73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

8 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)

AYOBANDUNG.ID – Indonesia menyongsong tahun 2045 sebagai momen bersejarah bagi bangsa. Pemerintah mengusung visi Indonesia Emas 2045 dengan slogan "Mewujudkan Indonesia menjadi negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur". Pemerintah menempatkan sumber daya manusia yang unggul, sehat, cerdas, dan menguasai teknologi sebagai salah satu pilar utama visi tersebut.

Kualitas SDM unggul membutuhkan fondasi kesehatan yang kuat. Namun masyarakat masih memegang paradigma "berobat saat sakit" dibandingkan "menjaga kesehatan sebelum sakit". Arus globalisasi dan modernisasi turut mengubah gaya hidup masyarakat sehingga memengaruhi status kesehatan mereka.

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mengungkap sejumlah tantangan kesehatan pada tiap kelompok usia. Balita menghadapi masalah stunting, wasting, dan penyakit jantung bawaan. Remaja menghadapi perilaku merokok dan gangguan kesehatan mental. Kelompok dewasa dan lansia menghadapi tingginya kasus hipertensi, obesitas, diabetes, dan penyakit tidak menular lainnya. Data ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat menyimpan faktor risiko penyakit yang belum terdeteksi sejak dini. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan produktivitas dan mengurangi kualitas SDM Indonesia di masa depan.

Kemenkes Catat Lonjakan Peserta Sepanjang 2026

Pemerintah meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada Februari 2025 sebagai bagian dari Asta Cita dengan sasaran "Terwujudnya Kesehatan untuk Semua" dalam RPJMN 2025-2029. Memasuki pertengahan 2026, program ini menunjukkan hasil yang signifikan.

Kementerian Kesehatan mencatat 73,8 juta penduduk mengikuti CKG hingga 31 Juli 2026. Angka ini melampaui capaian sepanjang tahun 2025 yang mencatatkan 70 juta peserta. Dari total tersebut, 62,7 juta orang mengikuti skrining melalui puskesmas dan kegiatan komunitas, sedangkan 11,1 juta orang merupakan anak usia sekolah.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, memaparkan lonjakan paling mencolok terjadi pada kelompok dewasa dan lansia. Peserta dewasa naik dari 12 juta orang pada 2025 menjadi 43 juta orang pada 2026. Peserta lansia naik dari 2,4 juta orang menjadi 9,7 juta orang pada periode yang sama. Provinsi Gorontalo mencatatkan persentase cakupan tertinggi secara nasional, yaitu 48 persen dari total penduduknya.

Pemerintah menetapkan target cakupan CKG nasional tahun 2026 sebesar 130.799.343 orang, setara 46 persen dari total penduduk Indonesia. Sejumlah daerah bahkan sudah melampaui target tahunannya. Kabupaten Lebak, Banten, misalnya, telah menjangkau 692.747 warga per 18 Agustus 2026. Angka tersebut setara 100,17 persen dari target CKG 2026 di wilayah tersebut.

Selain itu, Kementerian Kesehatan menetapkan CKG bagi seluruh kelompok sasaran melalui KepMenKes RI Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025. Regulasi ini mencakup bayi baru lahir usia 2 hari, balita dan anak prasekolah usia 1 sampai 6 tahun, anak usia sekolah dan remaja usia 7 sampai 17 tahun, orang dewasa usia 18 sampai 59 tahun, hingga lansia usia di atas 60 tahun. Kemenkes menyesuaikan lingkup pemeriksaan dengan kategori usia masing-masing.

Tenaga kesehatan memeriksa bayi baru lahir untuk mendeteksi kelainan bawaan dan memantau pertumbuhan bayi sejak dini. Petugas puskesmas menyaring balita dan anak prasekolah untuk mendeteksi TBC, talasemia, dan risiko diabetes. Tim kesehatan menangani anak usia sekolah dan remaja dengan fokus pada perilaku merokok, anemia pada remaja putri, serta kesehatan mental dan reproduksi. Petugas kesehatan mendeteksi hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, kanker, gangguan ginjal, penyakit paru, dan hepatitis pada kelompok dewasa dan lansia.

Alihkan Fokus ke Tindak Lanjut Hasil Skrining

Pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga di UPTD Puskesmas Puter, Kota Bandung, Senin 10 Februari 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga di UPTD Puskesmas Puter, Kota Bandung, Senin 10 Februari 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pemerintah membedakan pelaksanaan CKG tahun 2026 dari tahun sebelumnya melalui penguatan tindak lanjut, bukan sekadar perluasan cakupan skrining. Kemenkes memfokuskan tindak lanjut pada tiga faktor risiko penyakit tidak menular, yaitu hipertensi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Ketiga faktor risiko ini memicu penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Petugas kesehatan mencatat cakupan pemeriksaan tekanan darah dan indeks massa tubuh mencapai 90 persen dari sasaran hingga akhir Juli 2026. Pemeriksaan gula darah mencapai 83 persen dari sasaran pada periode yang sama. Kemenkes mulai memantau data tata laksana lanjutan dari sedikitnya 5.300 puskesmas sejak Agustus 2026, sebelum memperluas sistem ini secara nasional. Langkah ini menjawab persoalan lama, sebab banyak program skrining kesehatan berhenti pada tahap pemeriksaan saja tanpa kejelasan penanganan lanjutan bagi peserta yang ditemukan berisiko.

Program CKG berfungsi sebagai investasi kesehatan jangka panjang dan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat. Program ini membangun budaya kesehatan baru di masyarakat dan mengubah paradigma dari "mengobati saat sakit" menjadi "mencegah sebelum sakit". Pendekatan promotif dan preventif yang holistik dan berbasis kelompok sasaran ini memungkinkan tenaga kesehatan mendeteksi penyakit lebih dini dan menanganinya lebih efektif sebelum penyakit tersebut menimbulkan komplikasi berat. Pendekatan ini relevan bagi Indonesia yang masih bergulat dengan stunting, penyakit tidak menular, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan rutin.

Pun pada saat ini, masyarakat dapat mengakses layanan CKG di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama seperti Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Kemenkes mendukung pelaksanaan program ini dengan teknologi kesehatan digital melalui platform SATUSEHAT, SATUSEHAT Mobile, ASIK, dan sistem elektronik mitra kementerian lainnya. Sistem ini mengirimkan hasil pemeriksaan secara otomatis kepada peserta melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile atau WhatsApp dalam bentuk Rapor Kesehatan setelah tenaga kesehatan menginput data pelayanan.

Kemenkes juga memperkuat pemeriksaan kesehatan bagi siswa baru menjelang tahun ajaran baru melalui program CKG dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026. Program ini mencakup pemeriksaan aspek gizi, kesehatan indra, dan kesehatan umum bagi murid baru dari jenjang SD hingga SMA. Orang tua mendaftarkan anak melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile untuk jenjang SD dan SMP, sedangkan siswa SMA dan SMK dapat mendaftar secara mandiri. Sekolah kemudian bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk pelaksanaan pemeriksaan fisik di lokasi. Dokumentasi data CKG yang lengkap dan terintegrasi akan membentuk basis data kesehatan nasional yang bermanfaat bagi perencanaan kesehatan, penyusunan kebijakan gizi yang tepat sasaran, pemetaan penyakit, dan pengambilan keputusan berbasis bukti ilmiah.

Meski begitu, di samping pelbagai capaian positifnya, program CKG masih menghadapi sejumlah tantangan meski angka partisipasi terus meningkat. Sebagian masyarakat masih menganggap pemeriksaan kesehatan hanya perlu dilakukan ketika sakit sehingga mereka enggan menjalani pemeriksaan rutin. Padahal, penyakit tidak menular berkembang secara perlahan akibat gaya hidup yang tidak sehat. Sebagian masyarakat juga masih kurang memahami tujuan dan manfaat program CKG.

Pemerintah masih menghadapi tantangan pemerataan fasilitas sarana dan prasarana kesehatan, mulai dari ruang pelayanan, alat kesehatan, hingga tenaga kesehatan dan tenaga pendukung, terutama di daerah terpencil. Tindak lanjut hasil pemeriksaan juga memerlukan perhatian serius. Langkah Kemenkes memperkuat pemantauan tata laksana di 5.300 puskesmas sejak Agustus 2026 menjadi kunci agar hasil skrining benar-benar berujung pada perbaikan kesehatan, bukan sekadar berhenti pada selembar hasil pemeriksaan.

CKG sebagai Investasi Jangka Panjang

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Program Cek Kesehatan Gratis bukan sekadar layanan kesehatan gratis, melainkan investasi pembangunan manusia. Bonus demografi hanya akan menguntungkan Indonesia jika penduduknya sehat. CKG menemukan risiko kesehatan sebelum berkembang menjadi penyakit berat atau komplikasi sehingga menekan biaya kesehatan jangka panjang. Program ini sekaligus menjadi instrumen menjaga kualitas SDM sejak dini dan mengubah cara pandang masyarakat terhadap kesehatan.

Keberhasilan program CKG membutuhkan dukungan dan komitmen dari pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, sebab kesehatan bukan hanya kebutuhan pribadi, melainkan fondasi penting pembangunan bangsa. Tenaga kesehatan memegang peran krusial dalam mengubah data hasil pemeriksaan menjadi perubahan perilaku nyata di masyarakat. Mereka mendorong masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga pola makan, berolahraga, dan menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala hingga masyarakat meyakini bahwa mereka sehat karena rutin memeriksakan kesehatan.

Sinergi semua pihak dan tren capaian yang terus meningkat sepanjang 2026 membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk hidup sehat, unggul, dan produktif. Program ini sekaligus menjadi investasi negara untuk melindungi bonus demografi Indonesia dari ancaman penyakit kronis di masa depan.

Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 membutuhkan lebih dari sekadar peningkatan kualitas pendidikan dan penguasaan teknologi. Generasi unggul harus berdiri di atas fondasi kesehatan yang kuat. Program Cek Kesehatan Gratis menjadi investasi preventif yang meningkatkan kualitas SDM dan memastikan masyarakat Indonesia tetap sehat, produktif, dan mampu berkontribusi optimal dalam pembangunan bangsa. Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Daftar Pustaka

Sumber resmi pemerintah

Media massa nasional

Regulasi

  • Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025 tentang Pemeriksaan Kesehatan Gratis.

Data survei

  • Kementerian Kesehatan RI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)