Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

5 menit baca
R.M.A. Ahmad Said Widodo
Ditulis oleh R.M.A. Ahmad Said Widodo diterbitkan
Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

  • Kerusuhan China (8 Mei 1832 – 16 Mei 1832) cukup besar dan menjadi tamparan sangat keras bagi pemerintah dan militer Kolonial Hindia-Belanda.

  • Barisan Sentot berangkat dari Batavia, menyusuri Pantai Utara, menyeberangi Sungai Citarum, menuju Tanjungpura.

Kerusuhan China berawal di perkebunan Cilangkap 8 Mei 1832 pukul 22.00 menjelang 9 Mei 1832. Mereka masuk ke Purwakarta, lalu membakar habis kota yang baru dibangun selama ± 1 tahun 4 bulan pasca kepindahan ibukota dari Wanayasa ke Sindangkasih pada 09 Januari 1830.

Sindangkasih berubah nama menjadi Purwakarta atas permintaan Bupati Karawang di Sindangkasih R.A.A. Suriawinata, yang disetujui Asisten Residen Karawang di Sindangkasih, Guillaume de Seriere de Bizourmet melalui Goedkeuringsbrief No. 40 (20 Juli 1831) dan Besluit No. 2 (20 Juli 1831).

Penduduk di Cilangkap dan Purwakarta kabur ke dalam hutan-hutan di desa-desa sekitarnya. Kerusuhan China juga terjadi di Wanayasa 9 Mei 1832 pukul 22.00 menjelang 10 Mei 1832. Wanayasa bekas ibukota Kabupaten Wanayasa (1684–1789), kedudukan Assistent Resident Krawang dan Residen Priangan (1816–1829) serta ibukota Kabupaten Karawang (1821-1830).

Peristiwa Kerusuhan China di Kabupaten Karawang

Perusuh di Cilangkap dan Purwakarta membakar gedung-gedung dan rumah-rumah dinas pemerintah serta membunuh ± 25 orang pejabat Belanda dan keluarganya tewas dengan 6 orang terluka. Perusuh yang membakar habis Cilangkap dan Purwakarta lalu merusuh di Tanjungpura dan Warung Bambu sehingga semua penduduk setempat kabur ke hutan-hutan di antara rawa-rawa.

Perusuh dari Wanayasa bertempur mati-matian melawan pasukan KNIL dari Wanayasa yang bersenjata lengkap dipimpin Pierre Francois Clignett dan Heinrich Christian Macklot. Terjadilah pertempuran dahsyat antara hidup dan mati di Tanjakan Pasir Panjang (Rancadarah), banyak perusuh yang tewas mengenaskan dengan luka-luka (tembak, tusuk, sayat, bacok dan penggal, terpisah kepala dari badannya).

Alibasah Sentot Prawirodirdjo

Dari manuskrip Moehammad Oemar (Ajudan Bupati Cianjur R.A.A. Prawiradiredja I), Carita Perang Cina di Tanjungpura Kabupaten Purwakarta, 14 Agustus 1864 (Kode Sd. 108, koleksi Karel Frederik Holle), dalam bait 102, 177, 179, 182, 198, 244, 248, 250, 252 dan 253 menyebut nama Pangeran Alibasah (Alibasah) sebagai komandan pasukan yang membawahi 4 orang tumenggung yang mendapat tugas dari Gubenur Jenderal Hindia-Belanda (Johannes van den Bosch) guna menumpas Kerusuhan China di Purwakarta, Kabupaten Karawang.

Pangeran Alibasah identik dan otentik merupakan sebutan bagi Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo, panglima perang pada Perang Diponegoro (1825-1830). Hal ini diperkuat dengan manuskrip R.A.A. Sastraadhiningrat III (Bupati Karawang), “Krawang” (Plt. No. 46 Peti 121, koleksi Cornelis Marinus Pleyte).

Dari dokumen tercetak:

Philippus Pieter Roerda van Eysinga, “Handboek der Land- en Volkenkunde, Geschied-, Tall, Aardrijks- en  Staatkunde van Nederlandsch Indie.” (III, Boek) II Deel, Amsterdam bij L. Vab Bakkenes, 1842, pp. 406-408;

François Vincent Henri Antoine Ridder de Stuers, “Gedenkschrift van den Oorlog op Java van 1825 tot 1830”, uit het Frans vertaald H.M. Lange. Amsterdam, 1847 dan

Guillaume de Seriere du Bizourmet, “Mijne Loopbaan in Indie”, R. van Wijk, Zwolle, 1849 (Bijlage XVII, pag. 81-121)

menuliskan, bahwa Alibasah Sentot Prawirodirdjo memimpin Barisan Sentot dengan pakaian seragam sorban hitam bergaris putih, jubah putih dan jaket rompi merah membawahi 3 orang tumenggung, yaitu: Pangeran Sumo Negoro, R.T. Prawiro di Puro dan R.T. Marto Puro, dengan 250 orang kavaleri dan 50 orang infanteri.

Apa yang ditulis de Stuers diperkuat oleh Saleh As'ad Djamhari, Stelsel Benteng dalam Pemberontakan Diponegoro 1827-1830 Suatu Kajian Sejarah Perang. Disertasi. Universitas Indonesia, 2007. Pasca Sentot menyerahkan diri kepada militer Kolonial Hindia-Belanda pada tanggal 17 Oktober 1829, sebagai letnan kolonel di dalam dinas militer, ia diberi wewenang memimpin pasukannya sendiri, terdiri dari 3 orang pangeran, 4 orang tumenggung utama, 37 orang tumenggung lainnya, 352 orang tentara dan 300 orang tentara tambahan. Sentot didampingi oleh seorang pembina militer bernama Luitenant  de Leau.

Penumpasan Kerusuhan China di Karawang

Kerusuhan China (8 Mei 1832 – 16 Mei 1832) cukup besar dan menjadi tamparan sangat keras bagi pemerintah dan militer Kolonial Hindia-Belanda. Kekuatan guna penumpasan kerusuhan tersebut, terdiri dari:

Pasukan Kabupaten Cianjur: kavaleri Bapak Nona 60 orang; jager Bapak Kodok 60 orang; pengiring 10 orang; logistik R.H. Abdullah dari Gandaria 8 orang; keluarga kabupaten 40 orang; dari 26 cutak @ 50 orang tiap cutak (26x50=1.300 orang) dan tambahan Asep Rabal (dari Kaliastana) 25 orang.

Pasukan koalisi Kabupaten Karawang, Cianjur, Bogor dan Bandung serta Garut, Sukapura dan Sumedang yang berjaga di Batusirap.

Pasukan KNIL: infanteri, kavaleri dan artileri Pierre Francois Clignett dan 1ste Luitenant Heinrich Christian Macklot dari Wanayasa plus 3 pucuk meriam; infanteri Residen Priangan, Otto Carel Holmberg de Beckfelt 150 orang; hussaren Ridmeester D.D. Le Jolle dari Bogor 25 orang  dan mobile troepen Majoor Andreas Victor Michiels dari Batavia.

Pasukan Barisan Sentot: 3-4 tumenggung, 250 orang kavaleri dan 50 orang infanteri dipimpin Sentot.

Barisan Sentot berangkat dari Batavia, menyusuri Pantai Utara, menyeberangi Sungai Citarum, menuju Tanjungpura. Barisan Sentot bertemu dengan perusuh. Terjadilah pertempuran dahsyat, perusuh dihancurkan kekuatannya, 600 orang perusuh (dari  total 800 orang) tewas dalam pertempuran.

Sisanya (200 orang) ditangkap dan dipenggal leher kepalanya oleh pasukan Priangan. Ada 17 orang perusuh yang ditangkap, keesokan harinya tewas dipenggal, lalu diberi air keras dan dikirim ke Batavia. Lusanya  dapat ditangkap lagi 20 orang perusuh.

Saat Residen Priangan dan pasukannya tiba di Tanjungpura, berjumpa dengan Barisan Sentot yang telah menggempur perusuh di sana. Mereka mendapatinya sedang sibuk mengepak 600 buah kepala perusuh guna dikirim ke Batavia.

Pasca penumpasan kerusuhan Residen Karawang, Residen Cianjur, Bupati Karawang, Bupati Cianjur, Bupati Bogor, R.A.A. Wiranata, Alibasah Sentot Prawirodirdjo dan lain-lain menuju ke Purwakarta guna meninjau situasi dan kondisi pasca kerusuhan.

Di sana tiada air sebab bendungan air yang ada dibobol oleh perusuh; bangunan-bangunan yang dibakar: kompieks loji; penjara, rumah sakit dan gudang uang hancur, uang kertas menjadi abu senilai f 11.200.000, sebagian uang logam masih bisa diseiamatkan; juga bangunan induk, gudang barang, dapur, kandang kuda, kereta kuda dan kantor.

Diputuskan, bahwa tiap kabupaten harus menempatkan pasukan 500 orang prajurit guna menjaga keamanan di Purwakarta, dari Cianjur dipimpin Kumetir Wiranagara dan dari Bandung dipimpin Arya Majah, yang berhasil menangkap 29 orang perusuh dan mengirimkannya ke Batavia via Cianjur. Pasca keamanan pulih total mereka pulang kembali ke daerah masing-masing.

Dalam kerusuhan tersebut gugur diantaranya R. Sumayuda, Ajudan Bupati Bandung dan lain-lain; de Leau (Sheperd Leau/Scheffer Leau); Heinrich Christian Macklot; de Vries; des Marbais dan lain-lain. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

R.M.A. Ahmad Said Widodo
Peneliti dan Penulis Sejarah Purwakarta, Subang dan Karawang (2001-sekarang) Penemu Besluit Hari Jadi Purwakarta, 20 Juli 1831. Penulis 26 judul buku.

Berita Terkait

News Update

Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ikon 27 Agu 2026, 13:40

Gedung Sate Cikajang Garut, Bangunan Unik di Tengah Perkebunan Teh

Di pelosok Cikajang, Garut, berdiri Gedung Sate Cikajang yang dibuat mirip ikon Jawa Barat dan digunakan untuk kegiatan warga.

Bangunan miniatur Gedung Sate di Cikajang, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)