AI Pengganti atau Amunisi bagi Pedagang UMKM?

Vaurel Alghanie Putra
Ditulis oleh Vaurel Alghanie Putra diterbitkan Minggu 04 Jan 2026, 15:57 WIB
Kecerdasan buatan. (Sumber: Pexels | Foto: Airam Dato-on)

Kecerdasan buatan. (Sumber: Pexels | Foto: Airam Dato-on)

Ironis pemanfaatan dalam kecerdasan buatan (AI) yang berkembang pesat dan menjadi tren di berbagai sektor, berbanding terbalik dengan tingkat pemahaman masyarakat terhadap AI yang masih tergolong rendah terutama di kalangan pelaku usaha kecil yang masih bergantung pada pola bisnis tradisional.

Fenomena ini juga tercermin pada pelaku UMKM, yang sebagian besar belum mengadopsi dan mengintegrasikan AI ke dalam operasional bisnis mereka, sehingga berpotensi tertinggal dalam persaingan pasar digital yang semakin terbuka, cepat berubah, dan menuntut efisiensi tinggi. Hal itu sangat disayangkan karena berbagai ‘platform’ digital saat ini semakin mudah diakses oleh pelaku usaha dari berbagai latar belakang sosial dan tingkat pendidikan, namun strategi pemasaran UMKM saat ini masih belum efisien karena membutuhkan banyak waktu dan modal yang besar hanya untuk dipasarkan di dalam negeri tanpa dukungan teknologi analisis data yang memadai.

Pelaku UMKM Indonesia dapat meniru strategi UMKM China yang memanfaatkan AI untuk berdagang di Pasar Perdagangan Internasional melalui optimalisasi pemasaran digital, pemetaan pasar global, serta pemanfaatan sistem otomatisasi penjualan lintas negara. Namun jika pelaku UMKM tetap bersikeras menolak mengintegrasikan AI ke dalam bisnis mereka dan tidak mencari cara lain yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen, dapat dipastikan pelaku UMKM yang menerapkan AI akan mendominasi persaingan pasar digital dan memperlebar kesenjangan daya saing antar pelaku usaha.

Kesenjangan pemahaman teknologi menjelaskan bahwa AI tidak dianggap penting dalam upaya perdagangan menurut banyak pelaku karena masih dipersepsikan sebagai teknologi yang rumit, mahal, dan hanya cocok bagi perusahaan besar. Namun, kesenjangan ini bukan karena AI tidak penting, melainkan karena sebagian pelaku UMKM gagal menyadari bahwa AI dapat menjadi penting dalam kondisi yang tepat serta dapat disesuaikan dengan skala usaha dan kebutuhan bisnis sehari-hari.

Meskipun AI menghasilkan berbagai ide yang dapat diterapkan sebagai strategi pengembangan, banyak pelaku usaha masih berhati-hati karena kesalahpahaman, implementasi yang gagal, dan membutuhkan pemahaman lebih untuk melihat AI dalam kondisi penerapan yang positif serta berorientasi pada peningkatan efisiensi dan produktivitas.

Misalnya, berbeda dengan bidang bisnis lain di mana pemutusan hubungan kerja kadang-kadang disebabkan oleh penggunaan AI, dalam bisnis perdagangan yang aktif, penerapan AI lebih disukai karena dampaknya yang positif dalam mempercepat proses kerja dan pengambilan keputusan. Pemangku kepentingan dapat menggunakan AI untuk menganalisis kebiasaan pembelian, memprediksi tren, mengelola persediaan, dan membantu pelanggan melalui layanan otomatis seperti chatbot dan sistem rekomendasi produk.

Oleh karena itu, AI penting sebagai manfaat positif daripada hambatan negatif yang selama ini dikhawatirkan oleh sebagian pelaku usaha konvensional. Ini adalah keunggulan strategis yang dapat digunakan pemangku kepentingan untuk meningkatkan daya saing dalam masyarakat yang menantang dan penuh dengan perubahan teknologi yang cepat.

Namun, hambatan terhadap fungsi AI yang efektif di pihak UKM atau perdagangan menunjukkan perlunya adanya advokat dan pendukung ekonomi digital untuk membantu memperbaiki situasi bagi konstituen dari waktu ke waktu. ​​

Selain literasi digital dan kesadaran teknologi dan ketiadaannya, hambatan dengan kendala anggaran implementasi dan terbatasnya penawaran lokakarya AI adalah hambatan yang kurang mendapat perhatian kebijakan yang tepat. ​​Misalnya, banyak UKM menganggap teknologi AI terlalu berlebihan atau terlalu maju, terutama praktis untuk perusahaan yang lebih besar. ​​

Dengan demikian, pelaksanaan yang melambat berarti kurangnya minat dalam menguji teknologi serupa untuk transformasi yang cepat. ​​Selain itu, dengan ekosistem digital yang buruk, UKM merasa terbatas dalam pengetahuan dan kurangnya informasi untuk membangun lingkungan pengurangan risiko melalui perkembangan bertahap. ​​

Salah satu alat bantu untuk meningkatkan daya nalar manusia dengan menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). (Sumber: Pexels/Matheus Bertelli)
Salah satu alat bantu untuk meningkatkan daya nalar manusia dengan menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). (Sumber: Pexels/Matheus Bertelli)

Tanpa perubahan dalam kelemahan ini, UMKM berisiko jatuh ke dalam kesenjangan daya saing yang makin melebar relatif terhadap perusahaan yang lebih besar ketika ekonomi digital akhirnya muncul dengan saran untuk perkembangan cepat yang membutuhkan lebih banyak efisiensi. ​​Namun, sayangnya, AI dapat memenuhi aksesibilitas dan kualitas tersebut; tetapi, pada skala yang lebih besar karena meningkatnya permintaan akan ekonomi digital.

Di sisi lain, peluang untuk memperluas aspek AI terjadi melalui pekerjaan yang ditugaskan dari pemerintah, lembaga pendukung, dan wirausahawan yang bertanggung jawab sebagai bagian dari program pembangunan ekonomi digital nasional. ​​Misalnya, pemerintah harus memasukkan UMKM dalam lokakarya pelatihan literasi digital yang terjangkau untuk memperluas pemahaman dan ketentuan AI bagi wirausahawan yang berinovasi untuk membantu menerima langkah-langkah insentif yang sesuai.

​​Selain itu, lembaga pendidikan dan perusahaan literasi teknologi harus menyediakan aksesibilitas dan penggunaan yang mudah untuk program dan aplikasi AI untuk operasi bisnis skala kecil yang membutuhkan sedikit pengetahuan teknis. ​​Pada saat yang sama, UMKM harus dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi melalui penawaran pendidikan dan lokakarya sambil menerapkan solusi digital kewirausahaan yang relevan dengan karakteristik spesifik pasar lokal. ​​

Hanya dengan begitu peluang yang datang dengan AI dapat beroperasi pada tingkat yang lebih sukses untuk perubahan yang berkelanjutan melalui ekonomi digital yang diperbaiki dan semakin terintegrasi secara global.

Baca Juga: Bandung sebagai Kota Wisata Bermimpi Terbebas dari Gelar ‘Kota Termacet di Indonesia’

Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan memiliki potensi besar dalam mendorong transformasi dan peningkatan daya saing UMKM di era ekonomi digital yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan inovasi berkelanjutan. Namun, tingkat literasi teknologi yang masih rendah, keterbatasan biaya, serta minimnya akses terhadap pendampingan menjadi hambatan utama dalam proses adopsi dan mengintegrasikannya ke dalam praktik bisnis sehari-hari.

Oleh karena itu, kerja sama yang kuat antara pemerintah, lembaga penyedia teknologi, dan pelaku UMKM menjadi kunci untuk memastikan implementasi AI dapat berjalan secara efektif dan inklusif tanpa meninggalkan pelaku usaha kecil yang masih berada pada tahap awal digitalisasi. Dengan langkah yang terarah dan berkelanjutan, UMKM di Indonesia tidak hanya mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga berpeluang memperluas pasar dan mencapai pertumbuhan bisnis yang lebih optimal baik di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, pemanfaatan AI akan semakin optimal apabila pelaku UMKM tidak hanya meningkatkan literasi digitalnya, tetapi juga mampu membangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan lembaga penyedia teknologi sebagai mitra strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan. (*)

DAFTAR PUSTAKA

  • Alhabshy, M. A. The Use Of Artificial Intelligence (Ai) To Improve Marketing Campaign Effectiveness. International Journal of Artificial Intelegence Research. Vol. 9, No. 1.1,2025

  • Pakpahan, R. Analisa Pengaruh Implementasi Artificial Intelligence Dalam Kehidupan Manusia. Journal of Information System, Informatics and Computing. Vol. 5,No. 2, 2021

  • https://www.antaranews.com/berita/4850633/pedagang-china-gunakan-ai-untuk-tingkatkan-pesanan-luar-negeri

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vaurel Alghanie Putra
Mahasiswa UNPAR

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Jan 2026, 11:05 WIB

Interior Bus Listrik Metro sebagai Pengalaman Ruang Bergerak di Kota Bandung

Transportasi publik dalam konteks ini, dipahami sebagai ruang interior bergerak yang dialami secara nyata oleh pengguna/penumpang.
Bus listrik metro. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Biz 24 Jan 2026, 21:30 WIB

Menyelami Dinamika Properti Indonesia: Antara Regulasi, Pasar, dan Integritas Developer

Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti.
Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti. (Sumber: Freepik)
Beranda 24 Jan 2026, 09:15 WIB

Memaknai Filosofi Warna Wayang Golek sebagai Cermin Karakter dan Arti Kehidupan

Tak hanya posisi mahkota, warna pada wajah wayang juga menjadi kunci untuk memahami filosofi karakter.
Tatang Ruhiana dan koleksi wayan goleknya yang dijual di galeri Alan Ruchiat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 22:10 WIB

Normalisasi Sungai Mandiri: Kepemimpinan RT/RW Menjawab Tantangan Banjir

Kabupaten Bandung termasuk wilayah yang hampir setiap musim penghujan mengalami banjir di sejumlah titik.
Ketua RT 02 dan warga membersihkan tumbuhan liar dan semak semak di aliran sungai. (Foto: Jumali indrayanto)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 20:43 WIB

Kualitas Perjalanan Warga Bandung Menurun, Evaluasi Infrastruktur Transportasi Mengemuka

Kemacetan di Bandung membuat perjalanan harian warga lebih lama, menurunkan produktivitas, dan menurunkan kenyamanan mobilitas. Perlu pengaturan lalu-lintas lebih baik.
Pengendara terjebak macet di Buah Batu Ketika hujan turun, Senin (01/12/2025). (Foto: Nabila Khairunnisa P)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 19:47 WIB

Lisa Blackpink di Bandung Barat: Antara Gengsi Global dan Ujian Tatakrama Kita

Lisa Blackpink syuting di Bandung Barat? Intip alasan Netflix memilih Citatah dan bagaimana warga menyikapi bocornya lokasi syuting tersebut.
Salah satu tebing karst yang terus dijaga bersama adalah Tebing Citatah 125 karena di sinilah sejarah panjat tebing Indonesia bermula. (Sumber: Eiger)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 17:24 WIB

Industri Sepak Bola Putri Indonesia Sedang Bertumbuh di Tengah Kekosongan Liga Resmi

Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat.
Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat. (Sumber: MilkLife Soccer Challenge)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:58 WIB

Menata Ulang Wajah Transportasi Bandung

Lalu lintas Bandung yang terbilang sangat padat telah menjadi masalah bagi warga sejak tahun 2024.
Kemacetan Bandung Pada malam hari (21.52 WIB) di Jln. Terusan Buah Batu. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Muhammad Airell Fairuzia)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:24 WIB

Kota Wisata dengan Beban Mobilitas Tinggi: Tantangan Tata Transportasi Bandung

Pemerintah sudah mencoba menerapkan berbagai cara untuk mengatasi permasalahan kemacetan, namun masih tak kunjung menemukan solusi yang tepat.
Kemacetan arus lalu lintas di ruas jalan Buah Batu, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, menjadi pemandangan sehari hari bagi warga yang melintas (03/12/2025). (Sumber: Ramadhan Dwiadya Nugraha)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 15:58 WIB

Menjaga Pertumbuhan di Tengah Krisis Fiskal: Strategi Obligasi dan Sukuk Jawa Barat

Ekonomi Jawa Barat pada Triwulan II 2025 tumbuh solid sebesar 5,23% year-on-year. Namun, di balik angka yang tampak menjanjikan itu, terdapat bayangan tantangan fiskal yang semakin nyata.
Ilustrasi obligasi dan sukuk daerah memperluas inklusi keuangan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 15:01 WIB

Ketika Mobilitas Tersendat, Kepercayaan Publik Ikut Tergerus

Kemacetan yang terus menerus terjadi membuat masyarakat Bandung semakin resah.
Pengendara mobil dan motor yang menunggu macet di malam hari (02/11/2025). (Foto: Sherina Khairunisa)
Ayo Jelajah 23 Jan 2026, 14:03 WIB

Kisah Para Warga Bandung yang Terjerat Tipu Daya Judi Online Kamboja

Judi online jaringan Kamboja menjalar hingga Bandung lewat iklan kerja digital. Anak muda direkrut sebagai operator dari rumah kontrakan atau luar negeri dengan janji gaji bulanan yang terlihat wajar.
Ilustrasi judi Kamboja.
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 13:38 WIB

Dana Indonesiana Tertunda, Pelestari Budaya Ngada Alami Tekanan Mental

Dana Indonesiana belum cair, program budaya Ngada tertunda, pelakunya menghadapi tekanan sosial dan mental di kampungnya sendiri.
Desa Adat Bena. (Sumber: Arsip pribadi narasumber)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 12:08 WIB

Catatan Awal Tahun dari Wargi Bandung

Januari 2026 tiba, udara Bandung terasa berbeda.
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 10:07 WIB

Semestinya Kita Berefleksi dari Bencana Sumatra

Peristiwa ini bukan sekadar kabar duka dari satu wilayah, melainkan cermin rapuhnya kesiapsiagaan kita menghadapi bencana yang berulang.
Sisa banjir di Sumatra Barat pada awal Desember 2025. (Sumber: pkp.go.id)
Beranda 23 Jan 2026, 06:49 WIB

Konsistensi infoantapani Menyapa Warga Antapani Selama 12 Tahun, Bukan Cuma Urusan Algoritma dan Engagement

Akun ini tidak ingin dipandang sebagai media yang semata-mata mengutamakan kecepatan, namun juga tidak memilih gaya bahasa yang saklek, kaku, atau terlalu formal.
Owner dan founder @infoantapani, Venda Setya Nugraha. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 06:33 WIB

Bunderan Cibiru dan Tumpukan Kendaraan

Bunderan Cibiru menjadi salah satu titik macet yang ada di Bandung.
Macet menjelang Malam Natal dan Tahun Baru. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 22 Jan 2026, 21:00 WIB

Hanya 'Keajaiban' yang Bisa Menuntaskan Masalah Kemacetan di Kota Bandung

Macetnya Kota Bandung kerap menjadi sorotan, bagaimana cara mengatasinya?
Padatnya Kota Bandung pada sore hari, Rabu (3/12/2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Venecia Fiantika)
Ayo Biz 22 Jan 2026, 18:39 WIB

Industri Belajar Bernapas Hijau: Ketika Sustainability Jadi Nafas Baru

Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, industri dapat menekan dampak negatif melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan.
Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, industri dapat menekan dampak negatif melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 22 Jan 2026, 18:14 WIB

Cinta Bobotoh pada PERSIB, Sebuah Kesetiaan Tanpa Syarat

Kesetiaan Bobotoh terhadap PERSIB Bandung yang tidak bergantung pada kemenangan atau prestasi semata.
Jadi warna lain yang menyapa di laga Persib, Bobotoh Unyu-unyu bukan sekadar pendukung tapi wajah baru dalam dinamika suporter sepak bola Indonesia. (Sumber: dok. Bobotoh Unyu-unyu)