Penanaman Vegetasi di Jawa Barat Membuka Jalan Menuju Ekonomi Hijau dan Ketahanan Lingkungan

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Selasa 25 Nov 2025, 18:50 WIB
Vegetasi bernilai ekologis sekaligus ekonomis dapat menjadi sumber pendapatan baru melalui hasil hutan bukan kayu, ekowisata, dan jasa lingkungan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Vegetasi bernilai ekologis sekaligus ekonomis dapat menjadi sumber pendapatan baru melalui hasil hutan bukan kayu, ekowisata, dan jasa lingkungan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

AYOBANDUNG.ID -- Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam menjaga ketahanan lingkungan. Bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem terus meningkat dari tahun ke tahun.

Data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa sepanjang 2025 terjadi lebih dari 3.000 bencana di Indonesia, dan 93 persen di antaranya merupakan bencana hidrometeorologi basah.

Jawa Barat sendiri mengalami 389 kejadian bencana dalam satu tahun terakhir, didominasi oleh banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor. Angka ini menjadi alarm keras atas lemahnya tata kelola lingkungan, khususnya di kawasan hulu dan daerah aliran sungai (DAS) yang masih banyak gundul dan belum ditanami vegetasi berakar keras.

Dalam konteks ini, gerakan nasional penanaman vegetasi yang digagas BNPB bersama unsur pentaheliks menjadi langkah strategis. Di Jawa Barat, momentum Hari Pohon Sedunia tahun ini pun dimaknai dengan penanaman 123.320 bibit pohon.

Penanaman ini bukan sekadar simbol seremonial, melainkan bagian dari agenda besar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan lingkungan, merehabilitasi lahan kritis, dan membangun infrastruktur hijau.

Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa masih banyak wilayah lereng dan DAS yang belum ditanami vegetasi berakar keras, sehingga memicu longsor dan sedimentasi.

“Masih banyak wilayah lereng dan daerah aliran sungai (DAS) yang belum ditanami vegetasi berakar keras, sehingga memicu longsor dan sedimentasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menambahkan bahwa momentum Hari Pohon Sedunia mengingatkan semua pihak bahwa pohon adalah benteng pertama ketika bencana datang. Menurutnya, penanaman ini memadukan vegetasi bernilai ekologis dan ekonomis agar manfaatnya dapat dirasakan jangka panjang.

"Momentum Hari Pohon Sedunia mengingatkan kita bahwa pohon bukan sekadar elemen estetika dalam lanskap, tetapi penopang ekosistem dan ‘benteng pertama’ ketika bencana datang,” katanya.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa luas lahan kritis di Indonesia mencapai 12,3 juta hektare. Dari jumlah tersebut, lebih dari 911 ribu hektare berada di Jawa Barat, termasuk di DAS Ciliwung dan DAS Citarum.

Data KLHK menunjukkan bahwa luas lahan kritis di Indonesia mencapai 12,3 juta hektare. Dari jumlah tersebut, lebih dari 911 ribu hektare berada di Jawa Barat.
Data KLHK menunjukkan bahwa luas lahan kritis di Indonesia mencapai 12,3 juta hektare. Dari jumlah tersebut, lebih dari 911 ribu hektare berada di Jawa Barat.

Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas Medrilzam menegaskan bahwa kerugian akibat bencana mencapai Rp22 triliun per tahun. Angka ini menegaskan bahwa rehabilitasi lahan kritis bukan hanya soal ekologi, tetapi juga investasi ekonomi jangka panjang untuk menekan kerugian negara.

Kabupaten Bogor, sebagai hulu DAS Ciliwung, menjadi contoh nyata bagaimana ekowisata dan konservasi dapat berjalan beriringan. Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa penanaman pohon dilakukan tidak hanya di satu lokasi, tetapi di sembilan titik DAS, termasuk Cikeas dan Ciliwung.

“Pelaksanaan penanaman bukan hanya di EIGER Adventure Land, tetapi kami melakukan penanaman pohon di 9 lokasi, dan juga di seluruh daerah aliran sungai Cikeas, Ciliwung, dan beberapa daerah aliran sungai lainnya,” ujarnya.

Langkah ini menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan kementerian, BNPB, swasta, dan komunitas menjadi kunci keberhasilan. Kolaborasi multipihak atau pentaheliks juga menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan lingkungan bersama.

Namun, tantangan besar tetap ada. Keterbatasan pendanaan, koordinasi antar-instansi, serta rendahnya kesadaran masyarakat menjadi hambatan utama. Tanpa partisipasi publik, gerakan ini berisiko berhenti sebagai proyek seremonial. Karena itu, edukasi publik harus diperkuat. Pohon berakar keras harus dipahami sebagai penopang kehidupan, bukan sekadar penghias lanskap.

Momentum Hari Pohon Sedunia menjadi sarana membangkitkan semangat masyarakat bahwa setiap pohon adalah investasi masa depan. Media pun memiliki peran penting dalam menyebarkan narasi positif tentang rehabilitasi lahan kritis. Tanpa dukungan informasi yang konsisten, gerakan ini sulit membangkitkan semangat publik.

Selain manfaat ekologis, penanaman vegetasi juga membuka peluang ekonomi hijau. Vegetasi bernilai ekologis sekaligus ekonomis dapat menjadi sumber pendapatan baru melalui hasil hutan bukan kayu, ekowisata, dan jasa lingkungan. Generasi muda perlu dilibatkan dalam gerakan ini agar tumbuh kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari masa depan mereka.

Komitmen perusahaan seperti EIGER Adventure Land menunjukkan bahwa ekowisata dapat menjadi inspirasi bagi generasi mendatang. Dengan semangat restorasi, kawasan ini telah menanam lebih dari 100 ribu pohon dan 8 juta tanaman semak untuk memulihkan ekosistem agar kembali berfungsi dan memberi manfaat nyata bagi lingkungan maupun masyarakat.

Direktur Utama EIGER Adventure Land, Imanuel Wirajaya, menegaskan bahwa kolaborasi multipihak adalah kunci. Gerakan penanaman vegetasi di Jawa Barat, dengan segala potensi dan tantangannya, harus dilihat sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan lingkungan.

“Melalui kolaborasi pentaheliks antara swasta, pemerintah, akademisi, komunitas, dan media, kami ingin menjadikan kawasan ini sebagai contoh nyata bahwa ekowisata yang selaras dengan pelestarian alam dapat memberikan kontribusi nyata bagi mitigasi bencana sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Alternatif bibit pohon atau kebutuhan berkebun:

  1. https://s.shopee.co.id/3AzryqsaJG
  2. https://s.shopee.co.id/6AdTYKQIwy
  3. https://s.shopee.co.id/LfgbcmAzJ
  4. https://s.shopee.co.id/5L4MYtwC81
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Nov 2025, 23:00 WIB

Trotoar di Bandung: Jalan Kaki di Zaman Sandal Jepit ke Zaman Sneaker Premium

Trotoar di Bandung bukan sekadar tempat berjalan, tapi panggung kehidupan kota — kadang panggung tragedi, kadang komedi, seringnya keduanya sekaligus.
Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Biz 28 Nov 2025, 21:27 WIB

Membangun Kebiasaan Aman di Jalan Bersama Sadulur Bikers Bandung Timur

Keselamatan berkendara di Bandung kini bukan lagi sekadar kampanye, melainkan sebuah kesadaran yang perlahan tumbuh menjadi budaya.
Ilustrasi. Keselamatan berkendara di Bandung kini bukan lagi sekadar kampanye, melainkan sebuah kesadaran yang perlahan tumbuh menjadi budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 20:51 WIB

An Se Young Ratu Bulu Tangkis Korea yang Berhati Bersih dan Senang Berbagi

Sepanjang 2025, An Se Young berhasil menjuarai 10 dari 14 turnamen internasional yang ia ikuti.
Sepanjang 2025, An Se Young (kiri) berhasil menjuarai 10 dari 14 turnamen internasional yang ia ikuti. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kim Sunjoo)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 19:11 WIB

Cadasngampar dan Cicadas Itu Endapan Material Letusan Gunung Api 

Menelisik asal-asul nama geografis Cicadas dan Cadasngampar.
Cadasngampar di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. (Sumber: Citra satelit: Google maps)
Ayo Jelajah 28 Nov 2025, 18:46 WIB

Hikayat Kota Hantu Semipalatinsk, Halaman Belakang Uni Soviet yang jadi Kuburan Senyap Radiasi

Kisah suram Semipalatinsk, situs uji coba nuklir Soviet yang meninggalkan radiasi dengan jejak 456 ledakan nuklir, jutaan penduduk terdampak, dan kota yang membeku dalam kesunyian
Tampakan Semipalatinsk di Semey, Kazakhstan dan bekas lokasi uji coba senjata nuklir utama Uni Soviet dari tahun 1949 hingga 1989 (Sumber: Google Earth)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 18:37 WIB

Tren Olahraga Pilates: Solusi Kebugaran Holistik untuk Gaya Hidup Urban Bandung

Maulia Putri seorang praktisi gaya hidup sehat di Bandung, menceritakan manfaat pilates yang menjadikan latihan ini sebagai rutinitas.
Dua perempuan sedang melakukan latihan pilates pada Sabtu Siang, (08/11/25) di Studio Pilates Mekarwangi, Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penuis | Foto: Maya Amelia)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 18:15 WIB

Menyalakan Kehidupan Malam di Tengah Hening Lembang

Saat malam mulai turun di kaki Gunung Burangrang, kawasan Dusun Bambu berubah menjadi ruang wisata penuh cahaya.
Cahaya lampu menghiasi suasana malam di area wisata Dusun Bambu Lembang, (06/10/2025) (Foto: Dokumentasi Pihak Narasumber.)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 17:20 WIB

Kreativitas Generasi Z Bawa Warna Baru bagi Industri Pernikahan Bandung

Inovasi Gen Z dari Marlina mendorong Indhira Wedding Organizer berkembang pesat di Bandung.
Tim Indhira Wedding Organizer mengatur prosesi pernikahan adat Sunda di Bandung dengan detail dan kehangatan (18/10/2025). (Sumber: Indhira Wedding Organizer)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 17:03 WIB

Inovasi Risol yang Menggabungkan Citra Rasa Modern dan Pelestarian Budaya Sunda

Mourisol menyajikan risol premium dengan 8 varian rasa unik. Ukurannya besar, cocok sebagai pengganti makan berat.
Gambar 1.1 Rissol yang menjadi keunggulan Mourisol (5/11/2025) (Foto: (Sumber:Maura))
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 16:49 WIB

Makna Budaya Siraman dalam Pernikahan Adat Sunda

Pengantin asal Bandung, memilih melaksanakan tradisi siraman sebelum prosesi pernikahannya sebagai bentuk penyucian diri dan pelestarian budaya adat Sunda.
Mutiara Syoba’ah sedang melakukan budaya sakral siraman sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, Jumat (14/01/2022) (Sumber: Dokumentasi Wedding Organizer | Foto: Ali Solehudin)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 16:39 WIB

Ko Dalang Menghidupkan Warisan Wayang Golek di Tengah Arus Modernisasi Budaya

Wayang Golek dihidupkan Ko Dalang Irfan lewat inovasi bahasa, durasi, dan alur modern.
Ko Dalang menampilkan pertunjukan Wayang Golek di Saung Angklung Udjo diiringi  dengan musik tradisional Sunda, Kamis (6/11/25), Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ishanna Nagi)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 15:24 WIB

Mengulik Gedung Kosong 30 Tahun yang Disulap Jadi Rumah Hantu Braga

Wahana seru sekaligus uji nyali di tengah Kota Bandung.
Tampak depan Rumah Hantu Braga di Jalan Braga, Kota Bandung, Rabu 29 September 2025. (Foto: (Sumber: Dokumentasi Penulis | foto: Muhammad Amril Fathurrahman Rovery)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 14:29 WIB

Perluasan Area Petting Zoo Farmhouse Lembang: Pengalaman Belajar yang Menarik dan Seru

Wisata edukasi bernuansa Eropa yang terletak di dataran tinggi wilayah Bandung.
Seoarang anak memberi makan kelinci di area petting zoo Farmhouse Lembang (Sabtu 8/11/25). (Sumber: Fauzi Ananta)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 13:01 WIB

Olahraga Musim Dingin di Tengah Hangatnya Kota Kembang

Sensasi meluncur di atas es dengan latar taman hijau, arena semi outdoor pertama di Indonesia ini jadi spot seru.
Pengunjung menikmati kegiatan bermain ice skating pada sore hari di Garden Ice Rink, Paris Van Java, Bandung (14/09/2025). (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 10:42 WIB

Tips Mancing Gacor dari Komunitas! Wajib Tahu Komposisi Bahan terhadap Kualitas Umpan Ikan

Yang bikin Umpan TMK beda dari yang lain, bahan-bahannya bukan asal-asalan.
Team TOMCAT FISHING mengikuti lomba memancing acara DR FISHING Competition dan mendapatkan hadiah uang tunai pada 17 September 2025. (Sumber: Radhit Adhiyaksa Hermanto | Foto: Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 09:33 WIB

Pelari Kalcer Merapat! Komunitas Olahraga Gen-Z Hadir di Kota Bandung

Berawal dari rasa FOMO, para Gen-Z di Bandung mulai menjadikan olahraga sebagai pilihan gaya hidup.
Para Anggota Olahraguys Sedang Melakukan Persiapan Untuk Kegiatan FunRun X Mad.Cultureid, Sukajadi, Kota Bandung (21/10/2025) (Sumber: Olahraguys | Foto: Olahraguys)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 08:59 WIB

Yoga Outdoor, Tren Hidup Sehat di Bandung

Sanggar Senam Vinisa menawarkan kelas untuk semua usia, memberi relaksasi, ketenangan, dan interaksi sosial, dengan tarif terjangkau.
Peserta melakukan yoga bersama di outdoor, Podomoro Park, Kabupaten Bandung pada Minggu (2/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wan Maulida Kusuma Syazci)
Ayo Netizen 27 Nov 2025, 20:14 WIB

Pintu Rumah yang Tidak Pernah Tertutup

Pak Katenen seorang ASN yang bertugas di bagian Bimbingan Mental di TNI AU Lanud Sulaiman.
Ilustrasi rumah di dekat lingkungan pesantren. (Sumber: Ilustrasi AI)
Ayo Biz 27 Nov 2025, 19:55 WIB

Potensi Bisnis Mall Bandung Menguat di Tengah Tren Konsumsi dan Gaya Hidup Urban

Mall di Bandung tidak lagi sekadar menjadi ruang transaksi, melainkan telah bertransformasi menjadi destinasi pengalaman yang menyatukan belanja, hiburan, kuliner, dan interaksi sosial.
Ilustrasi. Mall di Bandung tidak lagi sekadar menjadi ruang transaksi, melainkan telah bertransformasi menjadi destinasi pengalaman yang menyatukan belanja, hiburan, kuliner, dan interaksi sosial. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Jelajah 27 Nov 2025, 18:36 WIB

Hikayat Johny Indo, Robin Hood Garut Pemburu Harta Orang Kaya

Kisah lengkap Johny Indo, si Robin Hood Garut yang merampok orang kaya, kabur dari penjara, hingga membintangi banyak film aksi.
Johny Indo, Robin Hood dari Garut.