Resolusi Kota Bandung 2026 : Membangkitkan Industri Furnitur dan Kriya Kayu

4 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Pekerja industri furniture di perusahaan Pudak yang berlokasi di Gedebage, Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Pekerja industri furniture di perusahaan Pudak yang berlokasi di Gedebage, Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Meneguhkan Bandung sebagai kota kreatif dan inovatif patut menjadi Resolusi Kota 2026. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan perlu totalitas mendorong produk industri kreatif sektor furniture dan kriya kayu. Agar memiliki keunggulan desain industri, ramah ekologi dan memperluas lapangan kerja.

Keniscayaan konsumen  saat ini semakin peduli isu lingkungan dan produk berkelanjutan. Permintaan pasar mulai mengarah kepada produk yang disertifikasi ramah lingkungan. Seperti misalnya, bersertifikasi Forest Stewardship Council (FSC).  Pentingnya desain produk  yang ramah ekologi dengan berfokus pada penggunaan bahan yang efisien, seperti kayu daur ulang, bambu, dan bio komposit serat alam.

Wali Kota Farhan perlu menata keanekaragaman profesi berkelanjutan untuk warganya. Setiap profesi itu memiliki prospek cerah sehingga perlu dikelola dan dikembangkan sesuai dengan semangat zaman. Ada jenis profesi yang sudah usang karena disrupsi sehingga perlu diperbarui atau ditransformasikan. Ada juga jenis profesi baru yang perlu dikuasai oleh warga kota dengan cara pelatihan atau mengirimkan warga kota ke tempat lain, bilamana perlu hingga ke mancanegara.

Keanekaragaman profesi sangat penting untuk warga kota. Ada ragam profesi yang usang alias ketinggalan zaman sehingga perlu diselenggarakan pelatihan. Salah satu contoh adalah profesi tukang kayu pada saat ini. Mencari tukang kayu yang baik saat ini cukup sulit. Yang ada kebanyakan masih dengan keterampilan lama. Padahal teknologi dan proses desain produk perkayuan sudah berkembang sesuai dengan prinsip produk berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Operator mesin bubut kayu di industri furniture PT Pudak (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Operator mesin bubut kayu di industri furniture PT Pudak (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Perlu program memperbanyak pelatihan dan sertifikasi untuk pekerja industri berbasis kayu. Sudah waktunya Pemkot Bandung menyelenggarakan pelatihan dengan infrastruktur teknologi terkini. Jika pelatihan itu dilakukan secara asal-asalan akan sulit mewujudkan produk kerajinan masyarakat yang layak disebut sebagai kriya. Apalagi kriya unggulan yang mampu menjadi ikon kota.

Dimasa lalu ada sekolah kejuruan tentang bangunan atau perabot dari kayu. Sekolah itu telah menghasilkan tukang kayu yang sangat terampil dan mahir. Namun, sekolah kejuruan semacam itu kini sudah tidak ada lagi. Jika pemerintah daerah kesulitan membentuk atau memformalkan pengajaran tentang kriya, bisa saja melalui pendidikan informal.

Produk furniture dari Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Produk furniture dari Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

 Industri mebel di Kota Bandung saat ini beragam, mulai dari produsen besar dengan showroom modern hingga pengrajin lokal.Industri furniture dan kerajinan kayu membutuhkan mesin-mesin perkakas yang praktis.

Secara teknik produksi, mesin tersebut digunakan untuk memotong, mengamplas, mengebor, menghaluskan, membubut, dan mengubah bentuk benda kerja kayu.Sifat kayu menentukan teknik pembubutan kayu. Perlu memahami grain atau bulir yang merupakan orientasi serat kayu. Pengetahuan ini berguna untuk cara kerja sumbu mesin bubut.

Dalam pembubutan spindel, serat kayu memanjang di sepanjang alas mesin bubut. Dengan demikian, serat kayu selalu tegak lurus terhadap arah putaran di bawah alat. Dalam pembubutan mangkuk, serat kayu tegak lurus terhadap sumbu, seolah-olah papan dipasang melintang di atas chuck. Ketika bahan baku mangkuk berputar, sudut yang dibentuk serat kayu dengan alat potong yang terus berubah.

Kondisi kadar air pada kayu sangat mempengaruhi kemudahan pemotongan kayu dan bentuk akhir benda kerja. Kayu yang benar-benar kering diperlukan untuk pengerjaan bubut yang membutuhkan presisi, seperti pemasangan tutup pada kotak, atau pada cetakan di mana potongan-potongan kayu direkatkan. Pelatihan dan sertifikasi produk berbasis kayu perlu meniru sistem di Inggris, dan pendidikan seni industri  kayu di Amerika Serikat. Pekerja perkayuan yang sudah bersertifikat memiliki pengetahuan yang cukup tentang mesin bubut kayu.

Alat Shiatsu pijat pinggang produksi PT Pudak di kawasan Gedebage Bandung yang diekspor ke Jepang (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Alat Shiatsu pijat pinggang produksi PT Pudak di kawasan Gedebage Bandung yang diekspor ke Jepang (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Kadar air mempengaruhi kemudahan pemotongan kayu dan bentuk akhir benda kerja setelah kering. Kayu yang lebih basah mudah dipotong dengan serpihan yang relatif bebas debu dan berbentuk pita kontinu. Namun, kayu basah akan berubah bentuk saat mengering, menyusut lebih sedikit searah seratnya. Perubahan yang bervariasi ini dapat memberikan ilusi mangkuk oval, atau menarik perhatian pada fitur-fitur kayu. Kayu dengan kualitas yang kering yang sempurna mempermudah pengerjaan bubut dan hasilnya sangat presisi. Sehingga mempermudah sistem pemasangan tutup pada kotak, atau pada cetakan di mana potongan-potongan kayu direkatkan.

 Bermacam desain kriya unggulan dari Kota Bandung mestinya jangan hanya menjadi barang pajangan untuk pameran. Tetapi harus mampu menjadi produk yang bisa menembus pasar regional hingga global secara kontinu. Untuk menembus pasar dibutuhkan strategi diferensiasi produk kriya unggulan. Kriya unggulan tidak perlu berorientasi cost leader. Dalam arti mesti diproduksi secara masal dengan bantuan permesinan.

Sebaiknya kriya unggulan tetap dikerjakan oleh daya kreatifitas dan tangan-tangan terampil warga Kota Bandung. Perlu dicatat teori pakar manajemen industri Michael Porter, yang menyatakan bila suatu produk tidak bisa menjadi cost leader, sebaiknya menjadi differentiator. Dengan demikian, untuk mengelola produk kreatif seperti kriya, maka strategi diferensiasi bisa menjadi daya saing yang sulit untuk ditiru oleh produk dari negara lain.

Baca Juga: Refleksi Akhir Tahun 2025: Jawa Barat Darurat Judol-Pinjol

Contoh strategi diferensiasi yang sukses di pasar global adalah produk ukir-ukiran kayu Jepara. Di pasar Amerika Serikat produk ukiran Jepara mampu bertahan dari gempuran produk massal dari Tiongkok yang berorientasi cost leader. Meskipun harga jual lebih tinggi, namun pasar Amerika Serikat tetap memilih produk mebel ukiran dari Jepara karena faktor mutu dan keunikan. Mutu bisa dilihat dari kualitas presisi, pelapisan kayu, kekuatan sambungan serta motif dan alur ukiran yang sangat berbeda sehingga memiliki keunggulan bila dibandingkan dengan mebel dari Tiongkok.

Strategi diferensiasi terhadap produk furniture dan kriya unggulan Kota Bandung harus segera dirumuskan. Kriya unggulan atau excellent craft pada prinsipnya merupakan suatu produk yang dihasilkan dari perpaduan antara keterampilan dan daya kreativitas manusia, keunikan dalam pemanfaatan/pengolahan material, dan serapan budaya lokal. Strategi diferensiasi yang paling penting dan mendasar adalah aktivitas pelatihan masyarakat untuk membuat kriya unggulan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)