SNLIK 2026 dan Jalan Panjang Literasi Keuangan Masyarakat Jawa Barat

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Sabtu 17 Jan 2026, 16:36 WIB
Ilustrasi. Banyak masyarakat belum memahami pentingnya perencanaan keuangan, tabungan darurat, atau pemanfaatan produk keuangan formal. Literasi keuangan jadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar jargon kebijakan. (Sumber: Freepik)

Ilustrasi. Banyak masyarakat belum memahami pentingnya perencanaan keuangan, tabungan darurat, atau pemanfaatan produk keuangan formal. Literasi keuangan jadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar jargon kebijakan. (Sumber: Freepik)

AYOBANDUNG.ID -- Masyarakat Jawa Barat menghadapi tantangan nyata dalam mengelola keuangan di tengah perubahan ekonomi yang cepat. Dari pedagang pasar hingga pekerja informal, banyak yang masih belum memahami pentingnya perencanaan keuangan, tabungan darurat, atau pemanfaatan produk keuangan formal. Literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar jargon kebijakan.

Di pasar tradisional, pedagang kecil masih mengandalkan catatan manual untuk transaksi harian. Minimnya pemahaman tentang layanan perbankan membuat mereka rentan terhadap kerugian. Padahal, akses ke layanan keuangan formal bisa membantu usaha berkembang lebih stabil.

Pekerja informal seperti pengemudi ojek daring atau buruh harian juga menghadapi risiko besar. Tanpa tabungan atau asuransi, mereka kerap terjebak pada pinjaman berbunga tinggi ketika menghadapi kebutuhan mendesak. Kondisi ini memperlihatkan betapa pentingnya edukasi keuangan yang praktis dan mudah dipahami.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 hadir sebagai instrumen untuk memotret kondisi tersebut. Namun, survei hanyalah langkah awal. Yang lebih penting adalah bagaimana data hasil survei diterjemahkan menjadi kebijakan yang menyentuh masyarakat secara langsung.

Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK, Yuzirwan, menekankan pentingnya pelaksanaan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026.

Menurutnya, survei ini harus mampu memberikan gambaran yang lebih presisi mengenai tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Upaya tersebut dianggap krusial agar data yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi nyata hingga ke level kabupaten dan kota.

"SNLIK Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi instrumen pengukuran indeks literasi dan inklusi keuangan yang lebih menyeluruh dengan adanya penambahan jumlah responden, dan semoga hasilnya dapat mendekati target indeks literasi dan inklusi keuangan tahun 2029, yang mencapai 69,35 persen dan 93 persen,” ujar Yuzirwan.

Namun, di lapangan, persoalan literasi keuangan masih kompleks. Maraknya pinjaman online ilegal dengan bunga tinggi menunjukkan bahwa masyarakat belum sepenuhnya memahami risiko keuangan. Banyak yang tergiur kemudahan akses tanpa menyadari konsekuensi jangka panjang.

Program literasi keuangan yang digagas OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) memang sudah berjalan. Namun, efektivitasnya sering kali terbatas karena belum menyentuh kelompok masyarakat yang paling rentan. Edukasi di sekolah dan kampus penting, tetapi pekerja informal dan masyarakat desa juga harus menjadi prioritas.

Generasi muda juga menghadapi tantangan tersendiri. Banyak anak muda aktif menggunakan aplikasi digital untuk transaksi, tetapi belum memahami risiko investasi atau pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang. Edukasi keuangan harus mampu menjawab kebutuhan mereka agar tidak terjebak gaya hidup konsumtif.

SNLIK 2026 dengan penambahan sampel di Jawa Barat menjadi peluang untuk melihat lebih detail kondisi masyarakat. Jumlah sampel rumah tangga meningkat dari 630 menjadi 3.210, sehingga hasil survei diharapkan lebih representatif.

Indeks literasi dan inklusi keuangan level daerah yang dihasilkan akan menjadi pijakan penting bagi OJK dalam menyusun program strategis. Program seperti Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan TPAKD bisa diarahkan lebih spesifik sesuai karakteristik sosial-ekonomi masyarakat Jawa Barat.

Keterlibatan komunitas lokal juga menjadi kunci. Program literasi keuangan yang melibatkan tokoh masyarakat, koperasi, atau kelompok usaha kecil akan lebih mudah diterima. Pendekatan berbasis komunitas terbukti efektif karena masyarakat merasa lebih dekat dan percaya pada sumber informasi.

Pada akhirnya, literasi keuangan bukan hanya soal angka indeks, melainkan soal bagaimana masyarakat mampu mengelola uang dengan bijak, menghindari jeratan utang, dan memanfaatkan layanan keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan. Survei hanyalah alat, sedangkan perubahan nyata ada di lapangan.

Oleh karena itu, Pelaksana Tugas Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus, menegaskan bahwa pelaksanaan SNLIK 2026 harus tetap berpegang pada standar kualitas yang tinggi. Ia menilai, keberhasilan survei ini sangat bergantung pada kinerja para petugas yang terlibat. Dia berharap seluruh tim dapat menjalankan tugas dengan optimal sehingga data yang dihasilkan memiliki kredibilitas tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami harapkan para petugas dari tim teknis, tim administrasi, dan tim FASIH SNLIK 2026 tetap semangat dan optimal melakukan pendataan lapangan, pengawasan, pemeriksaan data, serta meningkatkan koordinasi dengan stakeholder terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota agar SNLIK 2026 berkualitas tinggi," ujar Darwis.

Alternatif produk literasi keuangan atau kebutuhan serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/6AepwQhpcv
  2. https://s.shopee.co.id/9KbriGVVgh
  3. https://s.shopee.co.id/gJtOMkIpu

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 17 Jan 2026, 18:02 WIB

Gelombang Pasar Produk Bayi dan Anak Tumbuh Pesat di Tengah Persaingan Brand yang Kian Ketat

Perkembangan produk bayi dan anak makin menunjukkan dinamika. Dari fashion, skincare, vitamin, makanan sehat, bahkan mainan edukatif, semua lini bergerak cepat dan variatif.
Perkembangan produk bayi dan anak makin menunjukkan dinamika. Dari fashion, skincare, vitamin, makanan sehat, bahkan mainan edukatif, semua lini bergerak cepat dan variatif. (Sumber: IMOBY Bandung)
Ayo Biz 17 Jan 2026, 16:36 WIB

SNLIK 2026 dan Jalan Panjang Literasi Keuangan Masyarakat Jawa Barat

Banyak masyarakat belum memahami pentingnya perencanaan keuangan, tabungan darurat, atau pemanfaatan produk keuangan formal. Literasi keuangan jadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar jargon kebijakan.
Ilustrasi. Banyak masyarakat belum memahami pentingnya perencanaan keuangan, tabungan darurat, atau pemanfaatan produk keuangan formal. Literasi keuangan jadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar jargon kebijakan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 16 Jan 2026, 20:43 WIB

Ketika AI Menjadi Guru, Etika Jadi Korban Pertama Mahasiswa

Pentingnya pendidikan karakter untuk menghadapi ancaman etis AI pada kemandirian berpikir, integritas akademik, dan keamanan data mahasiswa di perguruan tinggi.
Illustrasi tantangan berpikir kritis dengan AI (Sumber: Pexels | Foto: Tara Winstead)
Ayo Biz 16 Jan 2026, 17:29 WIB

Dessert Tradisi dalam Format Modern, Potret Tren Kuliner 2026

Industri kuliner Indonesia tengah mengalami transformasi besar yang dipicu oleh perubahan perilaku konsumen, terutama generasi muda.
Ilustrasi dessert lokal yang dikemas modern kini bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari gaya hidup. (Sumber: Freepik)
Ayo Biz 16 Jan 2026, 16:20 WIB

Tadabbur Alam di Gunung Puntang: Pesantren Menyemai Kesadaran Kebersihan dan Cinta Lingkungan

Para santri diajak menyelami makna kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, hingga praktik penyembelihan hewan kurban dengan cara yang benar.
Para santri diajak menyelami makna kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, hingga praktik penyembelihan hewan kurban dengan cara yang benar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 16 Jan 2026, 15:30 WIB

Ketika Terminal Peti Kemas Bandung Ditelan Sepi

Pemkot Bandung bersama PT KAI perlu segera bekerja sama untuk membangkitkan TPKB menjadi sistem logistik yang tangguh.
Kondis TPKB yang tidak ada aktivitas bongkar muat. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Jelajah 16 Jan 2026, 13:41 WIB

Jalan Dago Tempo Dulu, Belum Padat Tapi Rawan Kecelakaan

Koran Belanda mencatat Jalan Dago sebagai lokasi kecelakaan berulang sejak 1920 an di tengah pesona Bandung utara.
Orang Eropa berjalan di Jalan Dago tahun 1920-an. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 16 Jan 2026, 10:43 WIB

Tren 'Peutik Panen' Tani Kota Bandung Ti Buruan, dari Beton Jadi Cuan!

Buruan SAE terdengar seperti program serius pemerintah, tapi kalau kamu lihat langsung, suasananya malah kayak gabungan antara kebun, taman bermain, dan terapi stres alami.
Warga saat memeriksa tanaman hydroponik di Buruan Sae Kelurahan Cigondewah Kidul, Kota Bandung (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jan 2026, 09:58 WIB

Meong Congkok Ditemukan Warga Masuk ke Halaman Rumah

Warga setempat biasa menyebutnya Meong Congkok; dan ditemukan masuk halaman rumah.
Warga setempat biasa menyebutnya Meong Congkok; dan ditemukan masuk halaman rumah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Jelajah 16 Jan 2026, 09:50 WIB

Sejarah UPI, Jejak Panjang Kampus Guru di Bandung

Sejarah UPI Bandung berawal dari PTPG 1954, tumbuh lewat IKIP, hingga menjadi universitas serba bisa berbasis pendidikan.
Villa Isola di UPI Bandung (dahulu IKIP Bandung). (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 16 Jan 2026, 06:27 WIB

LBH Bandung Beberkan Kejanggalan Administrasi dan Pembuktian Kasus Sukahaji

Mengingat banyaknya kejanggalan administrasi yang ditemukan, LBH Bandung berpendapat bahwa kasus ini seharusnya diselesaikan di ranah agraria, bukan di pengadilan pidana.
Protes warga Sukahaji di atas lahan sengketa. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Jelajah 15 Jan 2026, 19:51 WIB

Bandit Laknat Padalarang Zaman Belanda, Kisah Berdarah di Kampung Terpencil

Dalam gelap Padalarang tahun 1935, sekelompok rampok memanfaatkan sunyi kampung terpencil, mengungkap sisi rapuh keamanan desa di balik tertib administrasi kolonial.
Ilustrasi perampokan di kampung zaman baheula.
Ayo Netizen 15 Jan 2026, 19:41 WIB

Keadaan Lingkungan Bandung Utara dalam Toponimi

Inilah keadaan lingkungan Bandung Utara yang terekam dalam toponimi di kawasan itu.
Potongan peta topografi Lembar Tanjungsari. Cetak ulang dari peta topografi Belanda (1919), oleh Army Map Service (1943). (Sumber: Peta koleksi KITLV Heritage)
Ayo Netizen 15 Jan 2026, 18:21 WIB

Komunikasi Anti Macet 

Secara bertahap, gelar kota paling macet di Indonesia kini berpindah ke Bandung.
Ilustrasi kemacetan. (Sumber: Pexels | Foto: Stan)
Ayo Netizen 15 Jan 2026, 16:52 WIB

Menengok Lagi Tragedi Sumatra 2025, Memahami Penyebab dan Dampaknya

Tragedi banjir bandang Aceh, Sumut, Sumbar akhir 2025 akibat hujan ekstrem Siklon Senyar & kerusakan hutan parah.
Kondisi banjir di Kab Dharmasraya, Sumatera Barat, Minggu (2/3). (Sumber: BPBD Kabupaten Dharmasraya)
Ayo Netizen 15 Jan 2026, 15:34 WIB

Bandung UTAMA, Antara Janji dan Realita

Hampir setahun kepemimpinan Muhammad Farhan menjadi awal penilaian warga Bandung.
Walikota dan Wakil Walikota Bandung, M. Farhan dan Erwin. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Netizen 15 Jan 2026, 15:11 WIB

Usaha Spa Bintang Lima hingga Kaki Lima, Pelayanan Kesehatan Tradisional Sumber Devisa dan Lapangan Kerja

Usaha spa kelas kaki lima tidak jarang kita jumpai di tempat umum.
Ilustrasi usaha spa. (Sumber: Pexels | Foto: Anete Lusina)
Ayo Netizen 15 Jan 2026, 13:30 WIB

Seberapa Besar Dampak Buruk Krisis Etika Bermedia untuk Perilaku Kekerasan?

Ledakan di Jakarta dan maraknya kekerasan remaja menunjukkan krisis etika bermedia.
Ilustrasi pelaku kekerasan. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 15 Jan 2026, 11:43 WIB

Jalan Soekarno-Hatta Bandung: Jalan Terpanjang Sepanjang Permasalahannya

Jalan Soekarno-Hatta membentang dari Bundaran Cibeureum hingga Bundaran Cibiru menjadikan jalan ini jalan terpanjang di Kota Bandung.
Lampu Merah Kiaracondong-Soekarno Hatta (Kircon) di Kota Bandung sudah lama ditetapkan sebagai stopan “Lampu Merah Terlama di Indonesia”. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 15 Jan 2026, 11:38 WIB

Di Balik Skatebowl Taman Pandawa, Mimpi Atlet BMX Muda Tumbuh di Tengah Keterbatasan

Bagi Tama, skatebowl Taman Pandawa tetap menjadi titik awal perjalanannya. Di tengah segala keterbatasan, tempat ini masih memberinya ruang untuk berlatih dan bermimpi.
Tama dan ayahnya, Asep Sofyan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)