Inovasi Risol yang Menggabungkan Citra Rasa Modern dan Pelestarian Budaya Sunda

2 menit baca
Nindya Maura Reva
Ditulis oleh Nindya Maura Reva diterbitkan
Gambar 1.1 Rissol yang menjadi keunggulan Mourisol (5/11/2025) (Foto: (Sumber:Maura))
Gambar 1.1 Rissol yang menjadi keunggulan Mourisol (5/11/2025) (Foto: (Sumber:Maura))

Pada sore hari yang cerah, suasana di sebuah kedai kecil penuh aktivitas di kawasan kampus menjadi saksi lahirnya inovasi kuliner yang menyatukan cita rasa modern dengan kekayaan tradisi Sunda. Kedai kecil tapi nan hangat yang menyediakan berbagai varian rasa risol ini terletak di Jl. Telekomunikasi No.2b, Sukapura, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/11/2025).

Fadlan Akbar Syabana, Owner Mourisol, menjelaskan bahwa ciri khas utama bisnisnya terletak pada dua aspek: varian rasa yang inovatif dan ukuran produk yang lebih besar dari rissol biasa.

"Rissol itu makanan lama, yang kami adaptasi adalah varian rasanya dengan mengikuti update tren terbaru, seperti mozzarella, mentai, dan carbonara. Kami implementasikan ke makanan yang bersifat tradisional," ungkapnya.

Walaupun ada varian rasa modern, cemilan ringan ini tetap mempertahankan menu tradisional seperti seblak yang khas Bandung. Fadlan menambahkan, bahwa Seblak ini mereka gunakan untuk memperkenalkan makanan tradisional kepada mahasiswa terutama yang berasal dari luar Bandung.

Pengembangan usaha Mourisol tidak hanya menitikberatkan pada penjualan tapi juga edukasi budaya Sunda kepada generasi muda.

"Seblak mempresentasikan budaya Sunda, dan bisnis kami ingin menjadi medium pelestarian budaya ini di era modern," ucap Fadlan.

Fadlan sempat menerima tawaran franchise dan bahkan ada yang ingin membeli brand Mourisol, tapi ia memilih untuk tumbuh secara organik demi mempertahankan kualitas. "Kami tolak franchise ke Jakarta karena modal terbatas dan ingin menjaga nilai keluarga," jelas dia.

Ukuran rissol Mourisol sengaja dibuat lebih besar dengan tujuan sebagai pengganti makan berat, bukan hanya camilan ringan. Mereka bikin big size supaya bisa menggantikan nasi atau lauk pauk sebagai makanan utama. Bisnis ini bermula dari bazar Ramadhan di area perumahan yang menargetkan warga lokal, lalu berkembang dengan analisis pasar yang matang. Sang owner menyebutkan, dia mengincar mahasiswa kampus swasta dengan power buying menengah keatas, khususnya yang mengikuti tren media sosial seperti TikTok.

Gambar 1.2 Menu dengan berbagai macam rasa (Foto: (Sumber: akun Instagram @mourisol.id))
Gambar 1.2 Menu dengan berbagai macam rasa (Foto: (Sumber: akun Instagram @mourisol.id))

Visi jangka panjang mourisol adalah membuka cabang dengan gerobak kaki lima di lokasi strategis menggunakan modal kecil namun hasil maksimal. Fadlan merinci. Dengan modal sekitar 20 juta, Fadlan bisa membuat 5 gerobak custom yang sangat menguntungkan dibanding untuk membuka ruko. Saat ini, Mourisol sedang merencanakan relokasi karena persoalan kontrak sewa, tapi bisnis tetap berjalan dengan sistem supplier yang sudah berjalan lancar. Hal ini menjaga momentum usaha serta memberikan fleksibilitas dalam operasional.

Nama Mourisol memiliki filosofi khusus yang diberikan oleh ayah Fadlan, yang bermakna 'mau risol' atau keinginan pembeli untuk rissol. Fadlan mengatakan, bahwa brand ini Adalah doa agar konsumen selalu ingin membeli rissol setiap saat.

Hal ini sejalan dengan brand lain bernama ‘Sambal Ledis’ yang juga bermakna doa, karena ledis dalam bahasa Jawa berarti habis. Filosofi ini mengharapkan produk cepat habis terjual dan diterima konsumen dengan baik.

Strategi yang fokus pada segmentasi pasar yang tepat, kualitas produk yang konsisten, dan meaning yang kuat di balik setiap keputusan bisnis membuktikan bahwa bisnis lokal bisa berkembang tanpa mengorbankan identitas budaya. Fadlan menegaskan bahwa meskipun produk mourisol modern dan mengikuti tren, semangat untuk mempertahankan dan mempromosikan budaya Sunda tetap menjadi inti dari setiap langkah bisnisnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nindya Maura Reva
Undergraduate student majoring Digital Public Relations, Telkom Universirty

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 07:42

Republik Tanpa Akuntabilitas

Kekuasaan yang menolak pertanggungjawaban sesungguhnya sedang mengingkari hakikatnya sebagai amanah rakyat.

Sebuah aksi penolakan Jokowi di Jawa Barat. Bandung 14 Juli 2026 di Depan DPRD Jawa Barat (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:45

Sisi Lain Kota Bandung: Kebiasaan Lama yang Berulang Kembali

Bahkan peringatan "Kesurupan" pun tetap tidak menghentikan oknum pembuang sampah sembarangan di kawasan Cibaduyut.

Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:03

MPLS Tanpa Bully

Sekolah yang ramah bukanlah tempat menimba ilmu yang sekadar bebas dari perundungan. Rumah kedua itu harus menjadi ruang bersama yang membuat setiap anak pulang dengan senyum yang lebih lebar

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 17:22

Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Pedagang Kantin dan UMKM Sekolah

Saya tertarik membahas topik ini karena menunjukkan dampak Program Makan Bergizi Gratis bagi siswa, pedagang kantin, dan UMKM sekolah.

FAGI Jabar ingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, bukan mengurusi MBG. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 16:23

Benang-Benang Asing dalam Tenun Tradisi Nusantara: Jejak Budaya Eropa dalam Perubahan Kebaya dan Identitas Sosial.

Membahas pengaruh budaya Eropa terhadap perubahan kebaya sebagai busana tradisional dan simbol identitas sosial di Nusantara pada masa kolonial.

Wanita Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 15:41

Mengenalkan Sekolah lewat MPLS yang Ramah bagi Anak

Selama ini, banyak orang yang membahas tentang pentingnya sekolah yang ramah bagi anak. Seperti apa sekolah ramah anak itu? 

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ikon 15 Jul 2026, 15:24

Hikayat Sport Center Arcamanik, Dari Arena PON Menjadi Pusat Sport Tourism

Sport Center Arcamanik bertransformasi dari venue PON 2016 menjadi pusat olahraga, wisata keluarga, dan kuliner Bandung.

Anak-anak bermain layangan di sekitar area Sport Center Arcamanik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 15:22

Tak Terbendung Lautan Festival di Kota Bandung

Jika menelisik pada festival unggulan tahunan di kota Bandung tersebut, maka sudah pasti masyarakat kota Bandung dimanjakan.

Peserta saat mengikuti Festival Asia Afrika 2026 di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu 11 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)