Literasi Digital Menjadi Jalan Panjang UMKM Menuju Daya Saing Nasional

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Senin 05 Jan 2026, 16:54 WIB
Hanya sebagian kecil UMKM benar-benar memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar. Banyak produk bagus tidak terlihat karena tidak mampu menembus algoritma marketplace atau media sosial.

Hanya sebagian kecil UMKM benar-benar memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar. Banyak produk bagus tidak terlihat karena tidak mampu menembus algoritma marketplace atau media sosial.

AYOBANDUNG.ID -- Di banyak kota dan kabupaten, UMKM masih beroperasi dengan cara tradisional. Pedagang makanan di pasar, pengrajin batik di desa, hingga warung kopi di pinggir jalan, sebagian besar masih mengandalkan pelanggan tetap dan promosi dari mulut ke mulut.

Ketika pandemi memaksa mereka masuk ke ranah digital, banyak yang gagap menghadapi perubahan. Smartphone sudah ada di tangan, tetapi pemahaman tentang bagaimana memanfaatkannya untuk bisnis masih minim. Akun media sosial dibuat sekadar formalitas, tanpa strategi konten, tanpa pemahaman algoritma, dan tanpa konsistensi.

Realitas ini menunjukkan bahwa literasi digital bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak. Data Kementerian Koperasi dan UKM terbaru mencatat ada lebih dari 65,5 juta UMKM di Indonesia yang menyerap 119 juta tenaga kerja. Kontribusinya terhadap PDB mencapai 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun.

Namun, hanya sebagian kecil yang benar-benar memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar. Banyak produk bagus yang tidak terlihat karena tidak mampu menembus algoritma marketplace atau media sosial.

Indosat mencoba menjawab tantangan tersebut melalui program bertajuk Generasi Terkoneksi (GenSi). Program ini diikuti lebih dari 100 peserta UMKM di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dengan tema “Mengubah Konektivitas Menjadi Keuntungan”.

Melalui GenSi, Indosat menekankan bahwa konektivitas digital tidak boleh berhenti pada ketersediaan jaringan, melainkan harus benar-benar dimanfaatkan sebagai alat untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing UMKM.

Kegiatan ini menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk institusi pendidikan dan praktisi industri, untuk memastikan pembekalan yang relevan dan aplikatif. Peserta tidak hanya diberi teori, tetapi juga praktik langsung yang bisa diterapkan dalam usaha sehari-hari.

Sesi pertama dibawakan oleh Dr. Indra Cahya Uno, Pendiri OK OCE Indonesia, yang menekankan pentingnya membangun mindset UMKM modern. Ia menyampaikan bahwa penguatan komunitas dan ekosistem digital adalah peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan secara kolaboratif.

Sesi berikutnya menghadirkan Ridwanul Karim, Chief Marketing Officer (CMO) Ratban, yang mengulas strategi pemasaran digital berbiaya rendah. Ia menekankan pentingnya penguatan brand personality, storytelling, dan pembuatan konten yang relevan dengan audiens. Peserta diajak memahami bagaimana strategi pemasaran digital dapat diterapkan secara realistis sesuai dengan kapasitas dan kondisi UMKM.

Program kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik bersama Silva Sandiarini dari Nikon Indonesia. Peserta mendapatkan pembekalan pembuatan konten visual berupa foto produk dan video pendek, mencakup teknik dasar komposisi, pencahayaan, dan framing.

Mereka juga mengikuti praktik langsung yang dilengkapi dengan sesi review hasil karya. Pendekatan ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga membawa pulang bekal yang dapat langsung diterapkan untuk mendukung aktivitas penjualan dan pengembangan usaha mereka.

Andy Firmansya selaku Community Engagement & Government Relations Manager Universitas Multimedia Nusantara (UMN), menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri.

“Program ini memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan UMKM, karena materi yang disampaikan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif. Pendekatan seperti ini penting untuk menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan proses pembelajaran,” ungkap Andy.

Namun, di luar program pelatihan, realitas lapangan menunjukkan tantangan lain. Bank Indonesia mencatat kredit UMKM pada Mei 2025 hanya tumbuh 1,9 persen year-on-year, melambat dari bulan sebelumnya, dan pada Oktober 2025 bahkan turun 0,1 persen dengan nilai Rp1.498 triliun. Angka ini menandakan bahwa meski literasi digital meningkat, akses pembiayaan masih menjadi hambatan besar.

Banyak UMKM tidak bankable karena tidak memiliki laporan keuangan rapi, sehingga sulit memperbesar kapasitas produksi. Selain itu, kesenjangan infrastruktur masih nyata.

Di banyak daerah, kualitas jaringan internet belum stabil, membuat transaksi online dan promosi digital terhambat. Pelaku UMKM di desa sering mengeluhkan sinyal yang lemah, sehingga meski sudah memiliki akun marketplace, mereka kesulitan menjaga konsistensi layanan.

Budaya bisnis yang masih konvensional juga menjadi tantangan. Banyak pelaku UMKM merasa cara lama sudah cukup, padahal konsumen kini semakin digital, mencari produk lewat marketplace atau media sosial. Ketidakmauan beradaptasi membuat UMKM rawan tertinggal. Di sisi lain, generasi muda mulai mengambil alih usaha keluarga dengan semangat digitalisasi, tetapi mereka sering terbentur keterbatasan modal dan dukungan.

Branding yang lemah juga menjadi isu nyata. Produk UMKM sering tidak memiliki identitas kuat, kemasan seadanya, nama usaha tidak konsisten, dan storytelling minim. Padahal, di era digital, branding adalah pintu masuk utama untuk menarik konsumen. Konten visual yang kurang menarik memperburuk keadaan, dengan foto buram dan pencahayaan buruk yang membuat produk terlihat kurang meyakinkan.

Program literasi digital seperti GenSi menjadi relevan karena menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Peserta diajak memahami strategi pemasaran digital, memperkuat branding, dan menghasilkan konten visual yang profesional. Dengan fondasi yang tepat, strategi yang relevan, dan keterampilan praktis, UMKM lebih siap memanfaatkan konektivitas digital sebagai alat bantu nyata dalam menjalankan dan menumbuhkan bisnis.

Namun, keberhasilan sejati hanya akan tercapai jika ada sinergi antara pelatihan, akses pembiayaan, kebijakan pemerintah, dan dukungan ekosistem. UMKM Indonesia memiliki potensi besar, tetapi butuh strategi komprehensif agar konektivitas benar-benar berubah menjadi keuntungan nyata.

Alternatif kebutuhan kreatif pelaku UMKM atau produk serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/2LRoFm0ZME
  2. https://s.shopee.co.id/5fiGDwvsaz
  3. https://s.shopee.co.id/2VlES9FiBR
  4. https://s.shopee.co.id/gJaGqVf6Z

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Jan 2026, 11:05 WIB

Interior Bus Listrik Metro sebagai Pengalaman Ruang Bergerak di Kota Bandung

Transportasi publik dalam konteks ini, dipahami sebagai ruang interior bergerak yang dialami secara nyata oleh pengguna/penumpang.
Bus listrik metro. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Biz 24 Jan 2026, 21:30 WIB

Menyelami Dinamika Properti Indonesia: Antara Regulasi, Pasar, dan Integritas Developer

Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti.
Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti. (Sumber: Freepik)
Beranda 24 Jan 2026, 09:15 WIB

Memaknai Filosofi Warna Wayang Golek sebagai Cermin Karakter dan Arti Kehidupan

Tak hanya posisi mahkota, warna pada wajah wayang juga menjadi kunci untuk memahami filosofi karakter.
Tatang Ruhiana dan koleksi wayan goleknya yang dijual di galeri Alan Ruchiat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 22:10 WIB

Normalisasi Sungai Mandiri: Kepemimpinan RT/RW Menjawab Tantangan Banjir

Kabupaten Bandung termasuk wilayah yang hampir setiap musim penghujan mengalami banjir di sejumlah titik.
Ketua RT 02 dan warga membersihkan tumbuhan liar dan semak semak di aliran sungai. (Foto: Jumali indrayanto)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 20:43 WIB

Kualitas Perjalanan Warga Bandung Menurun, Evaluasi Infrastruktur Transportasi Mengemuka

Kemacetan di Bandung membuat perjalanan harian warga lebih lama, menurunkan produktivitas, dan menurunkan kenyamanan mobilitas. Perlu pengaturan lalu-lintas lebih baik.
Pengendara terjebak macet di Buah Batu Ketika hujan turun, Senin (01/12/2025). (Foto: Nabila Khairunnisa P)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 19:47 WIB

Lisa Blackpink di Bandung Barat: Antara Gengsi Global dan Ujian Tatakrama Kita

Lisa Blackpink syuting di Bandung Barat? Intip alasan Netflix memilih Citatah dan bagaimana warga menyikapi bocornya lokasi syuting tersebut.
Salah satu tebing karst yang terus dijaga bersama adalah Tebing Citatah 125 karena di sinilah sejarah panjat tebing Indonesia bermula. (Sumber: Eiger)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 17:24 WIB

Industri Sepak Bola Putri Indonesia Sedang Bertumbuh di Tengah Kekosongan Liga Resmi

Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat.
Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat. (Sumber: MilkLife Soccer Challenge)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:58 WIB

Menata Ulang Wajah Transportasi Bandung

Lalu lintas Bandung yang terbilang sangat padat telah menjadi masalah bagi warga sejak tahun 2024.
Kemacetan Bandung Pada malam hari (21.52 WIB) di Jln. Terusan Buah Batu. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Muhammad Airell Fairuzia)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:24 WIB

Kota Wisata dengan Beban Mobilitas Tinggi: Tantangan Tata Transportasi Bandung

Pemerintah sudah mencoba menerapkan berbagai cara untuk mengatasi permasalahan kemacetan, namun masih tak kunjung menemukan solusi yang tepat.
Kemacetan arus lalu lintas di ruas jalan Buah Batu, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, menjadi pemandangan sehari hari bagi warga yang melintas (03/12/2025). (Sumber: Ramadhan Dwiadya Nugraha)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 15:58 WIB

Menjaga Pertumbuhan di Tengah Krisis Fiskal: Strategi Obligasi dan Sukuk Jawa Barat

Ekonomi Jawa Barat pada Triwulan II 2025 tumbuh solid sebesar 5,23% year-on-year. Namun, di balik angka yang tampak menjanjikan itu, terdapat bayangan tantangan fiskal yang semakin nyata.
Ilustrasi obligasi dan sukuk daerah memperluas inklusi keuangan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 15:01 WIB

Ketika Mobilitas Tersendat, Kepercayaan Publik Ikut Tergerus

Kemacetan yang terus menerus terjadi membuat masyarakat Bandung semakin resah.
Pengendara mobil dan motor yang menunggu macet di malam hari (02/11/2025). (Foto: Sherina Khairunisa)
Ayo Jelajah 23 Jan 2026, 14:03 WIB

Kisah Para Warga Bandung yang Terjerat Tipu Daya Judi Online Kamboja

Judi online jaringan Kamboja menjalar hingga Bandung lewat iklan kerja digital. Anak muda direkrut sebagai operator dari rumah kontrakan atau luar negeri dengan janji gaji bulanan yang terlihat wajar.
Ilustrasi judi Kamboja.
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 13:38 WIB

Dana Indonesiana Tertunda, Pelestari Budaya Ngada Alami Tekanan Mental

Dana Indonesiana belum cair, program budaya Ngada tertunda, pelakunya menghadapi tekanan sosial dan mental di kampungnya sendiri.
Desa Adat Bena. (Sumber: Arsip pribadi narasumber)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 12:08 WIB

Catatan Awal Tahun dari Wargi Bandung

Januari 2026 tiba, udara Bandung terasa berbeda.
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 10:07 WIB

Semestinya Kita Berefleksi dari Bencana Sumatra

Peristiwa ini bukan sekadar kabar duka dari satu wilayah, melainkan cermin rapuhnya kesiapsiagaan kita menghadapi bencana yang berulang.
Sisa banjir di Sumatra Barat pada awal Desember 2025. (Sumber: pkp.go.id)
Beranda 23 Jan 2026, 06:49 WIB

Konsistensi infoantapani Menyapa Warga Antapani Selama 12 Tahun, Bukan Cuma Urusan Algoritma dan Engagement

Akun ini tidak ingin dipandang sebagai media yang semata-mata mengutamakan kecepatan, namun juga tidak memilih gaya bahasa yang saklek, kaku, atau terlalu formal.
Owner dan founder @infoantapani, Venda Setya Nugraha. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 06:33 WIB

Bunderan Cibiru dan Tumpukan Kendaraan

Bunderan Cibiru menjadi salah satu titik macet yang ada di Bandung.
Macet menjelang Malam Natal dan Tahun Baru. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 22 Jan 2026, 21:00 WIB

Hanya 'Keajaiban' yang Bisa Menuntaskan Masalah Kemacetan di Kota Bandung

Macetnya Kota Bandung kerap menjadi sorotan, bagaimana cara mengatasinya?
Padatnya Kota Bandung pada sore hari, Rabu (3/12/2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Venecia Fiantika)
Ayo Biz 22 Jan 2026, 18:39 WIB

Industri Belajar Bernapas Hijau: Ketika Sustainability Jadi Nafas Baru

Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, industri dapat menekan dampak negatif melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan.
Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, industri dapat menekan dampak negatif melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 22 Jan 2026, 18:14 WIB

Cinta Bobotoh pada PERSIB, Sebuah Kesetiaan Tanpa Syarat

Kesetiaan Bobotoh terhadap PERSIB Bandung yang tidak bergantung pada kemenangan atau prestasi semata.
Jadi warna lain yang menyapa di laga Persib, Bobotoh Unyu-unyu bukan sekadar pendukung tapi wajah baru dalam dinamika suporter sepak bola Indonesia. (Sumber: dok. Bobotoh Unyu-unyu)