Es Pisang Ijo Saparua: Perpaduan Sederhana Rasa Luar Biasa

Rizki Hidayat
Ditulis oleh Rizki Hidayat diterbitkan Senin 12 Jan 2026, 16:07 WIB
Foto diambil langsung di Saparua Sport sambil menikmati indahnya pemandangan. (Foto: Rizki Hidayat)

Foto diambil langsung di Saparua Sport sambil menikmati indahnya pemandangan. (Foto: Rizki Hidayat)

Di tengah gempuran kuliner modern yang serba estetik juga eksperimental, di bawah teriknya matahari yang begitu panas membuat tenggorokan kering dan dahaga, ada Es yang viral sambil menikmati pemandangan di tengah kota bandung,bisa kita nikmati selepas joging pagi menuju siang.

Lokasi Es pisang ijo ini berada di antara bahu jalan sekitaan Saparua sport, cocok buat temen-temen yang mau menikmati indah nya pemandangan di sekelilingi tempat olahraga dan bermain, sambil menikmati segarnya minuman Es Pisang Ijo.

"Saya pertama kali beli Es Pisang Ijo, karna saya penasaran dan ini sangat enak bikin nagih, apalagi siang siang panas gini, beh cocok banget buat meredakan haus dan dahaga, juga toping nya yang super tumpah jadi tertarik buat beli lagi" Ujar Zein Salah satu pembeli Es Pisang Ijo

Es pisang ijo ini adalah sebuah kuliner yang lagi viral sekarang terkhusus di kalangan anak muda, siapa sangka ternyata juga ada di jual di sekitaran Saparua Sport, sehingga bisa kita nikmatin sehabis olahraga sampul menikmati sejuk nya udara Bandung di bawah pohon rindang nya.

Namun, fenomena ini bukan sekadar tren musiman. Di balik popularitasnya, Es Pisang Ijo menyimpan cerita tentang nostalgia, kreativitas kuliner anak muda, dan bagaimana budaya lokal bisa kembali bersinar di tengah era digital.

Baca Juga: Es Krim Yogurt Tianlala Bikin Cibiru Kota Bandung Makin Kekinian

Aroma Tradisi yang Menyapa Lidah Generasi Baru

Es Pisang Ijo sejatinya adalah makanan sederhana. Terbuat dari pisang raja matang yang dibalut adonan tepung berlapis ekstrak pandan, kemudian disajikan dengan saus vla manis dan sirup merah yang sejuk serta di tambahkan toping keju di atasnya. Meski komposisinya klasik, kolaborasi rasa manis, dingin, dan lembut ini mampu membangkitkan rasa yang enak sekali bagi siapa saja yang menikmatinya.

Setiap tegukan bukan hanya menyegarkan, tetapi cerita tentang keluarga, kampung halaman, dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Viral di media sosial justru membuat banyak orang kembali mengenal asal usulnya, menghargai proses tradisional, dan memahami bahwa kuliner lokal juga bisa bersaing sebagai ikon makanan nasional,ini sangat rekomendasi buat cobain Es Pisan Ijo yang ada di tengah Kota Bandung. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Rizki Hidayat
Tentang Rizki Hidayat
Pengamat Dan Penggiat Komunikasi

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Jan 2026, 17:26 WIB

Tumbler Dan Gejala Sosial Baru

gejala sosial tentang gaya hidup membeli tumbler
Tumbler. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 16:49 WIB

Hafal Daftar Cicilan, tapi Lupa Impian

Gen Z sering dianggap generasi manja, padahal banyak dari mereka yang memikul beban finansial keluarga di pundaknya.
Ilustrasi cicilan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Shvets)
Ayo Biz 12 Jan 2026, 16:38 WIB

Saat Angka Pengangguran Masih Tinggi, Keterampilan Jadi Harapan Baru

Salah satu penyebab utama tingginya pengangguran adalah ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan pasar.
Pelatihan perbaikan AC dan handphone Ini ditujukan bagi masyarakat tidak mampu agar mereka memiliki keterampilan praktis yang bisa langsung diaplikasikan. (Sumber: Dok BSI Maslahat)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 16:07 WIB

Es Pisang Ijo Saparua: Perpaduan Sederhana Rasa Luar Biasa

Rekomendasi es viral yang enak di Kota Bandung sambil olahraga pagi menjelang siang.
Foto diambil langsung di Saparua Sport sambil menikmati indahnya pemandangan. (Foto: Rizki Hidayat)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 15:47 WIB

‘Kojo’ Persib Beckham Putra Kembali jadi Pahlawan dan Ulangi Selebrasi ‘Ngahodhod Katirisan’

Beckham lahir di Bandung, 29 Oktober 2001. Ia dikenal sebagai talenta muda Persib Bandung dan Tim Nasional Indonesia U-23.
Beckham lahir di Bandung, 29 Oktober 2001. Ia dikenal sebagai talenta muda Persib Bandung dan Tim Nasional Indonesia U-23. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 15:06 WIB

Kang Deddy, Yeuh … KBU dan KBS Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Perizinan tidak boleh dipandang sebagai instrumen pemasukan atau sumber pendapatan daerah semata—sebuah cara “menjual” ruang kepada investor—karena logika ini sangat rentan menyimpang.
Satu sudut Bandung Utara, Bojong Koneng Atas. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 13:28 WIB

Algoritma, FOMO, dan Rapuhnya Nalar Publik di Ruang Digital

Kebutuhan akan algoritma adalah keniscayaan dengan literasi numerasi sebagai fondasinya untuk memaknai angka di balik fenomena sosial
Media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Beranda 12 Jan 2026, 12:30 WIB

Setelah Sukses di Bandung, ISMN Sambangi Semarang Perkuat Jejaring dengan 50 Media Sosial Lokal

Sebelumnya, sekitar 50 pengelola akun informasi lokal, kreator digital, influencer, dan praktisi media berkumpul dalam ISMN Meet Up Bandung 2025 di Nara Park, Kota Bandung, Selasa, 2 Desember 2025.
Indonesia Social Media Network (ISMN) Meet Up 2026 di Semarang digelar Selasa, 13 Januari 2026.
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 11:49 WIB

Premanisme, Irama Sosial Bandung, dan Mengenang ‘Preman Pensiun’

Di luar fiksi, realitas komunitas preman di Bandung memang masih menjadi isu sosial yang diperhatikan pihak berwajib dan masyarakat.
Kang Mus alias Epi Kusnandar. (Sumber: Bion Studio)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 10:36 WIB

Menyingkap Sisi Tersembunyi Bandung di Pameran Selepas Reda

Liputan pameran “Selepas Reda” menyoroti karya seniman muda UPI yang membaca ulang Bandung melalui dialektika alter ego, menghadirkan refleksi tentang kota, identitas, dan realitas sosialnya.
Bandung berdiri di atas harapan, kekacauan, luka-luka kecil, dan pertanyaan yang tidak kunjung selesai. (Sumber: Unsplash | Foto: Aditya Enggar Perdana)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 09:34 WIB

Berhenti Sejenak karena Jalan Rusak dan Memimpikan Transportasi Publik Lebih Baik

Jalan-jalan yang rusak di berbagai tempat memperparah masalah.
Kemacetan Panjang di jalan Soekarno Hatta (05/12/2025). (Sumber: dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 08:13 WIB

Di Tiap Sudut Kota Bandung, Pungli dan Juru Parkir Liar Jadi Bisnis

Dengan tarif yang tidak masuk akal menghantui sebagian besar warga hingga bantuan yang tidak dibutuhkan kadang terasa mengganggu aktivitas.
Potret juru parkir ilegal yang sedang menjaga lahan minimarket di daerah Pasar Kordon (1/12/2025). (Sumber: dokumentasi pribadi | Foto: Nurmeila Elfreda.)
Beranda 11 Jan 2026, 20:53 WIB

Ketika Seni Menjadi Bahasa Mitigasi: Upaya Sesar Lembang Kalcer Menjinakkan Ketakutan Bencana

Sesar Lembang Kalcer memanfaatkan seni dan aktivasi komunitas sebagai bahasa mitigasi untuk membangun kesadaran bencana tanpa menebar ketakutan di Bandung.
Anak-anak berlarian di atas sorot lampu yang menyapu rumput di Titik Kumpul–Backyard, Bandung, sebagai bagian dari aktivasi seni Sesar Lembang Kalcer dalam menyampaikan literasi mitigasi bencana secara ramah.
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 20:12 WIB

Ketika Satu Menit Bisa Mengubah Hati

Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh distraksi, satu menit mungkin terasa remeh.
Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh distraksi, satu menit mungkin terasa remeh. Tapi di tangan yang tepat, satu menit bisa jadi pengingat, bahkan titik balik untuk yang sedang hilang arah (Sumber: dokumentasi penulis | Foto: FN)
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 18:06 WIB

Kuliah di Bandung, di Menara Gading WEIRD: Catatan untuk 2026

Kawasan kampus yang unggul literasi dan reputasi, tetapi berjarak dari realitas sosial-ekologis kota. Kita menagih kembali tanggung jawab etis akademik.
Ilustrasi mahasiswa di Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Zayyinatul Millah)
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 14:32 WIB

Resolusi Menjaga Kesehatan Mata dalam Keluarga dan Tempat Kerja

Masih banyak perilaku warga Kota Bandung yang bisa merusak mata orang lain namun tidak merasa berdosa.
Masih banyak perilaku warga Kota Bandung yang bisa merusak mata orang lain namun tidak merasa berdosa. (Sumber: Pexels/Omar alnahi)
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 13:09 WIB

Wargi Bandung 'Gereget' Pelayanan Dasar Masyarakat Tidak Optimal

Skeptis terhadap kinerja Pemerintah Kota Bandung demi pelayanan yang lebih baik.
Braga pada malam hari dan merupakan salah satu icon Kota Bandung, Rabu (3/12/2024). (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Nayla Andini)
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 11:01 WIB

Kabupaten Brebes Pasar Raya Geowisata Kelas Dunia

Kabupaten Brebes di Provinsi Jawa Tengah, memenuhi banyak kriteria untuk menjadi destinasi geowisata.
Fauna awal yang menjelajah Brebes sejak 2,4 juta tahun yang lalu. (Sumber: Istimewa)
Ayo Jelajah 11 Jan 2026, 11:00 WIB

Riwayat Bandit Kambuhan yang Tumbang di Cisangkuy

Cerita kriminal 1941 tentang Soehali residivis yang tewas tenggelam saat mencoba melarikan diri dari pengawalan.
Ilustrasi
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 09:51 WIB

Merawat Tradisi, Menebar Kebaikan

Jumat Berkah bukan sekadar soal memberi dan menerima, menjadi momentum yang tepat untuk terus menebar kebaikan dan kebenaran.
Pelaksanaan Jumat Berkah dilakukan secara bergantian oleh masing-masing DWP unit fakultas, pascasarjana, dan al-jamiah (Sumber: Humas UIN SGD | Foto: Istimewa)