Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

6 menit baca
Aliyah Nailatur Rahmah
Ditulis oleh Aliyah Nailatur Rahmah diterbitkan
Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)

*Disusun oleh Talitha Hilmi Athaillah Agustin, Chelsea Annisa Dona, dan Aliyah Nailatur Rahmah

Hingga saat ini, perang antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung. Pecahnya perang tersebut sudah terjadi sejak 2014 ketika presiden Ukraina, Viktor Yanukovych, tertangkap basah seorang yang pro-Rusia. Konflik sempat mereda dan berdamai melalui kesepakatan Minsk. Kemudian pada tahun 2021, konflik mulai memanas kembali akibat adanya isu serangan bergilir oleh Rusia. Dilansir dari U.S News, di awal tahun 2022, Rusia melakukan invasi ke Ukraina untuk mencegah Ukraina bergabung dengan NATO. Namun, spekulasi muncul bahwa Putin ingin memengaruhi negara-negara bekasan Uni Soviet. Hal ini selaras dengan ambisi Gajah Mada dalam Sumpah Palapa yang ingin menyatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit dan pola tersebut terulang dalam Pasunda Bubat.

Secara historis, sebagai dua kerajaan besar, Kerajaan Sunda dan Kerajaan Majapahit memiliki hubungan erat tanpa adanya perselisihan. Kerajaan Sunda mewakili simbol kekuatan suku Sunda sedangkan Kerajaan Majapahit mewakili simbol kekuatan suku Jawa yang saling menghormati. Namun, stabilitas ini berubah pada tahun 1357 yang disebabkan oleh peristiwa besar yang dikenal dengan Peristiwa Bubat. Peristiwa ini berawal dari niat Hayam Wuruk yang ingin menikahi putri dari Kerajaan Sunda yang bernama Dyah Pitaloka, seorang putri dari Prabu Linggabuana. Oleh karena itu, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Prabu Linggabuana yang berisi sebuah lamaran. Ada yang menyebutkan bahwa Hayam Wuruk tertarik dengan Dyah Pitaloka karena melihat lukisan sang putri yang dilukis oleh seorang seniman bernama Sungging Prabangka, tetapi ada juga yang menyebutkan bahwa pernikahan ini murni untuk kepentingan politik untuk mempererat hubungan antar dua kerajaan ini.

Alasan Prabu Linggabuana menyetujui pernikahan ini karena didasari oleh hubungan erat antar dua kerajaan dan tidak ada alasan Kerajaan Majapahit untuk menyerang Kerajaan Sunda. Namun, ternyata timbul kesalahpahaman antara Prabu Linggabuana dan Gajah Mada. Gajah Mada ingin pernikahan antara Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka dilakukan secara biasa saja, menunjukkan bahwa Dyah Pitaloka merupakan tanda tunduknya Sunda kepada Majapahit. Akibat ambisi Gajah Mada untuk mewujudkan sumpah palapanya, dia memutuskan untuk melakukan penyerangan kepada rombongan Kerajaan Sunda yang menewaskan Prabu Linggabuana dan Dyah Pitaloka, memilih bunuh diri karena harga dirinya yang tinggi.

Peristiwa Bubat menjadi luka mendalam yang tragis bagi Kerajaan Sunda, termasuk bagi Hayam Wuruk yang kehilangan calon kekasihnya. Akibat peristiwa ini, Kerajaan Sunda mengalami kekosongan kekuasaan karena putra mahkotanya, Niskala Wastukancana, masih terlalu kecil untuk mewarisi tahta. Karena desakan dan kosongnya kekuasaan maka, ditunjuklah Hyang Bunisora Suradipati, adik Prabu Linggabuana, menjadi raja sementara Kerajaan Sunda.

Pasca peristiwa Bubat, raja Hyang Bunisora Suradipati mulai mengambil sikap untuk mengisolasi diplomatik dengan kerajaan Majapahit dan memfokuskan peningkatan ekonomi serta kesejahteraan rakyat Kerajaan Sunda. Akibatnya, hubungan antara kedua kerajaan ini mengalami keretakan. Keinginan Hayam Wuruk untuk menjalin hubungan politik melalui pernikahan, justru berakhir dengan keretakan konflik dan permusuhan kepanjangan bagi Kerajaan Sunda. Kerajaan Sunda tidak berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Kerajaan Majapahit dan memilih untuk menjauh dari kerajaan besar tersebut (Sondarika et al., 2024).

Bunisora dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan religius, ia memakai sistem pemerintahan demokratis yang mengutamakan musyawarah dan keterbukaaan untuk tujuan kerajaan. Bunisora menggunakan konsep Tri Tangtu (resi, rama, dan ratu) sebagai dasar pemerintahan. Keputusan yang diambil secara tegas oleh sang Mangkubumi adalah isolasi politik dengan Kerajaan Majapahit. Isolasi politik adalah cara lain dari balas dendam bagi Kerajaan Sunda, dengan harga diri yang tinggi Kerajaan Sunda memilih untuk memutus hubungan politik dengan Majapahit. Karena ketegasan yang diambil pihak Kerajaan Sunda, dampak yang dirasakan Majapahit berpengaruh pada penurunan jalur dagang bagian baratnya.

Walaupun Majapahit dapat menaklukan kerajaan-kerajaan lain secara politik dan dikenal sebagai kerajaan besar di Nusantara, sayangnya Kerajaan Sunda menolak keras terpengaruh oleh dominasi tersebut. Di Bawah kekuasaan sang Mangkubumi, Kerajaan Sunda menolak dominasi Kerajaan Majapahit dan memilih untuk menstabilkan keadaan internal di Kerajaan Sunda serta menguatkan pertahanan angkatan perangnya. Sehingga sistem politik mandiri ini menjadi identitas Kerajaan Sunda, yang menolak untuk diintegrasikan ke dalam hegemoni Kerajaan Majapahit.

Kekuasaan Kerajaan Sunda diturunkan kepada Niskala Wastukancana pasca meninggalnya Hyang Bunisora. Apa yang dilakukan oleh Hyang Bunisora selama pemerintahannya, nyatanya dilakukan juga oleh Niskala Wastukancana. Berdasarkan Carita Parahyangan, Prabu Niskala wastukancana mempersiapkan dua wilayah kerajaan untuk kedua putranya yaitu, Sang Haliwungan menjadi ratu wilayah Sunda dan Dewa Niskala sebagai ratu wilayah Galuh. Alasannya agar perang saudara tidak terpecah dan hal ini terbukti saat Prabu Niskala wastukancana meninggal, yang kemudian kedua kerajaan tersebut menyatakan diri menjadi kerajaan otonom (mandiri). Hal ini juga dilakukan oleh Hyang Bunisora dengan memberikan wilayah kepada anak-anaknya dan menjadikan mereka ratu wilayah. Kemudian berdasarkan prasasti Kawali I, Prabhu Niskala Wastukancana tinggal di Keraton Surawisesa di wilayah Galuh yang pemerintahannya juga memberikan keselamatan dan kesejahteraan pada penduduknya.

nihan tapa(k) kawali nu siya mulia tapa ina pabu raja wastu ma*ad*g di kuta kawa li nu mahayu na kadatuan surawisesa nu marigi sa kulili* dayoh nu najur sakala desa aya ma nu pa(n)dori pakena gawe rahhayu pakon hobol ja ya dina buana.

Terjemahan: inilah jejak (tapak) (di) Kawali (dari) tapa beliau Yang Mulia (bernama) Prabu Raja Wastu (yang) mendirikan pertahanan (bertahta di) Kawali yang telah memperindah kraton Surawisesa, yang (menggali) membuat parit pertahanan di sekeliling wilayah kerajaan, yang menyuburkan seluruh permukiman, kepada yang akan datang hendaknya menerapkan keselamatan sebagai landasan (ke)menang(an) hidup di dunia

Kemandirian Kerajaan Sunda juga terbukti dengan meningkatnya komoditas perdagangan lada hingga dapat menarik perhatian pedagang asing. Kerajaan sunda mengandalkan pelabuhan sebagai pintu masuk aktivitas perdagangan, salah satunya pelabuhan sunda kelapa yang lokasinya paling strategis yaitu di muara sungai ciliwung yang menghubungkan jalur perdagangan lokal dan internasional.

Ini menunjukkan bahwa kemandirian politik yang dijalani menjadi unsur penting dalam identitas politik bagi Kerajaan Sunda, yang menolak untuk berada di bawah dominasi Majapahit. Di sisi lain, Kerajaan Majapahit justru mengalami penyusutan jalur perdagangan di daerah Barat karena keretakan hubungan kerajaannya dengan Kerajaan Sunda. Sehingga Kerajaan Majapahit lebih memfokuskan jalur rempah di daerah Timur dibanding dengan Kerajaan Sunda yang memfokuskan perdagangannya pada kerajaan maritim di Nusantara lainnya seperti kerajaan Malaka dan Aceh.

Selain fokus dengan peningkatan ekonomi serta kesejahteraan rakyat, Kerajaan Sunda juga terus meningkatkan kekuatan pertahanan militer dan memperkuat daerah pelabuhannya. Tujuannya untuk menjalin hubungan perdagangan dengan kerajaan maritim yang tidak berada di bawah kekuasaan Majapahit.

Apa yang dilakukan oleh Kerajaan Sunda merupakan langkah yang bijak untuk melepaskan diri dari belenggu dominasi Kerajaan Majapahit. Nyatanya dengan melakukan isolasi politik, tidak membuat Kerajaan Sunda mengalami kemunduran, dan justru mereka mengalami kemajuan yang bahkan lebih unggul daripada Kerajaan Majapahit. Hal ini membuktikan bahwa dalam sejarah, pola peristiwa akan terus terulang mau bagaimanapun keadaanya dan sejauh apa jarak waktu antara dua peristiwa tersebut. Antara perang Ukraina dan Rusia nyatanya memiliki pola yang serupa dengan apa yang dialami oleh Kerajaan Sunda dan Kerajaan Majapahit. Termasuk pada saat pasca peristiwa, Ukraina menjadi lebih mandiri setelah melepaskan diri dari belenggu dominasi Rusia. (*)

Referensi :

  • Azmi, S. & Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (2021). Bubat: Sisi gelap hubungan Kerajaan Majapahit Hindu dengan Kerajaan Sunda.
  • Hidayat, S. & Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat. (2015). PANDANGAN DUNIA ORANG SUNDA DALAM TIGA NOVEL INDONESIA TENTANG PERANG BUBAT. In METASASTRA (Vols. 8–1, pp. 105–120).
  • Padmawijaya, R., Khodijah, S., Dosen Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Ciamis, & Mahasiswa Pendidikan Sejarah. (2014). KEARIFAN BUDAYA SUNDA DALAM PERALIHAN KEPEMIMPINAN KERAJAAN SUNDA DI KAWALI SETELAH PERANG BUBAT. In Jurnal Artefak (Vols. 1–1, pp. 151–162) [Journal-article].
  • Sondarika, W., Ratih, D., & Herdianto, H. (2024). Dampak Perang Bubat terhadap identitas dan kebudayaan masyarakat Sunda. Jurnal Artefak, 11(2), 215. https://doi.org/10.25157/ja.v11i2.16397
  • SundaDigi. (n.d.). SundaDigi. SundaDigi. https://sundadigi.com/bacaan/detail/125 Upi, H. F. (2022, April 1). Apa yang Terjadi Setelah Perang Bubat? HIMAS UPI. https://himasfpipsupi.wordpress.com/2022/04/01/apa-yang-terjadi-setelah-perang-bubat/
  • Jr, ED (2025). PENJELASAN: Mengapa Rusia Menginvasi Ukraina? US News & World Report; US News & World Report. https://www.usnews.com/news/best-countries/articles/explainer-why-did-russia-invade-ukraine?s rc=share
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Aliyah Nailatur Rahmah
Mahasiswa Universitas Padjajaran, Jurusan Ilmu Sejarah

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)