Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

4 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)

Sebuah momen pada tanggal 14 Juli tahun 1789 adalah awal bagi negara Prancis membuka lembaran baru dan menutup lembaran lama yaitu perubahan pemerintahan dari kerajaan atau monarki kepada republik. Ketika tanggal tersebut rakyat Prancis menyerbu Penjara Bastille di Paris, sebuah penjara yang menjadi simbol kekuasaan absolut Raja Louis XVI.

Revolusi tersebut tidak hanya mengubah Prancis dari sebuah kerajaan menjadi republik, tetapi juga menyebarkan Liberté, égalité, fraternité" atau Kebebasan, persamaan dan persaudaraan ke seluruh dunia, termasuk ke wilayah Nusantara yang saat itu masih berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda. Sejak penjara Bastille diserbu oleh rakyatnya, Prancis terus menerus mengalami perubahan besar yang populer disebut Revolusi Prancis.

Kondisi Revolusi Prancis telah merubah juga peta kolonialisme dimana Belanda yang sebelumnya menjajah Indonesia harus menerima kenyataan jatuh ke dalam kekuasaan Prancis maka otomatis wilayah Indonesia menjadi milik Prancis. Sementara itu pasukan Inggris sedang melakukan penguasaan wilayah Indonesia namun Pulau Jawa belum terambil sehingga menjadi masalah bagi negara Prancis untuk mempertahankannya dari serbuan Inggris. Akhirnya Prancis mengirim Herman Willem Daendels untuk menjaga Pulau Jawa dari serbuan Inggris. Daendels menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda selama tahun 1808-1811.

Salah satu ide besar dari Daendels adalah membuat jalan yang sangat panjang yaitu Jalan dri Anyer ke Panarukan atau dari Pulau Jawa bagian Barat sampai ke bagian Timur sepanjang 1000 km. Salah satu bagian jalan itu melewati Kota Bandung sekarang sekitar kawasan jalan Asia Afrika atau monumen nol km Bandung. Pembangunan jalan raya itu dilakukan oleh rakyat pribumi di bawah pimpinan bupati daerah masing-masing.

Di Jawa Barat jalan tersebut yaitu melewati Jakarta – Bogor – Cianjur – Bandung – Cadas Pangeran -Majalengka – Cirebon dan Jawa Tengah. Sedangkan di Daerah Bandung khususnya dan daerah Priangan umumnya, Jalan Raya pos mulai dibangun pertengahan tahun 1808, dengan memperbaiki dan memperlebar jalan yang telah ada. Di daerah Bandung sekarang, jalan raya itu adalah Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Asia Afrika - Jalan A. Yani, berlanjut ke Sumedang – Cirebon dan seterusnya.

Seperti diukutip dari berbagai sumber, seusai meresmikan pembangunan jembatan sungai Cikapandung yang baru selesai dibangun pada tahun 1810, Herman Willem Daendels dan Bupati Bandung R.A.A. Wiranatakusumah II berjalan kaki ke arah timur. Sampai di suatu tempat yang saat ini adalah depan Kantor Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Herman Willem Daendels berhenti sambil menancapkan tongkat kayu dan berkata ”zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd” yang artinya coba usahakan, bila aku datang kembali di tempat ini telah dibangun sebuah kota. Di tempat itu sekarang ada sebuah tugu yang menyatakan tanda nol kilometer Bandung.

Tidak lama kemudian, Bupati Wiranatakusumah II menerima surat keputusan untuk memindahkan pusat pemerintahan kota kabupaten ke tempat Daendels menancapkan tongkat kayu tersebut. Tanggal surat tersebut dikirim yaitu 25 September 1810 sekaligus menjadi tanggal lahirnya Kota Bandung. Sementara tempat tongkat kayu itu ditancapkan kemudian dikenal sebagai titik nol km Bandung. Bangunan tugu tak terlalu besar. tingginya sekitar 50 sentimeter dan berdiri berdekatan dengan monumen mobil setum kuno atau stoomwals.

Tugu nol kilometer Bandung merupakan salah satu ikon bersejarah yang berada di pusat Kota Bandung. Lokasinya terletak di Jalan Asia Afrika, dekat dari Alun-Alun Bandung dan Gedung Merdeka. Tugu ini menjadi tanda penting bagi pusat Kota Bandung sekaligus saksi perkembangan kota dari zaman ke zaman. Karena letaknya yang strategis dan penuh histori, tempat ini sering dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Ketika berada di Tugu nol kilometer Bandung, pengunjung dapat menikmati suasana kawasan bersejarah yang penuh dengan nilai budaya. Di sekitar tugu terdapat berbagai bangunan peninggalan masa kolonial Belanda atau Art Deco yang masih terawat dengan baik seperti Hotel Savoy Homann, Gedung CKC atau Central Kantoor voor de Comptabiliteit dan Gedung Merdeka KAA. Arsitektur bangunan yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta sejarah dan fotografi. Banyak wisatawan yang mengabadikan momen dengan berfoto di depan tugu dan juga di sepanjang Jalan Asia Afrika.

Selain menikmati keindahan kawasan bersejarah, pengunjung juga dapat berjalan kaki menyusuri trotoar yang nyaman sambil menikmati suasana kota. Pada akhir pekan, kawasan ini sering ramai oleh masyarakat yang berolahraga, berkumpul bersama keluarga, atau mengikuti berbagai kegiatan seni dan budaya seperti yang baru saja digelar Festival Asia Afrika 2026 berlangsung pada 10–12 Juli lalu. Kehadiran pedagang makanan khas Bandung juga menambah daya tarik wisata di lokasi tersebut.

Tugu nol kilometer Bandung tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga sarana edukasi. Pengunjung dapat mempelajari sejarah Kota Bandung, terutama peran kawasan Asia Afrika yang pernah menjadi lokasi penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Informasi mengenai sejarah tersebut dapat ditemukan melalui berbagai papan informasi dan bangunan bersejarah di sekitarnya.

Dengan suasana yang asri, nilai sejarah yang tinggi, serta akses yang mudah dijangkau bahkan bus Bandros pun selalu berhenti dulu di sini, Tugu nol kilometer Bandung menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan kota sekaligus menambah wawasan tentang sejarah dan budaya Bandung. Berkunjung ke Tugu nol kilometer Bandung bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, berkesan, dan bermanfaat.

Revolusi Prancis telah mempengaruhi dunia termasuk Kota Bandung khususnya ketika Daendels berkuasa, namun nasib berkata beda. Maksud hati ingin mempertahankan Pulau Jawa dari serbuan Inggris tetapi gagal maka secara auto tahun 1811 wilayah Indonesia menjadi milik Inggris. Dengan demikian berakhir pula penguasaan Indonesia oleh Prancis setelah Revolusi Perancis yang menghebohkan dunia dan berpengaruh. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 09:15

Harpelnas: Bangkitkan Senyum Pelanggan di Bandung

Tema Harpelnas 2026 sangat relevan untuk perkembangan perekonomian Bandung.

Ilustrasi peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 (Sumber: Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 18:01

Dari Teknologi Maritim ke Instagram: Cara Kapal Selam Diperkenalkan ke Publik

Komunikasi digital yang efektif bukan hanya soal pesan yang konsisten, tetapi juga bagaimana pesan tersebut disesuaikan dengan karakter setiap platform.

Ilustrasi Kapal Selam. (Sumber: Garda Bima Brimantara | Foto: Garda Bima Brimantara)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 17:03

Dari Layar ke Media Sosial: Cara Film Animasi Membangun Percakapan

Disney dan Pixar menerapkan strategi komunikasi pemasaran terpadu melalui berbagai platform digital untuk memaksimalkan publikasi global dari film animasi Inside Out 2.

Film animasi "Inside Out 2". (Sumber: Walt Disney Studios Motion Pictures)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 16:00

Mengulas Strategi Komunikasi Digital Pembentukan Opini Publik pada Publikasi Produk Fashion

Strategi komunikasi digital menyesuaikan karakter setiap platform, tetapi tetap menjaga konsistensi pesan untuk membentuk identitas produk dan pemahaman publik.

Ilustrasi produk fashion.
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 15:20

Menyusuri Jejak Peristiwa Era 80-an dalam Lembaran Majalah Zaman

Majalah Zaman edisi 1984 bukan sekadar bacaan lama, melainkan rekaman suasana, budaya, dan cara pandang masyarakat Indonesia pada sebuah masa yang kini telah berlalu.

Majalah Zaman edisi September 1984, terbit sekitar 42 tahun silam. Sampul mukanya menampilkan lukisan bergaya airbrush penyanyi asal Cimahi, Ria Angelina, yang menjadi salah satu wajah hiburan populer pada era 1980-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 13:11

R. Ipik Gandamana Sumawinata Layak sebagai Pahlawan Nasional dari Jawa Barat asal Purwakarta

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional.

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 10:29

Spiderman, Perdamaian, dan Pahlawan

Segala penghargaan bisa disimpan di lemari. Piala bisa berdebu. Piagam bisa menguning. Justru nilai-nilai kebaikan yang diwariskan kepada generasi berikutnya bisa hidup jauh lebih lama. Selamat Kang!

Spider-Man: No Way Home menjadi tonggak baru penayangan film di era pandemi Covid-19 dengan memecahkan rekor penjualan di pekan debutnya. (Sumber: Columbia Pictures/Marvel Studios/Matt Kennedy)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 07:46

KDM Ada di Mana-mana, Jawa Barat Ada di Mana?

Sebesar apa pun panggung nasional yang dimasukinya, mandat KDM tetap berada di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 20:55

Adakah Solusi Masalah Kualitas Udara di Lingkungan Sekolah?

Sebagian besar sekolah negeri di Bandung masih mengandalkan ventilasi alami,

Ilustrasi masalah kualitas udara di ruang kelas di kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 17:41

200 Ikon Bandung #1 Mahanagari

Mahanagari pernah menjadi salah satu cara kreatif mengenalkan identitas dan kebanggaan terhadap Bandung melalui desain, komunitas, dan kearifan lokal.

Sebuah buku yang berjudul 200 ikon Bandung. (Sumber: Malia Nur Alifa)