Sejarah Lomba-Lomba Agustusan

4 menit baca
Malia Nur Alifa
Ditulis oleh Malia Nur Alifa diterbitkan
Kartu pos yang menggambarkan tradisi panjat pinang di negri ini sejak masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Kartu pos yang menggambarkan tradisi panjat pinang di negri ini sejak masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Tradisi lomba Agustusan mulai populer sekitar 1950, setelah situasi Indonesia berangsur pulih pasca-Konferensi Meja Bundar 1949.

  • Panjat pinang dan balap karung memiliki sejarah sejak masa kolonial Belanda, yang kemudian mengalami perubahan makna setelah Indonesia merdeka.

  • Setiap lomba menyimpan filosofi tersendiri, mulai dari gotong royong, kerja sama, ketekunan, hingga semangat menghadapi keterbatasan.

Tradisi lomba 17 Agustusan mulai populer di Indonesia sekitar tahun 1950-an, tepatnya saat perayaan HUT RI yang ke-5 (1950), saat itu suasana negeri mulai pulih, ketika sebelumnya masih harus bergelut dengan peperangan dalam masa mempertahankan kemerdekaan. Keadaan ekonomi pun sangat sulit di awal kemerdekaan sehingga dalam melewati HUT RI, warga masyarakat tidak merayakannya. Terlebih lagi warga masih agak ketakutan apabila di tengah perayaan akan terjadi bentrokan, maklumlah dalam 5 tahun pertama negeri ini merdeka, para warga harus berjibaku dengan perang dan agresi yang terus terjadi di negeri ini.

Setelah Konferensi Meja Bundar pada 1949, keadaan negeri ini mulai membaik, dan dalam menyambut HUT RI, pemerintah mulai mengadakan hiburan rakyat secara sederhana. Lalu terciptalah beragam permainan rakyat yang murah meriah namun berkesan seperti balap karung, panjat pinang, balap kerupuk dan lain sebagainya. Lalu tahukah kalian bahwa dari setiap perlombaan tersebut memiliki kisah sejarahnya sendiri, mari kita simak sejarah singkat dari perlombaan-perlombaan tersebut.

Panjat pinang adalah sebuah lomba yang paling ditunggu-tunggu. Biasanya diselenggarakan di akhir acara sebagai acara puncak. Beragam hadiah menarik digantung di atas pinang yang telah dilumuri oleh oli ataupun lemak sapi, dan dibutuhkan kekompakan dari peserta hingga semua hadiah mampu dibawa pulang.

Sebetulnya panjat pinang telah ada sedari masa penjajahan Belanda, saat itu bernama “de Klimmast” yang artinya memanjat tiang. Panjat pinang biasanya diselenggarakan apabila ada warga kelas atas dari Eropa ataupun Tionghoa yang menggelar acara hajatan atau pernikahan, lalu pernah pula dipakai sebagai acara untuk memeriahkan hari ulang tahun ratu Wilhelmina yang biasanya diselenggarakan di setiap tanggal 31 Agustus.

Pada saat itu hadiah yang digantung merupakan kebutuhan pokok bagi kaum pribumi kelas bawah, dan saat kaum pribumi tersebut berlomba untuk menggapai hadiah tersebut secara susah payah, para warga Eropa yang menonton menjadikan hal ini sebagai lelucon, sungguh miris. Namun saat negara ini telah merdeka makna yang terkandung dalam tradisi panjat pinang pun berubah, lomba ini dimaksudkan untuk mempererat gotong royong, kerja sama tim dan pantang menyerah sesama para pemain, hadiah yang didapat pun akan dinikmati bersama-sama.

Setali tiga uang dengan panjat pinang, perlombaan balap karung pun sebetulnya telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Permainan ini sangat populer di kalangan anak-anak sekolah bentukan kolonial dan warga masyarakat Betawi. Biasanya karung yang dipakai adalah karung goni bekas pakai, karena karung seperti sekarang belum tersedia. Hal ini merupakan sindiran atas kemiskinan yang terjadi pada warga pribumi pada masa penjajahan kolonial Belanda.

Sejak zaman Belanda, perlombaan ini biasa dimainkan oleh anak-anak usia 6 hingga 12 tahun di sekolah atau dilakukan pada perayaan hari-hari besar. Namun saat perayaan HUT RI ke-5 di tahun 1950, perlombaan balap karung ini dipakai sebagai ikon hiburan rakyat yang terus berkembang hingga kini. Lomba ini dipilih saat itu karena memiliki filosofi menggambarkan kerja keras, ketekunan untuk terus maju hingga garis finis.

Berbeda dengan lomba balap makan kerupuk, lomba ini hadir secara baru di masa perayaan HUT RI ke-5. Kerupuk dilambangkan kesusahan warga pada masa-masa pasca kemerdekaan, hingga kerupuk adalah makanan yang lumrah untuk dijadikan lauk sehari-hari. Aturan dalam perlombaan ini adalah kerupuk yang digantung, lalu tangan kita diikat di belakang, hal ini mencerminkan keterbatasan dan belenggu bagi rakyat negeri ini dahulu.

Salah satu lomba yang populer dalam rangka memeriahkan HUT RI adalah lomba tarik tambang. Lomba ini sebetulnya berakar dari kebudayaan Tiongkok, India dan Mesir pada masa kuno. Warga Tiongkok saat abad ke-8 SM, melakukan aktivitas ini untuk latihan militer. Di Indonesia sendiri permainan ini populer sejak masa penjajahan dari sebuah kebiasaan para pekerja paksa yang sering menarik beban bersama-sama.

Di Tiongkok dalam buku Dinasti Tang, latihan tarik tali dipakai militer negara Chu untuk melatih strategi perang perahu, lalu di India kuno dikenal sejak abad ke-12 SM dan di Yunani kuno menjadi sebuah cabang olahraga untuk tanding kekuatan sejak sekitar tahun 500 SM.

Ada satu lagi perlombaan yang sangat dinantikan saat peringatan HUT RI adalah lomba perang bantal. Lomba ini ternyata berakar dari tradisi latihan ketangkasan rakyat zaman penjajahan Belanda yang berkembang cukup luas sebagai hiburan rakyat. Lomba ini mulai dipakai di acara-acara HUT RI sejak tahun 1980-an, dan terus berkembang hingga kini.

Dahulu di sekitar kawasan Jawa Timur rakyat memakai bantal sebagai alat tiruan senjata untuk latihan bertahan dan ketangkasan fisik karena dilarang untuk memegang senjata api oleh militer Belanda. Permainan ini lalu diadaptasi oleh warga perkotaan, salah satunya di kawasan Cipinang Melayu Kalimalang yang mulai rutin untuk menjadikan lomba ini adalah perlombaan rutin untuk menyambut HUT RI sejak 1990-an.

Begitu unik ya tradisi perayaan HUT RI ini, bila kita dalami dan resapi banyak sekali filosofi di dalamnya, dan menjadikannya sebuah hiburan rakyat yang selalu dirindukan, semoga bangsa dan negara ini lekas pulih, semoga perayaan HUT RI ini mampu membuat kita semua bangkit dan terus memperbaiki diri untuk NKRI. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Okt 2026, 06:30

PHBS Sebagai Modalitas Kesehatan Warga Kota Bandung

Tahun 2026 ini, influenza tipe A ini menjadi gambaran yang sama, meski oleh pemerintah tidak lagi di-covidkan. Namun kekhawatiran masyarakat tetap trauma dan ketakutan berlebihan.

Ilustrasi penderita influenza.
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 19:22

Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 17:03

10 Netizen Terpilih September 2026, Menangkap Ragam Isu Bandung dan Jawa Barat

Redaksi Ayobandung.id mengumumkan 10 penulis terbaik kanal "Ayo Netizen" untuk periode September 2026, dengan total hadiah tetap Rp1,5 juta.

Simulasi penanganan bencana gempa bumi akibat Sesar Lembang. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 16:16

Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

Ketika warga terlelap, petugas ronda tetap terjaga. Di RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, ronda malam menjadi ikhtiar keamanan sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong masih menyala.

Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 15:02

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Kota Bandung kini terus berbenah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi menjaga keseimbangan alam dan menekan polusi, kehadiran taman kota ini juga menjadi sarana rekreasi warga.

Taman di Jl. Tongkeng No.46, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 13:41

Mencegah KBGO di Kampus: Bukan Lagi Soal Perempuan Menjaga Diri

Seruan agar perempuan "pandai menjaga diri" di ruang digital tak lagi cukup. Kampus harus hadir secara sistemik menjamin ekosistem belajar yang aman bagi mahasiswi.

Pembukaan Latsar CPNS Tahun 2022 (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SkTAN)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 11:04

Kesehatan Mental Kita di Hari Sumpah Pemuda

Refleksi peringatas Sumpah Pemuda dengan isu keshatan mental.

Sumpah Pemuda & Kesehatan Mental. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 10:14

Amit-Amit, Jangan sampai Keranda Jadi Alat Ukur Tata Kota

Keranda seharusnya hanya mengantar manusia ke tempat peristirahatan terakhir. Ia jangan sampai berubah menjadi alat ukur apakah sebuah kota bekerja dengan baik atau tidak.

Lahan pekuburan di salah satu sudut Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 14:22

Masa Depan Podcast: Kemana Arah Komunikasi Digital Antara Manusia dan Akal Imitasi?

Perkembangan teknologi turut membuat podcast dengan pelbagai macam tema yang bisa diangkat. Maka tidak ada lagi batasan bahwa kita tidak bisa menyuarakan aspirasi melalui podcast.

Ilustrasi alat studio podcast. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 10:47

Peringati Bulan Bahasa dengan Membaca Indeks Literasi

Refleksi tingkat literasi Indonesia dalam momentum bulan bahasa tahun 2026.

Bulan Bahasa dan Literasi. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 09:59

KDM Mengingatkan Pers, tetapi Siapa yang Mengingatkan KDM?

KDM tidak perlu takut kepada wartawan yang kritis. Justru seorang gubernur memerlukan wartawan yang mampu menjadi semacam cermin yang tidak bisa diedit.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)