Budaya Mengaji di Tengah Kota

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Kehidupan kota memang berubah secara dinamis dan masif tapi beberapa tradisi lama masih menemukan tempatnya.

  • Mengaji memberikan ruang aktivitas kepada anak-anak yang tidak selalu berkaitan dengan layar.

Sore itu di tengah hingar-bingar pasar baru. Ada beberapa toko yang bersiap-siap tutup karena jam operasionalnya sudah selesai. Ada beberapa ibu-ibu yang membawa beberapa kantong kresek di tangannya. Ada penjual yang merayu pembeli yang masih lewat di depan jongkonya untuk menghabiskan sisa dagangannya yang tinggal beberapa lagi. Dan di sudut gang pasar ini masih terdengar suara mengaji anak kecil dan beberapa orang dewasa yang sejenak merebahkan diri dan isi pikirannya sambil menunaikan shalat ashar.

Terdengar suara derap langkah anak-anak menuju pelataran mesjid. Suaranya nyaring saat memanggil dan meneriaki kawannya untuk bergegas mengaji. Beberapa diantaranya ada yang menunaikan shalat ashar. Ada yang mondar-mandir ke lantai 2 karena sudah terdengar suara ustad yang meminta murid-muridnya untuk melafalkan surat-surat pendek. Ada juga anak usia 3 tahun yang menangis karena meminta jajan, sementara kakanya menolak karena akan mengaji.

Mereka adalah anak-anak yang tumbuh di zaman yang berbeda. Sejak balita sudah terbiasa melihat penggunaan gawai. Mereka familiar dengan permainan digital, pemutaran video pendek dan berbagai macam jenis hiburan yang bisa dicari dengan sentuhan jari saja.

Namun menariknya di tengah aktivitas sekolah dan hiburan melalui media sosial--mereka masih memiliki ketertarikan untuk datang ke masjid -- tidak hanya untuk mengaji tapi juga melakukan interaksi sosial dengan anak-anak sebayanya.

Disini budaya Mengaji anak-anak menjadi menarik untuk dilihat. Tidak sekedar sebagai aktivitas keagamaan melainkan kehidupan sosial masyarakat di tengah perkotaan. Masjid menjadi ruang untuk mempertemukan anak-anak dari lingkungan sekitarnya. Mereka tak hanya belajar membaca Al-Qur'an tapi juga belajar duduk bersama. Mendengarkan ustad, menunggu giliran dan berinteraksi dengan teman sebayanya.

Tradisi sederhana tersebut menunjukkan bahwa modernitas tidak selamanya bisa menghapus kebiasaan lama. Kehidupan kota memang berubah secara dinamis dan masif tapi beberapa tradisi lama masih menemukan tempatnya. Bahkan di tengah padat dan sibuknya kota, mungkin aktifitas ini dianggap menjadi bagian yang penting.

Mengaji memberikan ruang aktivitas kepada anak-anak yang tidak selalu berkaitan dengan layar. Mereka pergi ke tempat yang sama, bertemu dengan orang-orang yang sama dan menjalani aktivitas secara bersama-sama. Menciptakan kegiatan yang tidak sepenuhnya bisa digantikan teknologi.

Namun berlangsungnya kegiatan mengaji diperkotaan tidak berjalan dengan sendirinya. Ada orang tua yang masih sadar akan pentingnya aktivitas mengaji. Ada teman-teman yang saling mengingatkan. Ada guru-guru yang senantiasa meluangkan waktunya. Juga pengurus masjid yang menyediakan ruang untuk kegiatan tersebut berjalan dengan nyaman. Ada pula masyarakat yang tetap menjaga aktifitas tersebut tetap berjalan.

Di tengah kota yang dinamis, mereka menjadi bagian kecil dari ekosistem yang masih mempertahankan tradisi.

Persoalan selanjutnya bukan sekedar anak-anak mau mengaji atau tidak. Pertanyaan yang lebih penting bagaimana memastikan tradisi ini tetap hidup di tengah pilihan aktivitas yang beragam. Sebab suatu hari nanti pemandangan anak-anak pergi menuju mesjid menjadi suatu yang tidak biasa lagi. Menjadi aktivis yang mencolok di tengah modernitas perkotaan.

Dan ketika itu benar-benar terjadi maka yang bilang bukan sekedar aktivitas mengaji, melainkan ruang sosial bertemunya anak-anak dengan teman, guru, belajar lingkungan serta aktivitas keagamaan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)