AI Pengganti atau Amunisi bagi Pedagang UMKM?

5 menit baca
Vaurel Alghanie Putra
Ditulis oleh Vaurel Alghanie Putra diterbitkan
Kecerdasan buatan. (Sumber: Pexels | Foto: Airam Dato-on)
Kecerdasan buatan. (Sumber: Pexels | Foto: Airam Dato-on)

Ironis pemanfaatan dalam kecerdasan buatan (AI) yang berkembang pesat dan menjadi tren di berbagai sektor, berbanding terbalik dengan tingkat pemahaman masyarakat terhadap AI yang masih tergolong rendah terutama di kalangan pelaku usaha kecil yang masih bergantung pada pola bisnis tradisional.

Fenomena ini juga tercermin pada pelaku UMKM, yang sebagian besar belum mengadopsi dan mengintegrasikan AI ke dalam operasional bisnis mereka, sehingga berpotensi tertinggal dalam persaingan pasar digital yang semakin terbuka, cepat berubah, dan menuntut efisiensi tinggi. Hal itu sangat disayangkan karena berbagai ‘platform’ digital saat ini semakin mudah diakses oleh pelaku usaha dari berbagai latar belakang sosial dan tingkat pendidikan, namun strategi pemasaran UMKM saat ini masih belum efisien karena membutuhkan banyak waktu dan modal yang besar hanya untuk dipasarkan di dalam negeri tanpa dukungan teknologi analisis data yang memadai.

Pelaku UMKM Indonesia dapat meniru strategi UMKM China yang memanfaatkan AI untuk berdagang di Pasar Perdagangan Internasional melalui optimalisasi pemasaran digital, pemetaan pasar global, serta pemanfaatan sistem otomatisasi penjualan lintas negara. Namun jika pelaku UMKM tetap bersikeras menolak mengintegrasikan AI ke dalam bisnis mereka dan tidak mencari cara lain yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen, dapat dipastikan pelaku UMKM yang menerapkan AI akan mendominasi persaingan pasar digital dan memperlebar kesenjangan daya saing antar pelaku usaha.

Kesenjangan pemahaman teknologi menjelaskan bahwa AI tidak dianggap penting dalam upaya perdagangan menurut banyak pelaku karena masih dipersepsikan sebagai teknologi yang rumit, mahal, dan hanya cocok bagi perusahaan besar. Namun, kesenjangan ini bukan karena AI tidak penting, melainkan karena sebagian pelaku UMKM gagal menyadari bahwa AI dapat menjadi penting dalam kondisi yang tepat serta dapat disesuaikan dengan skala usaha dan kebutuhan bisnis sehari-hari.

Meskipun AI menghasilkan berbagai ide yang dapat diterapkan sebagai strategi pengembangan, banyak pelaku usaha masih berhati-hati karena kesalahpahaman, implementasi yang gagal, dan membutuhkan pemahaman lebih untuk melihat AI dalam kondisi penerapan yang positif serta berorientasi pada peningkatan efisiensi dan produktivitas.

Misalnya, berbeda dengan bidang bisnis lain di mana pemutusan hubungan kerja kadang-kadang disebabkan oleh penggunaan AI, dalam bisnis perdagangan yang aktif, penerapan AI lebih disukai karena dampaknya yang positif dalam mempercepat proses kerja dan pengambilan keputusan. Pemangku kepentingan dapat menggunakan AI untuk menganalisis kebiasaan pembelian, memprediksi tren, mengelola persediaan, dan membantu pelanggan melalui layanan otomatis seperti chatbot dan sistem rekomendasi produk.

Oleh karena itu, AI penting sebagai manfaat positif daripada hambatan negatif yang selama ini dikhawatirkan oleh sebagian pelaku usaha konvensional. Ini adalah keunggulan strategis yang dapat digunakan pemangku kepentingan untuk meningkatkan daya saing dalam masyarakat yang menantang dan penuh dengan perubahan teknologi yang cepat.

Namun, hambatan terhadap fungsi AI yang efektif di pihak UKM atau perdagangan menunjukkan perlunya adanya advokat dan pendukung ekonomi digital untuk membantu memperbaiki situasi bagi konstituen dari waktu ke waktu. ​​

Selain literasi digital dan kesadaran teknologi dan ketiadaannya, hambatan dengan kendala anggaran implementasi dan terbatasnya penawaran lokakarya AI adalah hambatan yang kurang mendapat perhatian kebijakan yang tepat. ​​Misalnya, banyak UKM menganggap teknologi AI terlalu berlebihan atau terlalu maju, terutama praktis untuk perusahaan yang lebih besar. ​​

Dengan demikian, pelaksanaan yang melambat berarti kurangnya minat dalam menguji teknologi serupa untuk transformasi yang cepat. ​​Selain itu, dengan ekosistem digital yang buruk, UKM merasa terbatas dalam pengetahuan dan kurangnya informasi untuk membangun lingkungan pengurangan risiko melalui perkembangan bertahap. ​​

Salah satu alat bantu untuk meningkatkan daya nalar manusia dengan menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). (Sumber: Pexels/Matheus Bertelli)
Salah satu alat bantu untuk meningkatkan daya nalar manusia dengan menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). (Sumber: Pexels/Matheus Bertelli)

Tanpa perubahan dalam kelemahan ini, UMKM berisiko jatuh ke dalam kesenjangan daya saing yang makin melebar relatif terhadap perusahaan yang lebih besar ketika ekonomi digital akhirnya muncul dengan saran untuk perkembangan cepat yang membutuhkan lebih banyak efisiensi. ​​Namun, sayangnya, AI dapat memenuhi aksesibilitas dan kualitas tersebut; tetapi, pada skala yang lebih besar karena meningkatnya permintaan akan ekonomi digital.

Di sisi lain, peluang untuk memperluas aspek AI terjadi melalui pekerjaan yang ditugaskan dari pemerintah, lembaga pendukung, dan wirausahawan yang bertanggung jawab sebagai bagian dari program pembangunan ekonomi digital nasional. ​​Misalnya, pemerintah harus memasukkan UMKM dalam lokakarya pelatihan literasi digital yang terjangkau untuk memperluas pemahaman dan ketentuan AI bagi wirausahawan yang berinovasi untuk membantu menerima langkah-langkah insentif yang sesuai.

​​Selain itu, lembaga pendidikan dan perusahaan literasi teknologi harus menyediakan aksesibilitas dan penggunaan yang mudah untuk program dan aplikasi AI untuk operasi bisnis skala kecil yang membutuhkan sedikit pengetahuan teknis. ​​Pada saat yang sama, UMKM harus dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi melalui penawaran pendidikan dan lokakarya sambil menerapkan solusi digital kewirausahaan yang relevan dengan karakteristik spesifik pasar lokal. ​​

Hanya dengan begitu peluang yang datang dengan AI dapat beroperasi pada tingkat yang lebih sukses untuk perubahan yang berkelanjutan melalui ekonomi digital yang diperbaiki dan semakin terintegrasi secara global.

Baca Juga: Bandung sebagai Kota Wisata Bermimpi Terbebas dari Gelar ‘Kota Termacet di Indonesia’

Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan memiliki potensi besar dalam mendorong transformasi dan peningkatan daya saing UMKM di era ekonomi digital yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan inovasi berkelanjutan. Namun, tingkat literasi teknologi yang masih rendah, keterbatasan biaya, serta minimnya akses terhadap pendampingan menjadi hambatan utama dalam proses adopsi dan mengintegrasikannya ke dalam praktik bisnis sehari-hari.

Oleh karena itu, kerja sama yang kuat antara pemerintah, lembaga penyedia teknologi, dan pelaku UMKM menjadi kunci untuk memastikan implementasi AI dapat berjalan secara efektif dan inklusif tanpa meninggalkan pelaku usaha kecil yang masih berada pada tahap awal digitalisasi. Dengan langkah yang terarah dan berkelanjutan, UMKM di Indonesia tidak hanya mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga berpeluang memperluas pasar dan mencapai pertumbuhan bisnis yang lebih optimal baik di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, pemanfaatan AI akan semakin optimal apabila pelaku UMKM tidak hanya meningkatkan literasi digitalnya, tetapi juga mampu membangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan lembaga penyedia teknologi sebagai mitra strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan. (*)

DAFTAR PUSTAKA

  • Alhabshy, M. A. The Use Of Artificial Intelligence (Ai) To Improve Marketing Campaign Effectiveness. International Journal of Artificial Intelegence Research. Vol. 9, No. 1.1,2025

  • Pakpahan, R. Analisa Pengaruh Implementasi Artificial Intelligence Dalam Kehidupan Manusia. Journal of Information System, Informatics and Computing. Vol. 5,No. 2, 2021

  • https://www.antaranews.com/berita/4850633/pedagang-china-gunakan-ai-untuk-tingkatkan-pesanan-luar-negeri

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vaurel Alghanie Putra
Mahasiswa UNPAR

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Agu 2026, 16:57

Harga Daging Ayam Melambung Tinggi, Simalakama Makanan Bergizi

Masalah klasik peternakan rakyat terkait dengan pakan dan pengadaan bibit ayam perlu segera dibenahi.

Ilustrasi pedagang daging ayam di pasar tradisional (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)