Antara Kegunaan, Estetika, dan Tantangan Penggunaan

amalia putri aditia
Ditulis oleh amalia putri aditia diterbitkan Rabu 31 Des 2025, 10:10 WIB
Kondisi trotoar dengan permukaan yang nampak hancur, 3 Desember 2025, di Jln. Batununggal Indah Raya, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Amalia Putri Aditia)

Kondisi trotoar dengan permukaan yang nampak hancur, 3 Desember 2025, di Jln. Batununggal Indah Raya, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Amalia Putri Aditia)

Trotoar menjadi bagian paling penting dari prasarana kota, namun nyatanya kondisi di lapangan masih memperlihatkan trotoar Bandung yang belum sepenuhnya nampak ramah untuk pejalan kaki dan penyandang disabilitas.

Trotoar yang seharusnya menjadi ruang yang nyaman dan aman bagi para pejalan kaki, tetapi yang terjadi justru sebaliknya, kondisi ini menunjukkan bahwa standar trotoar di Bandung masih belum memenuhi standar kenyamanan dan keamanan bagi para pejalan kaki dan teman disabilitas.

Trotoar tidak lagi difungsikan hanya untuk pejalan kaki saja, namun selama ini digunakan sebagai area parkir motor, dijadikan tempat berdagang, bahkan sering menjadi jalur cepat para pengendara motor yang ingin memotong jalan.

Memang betul telah dilakukannya perubahan dan perbaikan di beberapa area pusat kota. Namun perbaikan ini masih belum dilakukan secara merata di Kawasan lain, sehingga masih terlihat jelas ketimpangan kualitas trotoar di Bandung.

Aksesibilitas untuk para penyandang disabilitas juga masih sangat minim. Ketimpangan kualitas trotoar antar Kawasan di Bandung yang tidak merata pada akhirnya menciptakan kesenjangan fasilitas publik.

Pada trotoar biasanya diberikan guiding block untuk para penyandang disabilitas sebagai jalur pemandu arah jalan mereka. Namun masih banyak masyarakat yang kurang memperhatikan terhadap jalur guiding block tersebut, faktanya masih sering ditemui bahwa banyak dari pejalan kaki non-disabilitias secara tidak sengaja menghalangi jalur tersebut, kondisi ini menunjukkan bahwa pejalan kaki masih belum sepenuhnya aware terhadap menjaga kebebasan jalur tersebut.

Kondisi trotoar dibeberapa Kawasan Bandung juga cukup mengkhawatirkan, bahkan menimbulkan potensi bahaya bagi pejalan kaki. Kondisi trotoar ini seperti trotoar yang tidak rata, berlobang, terhalang tiang listrik, dan gangguan lainnya.

Bandung sebagai kota wisata semestinya tidak hanya memberikan prasarana yang fungsional, tetapi juga harus bisa mencerminkan kota yang ramah aktivitas manusia. Pemerintah kota perlu mengatur kembali fasilitas umum yang masih belum aman untuk pejalan kaki dan teman-teman disabilitas.

Kondisi trotoar yang terlihat tidak pernah terawat, akibatnya trotoar tersebut terputus dengan permukaan yang hancur dan tertumpuk oleh bebatuan dan rerumputan, 3 Desember 2025, di Jln. Batununggal Indah Raya, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Amalia Putri Aditia)
Kondisi trotoar yang terlihat tidak pernah terawat, akibatnya trotoar tersebut terputus dengan permukaan yang hancur dan tertumpuk oleh bebatuan dan rerumputan, 3 Desember 2025, di Jln. Batununggal Indah Raya, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Amalia Putri Aditia)

Melihat kondisi prasarana Bandung yang seperti ini, sudah semestinya pemerintah kota dapat mengambil tindakan cepat untuk melakukan perbaikan. M. Farhan selaku Wali Kota Bandung, perlu segera melakukan penyisiran kawasan untuk memulai langkah perbaikan yang berfokus pada keamanan para pejalan kaki, serta pemerataan kualitas trotoar di seluruh kawasan.

Wali Kota M. Farhan juga diharapkan dapat meningkatkan perhatian terhadap aksesibilitas para penyandang disabilitas. Dengan memberikan fasilitas trotoar yang ramah dan aman, seperti memberikan guiding block yang jelas arahnya dan tidak terputus, lalu menyediakan jalur yang lebih landai untuk para pengguna kursi roda. Dengan begini masyarakat merasa diberikan ruang yang aman untuk mereka.

Pria yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Anggota DPR ini dapat memberikan fasilitas atau tempat yang bisa digunakan oleh para pedagang untuk membuka usaha mereka agar tidak Kembali berdagang di trotoar lagi. Dengan begitu para pedagang tidak akan kehilangan mata pencaharian mereka, namun akan ditempatkan ditempat yang lebih tertata dan tertib, dan tidak mengganggu kenyamanan pengguna trotoar lagi.

Mantan Direktur PT Persib Bandung ini harus memastikan bahwa perbaikan trotoar tidak hanya sekedar di tata Kembali, tetapi juga harus memperhatikan pemeliharaan trotoar dan penggunaan trotoar sebagaimana mestinya. Tidak hanya mengutamakan nilai keestetikaan, tetapi juga M. Farhan harus mengutamakan nilai keamanan dan keselamatan dengan trotoar yang ramah bagi publik.

Baca Juga: Bahaya! Trotoar di Sejumlah Titik Kota Bandung Rusak dan Ancam Keselamatan Pejalan Kaki

Kang Farhan sebagai Wali Kota Bandung, harus bisa memperkuat hukum terkait para pengguna liar yang menyalahgunakan fungsi trotoar. Pendisiplinan bagi pengguna liar dapat dilakukan dengan tindakan tegas berupa denda atau sanksi bagi para pelakunya. Dengan begitu akan lebih mudah untuk memberikan efek jera dan mengurangi pengguna liar pada trotoar.

Trotoar bukanlah milik pribadi, tetapi fasilitas publik dan harus dijaga bersama. Jika dari sekarang dimulai dengan memperbaiki fasilitas prasarana yang masih kurang layak dan belum dilakukan secara merata, M. Farhan dapat membawa Bandung kepada masa depan kota yang lebih baik dan membangun citra Bandung yang ramah akan manusia. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

amalia putri aditia
Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University

Berita Terkait

News Update

Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 12:03

Doktrin Pemikiran Manusia

Dalam konteks apapun, doktrin menjadikan sebuah pemikiran otak manusia menjadi lebih aktif dalam berbagai permasalahan.

Ilustrasi manusia. (Sumber: Pexels | Foto: beytlik)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)