Samsung memperkenalkan Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G melalui press release resmi, Instagram Samsung Indonesia, serta portal berita Elshinta. Ketiga platform membahas produk yang sama, tetapi menggunakan kata kunci, teknik penulisan, dan gaya bahasa yang tidak sepenuhnya seragam.
Press release Samsung menempatkan frasa “Galaxy A57 5G”, “Galaxy A37 5G”, dan “fitur kelas pro di harga awesome” langsung pada judul tulisan. Penempatan kata kunci tersebut membuat pembaca segera memahami identitas produk sekaligus pesan utama yang ingin dibangun perusahaan.
Tidak jauh berbeda, Instagram Samsung Indonesia menggunakan tagar #GalaxyA57 5G, #GalaxyA37 5G, #AwesomeDeal, dan #SemuaBeraniAwesome pada unggahannya. Penggunaan tagar tersebut menunjukkan bahwa media sosial lebih berfokus membangun jangkauan dan keterlibatan audiens dibanding memberikan informasi yang detail.
Sementara itu, Elshinta menggunakan frasa “Awesome Intelligence” pada judul berita yang dipublikasikan kepada pembaca. Pilihan kata tersebut menarik karena mengikuti istilah yang diangkat Samsung sekaligus membuat judul terasa lebih ringkas dan mudah diingat.
Selain terlihat pada kata kunci, perbedaan antarmedia juga tampak pada cara informasi disusun dalam setiap platform. Masing-masing media memilih teknik penulisan yang berbeda sesuai kebutuhan pembaca dan tujuan komunikasinya.
Press release menggunakan struktur piramida terbalik dengan informasi utama ditempatkan pada bagian awal sebelum masuk ke penjelasan yang lebih rinci. Pola tersebut umum digunakan dalam siaran pers karena memudahkan media dan pembaca menemukan informasi penting dengan cepat.
Berbeda dengan press release, Instagram mengandalkan visual sebagai elemen utama dan teks sebagai pelengkap informasi. Kalimat yang digunakan relatif singkat karena audiens media sosial cenderung lebih tertarik pada konten yang cepat dipahami.
Elshinta menggunakan format berita yang lebih ringkas dengan informasi penting disampaikan sejak paragraf awal tulisan. Teknik tersebut membantu pembaca memperoleh inti berita tanpa harus membaca keseluruhan artikel secara mendalam.
Perbedaan teknik penulisan tersebut turut memengaruhi gaya bahasa yang digunakan oleh masing-masing platform. Pilihan diksi dan cara penyampaian pesan menunjukkan karakter media yang berbeda meskipun membahas topik yang sama.
Press release mempertahankan bahasa formal dan korporat yang mencerminkan posisinya sebagai sumber informasi resmi perusahaan. Instagram menggunakan bahasa yang lebih persuasif melalui tagar kampanye untuk membangun kedekatan dengan audiens muda.
Elshinta mempertahankan gaya jurnalistik yang lebih netral sehingga informasi dapat diterima oleh pembaca umum secara objektif. Pendekatan tersebut membedakan portal berita dari media milik perusahaan maupun akun media sosial resmi merek.

Meskipun menggunakan kata kunci, teknik penulisan, dan gaya bahasa yang berbeda, ketiga platform tetap menyampaikan informasi utama mengenai Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G secara konsisten. Secara keseluruhan, press release, Instagram, dan portal berita berfungsi saling melengkapi dalam membangun komunikasi yang efektif kepada berbagai kelompok audiens.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa public relations tidak hanya berperan menyebarkan informasi, tetapi juga mengelola hubungan organisasi dengan publik melalui berbagai saluran komunikasi. Konsistensi pesan lintas media mencerminkan strategi komunikasi terintegrasi yang menyesuaikan karakteristik setiap platform untuk memperluas jangkauan serta meningkatkan efektivitas penyampaian informasi (Nurlaila et al., 2025; Gregory, 2020; Smith, 2021). Perbedaan penyajian pada ketiga platform menunjukkan bahwa keberhasilan komunikasi tidak hanya ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga oleh kemampuan menyesuaikan cara penyampaian dengan karakteristik media dan audiens yang dituju. (*)