Fondasi Ekonomi Inklusif Bandung di Tengah Tantangan Literasi Keuangan dan Pemberdayaan UMKM

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Jumat 02 Jan 2026, 16:04 WIB
Bukan sekadar penggerak sektor informal, UMKM dan pelaku ekonomi kreatif adalah pionir inovasi, penjaga warisan budaya, dan pencipta lapangan kerja yang adaptif. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Bukan sekadar penggerak sektor informal, UMKM dan pelaku ekonomi kreatif adalah pionir inovasi, penjaga warisan budaya, dan pencipta lapangan kerja yang adaptif. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

AYOBANDUNG.ID -- Kota Bandung menghadapi tantangan nyata dalam memperkuat fondasi ekonomi inklusif. UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah masih berhadapan dengan keterbatasan akses pembiayaan formal dan rendahnya literasi keuangan.

Kondisi ini membuat sebagian pelaku usaha kecil rentan terhadap jeratan pinjaman informal dengan bunga tinggi. Di sisi lain, geliat usaha kreatif dan kuliner terus tumbuh, sehingga kebutuhan akan dukungan pembiayaan semakin mendesak.

Dalam konteks tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Bandung memperkuat sinergi untuk memperluas akses keuangan dan meningkatkan literasi masyarakat.

“OJK Jawa Barat terus mendorong percepatan akses keuangan yang inklusif bagi UMKM dan masyarakat luas agar dapat menopang pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi, tetapi juga berkualitas dan merata," ungkap Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman.

Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) menjadi instrumen penting untuk membaca kondisi riil. Darwisman menjelaskan, saat ini IKAD Kota Bandung berada pada level 6,57, yang menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal tergolong baik dan relatif merata.

Angka ini menjadi indikator bahwa Bandung relatif lebih maju dibandingkan beberapa kota lain di Jawa Barat, meski masih ada kantong masyarakat yang belum sepenuhnya terhubung dengan layanan keuangan.

“Data tersebut menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan program kerja berbasis bukti agar lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Darwisman.

Pendekatan berbasis bukti ini pun sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis OJK dan BPS. Survei tersebut mencatat bahwa indeks literasi keuangan nasional naik dari 65,43 persen pada 2024 menjadi 66,46 persen pada 2025, sementara indeks inklusi keuangan melonjak dari 75,02 persen menjadi 80,51 persen.

Sepanjang tahun 2025, TPAKD Kota Bandung melaksanakan berbagai program peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Program Cerdas Keuangan melalui Sekolah Pasar Modal, Bandung Melawan Rentenir melalui Kampung Bersih Rentenir, serta pendampingan literasi keuangan kepada masyarakat menjadi contoh nyata bagaimana edukasi dipadukan dengan aksi sosial.

Pemberdayaan UMKM juga diperkuat melalui peningkatan akses pembiayaan. Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Barat pada 2025 tercatat mencapai Rp16,89 triliun, dengan Kabupaten Bogor dan Kota Bandung sebagai penyumbang terbesar.

Secara nasional, penyaluran KUR hingga triwulan III 2025 telah mencapai Rp203,5 triliun dari target Rp300 triliun, dengan 60,05 persen disalurkan ke sektor produksi. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya dan menjadi bukti bahwa akses pembiayaan formal semakin menjangkau pelaku usaha kecil.

Program Buruan Sae, menabung melalui Bank Sampah, serta Bandung KEJAR Prestasi turut mendukung penguatan ekonomi berbasis pangan lokal, pengelolaan lingkungan, dan perluasan akses keuangan bagi pelajar. Inovasi ini memperlihatkan bahwa inklusi keuangan dapat berjalan beriringan dengan agenda lingkungan dan pendidikan.

Salah satu bentuk sinergi lainnya adalah dukungan TPAKD Kota Bandung untuk mengimplementasikan Program Tabungan Kurban ASN Jawa Barat (BEREHAN). Program ini telah diimplementasikan di tingkat provinsi dan kini diperluas ke kota. Tujuannya bukan hanya memperkuat budaya menabung, tetapi juga mendukung usaha peternakan dan peningkatan ekonomi daerah.

Selain itu, sinergi program juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui penguatan rantai pasok, pembiayaan sektor pangan, serta pemberdayaan UMKM dan pelaku usaha lokal, program ini diharapkan dapat berjalan berkelanjutan.

“Program kerja ke depan diarahkan pada penguatan literasi dan inklusi keuangan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekosistem pembiayaan daerah, dengan tetap mengacu pada kebijakan pembangunan ekonomi Provinsi Jawa Barat,” ungkap Darwisman.

Secara khusus, Pemerintah Kota Bandung akan mendorong pengembangan potensi sektor ekonomi kreatif pada tahun 2026 sebagai salah satu fokus utama pembangunan ekonomi daerah. Sektor ini dipandang memiliki potensi besar dalam menciptakan nilai tambah ekonomi, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat daya saing kota.

Data BPS Kota Bandung 2025 menunjukkan jumlah UMKM di kota ini mencapai lebih dari 103 ribu unit usaha. Pertumbuhan UMKM di Jawa Barat juga diproyeksikan meningkat, dengan Kabupaten Bandung dan Bogor menjadi penyumbang terbesar sektor kuliner. Angka ini memperlihatkan bahwa sektor UMKM tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga semakin beragam dalam jenis usaha.

Penguatan sektor ekonomi kreatif diharapkan dapat berjalan beriringan dengan dukungan akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan sinergi lintas pemangku kepentingan. Dengan demikian, potensi besar yang dimiliki Bandung dalam bidang kuliner, fesyen, dan seni dapat dikapitalisasi secara optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Kondisi riil di lapangan menunjukkan bahwa UMKM masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan jaminan, rendahnya literasi digital keuangan, serta ketergantungan pada pembiayaan informal. Namun, dengan program yang terarah dan dukungan lintas sektor, tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang untuk memperkuat struktur ekonomi lokal.

“Melalui sinergi yang berkelanjutan, diharapkan pelaksanaan program-program tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan struktur ekonomi daerah, serta mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi Kota Bandung yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Darwisman.

Alternatif produk UMKM Bandung atau serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/W05E70KFZ
  2. https://s.shopee.co.id/13od12cHg
  3. https://s.shopee.co.id/2qO00FaNzK
  4. https://s.shopee.co.id/9fEK8sD9j8
  5. https://s.shopee.co.id/gJVQMSjic

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Beranda 21 Jan 2026, 06:54 WIB

Di Malam yang Tidak Pernah Sama, Pasar Lilin Astana Anyar Tetap Ada

Suasana terasa hangat. Antar pedagang saling menyapa, berbagi cerita, dan sesekali diselingi gelak tawa di sela menunggu pembeli.
Pasar Lilin kini lebih terang setelah menggunakan cahaya dari lampu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 20 Jan 2026, 21:30 WIB

Menggenggam Harapan Bandung Lewat Wajib Belajar Pra Sekolah

PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter.
Ilustrasi. PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter. (Sumber: Freepik)
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:43 WIB

Hikayat Kelam Kasus Herry Wirawan, Kekerasan Seksual terhadap Santriwati di Bandung

Perkara Herry Wirawan, pemilk salahsatu peantren di Bandung, menjadi salah satu kasus kekerasan seksual anak terberat dalam sejarah hukum Indonesia.
Herry Wirawan.
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:26 WIB

Sejarah Longsor Cigembong Garut Zaman Kolonial, Warga Satu Kampung Lenyap Tanpa Jejak

Longsor besar Juni 1924 menghapus Kampung Cigembong di selatan Garut. Arsip kolonial mencatat retakan gunung, pergerakan tanah, ratusan korban jiwa, serta sawah dan rumah yang lenyap dalam sekejap.
Ilustrasi longsor Cigembong Garut 1924.
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 19:35 WIB

Menelaah Kaitan Penerangan Jalan dan Potensi Aksi Kejahatan

Warga Margahayu Raya berharap Walikota M. Farhan segera mengatasi masalah lampu jalan yang minim.
Kondisi jalan di Komplek Margahayu Raya yang hanya diterangi oleh rumah warga akibat minimnya lampu penerangan jalan umum pada malam hari, 1 Desember 2025. (Sumber : Dokumentasi Penulis | Foto : Nur Azizah) (Foto : Nur Azizah) (Foto: Nur Azizah)
Ayo Biz 20 Jan 2026, 19:25 WIB

Mimpi Swasembada Energi: Jalan Terjal Transisi di Era Prabowo

Keberhasilan PP Nomor 40/2025 sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menggeser dominasi sistem energi dari energi fosil menuju energi bersih melalui instrumen kebijakan yang tepat sasaran.
Analis kebijakan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bonti Wiradinata saat diskusi Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) di Bandung, Selasa (20/1/2026). (Sumber: Dok IWEB)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 18:37 WIB

Antara Warga, Amanah, dan Ketenangan

Sebuah potret tentang tokoh yang menjadi pusat diskusi warga dan organisasi lokal.
Firman adalah putra asli Bandung yang tumbuh di Kiara Condong, sebuah lingkungan yang menurutnya menjadi “sekolah kehidupan” pertama. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:35 WIB

Susahnya Memberantas Parkir Liar yang Merajalela di Kota Bandung

Di Kota Bandung, parkir liar sangat mudah ditemukan di berbagai macam tempat.
Potret juru parkir liar di salah satu titik Kota Bandung (04/12/25) (Foto: Salsafira Farelya)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:00 WIB

Belajar dari Artis, Seni Mengelola Circle Pertemanan Menjadi Aset Masa Depan

Nggak cuma lucu-lucuan, Prediksi dan Bedain jadi bukti kalau tongkrongan bisa menghasilkan cuan.
Prediksi dan Bedain. (Instagram/Prediksi)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:17 WIB

Efisiensi Fiskal dan Era Pariwisata Virtual

Efisiensi fiskal menuntut inovasi pemerintah. Bandung perlu cara baru untuk tetap bisa meningkatkan sumber PAD melalui promosi wisata dengan jangkauan luas, tanpa membebani anggaran.
Gunung Putri Lembang, Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Dwinanda Nurhanif Mujito)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:00 WIB

Antara Janji Meritokrasi atau Realitas Politik Koalisi: Pembentukan Kabinet Merah Putih

Mengapa idealisme meritokrasi Prabowo luntur demi mengakomodasi kepentingan koalisi, melahirkan 'Kabinet Gemuk' yang lebih mengutamakan stabilitas politik daripada kompetensi ahli.
Masa Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang. (Sumber: menpan.go.id)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 15:00 WIB

Ini Sosok John Herdman Pelatih Baru Timnas: Adakah Pemain Persib yang Dipanggil?

John Herdman akan didampingi Cesar Meylan, yang akan bertugas sebagai pelatih fisik Tim Garuda.
John Herdman, lahir 19 Juli 1975, mulai melatih sepak bola pada usia muda di Inggris, saat ia masih menjadi mahasiswa dan dosen universitas paruh waktu di Northumbria University. (Sumber: Kemenpora)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 12:21 WIB

Merawat Imajinasi

Aktivitas mendongeng (membacakan) cerita bukan semata soal hiburan, melainkan ikhtiar bersama dalam menanamkan benih pengetahuan, menumbuhkan rasa ingin tahu, sekaligus mengikat cinta.
Seseorang sedang asyik membaca. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 11:25 WIB

CSR di Bandung: Dari Kegiatan Simbolik Menuju Dampak Sosial Nyata

CSR di Bandung sering dipandang hanya sebagai agenda formal yang belum sepenuhnya menangani kebutuhan sosial secara mendalam.
Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Aditya Enggar Perdana)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 10:03 WIB

Nestapa Gaza, Akankah Dunia Islam Bisa Baik-Baik Saja?

Warga Gaza masih berduka, di tengah hujan musim dingin dan camp darurat.
Krisis Gaza masih berlanjut, semakin kritis di tengah cuaca dingin dan hujan yang semakin intens. (Sumber: Pexels | Foto: Ahsanul Haque Z)
Beranda 20 Jan 2026, 08:33 WIB

Tidak Dipilah Pasti Tidak Diangkut: Gaya Hidup Kampung Takakura dalam Mengatasi Krisis Sampah Bandung

Selama hidup, manusia pasti memproduksi sampah. Sampai kapan pun itu tidak akan hilang. Karena itu kita harus berteman dengan sampah dengan menjadikannya sesuatu yang bernilai.
Hasil dari pengolahan sampah organik salah satunya dijadikan eco enzyme yang kaya enzim ramah lingkungan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Jelajah 19 Jan 2026, 20:24 WIB

Sejarah Universitas Islam Bandung, Kampus Biru di Tamansari

Unisba lahir dari kegelisahan tokoh Islam Jawa Barat tentang pendidikan iman dan ilmu hingga tumbuh di Tamansari Bandung.
Kampus Unisba di tamansari. (Sumber: unisba.ac.id)
Ayo Netizen 19 Jan 2026, 18:26 WIB

Walau Lebih Mahal, Ada Alasan Gen-Z Lebih Suka Bus AKAP Fasilitas Lengkap

Ada nih Bus AKAP Luxury yang bisa dilirik oleh kalangan Anak Muda di Bandung cuy
Interior dari Cititrans Super Executive Busline 28S (CTB-102) saat malam hari pada 30 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Dean 'Izzan Rahmani)
Ayo Biz 19 Jan 2026, 18:21 WIB

Kontroversi Susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis Menguji Kualitas Gizi Anak Sekolah

Kontroversi susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memantik perdebatan publik.
Ilustrasi. Susu adalah simbol asupan protein, kalsium, dan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan ana. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 19 Jan 2026, 17:51 WIB

Edukasi tentang Etika Komunikasi Digital dan Cyberbullying

Percepatan teknologi perlu diimbangi dengan etika komunikasi digital, penyebaran informasi yang bertanggung jawab hingga privasi data.
Pengabdian Kepada Masyarakat berupa edukasi literasi digital bagi siswa SMPN 1 Dayeuhkolot. (Sumber: Dok. Penulis)