumber: Indhira Wedding Organizer)
Tim Indhira Wedding Organizer mengatur prosesi pernikahan adat Sunda di Bandung dengan detail dan kehangatan (18/10/2025). (Sumber: Indhira Wedding Organizer)

Mentari pagi menyinari Kota Bandung, menghadirkan suasana baru bagi industri kreatif pernikahan yang kini semakin kompetitif dan penuh permintaan dari pasangan muda. Di balik kesibukan menata kebahagiaan klien, Marlina, generasi muda yang mengelola Indhira Wedding Organizer, memberikan sentuhan khas Gen Z melalui pendekatan modern dan personal. Kisahnya bersama sang ibu menjadi cerminan usaha keluarga yang tumbuh lewat inovasi dan penyesuaian tren masa kini, di GG. H. Abu Bakar II No. 30, Kota Bandung, Sabtu (8/11/2025).

Marlina, co-founder Indhira Wedding Organizer, bercerita bahwa usaha ini berawal dari jasa rias pengantin milik ibunya, Ratna Komala, yang sudah dipercaya banyak klien. “Awalnya mama cuma fokus di rias pengantin aja, tapi karena banyak yang minta paket lengkap, akhirnya berkembang jadi wedding organizer,” katanya. Dari usaha rias pengantin sederhana itu, Marlina dan ibunya terus mengembangkan konsep agar dapat memenuhi kebutuhan klien dengan layanan yang lebih profesional.

Tren Wedding Organizer kini semakin dipengaruhi oleh pasangan muda yang menginginkan konsep pernikahan estetik, modern, dan lebih menggambarkan kepribadian mereka. Sebagai representasi generasi Z, Marlina menghadirkan ide-ide segar yang membuat Indhira Wedding Organizer tampil lebih kekinian dan mengikuti perkembangan zaman. Berkat pembaruan tersebut, Indhira Wedding Organizer mulai dikenal sebagai WO yang adaptif, kreatif, dan mampu menarik perhatian pasangan muda di Kota Bandung.

Suasana kebersamaan tim Indhira Wedding Organizer seusai menangani prosesi pernikahan di Bandung, Sabtu (18/10/2025). (Sumber: (Foto: Dokumentasi Indhira Wedding Organizer) | Foto: Tim Indhira Wedding Organizer)
Suasana kebersamaan tim Indhira Wedding Organizer seusai menangani prosesi pernikahan di Bandung, Sabtu (18/10/2025). (Sumber: (Foto: Dokumentasi Indhira Wedding Organizer) | Foto: Tim Indhira Wedding Organizer)

Berbeda dari wedding organizer lain, Indhira Wedding Organizer dikenal karena memberikan special treatment yang membuat hubungan antara klien dan tim terasa lebih dekat dan personal. “Kita tuh ingin klien lebih ngerasa nyaman kayak teman sendiri, bukan cuma hubungan kerja formal aja,” kata Marlina sambil tersenyum. Sentuhan khas Gen Z terlihat dari gaya komunikasi yang santai dan penuh candaan, serta chemistry hangat yang membuat proses kerja terasa menyenangkan.

Usaha keluarga Marlina pertama kali dirintis pada tahun 2010 sebagai jasa rias pengantin yang kemudian resmi berkembang menjadi Wedding Organizer pada tahun 2012. Kini, Marlina mulai aktif membantu pengelolaan Indhira Wedding Organizer dengan membawa ide-ide baru yang lebih segar, kreatif, serta menyesuaikan tren generasi muda masa kini. Seiring berjalannya waktu, usaha ini terus menunjukkan perkembangan positif berkat pelayanan yang konsisten dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan setiap klien.

Indhira Wedding Organizer menyediakan berbagai layanan pernikahan mulai dari rias pengantin, dekorasi, fotografi, katering, hingga konsultasi konsep acara sesuai permintaan klien. Setiap layanan dirancang secara personal agar menciptakan momen istimewa yang merepresentasikan keinginan, karakter, serta gaya hidup pasangan pengantin masa kini.

Hingga kini, Indhira Wedding Organizer beroperasi di wilayah Bandung dengan fokus memberikan pelayanan terbaik bagi setiap klien yang mempercayakan momen pernikahannya. Selama ini promosi dilakukan melalui Facebook yang dikelola ibunya, namun Marlina berencana memperluas jangkauan promosi ke berbagai platform media sosial lainnya. Ia ingin menghadirkan inovasi baru dengan membuat konten di TikTok, memiliki akun resmi Instagram, serta melibatkan rekan seangkatannya untuk berkolaborasi dalam pengelolaan usaha.

Proses wawancara bersama Marlina mengenai perjalanan usaha keluarga yang berawal dari jasa rias pengantin hingga berkembang menjadi Indhira Wedding Organizer, di Kafe Sloow, Gudang Utara, Bandung. (Foto: Seyshara Azizah/Dokumentasi pribadi)

Indhira Wedding Organizer mendapatkan banyak respon positif dari klien yang merasa puas dengan pelayanan profesional dan hasil kerja yang sesuai harapan mereka. Kepuasan tersebut menjadi bukti bahwa perhatian pada detail serta kedekatan komunikasi mampu menciptakan pengalaman pernikahan yang istimewa dan berkesan bagi setiap pasangan.

Marlina berpesan kepada generasi muda agar berani memulai langkah pertama terutama ketika usaha kecil tersebut dibangun dengan ikatan kuat serta dukungan keluarga terdekat. Ia menegaskan bahwa kepercayaan diri, semangat belajar, dan kemauan beradaptasi menjadi  sebuah pondasi penting untuk berkembang di tengah peluang industri kreatif masa kini. “Anak muda harus banyak penasaran, banyak cari tahu tentang market zaman sekarang seperti apa, dan kalau masih ragu ya coba aja,” ujar Marlina sambil tersenyum. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)