Jalan yang rusak di inspeksi Kali Cidurian dikelukah warga lokal sekitar karna kerusakan dan tambalan yang tidak merata membahayakan aktivitas harian Masyarakat. Lubang tersebut dan tambalan yang tidak merata membuat jalur rawan kecelakaan bagi pengguna kendaraan bahkan pejalan kaki yang merasa tidak nyaman. Jalan Inspeksi Kali Cidurian terletak di Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.
Di beberapa bagian, lubang ini tampak memenuhi hampir seluruh badan jalan sehingga sulit di hindari kendaraan motor maupun mobil. Dikarenakan kondisi ini banyak warga-warga lokal mengalami kerusakan pada kendaraannya dari mulai ban maupun velg. Hal tersebut membuat warga setempat harus lebih hati hati dan waspada ketika menempuh jalan tersebut.
“Suka tidak nyaman lewat jalan ini karna keluarga saya suka lewat menggunakan kendaraan motor takut rusak,” ujar Dessy yang sering melewati jalan tersebut, (03/12/2025).
Munculnya kekhawatiran warga sekitar yang hendak pulang pada jam yang larut karena minimnya pencahayaan di jalan tersebut. Kondisi jalanan yang sangat gelap menimbulkan banyak kecemasan warga setempat akan tindak kejahatan maupun begal ketika jam malam.
Dalam kondisi ini warga setempat mengharapkan adanya tindak lanjut dari Walikota Muhammad Farhan untuk segara menindak lanjuti kasus ini.

Masih adanya zona merah di Kawasan ini, sehingga pengemudi ojek online enggan menerima pesanan maupun melewati jalan Inspeksi Kali Cidurian. Dikarenakan hal tersebut warga yang menggunakan ojek online ini harus menempuh jalan yang lebih jauh menuju titik antar agar lebih aman.
Rasanya hal ini harus di tindak lanjuti karena sangat menyulitkan Masyarakat dan mengganggu aktivitas warga yang seharusnya dapat dilakukan mudah dan aman.
Warga yang sudah lama tinggal di kawasan tersebut merasa semakin tidak aman saat melewati jalan itu, terutama ketika harus beraktivitas di malam hari.
“Saya suka khawatir kalau anak saya pulang pakai ojek online, soalnya banyak pengojek yang takut lewat sini karena katanya zona merah dan ada senioritas di pengkolan itu,” ujar Dessy yang tinggal di sekitar wilayah tersebut.
Pada beberapa waktu lalu, jalur ini sempat viral setelah hujan angin menumbangkan pohon besar dan menimpa sebagian badan jalan. Kejadian itu memperlihatkan bahwa kondisi lingkungan sekitar memerlukan perawatan rutin agar tidak membahayakan warga yang melintas.

Beberapa warga sering mengaku tidak nyaman untuk jalan pagi atau berolahraga di jalan tersebut untuk hendak pergi ke Lotte. Ketidak tersedianya trotoar untuk pejalan kaki membuat aktivitas rutin seperti lari pagi atau ke pasar menjadi tidak nyaman.
Warga yang tinggal di sekitar lingkungan itu mengaku kesulitan dan merasakan langsung dampak dari kerusakan jalan dan fasilitas yang tak kunjung diperbaiki.
Baca Juga: Braga Lebih dari Sekadar Tempat Nongkrong, Kini Jadi Ruang Acara Kreatif dan Komunitas
“Saya sering sekali lewat jalan ini apalagi kalau mau ke pasar kaget Lotte, tapi rasanya tidak nyaman karena jalannya rusak dan tidak ada trotoar untuk pejalan kaki,” ujar Rika warga lokal.
Warga berharap pemerintah maupun Walikota Kota Bandung M. Farhan untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh agar akses jalan kembali aman digunakan oleh masyarakat. Jalan yang baik sangat dibutuhkan karena jalur ini digunakan setiap hari untuk bekerja, berolahraga, dan memenuhi kebutuhan harian warga sekitar. (*)
