Cikandé, Cekungan seperti Karung

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Citra satelit Kampung Cikandé, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. (Sumber: Citra satelit: Google maps)
Citra satelit Kampung Cikandé, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. (Sumber: Citra satelit: Google maps)

Toponimi Cikandé langsung populer ketika kasus pencemaran zat radioaktif Cesium-137 terungkap. Beritanya memenuhi saluran berita digital pada tanggal 14 Oktober 2025 lalu. Toponim Cikandè yang disebut dalam berita itu berada di Desa Cikandé, Kecamatan Cikandé, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. 

Selain nama geografis Cikandé yang menjadi tempat pencemaran berat itu, ada juga Kampung Cikandè di Desa Cémplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Rangkasbitung, Provinsi Banten. Semula, kawasan ini pun berupa daerah yang cekung seperti kantong. Ada anak sungai yang melintasi kawasan tersebut, sehingga daerah yang cekung itu menjadi rawa.

Toponimi Cémplang, menunjukan bahwa di kawasan itu pada masa lalunya berupa daerah yang selalu tergenang air. Kata cémplang, menunjukkan air yang terciprat dalam jumlah banyak, baik mengenai tubuhnya sendiri atau tidak. Seperti orang yang terpaksa mencangkul di sawah yang tergenang, karena airnya tak bisa dibuang terlebih dahulu, maka saat cangkul menancap ke lumpur sawah, akan ada air yang terciprat dalam jumlah yang banyak.  

Di luar Kabupaten Serang, toponim Cikandé di Jawa Barat ada di Kabupaten Bandung Barat, seperti Desa Cikandé. Kawasan Cikandè ini berupa cekungan, lembah di ketinggian +700 m dpl, dengan anak sungai yang mengalir di lembahnya.  Lembah ini dibentengi rangkaian perbukitan dengan ketinggian +820 m dpl, yang memanjang utara – selatan, dengan tebing yang curam. Keadaan ronabumi itulah yang menyebabkan kawasan ini menjadi cekung laksana karung.

Di Kota Cimahi ada Kampung Cikandé yang masuk Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan. Ronabuminya lebih rendah dari daerah di sisi baratnya. Sampai saat ini masih berupa persawahan yang subur, di sisi timurnya dibatasi jalan tol Padalarang – Cileunyi.

Di Kabupaten Karawang, ada Desa Cikandé, yang masuk ke dalam wilayah Kecamatan Cilebar. Desa ini dilintasi Ci Tarum yang mengalir ke utara sejauh 6 km - 7 km, bermuara di Laut Jawa. Pada masa lalunya, kawasan ini merupakan daerah yang lebih rendah, lebih cekung, sehingga selalu tergenang air. Rona bumi cekungan ini diumpamakan sebagai goni, tempat mewadahi gabah kering.

Toponim Cikandé, gabungan ci dan kandé. Dalam bahasa Sunda, kandé adalah kantong yang dibuat dari katun atau kain lainnya, dan diberi penutup yang diberi kancing (S Coolsma, Soendaneesch-Hollandsch Woordenboek (1913). Menurut R Satjadibrata (2005), dalam Kamus Basa Sunda, kandè adalah karung gedé, goni, karung besar atau goni. Menurut Jonathan Rigg (1862), dalam kamus Sunda-Inggris yang berjudul A Dictionary of the Sunda Language of Java, kandé dapat berarti tas kecil yang diselempangkan di bahu dan dibawa ke mana-mana saat seseorang pergi.

Dalam Kamus Lengkap Jawa-Indonesia yang disusun oleh Sutrisno Sastro Utomo (2009), kandè dalam bahasa Sunda, sama dengan kandhi dalam bahasa Jawa, yang berarti karung atau kantong. Dalam sumber lain, ada yang menyamakan kandé dengan kampil, yang berarti kantong. Di Kabupaten Garut ada toponim Kampung Cikampil di Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu. Lembah sempit yang diapit dua bukit yang panjangnya sekitar 500 m, dengan arah timur laut – barat daya. Rona bumi Kampung Cikampil, cekungan seperti kantong kecil.

Di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, ada Desa Kampil di Kecamatan Wiradesa. Sekitar 500 m dari batas desa sebelah timur, ada Kali Pencongan yang mengalir 7 km ke utara, bermuara di laut Jawa. Kawasan Desa Kampil termasuk daerah pantai utara Pulau Jawa, berada di ketinggian antara +4 m - 6 m dpl. Semula kawasan ini berupa rawa atau lahan basah, yang menunjukan terdapat bagian yang lebih rendah.

Sampai saat ini, persawahan masih membentang luas, namun di sekelilingnya sudah dibangun untuk permukiman penduduk. Dari desa ini banyak dihasilkan padi, kacang tanah, dan pisang. Sebelum kawasan ini dikelola menjadi persawahan, sebelum dibangun menjadi kawasan hunian bagi penduduknya, ronabuminya lebih rendah dari sekelilingnya, sehingga menyerupai kantong kecil, seperti kampil.

Baca Juga: Ci Sanggiri Sungai yang Menggentarkan

Kata kandé dan kampil yang berarti kantong, karung, goni, yang dipakai menjadi nama geografis, bermakna bahwa daerah tersebut berupa cekungan, atau lebih rendah dari daerah sekelilingnya. Umumnya menjadi daerah yang tergenang air, menjadi rawa atau lahan basah. 

Contoh lain untuk daerah-daerah yang cekung, cekungan, atau daerah yang lebih rendah dari daerah di sekelilingnya, kawasan itu oleh penduduk di sana, diumpamakan seperti karung atau kantong. Nama geografisnya pun akan memakai istilah setempat yang populer saat itu yang mempunyai arti karung atau kantong, misalnya Cikampèk, yang berasal dari kata ci dan kampèk, sama dengan kantong. Juga toponim Salopa, seperti kantong yang disebut salipi, yang dianyam dari lembaran tipis - kecil rotan atau bambu.

Untuk menggambarkan daerah cekung lainnya di Jawa Barat, ada yang diumpamakan menyerupai peralatan dapur, seperti jadi yang berarti periuk (Sukajadi), pariuk yang berarti periuk (Cipariuk, Pariuk, Mariuk), seperti tomo yang berarti periuk (Tomo), seperti jolang, ember berbentuk lonjong untuk memandikan bayi (Cijolang), seperti kancah yang berarti katel besar untuk membuat gula kawung atau gula aren, atau untuk penggorengan kerupuk (Kancah).

Dalam konsep Sunda, seperti yang dipakai dalam nama-nama geografis, cekungan itu bukan hanya berarti cekung secara vertikal – ke bawah, ke dalam, tapi juga cekung secara horizontal – ke samping. Ada toponim Cilegon yang bermakna legon, cekung secara vertikal – ke bawah, ke dalam, tapi ada juga legon, yang bermakna cekung secara horizontal, umumnya dipakai untuk menamai teluk kecil, seperti Legon Matahiang, Legon Pari, Legon Waru, dll.

Rona bumi cekungan telah menginspirasi penduduk setempat untuk memberi nama daerahnya. Ada rona bumi yang diumpamakan seperti bentuk peralatan hidup yang paling banyak digunakan saat itu, sehingga berada pada puncak pikirannya. Misalnya, daerah yang cekung, ronabuminya diumpamakan seperti kandé, maka melekatlah kawasan itu bernama Cikandé, daerah yang cekung seperti karung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 09:27

Kala Kemarahan Pejabat Jadi Konten Pemerintahan

Sebuah teguran langsung pejabat kepada bawahannya dan viral dapat membuat masyarakat merasa pemerintah hadir. Itu bukan sesuatu yang harus diremehkan.

Ilustrasi pejabat memarahi bawahan (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 19:39

Dari Uang Tunai ke Sekali Klik dalam Perubahan Perilaku Keuangan Mahasiswa

Peralihan ke dompet digital mempermudah transaksi mahasiswa, namun berisiko memicu perilaku konsumtif.

Kemudahan transaksi dompet digital melalui pemindaian kode QR semakin efisien dan dekat dengan aktivitas harian mahasiswa. (Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk)
Linimasa 09 Agu 2026, 18:31

Hikayat Baju Pendakian Indonesia yang Biasa Digunakan Para Pecinta Alam

Flanel, celana PDL, jaket bulu angsa, dan sepatu tentara pernah menjadi ciri khas pendaki Indonesia sebelum era pakaian modern.

Ilustrasi pendaki gunung. (Sumber: Pixnio)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 15:43

Kibar Sang Merah Putih pun Tak Merdeka

Bendera memang sudah merdeka dari penjajahan. Tetapi apakah manusia yang mengibarkannya sudah benar-benar merasakan kemerdekaan?

Bendera merah putih di sekeliling Lapangan Lio Genteng, RW 05, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu 12 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 12:05

Tanah, Makanan, dan Tempat

Timbal-balik antara alam dengan manusia, dan sebaliknya, khususnya tentang nama-nama batuan atau tanah yang dijadikan toponimi.

Camilan kue ladu, sangat populer di Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. (Sumber: T Bactiar)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 09:17

Hari Hutan Nasional: Menjadikan Hutan sebagai Rumah dan Harapan

Masih relevan kah peringatan Hari Hutan Nasional sekarang dengan kondisi ekologi hutan kita yang semakin gundul. Apakah pembangunan tidak menggunakan konsep lingkungan hidup yang sehat?

Siswa SD Darul Hikam Bandung memperingati Hari Bumi dengan aksi nyata menanam pohon di kawasan Dago Giri, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 25 April 2024.  (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Wisata & Kuliner 09 Agu 2026, 09:03

Tamasya di Dadaha Tasikmalaya: Tempat Jogging, Wisata Kuliner, dan Rekreasi Keluarga

Dadaha menjadi destinasi favorit warga Tasikmalaya dengan lintasan jogging, taman bermain anak, kolam renang, dan Pasar Kojengkang yang selalu ramai.

Suasana di Kawasan Dadaha Tasikmalaya (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)