Antara Kegunaan, Estetika, dan Tantangan Penggunaan

3 menit baca
amalia putri aditia
Ditulis oleh amalia putri aditia diterbitkan
Kondisi trotoar dengan permukaan yang nampak hancur, 3 Desember 2025, di Jln. Batununggal Indah Raya, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Amalia Putri Aditia)
Kondisi trotoar dengan permukaan yang nampak hancur, 3 Desember 2025, di Jln. Batununggal Indah Raya, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Amalia Putri Aditia)

Trotoar menjadi bagian paling penting dari prasarana kota, namun nyatanya kondisi di lapangan masih memperlihatkan trotoar Bandung yang belum sepenuhnya nampak ramah untuk pejalan kaki dan penyandang disabilitas.

Trotoar yang seharusnya menjadi ruang yang nyaman dan aman bagi para pejalan kaki, tetapi yang terjadi justru sebaliknya, kondisi ini menunjukkan bahwa standar trotoar di Bandung masih belum memenuhi standar kenyamanan dan keamanan bagi para pejalan kaki dan teman disabilitas.

Trotoar tidak lagi difungsikan hanya untuk pejalan kaki saja, namun selama ini digunakan sebagai area parkir motor, dijadikan tempat berdagang, bahkan sering menjadi jalur cepat para pengendara motor yang ingin memotong jalan.

Memang betul telah dilakukannya perubahan dan perbaikan di beberapa area pusat kota. Namun perbaikan ini masih belum dilakukan secara merata di Kawasan lain, sehingga masih terlihat jelas ketimpangan kualitas trotoar di Bandung.

Aksesibilitas untuk para penyandang disabilitas juga masih sangat minim. Ketimpangan kualitas trotoar antar Kawasan di Bandung yang tidak merata pada akhirnya menciptakan kesenjangan fasilitas publik.

Pada trotoar biasanya diberikan guiding block untuk para penyandang disabilitas sebagai jalur pemandu arah jalan mereka. Namun masih banyak masyarakat yang kurang memperhatikan terhadap jalur guiding block tersebut, faktanya masih sering ditemui bahwa banyak dari pejalan kaki non-disabilitias secara tidak sengaja menghalangi jalur tersebut, kondisi ini menunjukkan bahwa pejalan kaki masih belum sepenuhnya aware terhadap menjaga kebebasan jalur tersebut.

Kondisi trotoar dibeberapa Kawasan Bandung juga cukup mengkhawatirkan, bahkan menimbulkan potensi bahaya bagi pejalan kaki. Kondisi trotoar ini seperti trotoar yang tidak rata, berlobang, terhalang tiang listrik, dan gangguan lainnya.

Bandung sebagai kota wisata semestinya tidak hanya memberikan prasarana yang fungsional, tetapi juga harus bisa mencerminkan kota yang ramah aktivitas manusia. Pemerintah kota perlu mengatur kembali fasilitas umum yang masih belum aman untuk pejalan kaki dan teman-teman disabilitas.

Kondisi trotoar yang terlihat tidak pernah terawat, akibatnya trotoar tersebut terputus dengan permukaan yang hancur dan tertumpuk oleh bebatuan dan rerumputan, 3 Desember 2025, di Jln. Batununggal Indah Raya, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Amalia Putri Aditia)
Kondisi trotoar yang terlihat tidak pernah terawat, akibatnya trotoar tersebut terputus dengan permukaan yang hancur dan tertumpuk oleh bebatuan dan rerumputan, 3 Desember 2025, di Jln. Batununggal Indah Raya, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Amalia Putri Aditia)

Melihat kondisi prasarana Bandung yang seperti ini, sudah semestinya pemerintah kota dapat mengambil tindakan cepat untuk melakukan perbaikan. M. Farhan selaku Wali Kota Bandung, perlu segera melakukan penyisiran kawasan untuk memulai langkah perbaikan yang berfokus pada keamanan para pejalan kaki, serta pemerataan kualitas trotoar di seluruh kawasan.

Wali Kota M. Farhan juga diharapkan dapat meningkatkan perhatian terhadap aksesibilitas para penyandang disabilitas. Dengan memberikan fasilitas trotoar yang ramah dan aman, seperti memberikan guiding block yang jelas arahnya dan tidak terputus, lalu menyediakan jalur yang lebih landai untuk para pengguna kursi roda. Dengan begini masyarakat merasa diberikan ruang yang aman untuk mereka.

Pria yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Anggota DPR ini dapat memberikan fasilitas atau tempat yang bisa digunakan oleh para pedagang untuk membuka usaha mereka agar tidak Kembali berdagang di trotoar lagi. Dengan begitu para pedagang tidak akan kehilangan mata pencaharian mereka, namun akan ditempatkan ditempat yang lebih tertata dan tertib, dan tidak mengganggu kenyamanan pengguna trotoar lagi.

Mantan Direktur PT Persib Bandung ini harus memastikan bahwa perbaikan trotoar tidak hanya sekedar di tata Kembali, tetapi juga harus memperhatikan pemeliharaan trotoar dan penggunaan trotoar sebagaimana mestinya. Tidak hanya mengutamakan nilai keestetikaan, tetapi juga M. Farhan harus mengutamakan nilai keamanan dan keselamatan dengan trotoar yang ramah bagi publik.

Baca Juga: Bahaya! Trotoar di Sejumlah Titik Kota Bandung Rusak dan Ancam Keselamatan Pejalan Kaki

Kang Farhan sebagai Wali Kota Bandung, harus bisa memperkuat hukum terkait para pengguna liar yang menyalahgunakan fungsi trotoar. Pendisiplinan bagi pengguna liar dapat dilakukan dengan tindakan tegas berupa denda atau sanksi bagi para pelakunya. Dengan begitu akan lebih mudah untuk memberikan efek jera dan mengurangi pengguna liar pada trotoar.

Trotoar bukanlah milik pribadi, tetapi fasilitas publik dan harus dijaga bersama. Jika dari sekarang dimulai dengan memperbaiki fasilitas prasarana yang masih kurang layak dan belum dilakukan secara merata, M. Farhan dapat membawa Bandung kepada masa depan kota yang lebih baik dan membangun citra Bandung yang ramah akan manusia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)