73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

8 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

  • Kemenkes mencatat 73,8 juta peserta Cek Kesehatan Gratis hingga 31 Juli 2026, melampaui total capaian 70 juta peserta sepanjang tahun 2025.

  • Pemerintah menargetkan cakupan CKG nasional 2026 sebesar 130.799.343 orang, dengan sejumlah daerah seperti Kabupaten Lebak sudah melampaui target tahunannya.

AYOBANDUNG.ID Indonesia menyongsong tahun 2045 sebagai momen bersejarah bagi bangsa. Pemerintah mengusung visi Indonesia Emas 2045 dengan slogan "Mewujudkan Indonesia menjadi negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur". Pemerintah menempatkan sumber daya manusia yang unggul, sehat, cerdas, dan menguasai teknologi sebagai salah satu pilar utama visi tersebut.

Kualitas SDM unggul membutuhkan fondasi kesehatan yang kuat. Namun masyarakat masih memegang paradigma "berobat saat sakit" dibandingkan "menjaga kesehatan sebelum sakit". Arus globalisasi dan modernisasi turut mengubah gaya hidup masyarakat sehingga memengaruhi status kesehatan mereka.

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mengungkap sejumlah tantangan kesehatan pada tiap kelompok usia. Balita menghadapi masalah stunting, wasting, dan penyakit jantung bawaan. Remaja menghadapi perilaku merokok dan gangguan kesehatan mental. Kelompok dewasa dan lansia menghadapi tingginya kasus hipertensi, obesitas, diabetes, dan penyakit tidak menular lainnya. Data ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat menyimpan faktor risiko penyakit yang belum terdeteksi sejak dini. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan produktivitas dan mengurangi kualitas SDM Indonesia di masa depan.

Kemenkes Catat Lonjakan Peserta Sepanjang 2026

Pemerintah meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada Februari 2025 sebagai bagian dari Asta Cita dengan sasaran "Terwujudnya Kesehatan untuk Semua" dalam RPJMN 2025-2029. Memasuki pertengahan 2026, program ini menunjukkan hasil yang signifikan.

Kementerian Kesehatan mencatat 73,8 juta penduduk mengikuti CKG hingga 31 Juli 2026. Angka ini melampaui capaian sepanjang tahun 2025 yang mencatatkan 70 juta peserta. Dari total tersebut, 62,7 juta orang mengikuti skrining melalui puskesmas dan kegiatan komunitas, sedangkan 11,1 juta orang merupakan anak usia sekolah.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, memaparkan lonjakan paling mencolok terjadi pada kelompok dewasa dan lansia. Peserta dewasa naik dari 12 juta orang pada 2025 menjadi 43 juta orang pada 2026. Peserta lansia naik dari 2,4 juta orang menjadi 9,7 juta orang pada periode yang sama. Provinsi Gorontalo mencatatkan persentase cakupan tertinggi secara nasional, yaitu 48 persen dari total penduduknya.

Pemerintah menetapkan target cakupan CKG nasional tahun 2026 sebesar 130.799.343 orang, setara 46 persen dari total penduduk Indonesia. Sejumlah daerah bahkan sudah melampaui target tahunannya. Kabupaten Lebak, Banten, misalnya, telah menjangkau 692.747 warga per 18 Agustus 2026. Angka tersebut setara 100,17 persen dari target CKG 2026 di wilayah tersebut.

Selain itu, Kementerian Kesehatan menetapkan CKG bagi seluruh kelompok sasaran melalui KepMenKes RI Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025. Regulasi ini mencakup bayi baru lahir usia 2 hari, balita dan anak prasekolah usia 1 sampai 6 tahun, anak usia sekolah dan remaja usia 7 sampai 17 tahun, orang dewasa usia 18 sampai 59 tahun, hingga lansia usia di atas 60 tahun. Kemenkes menyesuaikan lingkup pemeriksaan dengan kategori usia masing-masing.

Tenaga kesehatan memeriksa bayi baru lahir untuk mendeteksi kelainan bawaan dan memantau pertumbuhan bayi sejak dini. Petugas puskesmas menyaring balita dan anak prasekolah untuk mendeteksi TBC, talasemia, dan risiko diabetes. Tim kesehatan menangani anak usia sekolah dan remaja dengan fokus pada perilaku merokok, anemia pada remaja putri, serta kesehatan mental dan reproduksi. Petugas kesehatan mendeteksi hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, kanker, gangguan ginjal, penyakit paru, dan hepatitis pada kelompok dewasa dan lansia.

Alihkan Fokus ke Tindak Lanjut Hasil Skrining

Pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga di UPTD Puskesmas Puter, Kota Bandung, Senin 10 Februari 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga di UPTD Puskesmas Puter, Kota Bandung, Senin 10 Februari 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pemerintah membedakan pelaksanaan CKG tahun 2026 dari tahun sebelumnya melalui penguatan tindak lanjut, bukan sekadar perluasan cakupan skrining. Kemenkes memfokuskan tindak lanjut pada tiga faktor risiko penyakit tidak menular, yaitu hipertensi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Ketiga faktor risiko ini memicu penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Petugas kesehatan mencatat cakupan pemeriksaan tekanan darah dan indeks massa tubuh mencapai 90 persen dari sasaran hingga akhir Juli 2026. Pemeriksaan gula darah mencapai 83 persen dari sasaran pada periode yang sama. Kemenkes mulai memantau data tata laksana lanjutan dari sedikitnya 5.300 puskesmas sejak Agustus 2026, sebelum memperluas sistem ini secara nasional. Langkah ini menjawab persoalan lama, sebab banyak program skrining kesehatan berhenti pada tahap pemeriksaan saja tanpa kejelasan penanganan lanjutan bagi peserta yang ditemukan berisiko.

Program CKG berfungsi sebagai investasi kesehatan jangka panjang dan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat. Program ini membangun budaya kesehatan baru di masyarakat dan mengubah paradigma dari "mengobati saat sakit" menjadi "mencegah sebelum sakit". Pendekatan promotif dan preventif yang holistik dan berbasis kelompok sasaran ini memungkinkan tenaga kesehatan mendeteksi penyakit lebih dini dan menanganinya lebih efektif sebelum penyakit tersebut menimbulkan komplikasi berat. Pendekatan ini relevan bagi Indonesia yang masih bergulat dengan stunting, penyakit tidak menular, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan rutin.

Pun pada saat ini, masyarakat dapat mengakses layanan CKG di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama seperti Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Kemenkes mendukung pelaksanaan program ini dengan teknologi kesehatan digital melalui platform SATUSEHAT, SATUSEHAT Mobile, ASIK, dan sistem elektronik mitra kementerian lainnya. Sistem ini mengirimkan hasil pemeriksaan secara otomatis kepada peserta melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile atau WhatsApp dalam bentuk Rapor Kesehatan setelah tenaga kesehatan menginput data pelayanan.

Kemenkes juga memperkuat pemeriksaan kesehatan bagi siswa baru menjelang tahun ajaran baru melalui program CKG dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026. Program ini mencakup pemeriksaan aspek gizi, kesehatan indra, dan kesehatan umum bagi murid baru dari jenjang SD hingga SMA. Orang tua mendaftarkan anak melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile untuk jenjang SD dan SMP, sedangkan siswa SMA dan SMK dapat mendaftar secara mandiri. Sekolah kemudian bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk pelaksanaan pemeriksaan fisik di lokasi. Dokumentasi data CKG yang lengkap dan terintegrasi akan membentuk basis data kesehatan nasional yang bermanfaat bagi perencanaan kesehatan, penyusunan kebijakan gizi yang tepat sasaran, pemetaan penyakit, dan pengambilan keputusan berbasis bukti ilmiah.

Meski begitu, di samping pelbagai capaian positifnya, program CKG masih menghadapi sejumlah tantangan meski angka partisipasi terus meningkat. Sebagian masyarakat masih menganggap pemeriksaan kesehatan hanya perlu dilakukan ketika sakit sehingga mereka enggan menjalani pemeriksaan rutin. Padahal, penyakit tidak menular berkembang secara perlahan akibat gaya hidup yang tidak sehat. Sebagian masyarakat juga masih kurang memahami tujuan dan manfaat program CKG.

Pemerintah masih menghadapi tantangan pemerataan fasilitas sarana dan prasarana kesehatan, mulai dari ruang pelayanan, alat kesehatan, hingga tenaga kesehatan dan tenaga pendukung, terutama di daerah terpencil. Tindak lanjut hasil pemeriksaan juga memerlukan perhatian serius. Langkah Kemenkes memperkuat pemantauan tata laksana di 5.300 puskesmas sejak Agustus 2026 menjadi kunci agar hasil skrining benar-benar berujung pada perbaikan kesehatan, bukan sekadar berhenti pada selembar hasil pemeriksaan.

CKG sebagai Investasi Jangka Panjang

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Program Cek Kesehatan Gratis bukan sekadar layanan kesehatan gratis, melainkan investasi pembangunan manusia. Bonus demografi hanya akan menguntungkan Indonesia jika penduduknya sehat. CKG menemukan risiko kesehatan sebelum berkembang menjadi penyakit berat atau komplikasi sehingga menekan biaya kesehatan jangka panjang. Program ini sekaligus menjadi instrumen menjaga kualitas SDM sejak dini dan mengubah cara pandang masyarakat terhadap kesehatan.

Keberhasilan program CKG membutuhkan dukungan dan komitmen dari pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, sebab kesehatan bukan hanya kebutuhan pribadi, melainkan fondasi penting pembangunan bangsa. Tenaga kesehatan memegang peran krusial dalam mengubah data hasil pemeriksaan menjadi perubahan perilaku nyata di masyarakat. Mereka mendorong masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga pola makan, berolahraga, dan menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala hingga masyarakat meyakini bahwa mereka sehat karena rutin memeriksakan kesehatan.

Sinergi semua pihak dan tren capaian yang terus meningkat sepanjang 2026 membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk hidup sehat, unggul, dan produktif. Program ini sekaligus menjadi investasi negara untuk melindungi bonus demografi Indonesia dari ancaman penyakit kronis di masa depan.

Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 membutuhkan lebih dari sekadar peningkatan kualitas pendidikan dan penguasaan teknologi. Generasi unggul harus berdiri di atas fondasi kesehatan yang kuat. Program Cek Kesehatan Gratis menjadi investasi preventif yang meningkatkan kualitas SDM dan memastikan masyarakat Indonesia tetap sehat, produktif, dan mampu berkontribusi optimal dalam pembangunan bangsa. Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Daftar Pustaka

Sumber resmi pemerintah

Media massa nasional

Regulasi

  • Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025 tentang Pemeriksaan Kesehatan Gratis.

Data survei

  • Kementerian Kesehatan RI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Agu 2026, 08:00

Proyek Strategis Nasional Bersama dengan Militer, Menuju Indonesia Emas 2045?

Peran militer dalam berjalannya Proyek Strategis Nasional patut diapresiasi atau diantisipasi?

Masa Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang. (Sumber: menpan.go.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ikon 27 Agu 2026, 13:40

Gedung Sate Cikajang Garut, Bangunan Unik di Tengah Perkebunan Teh

Di pelosok Cikajang, Garut, berdiri Gedung Sate Cikajang yang dibuat mirip ikon Jawa Barat dan digunakan untuk kegiatan warga.

Bangunan miniatur Gedung Sate di Cikajang, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 10:01

Mata Ini Menjadi Berharga di Hadapan Kyai Umar

Cerpen berdasarkan kisah nyata kehidupan Kyai Ahmad Umar Abdul Manan, pendiri Pondok Pesantren Al Muayyad Surakarta.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 08:34

Full Depth Reclamation (FDR) sebagai Solusi Infrastruktur Jalan Berkelanjutan

Full Depth Reclamation (FDR) adalah metode rehabilitasi jalan berkelanjutan yang memanfaatkan material lama untuk memperkuat jalan, mengurangi limbah, menekan biaya, dan memperpanjang umur layanan.

ilustrasi (Sumber: - | Foto: -)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 20:21

Pengalaman Berburu Kopi di Warung, Toko dan Pabrik Kopi Tua di Kota Bandung

Menjelajahi aroma kopi legendaris Bandung! Simak keseruan berburu racikan kopi terbaik mulai dari warung legendaris, toko bersejarah, hingga pabrik kopi tua yang masih kokoh berdiri di Paris van Java.

Warung Kopi Purnama di Jalan Braga, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 19:10

Festival Film Bandung: Konsisten Merawat Apresiasi Perfilman Indonesia

Festival Film Bandung bukan sekadar seremoni tahunan. Selama hampir empat dekade, FFB telah menjadi bagian dari perjalanan perfilman Indonesia.

Para penerima Penghargaan Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 2026 berfoto bersama usai acara penganugerahan. (Foto: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 17:37

Selamat Tinggal Terminal Cicaheum, Selamat Tinggal ‘Warnas Bi Yayah’ dan ‘JPO Preman Pensiun’

Terminal ini dilekatkan dengan tokoh-tokoh preman jalanan, pencopet, hingga aktivitas terminal sehari-hari di Bandung.

Warung nasi Bi Yayah. Ya, yang kedua, warung nasi milik Yuli Yumiati atau yang memerankan tokoh Bi Yayah di sinetron “Preman Pensiun” ikut terkenal seiring popularitas sinetron ini. (Sumber: Facebook)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 15:18

Jejak 'Mak Nyus' Sunda di Ibu Kota: Telaah Historis dan Kurasi Kuliner Jawa Barat Pilihan Bondan Winarno

Masakan Sunda bukan sekadar hidangan pelengkap, melainkan bagian penting dari identitas rasa yang turut membentuk selera masyarakat metropolitan.

Hidangan dari Dapur Sunda, Jl. Cipete Raya No.13, Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan. (Sumber: Google Review | Foto: merry silviani)
Sejarah 26 Agu 2026, 13:54

Sejarah Gedung Sate Bandung, Jejak Kolonial yang Bertahan Lebih dari Seabad

Gedung Sate dibangun pada 1920 sebagai pusat pemerintahan kolonial. Simak sejarahnya hingga menjadi ikon Jawa Barat.

Baris berbaris serdadu wanita KNIL di area Gedung Sate pada tahun 1949. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 26 Agu 2026, 12:42

Jelajah Goa Sunyaragi, Labirin Batu Karang di Jantung Kota Cirebon

Jelajahi Goa Sunyaragi Cirebon, kompleks bersejarah dengan lorong batu karang, arsitektur unik, tiket masuk, dan tips berkunjung.

Wisata Goa Sunyaragi Cirebon. (Sumber: Instagram @goasunyaragi)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 12:23

Peringkat Nabi Muhammad saw. Dalam Kasus Tabloid Monitor Tahun 1990

Kisah tahun 1990 ini, berawal dari survei 50 tokoh yang dikagumi oleh pembaca tabloid Monitor dan memunculkan demonstrasi masyarakat

Klarifikasi dan permintaan Tabloid Monitor atas edisi 15 Oktober 1990 yang kontroversial. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 10:28

Pasar Baru Bandung dan Penyakit 'Kota Branding'

Upaya pem-branding-an memang penting. Kota perlu dikenal. Kawasan perlu memiliki daya tarik. Tetapi, branding hanyalah lapisan paling luar dari sebuah ekosistem. 

Pasar Baru Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Regia Ramadhina Revalgian/Magang)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 08:44

Jika Pohon-Pohon di Kalimantan Bisa Bernyanyi dan Hewan di Dalamnya Bisa Bicara

Manusia seringkali lupa bahwa di bumi ini mereka hidup tidak sendirian melainkan berdampingan dengan mahluk hidup lainnya yang juga harus dijaga kelestariannya.

Orang utan di hutan Kalimantan. (Sumber: Pexels | Foto: Tim Morgan)