UMKM dan Inklusi Keuangan Jadi Motor Pertumbuhan Jawa Barat 2026

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Sabtu 03 Jan 2026, 16:12 WIB
Menutup tahun 2025, Jawa Barat memperlihatkan ketahanan ekonomi yang relatif solid di tengah dinamika global dan nasional. (Sumber: Freepik)

Menutup tahun 2025, Jawa Barat memperlihatkan ketahanan ekonomi yang relatif solid di tengah dinamika global dan nasional. (Sumber: Freepik)

AYOBANDUNG.ID -- Menutup tahun 2025, Jawa Barat memperlihatkan ketahanan ekonomi yang relatif solid di tengah dinamika global dan nasional. Pertumbuhan ekonomi daerah ini tetap berada di atas rata-rata nasional, dengan kontribusi kuat dari konsumsi domestik dan investasi.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa Jawa Barat mampu menjaga momentum pertumbuhan di kisaran 5,2 persen, sebuah capaian yang menegaskan daya tahan struktur ekonomi daerah sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan yang ada.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, menegaskan bahwa indikator makroekonomi tetap positif, tercermin dari intermediasi perbankan yang mendukung perekonomian nasional. OJK bersama kantor wilayah di Cirebon dan Tasikmalaya memperkuat pengawasan lembaga jasa keuangan agar stabilitas sistem tetap terjaga.

"Sampai dengan November 2025, jaringan kantor lembaga jasa keuangan di Jawa Barat meliputi 2 bank umum, 121 BPR, 12 BPRS, 19 perusahaan gadai swasta, 25 LKM/LKMS, 4 dana pensiun, 1 perusahaan modal ventura, 1 perusahaan penjaminan, 1 perusahaan fintech, 1 perusahaan efek daerah, serta 32 galeri investasi untuk memperluas edukasi pasar modal bagi masyarakat," ujar Darwisman.

Infrastruktur ini menjadi tulang punggung inklusi keuangan di daerah. Sekadar informasi, total aset perbankan Jawa Barat pada November 2025 mencapai Rp1.051,53 triliun, naik 3,14 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dana Pihak Ketiga juga tumbuh 5,01 persen menjadi Rp736,06 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan dan memperlihatkan bahwa stabilitas keuangan tetap terjaga meski tekanan eksternal masih ada.

Penyaluran kredit menunjukkan pergeseran kebutuhan. Kredit modal kerja turun -5,32 persen menjadi Rp329,93 triliun, sementara kredit investasi melonjak 16,43 persen menjadi Rp228,01 triliun.

Kredit konsumsi juga naik 5,63 persen menjadi Rp489,27 triliun. Pergeseran ini menandakan orientasi baru pada investasi jangka panjang, yang diharapkan mampu memperkuat basis produksi dan daya saing daerah.

"Akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah terus diperkuat. Sampai dengan November 2025, sebanyak 470.064 pelaku usaha di Jawa Barat telah memanfaatkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total penyaluran sebesar Rp25,97 triliun," ujar Darwisman.

UMKM menjadi motor penggerak ekonomi daerah, sekaligus penopang ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Skema KUR di Jawa Barat didominasi sektor mikro dengan porsi 64,56 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan masih terkonsentrasi pada usaha kecil, yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana mendorong usaha kecil naik kelas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Secara nasional, kredit UMKM mencapai Rp1.496,07 triliun. Jawa Barat menyumbang Rp186,66 triliun atau 12,49 persen, menempatkan provinsi ini sebagai penerima terbesar kedua setelah Jawa Timur. Posisi ini menegaskan peran strategis Jawa Barat dalam peta ekonomi nasional.

Meski capaian positif, tantangan tetap ada. Tingkat literasi keuangan masyarakat Jawa Barat masih perlu ditingkatkan. Data OJK 2025 menunjukkan indeks literasi keuangan nasional baru mencapai sekitar 50 persen, dengan inklusi keuangan di kisaran 85 persen. Gap ini berpotensi menimbulkan risiko jika tidak diimbangi edukasi yang masif dan berkelanjutan.

Darwisman menegaskan, OJK akan memperkuat pengawasan agar lembaga keuangan tidak hanya tumbuh, tetapi juga sehat dan berintegritas. Pengawasan berbasis risiko menjadi strategi utama untuk mengantisipasi potensi gejolak, terutama di sektor-sektor yang rentan terhadap perubahan kondisi eksternal.

Peningkatan literasi keuangan menjadi agenda penting 2026. Edukasi masyarakat melalui galeri investasi, program sekolah pasar modal, hingga kampanye digital diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan.

Dengan literasi yang lebih baik, masyarakat dapat mengambil keputusan finansial yang lebih bijak dan terhindar dari praktik keuangan ilegal. Kolaborasi lintas sektor juga menjadi kunci.

"Kolaborasi dengan pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah akan diakselerasi untuk mengoptimalkan efektivitas kebijakan, memperkuat daya saing, serta memastikan manfaat pembangunan ekonomi dirasakan secara luas oleh masyarakat Jawa Barat," ujar Darwisman.

Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem keuangan daerah. Oleh sebab itu, transformasi digital menjadi momentum penting. Fintech dan layanan keuangan berbasis teknologi diharapkan memperluas akses keuangan, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil.

Namun, pengawasan ketat tetap diperlukan untuk mencegah praktik ilegal dan menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keuangan digital.

Dengan penguatan pengawasan, perluasan akses, dan literasi keuangan, stabilitas sistem keuangan Jawa Barat diharapkan tetap terjaga. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Memasuki 2026, Jawa Barat menghadapi peluang besar. Dengan fondasi ketahanan ekonomi yang kuat, fokus pada inklusi keuangan, dan literasi yang ditingkatkan, provinsi ini berpotensi menjadi model pertumbuhan inklusif di Indonesia.

"Tantangan global tetap ada, namun kesiapan daerah menjadi modal utama untuk memastikan manfaat pembangunan ekonomi dirasakan secara luas oleh masyarakat," ujar Darwisman.

Alternatif produk UMKM atau serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/13od12cHg
  2. https://s.shopee.co.id/2qO00FaNzK
  3. https://s.shopee.co.id/9fEK8sD9j8
  4. https://s.shopee.co.id/gJVQMSjic
  5. https://s.shopee.co.id/W05E70KFZ

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:16 WIB

Kenapa Stoikisme Lebih Ampuh daripada Terjerat Pinjol? Seni Menghadapi Quarter Life Crisis

Jangan sampai salah langkah demi gengsi! Kenali cara hadapi Quarter Life Crisis dengan Stoikisme agar terhindar dari jeratan Pinjol.
Ilustrasi perasaan tersesat dan lelah mental saat menghadapi Quarter Life Crisis. (Sumber: unplash | Foto: Mehran Biabani)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 19:19 WIB

Kota Bandung dan Krisis Sampah

Kota Bandung kembali berada dalam sorotan publik akibat persoalan sampah yang tak kunjung teratasi.
Gunung"sampah di daerah warga jl. buanasari II no.1 , Kota Bandung pada Selasa, 2 Desember 2025. (Foto:Muhammad Fiqri A.)