Refleksi Akhir Tahun 2025: Jawa Barat Darurat Judol-Pinjol

5 menit baca
Yaser Fahrizal Damar Utama , S.I.Kom
Ditulis oleh Yaser Fahrizal Damar Utama , S.I.Kom diterbitkan
Polisi menggerebek lokasi lapang futsal palsu berisi tempat judi kasino di Kosambi, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Polisi menggerebek lokasi lapang futsal palsu berisi tempat judi kasino di Kosambi, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

September 2025, Indonesia dikejutkan oleh kabar dari Kampung Cae, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Seorang ibu bernama EN, 34 tahun, ditemukan tewas bersama dua anaknya, balita 11 bulan dan anak perempuan 9 tahun.

Lorong gang di Kampung Cae tampak seperti biasa pada dini hari 5 September 2025. Tidak ada yang mencurigakan. Tidak ada keributan yang menyelimuti rumah itu.

Ternyata di dalamnya, ada tubuh EN yang tergantung di tiang pintu kamar. Di lantai yang sama, dua anaknya telah lebih dulu tak bernyawa. Diduga diracun oleh tangan ibunya sendiri. Polisi menemukan secarik surat wasiat dalam bahasa Sunda. Jika di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kurang lebih begini, "Aku sudah cape lahir batin. Aku sudah tidak kuat hidup seperti ini. Aku cape hidup dikejar hutang yang tidak ada habisnya, malah semakin bertambah. Padahal saya tidak hutangnya pada siapa saja dan bekas apa hutang itu."

Tetangga EN terkejut. "Dia ibu yang baik, ramah," kata salah satu warga. Tidak ada yang tahu EN sedang dalam kesulitan. Tidak ada yang menduga ia sampai pada titik di mana mengakhiri nyawa anak-anaknya terasa seperti pilihan yang lebih baik daripada membiarkan mereka hidup.

Jawabannya tidak ditemukan di rumah itu. Ia tersimpan di ponsel suami EN, seorang pria bernama YS yang telah lama terjerat dalam judi online hingga keluarga kehilangan harta benda mereka. Ifan, teman dekat YS, bercerita bahwa YS pernah punya kehidupan yang lebih baik sebelum terjerat judol.

Kasus EN adalah cermin dari realitas yang selama ini bersembunyi di balik tembok rumah-rumah di Jawa Barat. Ketika data mulai dikumpulkan, ketika korban-korban lain mulai berani bicara, barulah terlihat. Bahwa ada jutaan keluarga yang sedang berada di ambang jurang yang sama. Bahwa tragedi EN hanyalah puncak gunung es.

Agustus 2025, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Seorang penjaga konter ponsel ditemukan tewas terbunuh di tempat kerjanya. Pelakunya adalah seorang pria yang terlilit utang judi online.

Ia membunuh. Mengambil uang tunai dan gadget senilai Rp 22,8 juta. Dan apa yang ia lakukan dengan uang itu? Ia beli HP baru. Deposit untuk bermain judol lagi. Bayar sebagian utang. Sisanya untuk makan.

Dalam urutan itu. Judol lebih dulu daripada makan.

Di Sumedang, seorang suami membunuh istrinya karena frustrasi dengan utang pinjol yang terus ditagih. Di Subang, seorang pemuda nekat merampok karena harus membayar bunga pinjol yang sudah membengkak.

Di seluruh Jawa Barat, setiap bulan ada cerita baru. Nama yang berbeda, tapi jalan ceritanya selalu sama.

Yang membuat ini semakin mengerikan adalah bahwa kasus-kasus ini sudah tidak lagi mengejutkan. Masyarakat mulai terbiasa. "Oh, ada lagi yang bunuh diri karena judol." "Ada lagi yang membunuh karena pinjol." Kalimat-kalimat itu diucapkan dengan nada datar, tanpa empati, seolah ini sudah menjadi bagian normal dari kehidupan sehari-hari, ini sudah menjadi masalah "klasik".

Fenomena Gunung Es

Ilustrasi judi online. (Sumber: Unsplash/Niek Doup)
Ilustrasi judi online. (Sumber: Unsplash/Niek Doup)

Dilansir dari data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) November 2025, Jawa Barat mencatat 2,6 juta pemain judi online aktif dengan total 44 juta frekuensi transaksi dan nilai deposit mencapai Rp 5,9 triliun. Jumlah ini hampir dua kali lipat dari Jawa Tengah dan jauh melampaui provinsi lain di Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2025, Jawa Barat memiliki utang pinjaman online tertinggi nasional. Rp 19 triliun. Dengan Rp 650 miliar di antaranya adalah tunggakan yang tidak terbayar lebih dari 30 hari.

Menurut data OJK November 2025, 73,7% dari 18.633 korban pinjaman online ilegal adalah generasi muda berusia 16 hingga 35 tahun. Perempuan menjadi mayoritas korban dengan 62,14%.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengidentifikasi tiga faktor yang membuat generasi muda rentan terhadap jerat judol-pinjol. Pertama, kebutuhan mendesak yang dipadu dengan FOMO dari media sosial membuat mereka terpapar visual lifestyle yang tidak terjangkau. Kedua, kepandaian digital justru menjadi bumerang karena membuat mereka lebih mudah mengklik iklan yang dipersonalisasi. Ketiga, rendahnya literasi finansial, di mana 50% pemuda tidak memahami konsep bunga efektif tahunan yang pada pinjol ilegal bisa mencapai 200 hingga 400% per tahun.

Menurut data PPATK, Kabupaten Bogor Adalah daerah dengan jumlah pemain judol tertinggi di Jawa Barat dengan 321.589 orang, diikuti oleh Bandung (182.450) dan Karawang (176.808). Bogor, Bandung, dan Karawang adalah wilayah dengan konsentrasi pekerja industri yang tinggi. Pabrik. Buruh.

Inilah target utama algoritma. Bukan orang kaya yang bosan. Bukan pengusaha yang ingin coba-coba. Tapi orang-orang yang sedang dalam kondisi desperate. Yang gajinya pas-pasan. Yang hari-harinya monoton. Yang bermimpi tentang pelarian dan kesuksesan instan.

Data Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI) OJK menunjukkan bahwa dari Januari hingga Mei 2025 saja, mereka sudah menghentikan 1.123 entitas pinjol ilegal. Tapi masalahnya, tingkat pembuatan entitas baru jauh lebih cepat daripada tingkat penghapusan. Setiap kali satu situs ditutup, tiga situs baru muncul dengan nama yang berbeda. Begitu pun dengan situs judi online.

Menurut data OJK, bunga pinjol ilegal bisa mencapai 200 hingga 400% per tahun. Artinya, jika seseorang meminjam Rp 1 juta hari ini, dalam setahun ia bisa berutang Rp 4 juta. Dalam dua tahun, Rp 16 juta.

Catatan Akhir Tahun

Pengemis di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pengemis di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Tahun 2025 hampir berakhir. Kasus EN di bulan September menjadi pengingat paling menyakitkan tahun ini. Tragedi EN mengajarkan kita satu hal. Bahwa judol bukan sekadar hiburan yang salah. Ia adalah akar dari krisis yang lebih besar. Dari judol, orang beralih ke pinjol untuk menutupi kerugian. Dari pinjol, mereka terjerat dalam bunga yang mencekik. Dari jeratan itu, mereka kehilangan rumah, kehilangan harga diri, kehilangan harapan. Dan pada akhirnya, seperti EN, kehilangan nyawa.

Baca Juga: Strategi Industri Hiburan Keluarga Merebut Pangsa Pasar di Liburan Akhir Tahun dan Tahun Baru 2026

Kita akan memasuki 2026 dengan harapan-harapan baru. Tapi pertanyaannya, apakah tahun depan akan ada EN-EN yang lain? Apakah akan ada lagi penjaga konter yang dibunuh demi uang judol? Apakah akan ada lagi keluarga yang hancur karena jeratan pinjol?

Atau kita akan terus mengulangi pola yang sama. Terkejut sebentar ketika ada kasus baru. Lalu lupa. Lalu terkejut lagi. Sampai suatu hari nanti, tragedi ini tidak lagi mengejutkan siapa pun. Dan kita benar-benar menjadi masyarakat yang terbiasa. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)