Jalan Berkubang Masih Mengganggu Kepercayaan Warga kepada Pemerintah Kota Bandung

2 menit baca
Maya Angelina Lantau
Ditulis oleh Maya Angelina Lantau diterbitkan
Pengendara motor menghindari jalan berkubang di persimpangan Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, Kamis (4/12/2025). (Foto: Maya Angelina)
Pengendara motor menghindari jalan berkubang di persimpangan Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, Kamis (4/12/2025). (Foto: Maya Angelina)

Setelah hujan deras mengguyur Kota Bandung, ruas jalan vital berubah fungsi menjadi kolam lumpur. Kondisi jalan berkubang yang belum tertangani ini bukan hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan. Kondisi mengkhawatirkan ini, salah satunya terlihat di akses vital kawasan sekitar persimpangan Tugu Simpang Lima, Kota Bandung.

Riki Hidayat, pengendara ojek online yang bekerja mengantar jemput penumpang mengungkapkan bahwa kondisi jalan berlubang tersebut sudah berlangsung lama dan sering menimbulkan insiden, terutama saat musim hujan.

"Kalau hujan kan pasti macet, apalagi jalan berlubang kaya gini jadi semakin bahaya dan jalanan tidak terkendali," keluh pria paruh baya itu, Kamis (4/12/2025).

Lubang-lubang tersebut memiliki kedalaman yang bervariasi, dan saat terisi air, pengendara tidak dapat mengukur risiko yang ada. Jalan yang berkubang memperlambat waktu tempuh dan merusak kendaraan sehingga membuat arus kendaraan tersendat dan menciptakan antrian yang panjang.

Riki mengatakan kondisi jalan memperparah keadaan karena jika tidak hati-hati maka keselamatan pengendara motor terancam.

“Lubang seperti ini akan menjadi genangan air biasa kalau hujan, jadi kita gatau sedalam apa lubang yang ada di depan kita, itu bahaya,” ujarnya.

Isu jalan berkubang di Bandung sudah menjadi rahasia umum yang tak kunjung menemukan titik terangnya. Pengendara tidak dapat mengukur risiko saat lubang tersebut penuh dengan air karena kedalamannya yang berbeda. Jalan yang tidak rata memperlambat waktu tempuh dan menyebabkan kerusakan pada kendaraan, arus kendaraan juga akan tersendat sehingga kemacetan tidak dapat dihindari.

Pengendara mobil dan motor berhenti menunggu lampu lalu lintas menyala di bawah suasana malam sehabis hujan di persimpangan Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, Kamis (4/12/2025) (Foto: Maya Angelina)
Pengendara mobil dan motor berhenti menunggu lampu lalu lintas menyala di bawah suasana malam sehabis hujan di persimpangan Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, Kamis (4/12/2025) (Foto: Maya A

Padahal, lokasi jalan berkubang ini merupakan salah satu akses vital di Bandung Raya. Jalan ini merupakan titik temu (persimpangan) dari beberapa jalan arteri utama Kota Bandung, termasuk Jalan Asia Afrika, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Karapitan. Oleh karena itu, jalur ini mutlak merupakan jalur utama dan sentral bagi mobilitas perkotaan. Kerusakan yang dibiarkan menunjukkan kurangnya prioritas penanganan sarana prasarana yang berdampak langsung pada publik.

Untuk mengatasi masalah ini secara permanen, warga dan pengguna jalan meminta Wali kota Bandung, Muhammad Farhan, untuk memberikan solusi yang difokuskan pada perbaikan dengan kualitas aspal yang lebih baik dan perbaikan sistem drainase di pinggir jalan agar air hujan tidak menggenang dan merusak struktur aspal.

Baca Juga: Jalur Lelah, 'Lampu Merah Abadi' di Jalan Soekarno Hatta

“Seharusnya Pak Wali kota lebih peka dengan kondisi jalan, kalau misalkan cuma ditambal pasti tidak akan bertahan lama, kena air tergerus lagi, hujan deras hilang lagi," tutup Riki mewakili harapan ribuan pengendara yang melintas setiap hari.

Kondisi ini sudah terjadi di berbagai titik di Kota Bandung sehingga mengancam keselamatan pengguna lalu lintas. Diharapkan ada solusi yang bisa memperbaiki dan menjamin keselamatan warga Bandung dari laka lantas yang disebabkan oleh kerusakan jalan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Maya Angelina Lantau
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)