AYOBANDUNG.ID -- Industri pusat hiburan keluarga di Indonesia memasuki fase yang semakin strategis setiap akhir tahun. Liburan panjang Natal dan Tahun Baru selalu menjadi periode emas, di mana perilaku konsumen bergeser dari kebutuhan sehari-hari ke pencarian ruang rekreasi yang aman, interaktif, dan penuh kebersamaan.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga untuk rekreasi dan budaya meningkat 7,2 persen pada kuartal IV 2025, menandakan adanya lonjakan permintaan yang nyata di sektor ini.
Timezone, sebagai pemain dominan, membaca tren tersebut dengan ekspansi agresif. Tiga gerai baru di Jakarta dan Bandung yang dibuka pada November–Desember 2025 bukan sekadar penambahan lokasi, melainkan strategi untuk menguasai momentum liburan.
Mereka memahami bahwa konsumen urban mencari hiburan yang lebih dari sekadar permainan arcade, sehingga konsep yang ditawarkan berkembang menjadi ruang sosial yang menyatukan bermain, bersantap, dan merayakan momen.
Gerai Menara Jakarta yang dibuka pada 11 November 2025 menjadi simbol penetrasi ke segmen lifestyle urban. Dengan luas 740 m² dan 85 permainan, lokasi ini menegaskan bahwa hiburan kini bagian dari gaya hidup masyarakat metropolitan. Permainan populer seperti Mai Mai DX dan Asphalt 9 DX memperlihatkan bagaimana Timezone menyasar generasi muda yang haus akan hiburan cepat dan berteknologi.
Lebih besar lagi, gerai Pantai Kita di PIK menjadi strategi diferensiasi yang paling jelas. Dengan luas 2.184 m² dan lebih dari 130 atraksi, Timezone menghadirkan konsep integratif: Laser Tag, Social Bowling, Bumper Cars, hingga area Soft Play untuk anak-anak.
Strategi ini menunjukkan bahwa pangsa pasar hiburan keluarga bergeser ke arah komunitas, di mana acara ulang tahun, reuni, dan gathering perusahaan menjadi segmen baru yang memberi kontribusi signifikan.
“Pembukaan Timezone terbesar di Jakarta menunjukkan betapa besar minat masyarakat terhadap menjalani kegiatan hiburan bersama di luar rumah yang berkualitas,” ungkap CEO Timezone Indonesia, Naveen H. Pernyataan Naveen ini sejalan dengan data Kemenparekraf yang mencatat peningkatan kunjungan wisatawan nusantara sebesar 12 persen pada Desember 2025.
Ekspansi ke Bandung memperlihatkan strategi regionalisasi. Kota kreatif ini menjadi pasar potensial dengan karakter komunitas muda dan pelajar. Gerai di Trans Studio Mall menghadirkan 83 permainan, termasuk wahana VR, menegaskan komitmen Timezone pada pasar regional sekaligus memperkuat jaringan nasional.
Pelaku industri lain pun mulai meniru pola serupa. Mereka membaca demografi urban yang didominasi keluarga muda dan komunitas remaja, lalu menawarkan ruang rekreasi yang aman, higienis, dan berteknologi. Strategi ini bukan hanya soal menambah lokasi, tetapi soal menciptakan pengalaman yang bernilai sosial.
Industri hiburan keluarga menghadapi tantangan biaya operasional tinggi dan persaingan dengan pusat belanja. Namun momentum akhir tahun memberi ruang untuk menutup gap pendapatan. Strategi diferensiasi menjadi kunci, bukan sekadar jumlah permainan, tetapi bagaimana hiburan bisa menjadi ruang kebersamaan yang membangun loyalitas.
Data BPS juga menunjukkan bahwa 19,4 persen pengeluaran wisatawan domestik dialokasikan untuk makan dan minum, sementara 11,9 persen untuk belanja hiburan. Timezone menjawab tren ini dengan menghadirkan café dan party room, menjadikan hiburan sebagai pengalaman holistik.
Kondisi riil industri memperlihatkan bahwa konsumen urban semakin kritis. Mereka mencari hiburan yang aman, higienis, dan berteknologi. Timezone menjawab dengan wahana VR, desain inklusif, dan konsep integratif yang menekankan kebersamaan. Pangsa pasar hiburan keluarga juga bergeser ke arah komunitas.
Acara ulang tahun, reuni, hingga gathering perusahaan menjadi segmen baru yang memberi kontribusi signifikan pada pendapatan. Strategi pemain industri kini bukan sekadar menambah lokasi, tetapi menciptakan diferensiasi yang mampu menghadirkan pengalaman sosial bernilai.
Momentum akhir tahun menjadi panggung perebutan loyalitas konsumen. Pemain yang mampu menghadirkan pengalaman sosial bernilai akan memenangkan pangsa pasar. Timezone membaca tren ini dengan menghadirkan fasilitas pendukung yang memperkuat interaksi sosial.
Dengan 81 lokasi di seluruh Indonesia, Timezone menegaskan dominasi. Namun lebih dari angka, strategi mereka mencerminkan arah industri hiburan keluarga yakni integrasi, inovasi, dan interaksi sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di momen liburan.
Industri hiburan keluarga kini bergerak dari sekadar arcade menuju ruang sosial. Konsumen tidak lagi mencari permainan semata, melainkan pengalaman kebersamaan. Strategi ini menjadi fondasi bagi pemain industri untuk memperluas pangsa pasar.
Ekspansi akhir tahun juga menjadi cara untuk menguji daya tahan bisnis. Dengan biaya operasional tinggi, pemain industri harus memastikan bahwa setiap lokasi baru mampu menghasilkan pendapatan maksimal di periode puncak.
“Saat ini kami terus berkembang melampaui 80 lokasi, fokus kami tetap sama yaitu menciptakan ruang di mana keluarga dan teman bisa terhubung dengan cara yang bermakna dan penuh kenangan," ujar Naveen.
Alternatif kebutuhan liburan atau produk serupa:
