Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

3 menit baca
Nabila  Imania
Ditulis oleh Nabila Imania diterbitkan
Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)

*Disusun oleh Nabila imania dan Silvi Febrianti Nurfais

Islam bermula dari Aceh yang kemudian tersebar ke Nusantara, seperti Palembang, Lampung, Gresik, Tuban, Demak, Cirebon, Banten, Ternate, Tidore,Gowa, Makasar, dan Banjarmasin. Pengaruh besar kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia menjadi melemah karena Islam masuk ke Nusantara.

Selain itu, Kerajaan Majapahit yang merupakan kerajaan Hindu mengalami kemunduran akibat masuknya Islam ke Nusantara. Kemunduran itu membuat masyarakat menjadi mempunyai peluang untuk mendirikan kerajaan Islam.

Dalam hal tersebut Demak yang tadinya merupakan salah satu daerah kekuasaan Majapahit memutuskan untuk melepaskan diri dan mendirika kerajaan baru. Inilah menjadi awal kerajaan Demak berdiri dan merupakan kerajaann Islam pertama di Pulau Jawa.

Kerajaan Demak terletak di Kabupatan Demak Jawa Tengah. Kerajaan Demak diperkirakan berdiri pada tahun 1478 M. Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan yang mandiri. Atas persetujuan Wali Songo yang dipimpin Sunan Ampel. Raden Fatah diangkat sebagai raja pertama Demak dengan gelar Senopati Jimbun Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayyidina Panatagama.Raden Fatah merupakan putra raja Majapahit dari seorang ibu muslim keturunan Campa.

Setelah Raden Fatah, takhta kerajaan diteruskan oleh putranya,Pati Unus atau Sambrang Lor.Selanjutnya,Sultan Trenggono memerintah pada tahun 1524-1546 dan membawa Demak mencapai masa kejayaan.Pada masa ini,islam berkembang pesat keseluruh Jawa hingga Kalimantan Selatan. Sultan Trenggono wafat pada tahun 1546 ketika menyerang Blambangan. Kekuasaan kemudian diteruskan oleh Prawoto, tetapi ia terbunuh pada tahun 1549 oleh Arya Penangsang dari Jipang. Kerajaan Demak akhirnya berakhir setelah Arya Penangsang dikalahkan oleh Jaka Tingkir yang kemudian mendirikan Kerajaan Pajang. Secara berurutan, raja-raja Demak adalah Raden Fatah, Pati Unus, Sultan Trenggono, Prawoto, dan Arya Penangsang.

Kerajaan Demak meninggalkan beberapa warisan, antara lain Masjid Agung Demak, Pintu Bledhek, Soko Guru, Bedung dan Kentongan, Dampar Kencana, Piring Champa, dan Gentong Kong. Selain meninggalkan benda-benda fisik, peradaban Demak juga meninggalkan warisan kesenian, seperti wayang orang, gamelan, tembang macapat, pembuatan keris, serta tradisi Sekaten (peringatan Maulid Nabi) yang dicetuskan oleh Sunan Kalijaga dan hingga kini masih berlangsung di Yogyakarta.

Dalam penyebaran Islam di Jawa, para ulama menyesuaikan ajaran Islam dengan adat setempat sehingga terjadi perpaduan antara hukum Islam dan tradisi masyarakat. Menurut M.B. Hooker, H.J. de Graaf, dan T.H. Pigeaud, hukum Islam di Demak terutama diterapkan pada bidang ibadah dan perkawinan, sedangkan Widji Saksono berpendapat bahwa Wali Songo berhasil menggantikan pengaruh Syiwa-Buddha dengan peradaban Islam.

Pada masa pemerintahan Sultan Raden Fatah, hukum Islam diterapkan dalam bidang ibadah, waris, muamalah, jinayah, siyasah, dan peradilan. Pelaksanaannya didasarkan pada kitab Salokantara dan Jugul Muda. Dalam penyusunan hukum tersebut, Sunan Giri, Sunan Kudus, dan Sunan Ampel memiliki peran penting.Kerajaan Demak juga memiliki dua naskah hukum, yaitu Serat Angger-Angger Suryangalam yang mengatur peradilan serta hukum perdata dan pidana, dan Serat Suryangalam yang berisi peraturan dan ajaran Islam.

Salah satu penerapan hukum Islam yang terkenal adalah pelaksanaan hukum qisas terhadap Syekh Siti Jenar setelah melalui musyawarah dengan Wali Songo. di bidang ekonomi, Demak berkembang melalui perdagangan dan pertanian yang didukung oleh penguasaan pelabuhan di pesisir Jawa. Warisan Kerajaan Demak meliputi sistem perundang-undangan Islam, penggunaan gelar penghulu, berkembangnya kesenian seperti wayang, gamelan, tembang macapat, dan pembuatan keris, serta tradisi Sekaten yang diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga dan masih berlangsung hingga sekarang. (*)

Sumber:

  • Fadhilah, N. (2020). Jejak Peradaban dan Hukum Islam Masa Kerajaan Demak. Al-Mawarid; Jurnal Syari’ ah & Hukum. 2(1), 33-46.
  • Afidah, N. (2021). Perkembangan Islam pada Masa Kerajaan Demak. Jurnal Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (JASIKA), 1(1),64-76.
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nabila  Imania
Tentang Nabila Imania
Mahasiswa S1

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)