Kreativitas Generasi Z Bawa Warna Baru bagi Industri Pernikahan Bandung

Seyshara Azizah Salima
Ditulis oleh Seyshara Azizah Salima diterbitkan Jumat 28 Nov 2025, 17:20 WIB
Tim Indhira Wedding Organizer mengatur prosesi pernikahan adat Sunda di Bandung dengan detail dan kehangatan (18/10/2025). (Sumber: Indhira Wedding Organizer)

Tim Indhira Wedding Organizer mengatur prosesi pernikahan adat Sunda di Bandung dengan detail dan kehangatan (18/10/2025). (Sumber: Indhira Wedding Organizer)

Mentari pagi menyinari Kota Bandung, menghadirkan suasana baru bagi industri kreatif pernikahan yang kini semakin kompetitif dan penuh permintaan dari pasangan muda. Di balik kesibukan menata kebahagiaan klien, Marlina, generasi muda yang mengelola Indhira Wedding Organizer, memberikan sentuhan khas Gen Z melalui pendekatan modern dan personal. Kisahnya bersama sang ibu menjadi cerminan usaha keluarga yang tumbuh lewat inovasi dan penyesuaian tren masa kini, di GG. H. Abu Bakar II No. 30, Kota Bandung, Sabtu (8/11/2025).

Marlina, co-founder Indhira Wedding Organizer, bercerita bahwa usaha ini berawal dari jasa rias pengantin milik ibunya, Ratna Komala, yang sudah dipercaya banyak klien. “Awalnya mama cuma fokus di rias pengantin aja, tapi karena banyak yang minta paket lengkap, akhirnya berkembang jadi wedding organizer,” katanya. Dari usaha rias pengantin sederhana itu, Marlina dan ibunya terus mengembangkan konsep agar dapat memenuhi kebutuhan klien dengan layanan yang lebih profesional.

Tren Wedding Organizer kini semakin dipengaruhi oleh pasangan muda yang menginginkan konsep pernikahan estetik, modern, dan lebih menggambarkan kepribadian mereka. Sebagai representasi generasi Z, Marlina menghadirkan ide-ide segar yang membuat Indhira Wedding Organizer tampil lebih kekinian dan mengikuti perkembangan zaman. Berkat pembaruan tersebut, Indhira Wedding Organizer mulai dikenal sebagai WO yang adaptif, kreatif, dan mampu menarik perhatian pasangan muda di Kota Bandung.

Suasana kebersamaan tim Indhira Wedding Organizer seusai menangani prosesi pernikahan di Bandung, Sabtu (18/10/2025). (Sumber: (Foto: Dokumentasi Indhira Wedding Organizer) | Foto: Tim Indhira Wedding Organizer)
Suasana kebersamaan tim Indhira Wedding Organizer seusai menangani prosesi pernikahan di Bandung, Sabtu (18/10/2025). (Sumber: (Foto: Dokumentasi Indhira Wedding Organizer) | Foto: Tim Indhira Wedding Organizer)

Berbeda dari wedding organizer lain, Indhira Wedding Organizer dikenal karena memberikan special treatment yang membuat hubungan antara klien dan tim terasa lebih dekat dan personal. “Kita tuh ingin klien lebih ngerasa nyaman kayak teman sendiri, bukan cuma hubungan kerja formal aja,” kata Marlina sambil tersenyum. Sentuhan khas Gen Z terlihat dari gaya komunikasi yang santai dan penuh candaan, serta chemistry hangat yang membuat proses kerja terasa menyenangkan.

Usaha keluarga Marlina pertama kali dirintis pada tahun 2010 sebagai jasa rias pengantin yang kemudian resmi berkembang menjadi Wedding Organizer pada tahun 2012. Kini, Marlina mulai aktif membantu pengelolaan Indhira Wedding Organizer dengan membawa ide-ide baru yang lebih segar, kreatif, serta menyesuaikan tren generasi muda masa kini. Seiring berjalannya waktu, usaha ini terus menunjukkan perkembangan positif berkat pelayanan yang konsisten dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan setiap klien.

Indhira Wedding Organizer menyediakan berbagai layanan pernikahan mulai dari rias pengantin, dekorasi, fotografi, katering, hingga konsultasi konsep acara sesuai permintaan klien. Setiap layanan dirancang secara personal agar menciptakan momen istimewa yang merepresentasikan keinginan, karakter, serta gaya hidup pasangan pengantin masa kini.

Hingga kini, Indhira Wedding Organizer beroperasi di wilayah Bandung dengan fokus memberikan pelayanan terbaik bagi setiap klien yang mempercayakan momen pernikahannya. Selama ini promosi dilakukan melalui Facebook yang dikelola ibunya, namun Marlina berencana memperluas jangkauan promosi ke berbagai platform media sosial lainnya. Ia ingin menghadirkan inovasi baru dengan membuat konten di TikTok, memiliki akun resmi Instagram, serta melibatkan rekan seangkatannya untuk berkolaborasi dalam pengelolaan usaha.

Proses wawancara bersama Marlina mengenai perjalanan usaha keluarga yang berawal dari jasa rias pengantin hingga berkembang menjadi Indhira Wedding Organizer, di Kafe Sloow, Gudang Utara, Bandung. (Foto: Seyshara Azizah/Dokumentasi pribadi)

Indhira Wedding Organizer mendapatkan banyak respon positif dari klien yang merasa puas dengan pelayanan profesional dan hasil kerja yang sesuai harapan mereka. Kepuasan tersebut menjadi bukti bahwa perhatian pada detail serta kedekatan komunikasi mampu menciptakan pengalaman pernikahan yang istimewa dan berkesan bagi setiap pasangan.

Marlina berpesan kepada generasi muda agar berani memulai langkah pertama terutama ketika usaha kecil tersebut dibangun dengan ikatan kuat serta dukungan keluarga terdekat. Ia menegaskan bahwa kepercayaan diri, semangat belajar, dan kemauan beradaptasi menjadi  sebuah pondasi penting untuk berkembang di tengah peluang industri kreatif masa kini. “Anak muda harus banyak penasaran, banyak cari tahu tentang market zaman sekarang seperti apa, dan kalau masih ragu ya coba aja,” ujar Marlina sambil tersenyum. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Seyshara Azizah Salima
Mahasiswi S1 Digital PR Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Jan 2026, 12:46 WIB

24 Jam Versi Risky Aly: Gaya Hidup Sang Peraih Double Degree dalam Satu Waktu

Tulisan ini menceritakan tentang gaya hidup disiplin Risky Aly, pemuda asal Bondowoso yang berhasil meraih double degree.
Foto Risky Aly ketika wisuda double degree. (Sumber: Dari Risky Aly setelah sesi wawancara selesai)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 10:19 WIB

Tes Kemampuan Akademik sebagai Perbaikan Mutu Pembelajaran

Seyogianya kualitas pendidikan di negeri ini harus terus ditingkatkan dari tahun ke tahun.
Ilustrasi sekolah di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: el jusuf)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 08:31 WIB

Dari Pinggiran Jalan: Menyambung Hidup untuk Kebutuhan Harian

Ketika kas tak lagi mampu menjaga kompor tetap menyala, kios kecil namun penuh makna.
Kios distro Dimas Angga menawarkan berbagai pakaian dan aksesori bergaya streetwear di pinggir jalan kawasan Pasar
Ciwastra pada malam hari di Kota Bandung (4/11/2025). (Sumber: Tito Andrean | Foto: Tito Andrean)
Beranda 14 Jan 2026, 07:30 WIB

Modal Kolaborasi dan Relasi, Cerita SeputarSoettaBdg Bertahan di Tengah Riuhnya Media di Bandung

Kisah SeputarSoettaBdg menjadi bukti bahwa di tengah riuhnya media besar di Bandung, kedekatan personal dan relasi antarwarga masih menjadi modal utama untuk bertahan.
Rezza Radian Zulfikar (kanan) dan Muhammad Saeful, pengelola homeless media seputarsoetta.bdg. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 19:48 WIB

Kenapa Americano Jadi Favorit Baru Anak Muda? Ini Manfaatnya!

Americano lagi viral karena rasanya ringan, dan kalorinya rendah.
Ini dia manfaat dari kopi Americano yang perlu kamu ketahui! (Sumber: Freepik)
Ayo Jelajah 13 Jan 2026, 18:47 WIB

Riwayat Bandung Tiris, saat Hawa Dingin Kepung Kota Cekungan

Letak geografis Bandung membuat udara dingin mudah terperangkap dan menciptakan sensasi sejuk hingga menggigil sejak dulu.
Ilustrasi cuaca dingin Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Profesi dan Hobi Harus Seimbang: Seorang Guru SMA Membuktikan Ambisinya

Guru SMA Lisda Nurul Romdani sukses menaklukkan maraton dan trail run (35 km) di tengah jadwal padat, membuktikan ambisi, mental, dan konsistensi.
Lisda Nurul Romdani seorang guru SMA membuktikan hobinya sebanding dengan rutinitas mengajar saat mengikuti Half Marathon Pocari Sweat Run 2024 di Bandung. (Sumber: @lisdaanr | Foto: @fotoyu_official Pocari Sweet RUN 2024)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Kekurangan Vitamin D, Masalah Nutrisi Anak yang Masih Mengakar di Indonesia

Kekurangan vitamin D masih cukup sering ditemukan pada anak usia sekolah dan dapat berdampak pada kesehatan tulang dan gigi.
Ilustrasi kekurangan vitamin D masih menjadi masalah nutrisi yang cukup umum pada anak dan remaja, termasuk di Bandung. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 17:19 WIB

Resolusi 2026 Warga Bandung: Berharap Transportasi Umum yang Lebih Terintegrasi

Keluhan warga Bandung mengenai transportasi umum yang dinilai belum efisien dan kurang terintegrasi.
Suasana metro jabar trans dipenuhi penggunana di sore hari sepulang kerja (03/12/2025). (Sumber: Pribadi | Foto: M. Kamal Natanegara)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 16:18 WIB

Penyairan Masa Kini: Bahasa yang Mencari Rumah Baru

Penyair masa kini menjaga kedalaman di tengah riuh digital, merawat bahasa, melampaui klise, dan menghadirkan ruang hening saat dunia bergerak terlalu cepat.
Puisi mencari napas baru, sementara penyair menjaga jantung bahasanya. (Sumber: Pixnio/Bicanski)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 16:06 WIB

Gen Z dari Scrolling ke Running, Gaya Hidup Baru yang Menggerakkan Pasar Kebugaran

Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru.
Ilustrasi. Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 14:34 WIB

'Doom Spending' dan Generasi yang Menyerah Membeli Masa Depan

Mengapa anak muda memilih "kebahagiaan kecil" yang mahal saat impian besar seperti rumah makin mustahil dicapai gaji UMR.
Ilustrasi dompet kosong. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 13:13 WIB

Bandung Makin Macet, Transportasi Umum Bisakah Jadi Penolong?

Kesenjangan Pusat Kota yang Diperhatikan dan Pinggiran Kota yang Terlupakan
Halte Cicaheum, Kota Bandung, yang sudah mulai usang dan banyak tumpukan sampah di belakang bangku, (3/12/25). (Sumber: AyoBandung.id | Foto: Putriana Basar)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 11:37 WIB

Chopper: Sejarah dan Makna Desain Mesin Kebebasan Roda Dua

Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an.
Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an. (Sumber: Pexels | Foto: Rachel Claire)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 10:19 WIB

Tren Coffee Shop Jadi Markas Mahasiswa Bandung 'Ngebut Tugas' Menjelang UAS

Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 09:34 WIB

Menjadi Mahasiswa IKIP Bandung (Bagian Dua)

Di sekitar kampus IKIP Bandung (UPI), Jalan Setiabudhi dulu berjajar penjual pisang Lembang.
Villa Isola di UPI Bandung (dahulu IKIP Bandung). (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 07:50 WIB

Ngopi, Duduk, dan Biarkan Pikiran Bernapas

Bagi Kopi menawarkan ruang sederhana dan hangat di tengah malam yang tenang.
Sederhana saja, secangkir kopi dan ketenangan di Bagi Kopi. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 20:01 WIB

Pentingnya Pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai Upaya Memperkuat Sistem Tata Kelola Pemerintahan

RUU Perampasan Aset hadir sebagai instrumen yang dapat menutup celah tindak korupsi.
Ilustrasi kriminalitas. (Sumber: Pexels | Foto: Kindel Media)
Ayo Jelajah 12 Jan 2026, 19:17 WIB

Hikayat Perburuan Komplotan Komunis Bandung, Priangan dalam Kepungan Polisi Kolonial

Operasi besar polisi kolonial memburu komplotan komunis di Bandung dan Priangan pada 1927 yang membuat kota hidup dalam kecurigaan.
Berita tentang dugaan plot komunis di Bandung di koran De Avondpost edisi 19 Oktober 1927.