Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Refleksi Akhir Tahun 2025: Jawa Barat Darurat Judol-Pinjol

Yaser Fahrizal Damar Utama , S.I.Kom
Ditulis oleh Yaser Fahrizal Damar Utama , S.I.Kom diterbitkan Rabu 31 Des 2025, 18:59 WIB
Polisi menggerebek lokasi lapang futsal palsu berisi tempat judi kasino di Kosambi, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Polisi menggerebek lokasi lapang futsal palsu berisi tempat judi kasino di Kosambi, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

September 2025, Indonesia dikejutkan oleh kabar dari Kampung Cae, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Seorang ibu bernama EN, 34 tahun, ditemukan tewas bersama dua anaknya, balita 11 bulan dan anak perempuan 9 tahun.

Lorong gang di Kampung Cae tampak seperti biasa pada dini hari 5 September 2025. Tidak ada yang mencurigakan. Tidak ada keributan yang menyelimuti rumah itu.

Ternyata di dalamnya, ada tubuh EN yang tergantung di tiang pintu kamar. Di lantai yang sama, dua anaknya telah lebih dulu tak bernyawa. Diduga diracun oleh tangan ibunya sendiri. Polisi menemukan secarik surat wasiat dalam bahasa Sunda. Jika di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kurang lebih begini, "Aku sudah cape lahir batin. Aku sudah tidak kuat hidup seperti ini. Aku cape hidup dikejar hutang yang tidak ada habisnya, malah semakin bertambah. Padahal saya tidak hutangnya pada siapa saja dan bekas apa hutang itu."

Tetangga EN terkejut. "Dia ibu yang baik, ramah," kata salah satu warga. Tidak ada yang tahu EN sedang dalam kesulitan. Tidak ada yang menduga ia sampai pada titik di mana mengakhiri nyawa anak-anaknya terasa seperti pilihan yang lebih baik daripada membiarkan mereka hidup.

Jawabannya tidak ditemukan di rumah itu. Ia tersimpan di ponsel suami EN, seorang pria bernama YS yang telah lama terjerat dalam judi online hingga keluarga kehilangan harta benda mereka. Ifan, teman dekat YS, bercerita bahwa YS pernah punya kehidupan yang lebih baik sebelum terjerat judol.

Kasus EN adalah cermin dari realitas yang selama ini bersembunyi di balik tembok rumah-rumah di Jawa Barat. Ketika data mulai dikumpulkan, ketika korban-korban lain mulai berani bicara, barulah terlihat. Bahwa ada jutaan keluarga yang sedang berada di ambang jurang yang sama. Bahwa tragedi EN hanyalah puncak gunung es.

Agustus 2025, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Seorang penjaga konter ponsel ditemukan tewas terbunuh di tempat kerjanya. Pelakunya adalah seorang pria yang terlilit utang judi online.

Ia membunuh. Mengambil uang tunai dan gadget senilai Rp 22,8 juta. Dan apa yang ia lakukan dengan uang itu? Ia beli HP baru. Deposit untuk bermain judol lagi. Bayar sebagian utang. Sisanya untuk makan.

Dalam urutan itu. Judol lebih dulu daripada makan.

Di Sumedang, seorang suami membunuh istrinya karena frustrasi dengan utang pinjol yang terus ditagih. Di Subang, seorang pemuda nekat merampok karena harus membayar bunga pinjol yang sudah membengkak.

Di seluruh Jawa Barat, setiap bulan ada cerita baru. Nama yang berbeda, tapi jalan ceritanya selalu sama.

Yang membuat ini semakin mengerikan adalah bahwa kasus-kasus ini sudah tidak lagi mengejutkan. Masyarakat mulai terbiasa. "Oh, ada lagi yang bunuh diri karena judol." "Ada lagi yang membunuh karena pinjol." Kalimat-kalimat itu diucapkan dengan nada datar, tanpa empati, seolah ini sudah menjadi bagian normal dari kehidupan sehari-hari, ini sudah menjadi masalah "klasik".

Fenomena Gunung Es

Ilustrasi judi online. (Sumber: Unsplash/Niek Doup)
Ilustrasi judi online. (Sumber: Unsplash/Niek Doup)

Dilansir dari data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) November 2025, Jawa Barat mencatat 2,6 juta pemain judi online aktif dengan total 44 juta frekuensi transaksi dan nilai deposit mencapai Rp 5,9 triliun. Jumlah ini hampir dua kali lipat dari Jawa Tengah dan jauh melampaui provinsi lain di Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2025, Jawa Barat memiliki utang pinjaman online tertinggi nasional. Rp 19 triliun. Dengan Rp 650 miliar di antaranya adalah tunggakan yang tidak terbayar lebih dari 30 hari.

Menurut data OJK November 2025, 73,7% dari 18.633 korban pinjaman online ilegal adalah generasi muda berusia 16 hingga 35 tahun. Perempuan menjadi mayoritas korban dengan 62,14%.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengidentifikasi tiga faktor yang membuat generasi muda rentan terhadap jerat judol-pinjol. Pertama, kebutuhan mendesak yang dipadu dengan FOMO dari media sosial membuat mereka terpapar visual lifestyle yang tidak terjangkau. Kedua, kepandaian digital justru menjadi bumerang karena membuat mereka lebih mudah mengklik iklan yang dipersonalisasi. Ketiga, rendahnya literasi finansial, di mana 50% pemuda tidak memahami konsep bunga efektif tahunan yang pada pinjol ilegal bisa mencapai 200 hingga 400% per tahun.

Menurut data PPATK, Kabupaten Bogor Adalah daerah dengan jumlah pemain judol tertinggi di Jawa Barat dengan 321.589 orang, diikuti oleh Bandung (182.450) dan Karawang (176.808). Bogor, Bandung, dan Karawang adalah wilayah dengan konsentrasi pekerja industri yang tinggi. Pabrik. Buruh.

Inilah target utama algoritma. Bukan orang kaya yang bosan. Bukan pengusaha yang ingin coba-coba. Tapi orang-orang yang sedang dalam kondisi desperate. Yang gajinya pas-pasan. Yang hari-harinya monoton. Yang bermimpi tentang pelarian dan kesuksesan instan.

Data Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI) OJK menunjukkan bahwa dari Januari hingga Mei 2025 saja, mereka sudah menghentikan 1.123 entitas pinjol ilegal. Tapi masalahnya, tingkat pembuatan entitas baru jauh lebih cepat daripada tingkat penghapusan. Setiap kali satu situs ditutup, tiga situs baru muncul dengan nama yang berbeda. Begitu pun dengan situs judi online.

Menurut data OJK, bunga pinjol ilegal bisa mencapai 200 hingga 400% per tahun. Artinya, jika seseorang meminjam Rp 1 juta hari ini, dalam setahun ia bisa berutang Rp 4 juta. Dalam dua tahun, Rp 16 juta.

Catatan Akhir Tahun

Pengemis di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pengemis di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Tahun 2025 hampir berakhir. Kasus EN di bulan September menjadi pengingat paling menyakitkan tahun ini. Tragedi EN mengajarkan kita satu hal. Bahwa judol bukan sekadar hiburan yang salah. Ia adalah akar dari krisis yang lebih besar. Dari judol, orang beralih ke pinjol untuk menutupi kerugian. Dari pinjol, mereka terjerat dalam bunga yang mencekik. Dari jeratan itu, mereka kehilangan rumah, kehilangan harga diri, kehilangan harapan. Dan pada akhirnya, seperti EN, kehilangan nyawa.

Baca Juga: Strategi Industri Hiburan Keluarga Merebut Pangsa Pasar di Liburan Akhir Tahun dan Tahun Baru 2026

Kita akan memasuki 2026 dengan harapan-harapan baru. Tapi pertanyaannya, apakah tahun depan akan ada EN-EN yang lain? Apakah akan ada lagi penjaga konter yang dibunuh demi uang judol? Apakah akan ada lagi keluarga yang hancur karena jeratan pinjol?

Atau kita akan terus mengulangi pola yang sama. Terkejut sebentar ketika ada kasus baru. Lalu lupa. Lalu terkejut lagi. Sampai suatu hari nanti, tragedi ini tidak lagi mengejutkan siapa pun. Dan kita benar-benar menjadi masyarakat yang terbiasa. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Yaser Fahrizal Damar Utama , S.I.Kom
Pemerhati Budaya | Alumnus Universitas Padjadjaran

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)