Sinyal Krisis Ekologis Mengintai Jawa Barat

4 menit baca
Gilang Fathu Romadhan Restu Nugraha Sauqi
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan , Restu Nugraha Sauqi diterbitkan
Air Sungai Cibitung di Kabupaten Bandung Barat meluap akibat tak mampu lagi menahan debit besar akibat hujan deras. (Sumber: sekitarbandung.com)
Air Sungai Cibitung di Kabupaten Bandung Barat meluap akibat tak mampu lagi menahan debit besar akibat hujan deras. (Sumber: sekitarbandung.com)

AYOBANDUNG.ID - Hujan deras yang mengguyur sejumlah kawasan di Jawa Barat pada Kamis, 4 Desember 2025, menunjukkan betapa rentannya Jabar terhadap bencana hidrometeorologi. Dalam waktu hampir bersamaan, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang dilanda banjir dengan karakter berbeda namun berakar pada persoalan serupa: tekanan ekologis yang kian meningkat dan tata lingkungan yang tak lagi mampu menahan limpasan air.

Di Kabupaten Bandung Barat, air dari Sungai Cibitung tak mampu lagi menahan debit besar yang turun sejak siang. Luapannya berubah menjadi banjir bandang yang menyapu Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin. Lokasi wisata, kolam ikan, dan hamparan sawah menjadi sasaran pertama sebelum air menyebar ke empat RW yang berada lebih rendah.

"Iya betul kejadian tadi sekitar pukul 16:00 WIB, banjir bandang terjadi dari sungai Cibitung. Sampai saat ini yang terdampak ada 4 RW. RW 12,15,18, dan RW 16," ungkap Kepala Desa Mukapayung, Firman Supianto Hadi saat dikonfirmasi.

Air yang masuk dengan kecepatan tinggi menandai terjadinya kiriman dari hulu. Firman menjelaskan bahwa hujan deras yang turun sejak pukul 13.00 WIB membuat aliran sungai tak lagi bisa dikendalikan. Volume yang terus meningkat mendorong air keluar dari palung sungai dan menyapu areal produktif yang berada di sekitarnya.

"Sampai sekarang sekira pukul 16.30 WIB hujan masih berlangsung dan banjir di lokasi juga masih besar," kata Firman.

Fasilitas publik menjadi korban pertama. Obyek wisata Lembah Curugan Gunung Putri lumpuh dihantam arus. Kolam budidaya ikan milik Bumdes rusak, sementara lima hektare lahan sawah warga terseret lumpur dan material banjir. Firman memastikan permukiman masih aman, namun kondisi cuaca membuat semua pihak tetap siaga.

"Yang terdampak ada obyek wisata, tempat kuliner, aset Bumdes seperti kolam ikan, dan lahan pertanian warga. Belum sampai ke permukiman karena memang agak jauh," paparnya.

Selain banjir bandang, longsor juga muncul di beberapa titik. Kontur tanah yang labil dan curah hujan tinggi menciptakan kombinasi yang berbahaya. Aparat desa dan relawan kini melakukan penelusuran menyeluruh untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak ataupun infrastruktur vital yang rusak parah.

"Untuk korban jiwa tidak ada, kita sudah sampaikan imbauan kepada warga agar mewaspadai jika turun hujan lebat," tandasnya.

Sementara itu, di Kabupaten Subang, ancaman datang dari luapan sungai dan air pasang. Situasinya berbeda dari Cililin, namun sama-sama dipicu oleh curah hujan tinggi. Ratusan rumah terendam, terutama di kawasan permukiman yang berada dekat pesisir dan bantaran sungai.

Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono menyebut air naik ke rumah warga setelah sungai melimpas. “Itu sungai meluap tapi masuk ke rumah warga. Anggota lagi di sana. Bukan banjir, nggak ada. Itu air sungai meluap,” ujarnya.

BPBD Jawa Barat mencatat dua sumber penyebab: limpasan sungai dan banjir rob. Di Desa Mayangan, air pasang memperparah genangan. Ratusan rumah terendam, dengan ratusan keluarga terdampak. Situasi serupa terjadi di Legonkulon yang mencatat hampir 500 rumah terendam.

"Hingga saat ini, kondisi banjir masih berlangsung dan berpotensi mengalami peningkatan. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan," tutur Pranata Humas BPBD Jabar, Hadi Rahmat.

Rentetan kejadian dalam satu hari itu menyampaikan pesan penting: Jabar berada di jalur rawan bencana. Dalam dokumen Kajian Risiko Bencana 2025, potensi luasan bahaya banjir di provinsi ini mencapai 1,3 juta hektare dan berstatus tinggi. Banjir bandang mengintai hampir 200 ribu hektare wilayah lain, terutama kabupaten yang memiliki daerah hulu rentan.

Fakta itu diperburuk oleh tren degradasi lingkungan. Dalam dua tahun terakhir, tutupan hutan di Jawa Barat menyusut hingga 43 persen. Berkurangnya pohon dan tutupan vegetasi mengurangi kemampuan tanah menyerap air dan menahan erosi, dua fungsi yang vital untuk mencegah banjir bandang dan longsor.

Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, Wahyudin Iwang menilai situasi ini bukan hanya soal cuaca ekstrem. "Banjir bandang, longsor, tanah amblas serta fenomena bencana alam lainnya bukan semata-mata pemicunya intensitas hujan yang tinggi, atau biasa sering dikatakan sebagai bencana hidrometeorologi," ucapnya.

Ia mencatat pembukaan lahan untuk tambang, properti, pariwisata, hingga proyek strategis nasional berlangsung masif tanpa diikuti kontrol yang memadai. Selain itu, lemahnya penegakan hukum membuat kerusakan terus terjadi tanpa rem yang jelas.

"Upaya pencegahan, pemulihan serta perbaikan lingkungan masih dapat dikatakan nyaris tidak dilakukan oleh pemerintah, bahkan pemerintah terkesan turut andil melegitimasi kerusakan lingkungan yang terus menerus," katanya.

Walhi juga menyoroti perusahaan tambang yang izin operasinya telah habis namun tetap berjalan tanpa sanksi, serta ratusan titik tambang ilegal yang beroperasi dalam radius permukiman. Alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman dan industri semakin memperkecil resapan air.

Serangkaian dua banjir pada Kamis lalu bukan sekadar kejadian harian yang berulang, melainkan sinyal dari persoalan yang lebih dalam. Jawa Barat menghadapi ancaman ekologis yang menumpuk, dan setiap curah hujan ekstrem berpotensi mengubah ancaman itu menjadi kenyataan di lapangan.

Iwang mendesak agar pemerintah memperketat aktivitas di kawasan hutan dan memperkuat penegakan hukum sebelum kondisi berubah menjadi krisis ekologis yang lebih parah. "Pemerintah penting dan harus menjalankan rencana mitigasi dengan serius," pungkasnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:47

Siapa yang Menceritakan Indonesia? Perpektif dalam 'Semua untuk Hindia' dan 'Indonesia Calling'

Mengupas dilema orang Eropa hingga solidaritas buruh internasional demi melihat kemerdekaan dari sisi kemanusiaan.

Cover buku Kumpulan Carpen Semua Untuk Hindia dan Tangkapan Layar Pribadi Film Indonesia Calling (Sumber: Indonesiana.id dan channel youtube @pcasmilus)