Kain Nusantara Menari di Panggung Jawa Barat

3 menit baca
Zivaluna Wicaksono
Ditulis oleh Zivaluna Wicaksono diterbitkan
Mojang dan Jajaka mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Jawa barat dan tampil di panggung utama West Java Festival 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Zivaluna Wicaksono)
Mojang dan Jajaka mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Jawa barat dan tampil di panggung utama West Java Festival 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Zivaluna Wicaksono)

Sejarah dilahirkan kembali, setiap helai kain berayun membawa cerita: tentang tangan yang menenun, tentang leluhur yang menjaga, tentang asal jati diri tanah sunda dan identitas yang tidak pernah pudar. Mojang Jajaka menapaki lintasan waktu, mempertemukan tradisi dan modernitas dalam satu tarikan napas pada West Java Festival, di Kiara Artha Park, Jalan Banten, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (9/11/2025).

Festival budaya terbesar di Jawa Barat kembali merayakan tradisi yang terus bernapas di tengah arus modernitas melalui fashion show tradisional baju adat yang menjadi sorotan West Java Festival (WJF). Mengusung tema “Gapura Panca Waluya”, West Java Festival menjelma menjadi panggung raksasa yang yang berdenyut dengan warna, seni rupa, dan pesan budaya yang kaya makna.

Angela Aura Rahma selaku perwakilan Mojang Jajaka mencuri perhatian publik dengan kebaya berwarna putih gading dipadu dengan kain batik bermotif bunga tanjung melambangkan kesucian. Busana itu menjadi representasi keanggunan perempuan Jawa Barat, sederhana namun penuh makna filosofis. 

“Kebaya ini bukan sekadar busana, tapi warisan yang membuat saya merasa terhubung dengan siapa diri saya. Saya berharap, lewat kebaya ini generasi muda bisa melihat bahwa adat bukan hal kuno, tapi bagian dari siapa kita,” ujar Angela saat diwawancarai di area backstage usai tampil.

Dalam alunan gemuruh musik tradisional, kilau lampu menyentuh permukaan kain deretan kebaya dan busana adat dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat yang tampil memukau menggabungkan masa lalu dan masa kini. Fashion show baju adat ini menjadi bukti bahwa kesenian tradisional tidak hanya bisa dipamerkan di museum, tetapi juga dapat hidup di panggung modern.

Fajar Ramdhani, Salah satu panitia West Java Festival 2025, mengungkapkan bahwa fashion show tradisional baju adat ini menjadi bentuk nyata bagaimana budaya bisa terus hidup ditengah kemajuan zaman.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa kain tradisional bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga identitas yang harus terus dibawa dalam kehidupan modern,” tutur pria berkacamata tersebut.

Mojang Jajaka melangkah menuju panggung fashion show pada West Java Festival 2025 di Kiara Artha Park, Jalan Banten, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat. Minggu (9/11/2025). Foto: Zivaluna Wicaksono

Suasana festival pada sore hari itu terasa hangat dan penuh kehidupan, sorak penonton bergema setiap kali kain tradisional berayun di atas catwalk. Riuh tepuk tangan menyatu dengan alunan suling bambu yang mengalun lembut, menciptakan suasana magis yang sukar dilupakan. 

Selain fashion show, West Java Festival 2025 juga menampilkan parade seni, pertunjukan musik tradisional, serta bazar kuliner tradisional. Setiap sudut taman Kiara Artha park disulap menjadi kampung Jawa Barat dengan deretan stan kuliner serta permainan tradisional yang mengiringi sesi fashion show.

Tepuk tangan panjang penonton menjadi penutup hangat fashion show West Java Festival 2025. Di balik kemeriahan itu tersisa makna yang dalam, tentang kebanggaan akan warisan, tentang kain yang bukan hanya sekadar bahan.

Nabila Salsabila, salah satu penonton West Java Festival 2025 membagikan pesan dan kesannya usai menyaksikan seluruh rangkaian acara, ia mengaku terkesan dengan kemeriahan sekaligus nilai budaya yang tersampaikan.

“Festival ini bukan hanya tentang hiburan, tapi juga tentang bagaimana masyarakat Jawa Barat merayakan jati dirinya. Setiap sudutnya punya cerita, dan semuanya terasa hidup,” ungkapnya.

Di setiap lipatan kain dan alunan musik tradisional tersimpan pesan sederhana, Jawa Barat tidak sekadar hidup di masa lalu, ia menari di masa kini, menuju masa depan yang penuh warna. West Java Festival 2025 merupakan cermin dari semangat masyarakat Jawa Barat untuk terus menjaga, menghidupi, dan merayakan budayanya di tengah arus zaman. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)