Bisakah Mengurangi Korban Banjir dengan Teknologi?

4 menit baca
Lugina Nurul Ihsan
Ditulis oleh Lugina Nurul Ihsan diterbitkan
Pelatihan Mitigasi Bencana Banjir di Desa Majalaya, Bandung (Sumber: BBWS Citarum)
Pelatihan Mitigasi Bencana Banjir di Desa Majalaya, Bandung (Sumber: BBWS Citarum)

Dering pesan bergema ketika Sopha, wanita berumur 25 tahun itu, tengah bergegas menyiapkan diri untuk menjalani rutinitas kerjanya. Dengan sigap, ia merogoh ponsel di sakunya, tampilan di layar kotak itu menunjukan pesan dari grup Siaga Warga Majalaya. Terlihat, jam baru menunjukan pukul 06.32 WIB, seorang warga telah membagikan informasi prakiraan cuaca hari ini (13/10). 

Selain cuaca, grup WhatsApp  Siaga Warga Majalaya itu juga rutin membagikan informasi terkait Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Citarum, lengkap dengan sumber data yang mereka gunakan bertuliskan: FFWS BBWS CITARUM. Data tingkat ketinggian air dari dasar sampai ke permukaan itu kemudian digunakan Sopha, dan sebagian besar warga Majalaya lainnya sebagai acuan kapan mereka harus siap menghadapi banjir.  

Data TMA secara real-time (nyata) adalah satu dari sekian inovasi terkini Sistem Prediksi dan Peringatan Dini Banjir atau Flood Forecasting and Warning System (FFWS) yang merupakan program kerja sama Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum diwakili Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum bersama Pemerintah Korea melalui Korean International Cooperation Agency (KOICA). Teknologi FFWS ini memiliki peran yang cukup penting dalam mencegah terjadinya korban banjir yaitu masyarakat.  

Urgensi Peringatan Dini Banjir di Sungai Terpanjang Jawa Barat 

Sungai yang berada di Jawa Barat ini memiliki topografi aliran yang unik, anak sungai yang curam, dan aliran yang sering berbalik akibat sedimentasi di muara. Keadaan itu sering menyebabkan longsor. Selain faktor alam, aktivitas penduduk seperti perusakan hutan, pembangunan di tepi sungai yang tidak sesuai peruntukan, penggunaan air tanah berlebih, dan penumpukan sampah di sungai juga meningkatkan risiko terjadinya banjir di Wilayah Sungai Citarum.  

Kondisi Sungai Citarum yang seperti itu menarik perhatian global, salah satunya Pemerintah Korea melalui KOICA yang memberi bantuan berupa hibah program FFWS untuk memberikan konstribusi dalam mencegah dan mengurangi bencana banjir di Wilayah Sungai Citarum. Dengannya, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tanggap bencana banjir dan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, serta menetapkan rencana penanggulangan banjir dan menyiapkan rencana tanggap darurat banjir sesuai karakteristik sungai. 

Berbeda dengan sistem prediksi dan peringatan dini banjir lainnya, FFWS BBWS Citarum dan KOICA ini dijalankan dengan pendekatan Manajemen Risiko Bencana Berbasis Masyarakat atau Community-Based Disaster Risk Management (CBDRM), sehingga komitmen masyarakat menjadi hal yang paling menentukan keberhasilannya.  

Sejalan dengan itu, pelatihan evakuasi banjir dilakukan di tiga lokasi berbeda, yaitu Desa Majalaya di Kabupaten Bandung, Desa Setialaksana di Kabupaten Bekasi, dan Desa Mulyajaya di Kabupaten Karawang, dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan komunitas setempat. Uji simulasi penggunaan alarm peringatan dini atau alert warning system juga dilakukan agar warga sekitar memahami bagaimana cara kerja FFWS dan terlatih untuk bersiap siaga dengan banjir. 

FWWS: Alarm Dini Pengingat Warga dari Ancaman Banjir 

Dahulu, warga Majalaya mengandalkan petugas hidrologi BBWS Citarum yang melakukan pencatatan manual terkait TMA Sungai Citarum untuk antisipasi siaga banjir, begitu kata Sopha ketika ditemui penulis. Kala itu, ketika permukaan air sudah memasuki ketinggian 2,5 meter, warga sudah mulai memasang tanggul dan mengamankan barang berharganya mengingat bayang-bayang banjir menghampiri. 

Tapi data manual tak banyak membantu, banjir yang tiba-tiba datang jam dua pagi, sulit untuk dihindari, lanjut Sopha menjelaskan. Sementara itu, yang terdampak banjir tidak hanya mereka yang berada di pinggiran sungai saja, tapi para siswa, pekerja, dan masyarakat lainnya. Banjir mungkin sulit untuk dicegah, tapi akibatnya bisa kita antisipasi dan kurangi.  

Menurut Sopha, adanya teknologi bernama FFWS ini kemudian memudahkan masyarakat Majalaya dalam memprediksi status awas banjir di Wilayah Sungai Citarum. Melalui pencatatan data digital yang diperbaharui per 10 menit pada laman ffws-bbwscitarum.id, warga bisa melihat pola kenaikan dan penurunan  TMA. Sehingga, mereka tak perlu lagi risau.

Pos Peringatan Banjir di Desa Majalaya, Bandung (Sumber: BBWS Citarum)
Pos Peringatan Banjir di Desa Majalaya, Bandung (Sumber: BBWS Citarum)

Tidak hanya prediksi, FFWS juga memberikan alarm peringatan dini kepada masyarakat sekitar yang telah ditempatkan di Pos Peringatan di area WIlayah Sungai Citarum.  Ketika hujan turun dan air sungai naik, sensor di setiap stasiun akan mendeteksi jumlah curah hujan dan kenaikan muka air. Saat pemantauan real-time menunjukan status awas banjir, alarm yang dipasang akan menyala, menyebarkan peringatan agar warga bersiap siaga dan melakukan evakuasi mandiri.  

Hadirnya FFWS di Wilayah Sungai Citarum memberikan manfaat dan potensi penanggulangan bencana dan pengurangan korban bagi pemerintah dan masyarakat. Namun, teknologi tak bisa berdiri sendiri. Dalam hal ini, peran masyarakat menjadi elemen penting yang menyokong keberlangsungannya.  

“Kami akan melatih mereka (masyarakat) untuk menjadi aktor, menjadi pemimpin, dan memimpin evakuasi di tingkat lokal dalam situasi darurat. Sehingga desa-desa setempat dapat belajar dari para aktor yang telah dilatih untuk proyek cepat ini,” terang konsultan KOICA, Dr. Ko Ick Hwan mengenai pentingnya peran warga yang disampaikan dalam Pelatihan Manajemen Risiko Bencana Berbasis Komunitas dan Evakuasi Banjir di DAS Citarum pada April lalu. 

Setelah satu dekade program ini berjalan, tantangan dan kebutuhan yang dihadapi akan menjadi catatan dalam penyempurnaan FFWS kedepannya. Proyek jangka panjang  BBWS Citarum bersama KOICA ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas teknologi sistem peringatan dini banjir, memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di Wilayah Sungai Citarum, menjadi referensi perencanaan pengelolaan dan pemeliharaan Wilayah Sungai Citarum, serta menjadi model pengelolaan terpadu yang dapat diadaptasi di daerah aliran sungai lainnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)