Makna Budaya Siraman dalam Pernikahan Adat Sunda

3 menit baca
Fatimah Waliya Matin
Ditulis oleh Fatimah Waliya Matin diterbitkan
Mutiara Syoba’ah sedang melakukan budaya sakral siraman sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, Jumat (14/01/2022) (Sumber: Dokumentasi Wedding Organizer | Foto: Ali Solehudin)
Mutiara Syoba’ah sedang melakukan budaya sakral siraman sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, Jumat (14/01/2022) (Sumber: Dokumentasi Wedding Organizer | Foto: Ali Solehudin)

Dengan wajah tersenyum dan air yang mengalir lembut di wajahnya, seorang calon pengantin menjalani prosesi siraman pada Jumat (14/01/2022). Di tengah modernisasi dan kesederhanaan pesta pernikahan masa kini, prosesi adat siraman seperti ini mulai jarang dilakukan, padahal di balik percikan airnya tersimpan makna dan nilai yang tinggi untuk restu menuju kehidupan yang baru. Prosesi sakral ini berlangsung di Jl. Jamika Lama, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung.

Tradisi siraman ini merupakan warisan suku sunda dan sudah menjadi budaya yang turun termurun yang dilakukan orang sunda sebelum prosesi pernikahan. Siraman ini bermakna cukup dalam, yang dimana siraman ini berarti menyucikan diri untuk memulai kehidupan yang baru. Sudah jarang sekali orang-orang di zaman sekarang menerapkan adat budaya dalam prosesi pernikahan mereka, terutama adat siraman dari budaya sunda ini. Zaman sekarang lebih cenderung mengadakan prosesi pernikahan yang modern. Namun tanpa disadari adat siraman sunda ini memiliki makna yang sangat amat dalam dan menyentuh hati pengantin maupun para tamu undangan.

Mutiara Syoba’ah, seorang pekerja Tenaga Kependidikan di Unisba adalah seorang calon pengantin yang melalukan budaya siraman ini sebelum melaksanakan prosesi pernikahan. Alasan mengapa ia menerapkan budaya siraman karena ia berkata ingin melestarikan budaya siraman ini agar tetap ada yang melestarikan nya.

Tradisi siraman ini memiliki bahan-bahan yang wajib digunakan, salah satunya adalah menggunakan air dari 7 sumber air yang berbeda, tidak ada keterangan yang mengharuskan dari mana saja air tersebut, hanya disebutkan harus 7 sumber air yang berbeda. 

“Memang ada tujuh air yang saya tahu,  tujuh air itu ada rupa-rupa airnya juga, saya kurang tahu itu ada air dari mana yang utama dan yang saya ambil dari ada air sumur, terus ada kembang melati, kembang yang lainnya juga ada, kurang lebih yang dibutuhkan sih seperti itu air nya,” Ujarnya.

Prosesi siraman tersebut dilakukan oleh para sesepuh keluarga secara bergantian. Dimulai dari kedua orang tua, kemudian paman, bibi, dan kakak laki-laki Mutiara. Setiap orang yang menyiram memberikan doa dan harapan baik untuk kehidupan rumah tangga yang akan dijalani sang mempelai.

Prosesi dalam siraman ini juga memiliki beberapa urutan tertentu, ada yang diawali oleh doa atau pembacaan ayat suci al-qur’an terlebih dahulu, ada juga yang di awali oleh Ayun Ambing terlebih dahulu, urutan prosesi ini tergantung kepada kepercayaan pihak keluarga calon pengantin yang ingin melaksanakan budaya siraman ini.

“Waktu itu teteh itu harus nurut sama suami, utamanya suami dulu dikasih betul-betul ke suami teteh gitu, siraman tuh kayak gitu teh, sampai pada akhirnya pas yang mengantarkan namanya, dan Ayun Ambing tapi diiringi dengan sholawat dan pembacaan ayat suci al-qur’an terlebih dahulu, lalu Ayun Ambing, lalu ada sungkeman, baru setelah itu mulai lah teteh mulai siraman nya,” Katanya sambil mengenang.

Budaya adat siraman ini sangat menyentuh hati karena betapa besar dan bermakna nya nilai-nilai di dalam nya. Mutiara mengakui bahwa ia tak kuat menahan tangis di saat pelaksanaan mengaji hingga prosesi siraman di lakukan. Akan tetapi di saat sungkeman lah yang membuat Mutiara sangat sedih dan terharu, yang dimana itu adalah momen sakral meminta restu kepada kedua orangtua. Sungkeman biasa dilakukan dengan cara yang sangat khusyuk. 

Mutiara bercerita bahwa dia harus mencuci kaki kedua orang tuanya dengan air dari tujuh sumber, mengelapnya dengan handuk, menyemprotkan wewangian, lalu kemudian mencium kaki kedua orangtua nya sambil mengucapkan permohonan izin dalam bahasa Sunda yang memiliki arti yang sangat dalam dan bermakna.

Di akhir wawancara, Mutiara mengatakan bahwa ia ingin terus mewariskan tradisi ini kepada anak cucu nya. "Kelak nanti anak saya atau cucu saya diusahakan ada siramannya. Karena prosesnya luar biasa terharu. Ini salah satu cara melestarikan budaya adat Sunda," Ucapnya dengan penuh harapan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)