Pengalaman Berburu Kopi di Warung, Toko dan Pabrik Kopi Tua di Kota Bandung

5 menit baca
R.M.A. Ahmad Said Widodo
Ditulis oleh R.M.A. Ahmad Said Widodo diterbitkan
Warung Kopi Purnama di Jalan Braga, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Warung Kopi Purnama di Jalan Braga, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Tak seberapa jauh dari Warung Kopi Purnama terdapat Toko dan Pabrik Kopi Aroma yang didikan oleh Tan Houw Sian di Jl. Bancuey No. 51, Braga, Sumur Bandung, Kota Bandung, pada tahun 1930.

  • Dari nama-nama tersebut tadi, maka Kopi Aroma Bandung dan Javaco Koffie membuat bungkus kopi dengan logo berupa bangunan pabrik dan sekaligus tokonya.

Aku rutin jalan-jalan sendirian minimal sebulan sekali berangkat dari Purwakarta ke Bandung hanya untuk membeli kopi kesukaanku. Aku sengaja berangkat seawal dan sepagi mungkin biar udara masih bersih dari polusi dan tidak terhalang oleh kemacetan arus lalu lintas. Kadang-kadang aku pergi berdua bersama sopirku dan kadang-kadang pergi bersama isteriku, anakku dan sopirku.

Kalau aku pergi bersama keluarga, tentu saja itu untuk jalan-jalan yang lebih jauh dan lebih lama, baik seharian penuh atau menginap beberapa hari beberapa malam. Favorit kami sekeluarga biasanya pergi ke Bandung Selatan, baik ke Cimaung, Pangalengan, Pasir Jambu, Ciwidey, maupun Rancabali. Kami malah jarang pergi ke Bandung Utara, baik ke Lembang, Cisarua, Parongpong, maupun Cimenyan karena lebih rawan kemacetan arus lalu lintas.

Di tengah mulai ramai dan riuhnya geliat pagi Kota Bandung, masih tersembunyi jejak-jejak sejarah masa lalu Bandung. Bukan dari istana megah atau benteng gagah, tapi dari aroma kopi yang tak pernah lekang oleh waktu. Tujuan pertamaku tentu saja adalah Warung Kopi Purnama (Chang Chong Se atau Silakan Mencoba) yang didirikan oleh Yong A Thong pada tahun 1930 di Jl. Alkateri No. 22, Braga, Sumur Bandung, Kota Bandung yang terkenal dengan roti srikaya, kopi hitam dan suasana vintage bergaya peranakan (kopi tiam).

Secangkir kopi Robusta hitam pekat dan panas, sepiring kecil roti srikaya kukus hangat dan 2 butir telur rebus setengah matang panas lengkap dengan bumbu garam dan merica bubuk yang terasa sedap. Aku juga sering membeli 2 botol selai srikaya yang masih fresh. Bisa juga membeli bubur ayam khas Bandung yang berada di depan mintu masuk warung. Bahkan bagiku yang namanya bubur ayam khas Bandung jadi terasa “legend”.

Tak seberapa jauh dari Warung Kopi Purnama terdapat Toko dan Pabrik Kopi Aroma yang didikan oleh Tan Houw Sian di Jl. Bancuey No. 51, Braga, Sumur Bandung, Kota Bandung, pada tahun 1930, yang kini diteruskan oleh putera tunggalnya Bapak Widya Pratama Tanara (Tan Siok Hin) sebagai generasi kedua. Aku bersahabat dengannya. Pak Widya adalah seorang suami dan ayah yang baik, ramah dan sopan.

Di depan Toko dan Pabrik Kopi Aroma, mau tidak mau, suka tidak suka, aku harus rela berdiri mengantri untuk menanti sampai tokonya buku dan melayani. Biasanya aku membeli 1, 2, 3 atau 4 kilogram kopi, masing-masing kopi Mokka Arabika dan kopi Robusta dalam kemasan 250 gram dengan harga masing-masing Rp 60.000,00 dan Rp 40.000,00. Harganya memang naik setiap beberapa tahun sekali, namun itu masih terhitung wajar saja karena aroma dan rasanya yang begitu nikmat tak terkira.

Menurut keterangan pak Widya, produk kopi dari Kopi Aroma untuk biji kopi Arabika dengan kadar air 10%-12% disimpan atau diperam selama 8 tahun dan untuk biji kopi Robusta dengan kadar air 10%-12% disimpan atau diperam selama 5 tahun. Di Kopi Aroma, setiap biji kopi disangrai dengan proses sangrai tradisional mempergunakan kayu karet tua dengan mesin sangrai manual merek Probat buatan Jerman tahun 1930. Kesemua kopi ini disangrai selama 2 jam, dimulai sejak pukul 04.00 WIB sampai dengan yang terakhir kurang lebih pukul 12.00 atau 14.00 WIB.

Tak jauh dari Toko dan Pabrik Kopi Aroma terdapat Toko dan Pabrik Kopi Kapal Selam yang didirikan oleh Khin Hin Hoo Jl. Pasar Barat No. 42, Kebon Jeruk, Andir, Kota Bandung, pada tahun 1930. Toko kopi ini sekarang dikelola oleh Yuanto Chandra sebagai generasi ketiga. Di sini menjual kopi Arabika, kopi Robusta dan kopi House Blend dari berbagai daerah (origin) di Indonesia dengan harga yang wajar dan terjangkau. Dengan suasana otentik. memiliki tema atau konsep yang unik, nama ini cukup ikonik.

Tak jauh dari Toko dan Pabrik Kopi Kapal Selam terdapat Toko dan Pabrik Javaco Koffie yang didirikan oleh Lie Khay Hoo sebagai generasi pertama pada tahun 1928 di Jl. Kebonjati No. 69, Kebon Jeruk, Andir, Kota Bandung, dilanjutkan oleh Lie Kiem Gwan sebagai generasi kedua, kemudian Antonius Widjaja sebagai generasi ketiga dan Hermanto sebagai generasi keempat.

Potongan Peta jadul yang menunjukkan lokasi Pabrik Aci “Haij Hap Liong di daerah Tjibunut Kosambi. (Sumber: YouTube/oyanspoorweg3156)
Potongan Peta jadul yang menunjukkan lokasi Pabrik Aci “Haij Hap Liong di daerah Tjibunut Kosambi. (Sumber: YouTube/oyanspoorweg3156)

Di sini menjual kopi Arabika, kopi Robusta, kopi Melange (kopi Robusta grade 1 yang memiliki sedikit rasa dan aroma kayu manis), kopi Tip Top yang biasanya merupakan campuran kopi (House Blend) antara kopi Arabika dan kopi Robusta yang diproses dengan resep khusus dengan kopi Robusta grade 2, menghasilkan cita rasa yang khas dan konsisten. Toko dan Pabrik Javaco Koffie mengusung konsep klasik atau vintage dari namanya.

Tak jauh dari Toko dan Pabrik Javaco Koffie terdapat Toko dan Pabrik Kopi Malabar yang didirikan pada tahun 1920-an di Jl. Gardujati No. 27, Kebon Jeruk, Andir, Kota Bandung. Seperti biasanya jika mau beli kita tidak perlu antri, kita hanya tinggal ketuk pintu saja dan nanti akan dibuka oleh Rudi Kurnia Halim. Kita bisa beli kopi Arabika atau kopi Robusta. Toko dan Pabrik Kopi Malabar menyajikan kopi khas dengan suasana kuno, terinspirasi kawasan pegunungan Malabar, Pangalengan, Bandung.

Tak jauh dari Toko dan Pabrik Kopi Malabar terdapat Toko dan Pabrik Kopi Tjia Lie Hong yang didirikan oleh Tjia Lie Hong di Jl. Jend. Sudirman No. 165-167, Karanganyar, Astanaanyar, Kota Bandung, yang pada bagian lantai atasnya digunakan untuk tempat pub (karaoke televisi), karaoke music lounge Hollywood. Di sini kita bisa membeli kopi Arabika dan kopi Robusta sesuai yang kita inginkan. Toko dan Pabrik Kopi Tjia Lie Hong, nama yang kuat nuansa etnik Tionghoa tadisional tempat klasik atau heritage.

Dari nama-nama tersebut tadi, maka Kopi Aroma Bandung dan Javaco Koffie membuat bungkus kopi dengan logo berupa bangunan pabrik dan sekaligus tokonya. Tentu saja ini sangat ikonik dan menjadi daya tarik karena bangunan pabrik dan toko masuk ke dalam Cagar Budaya (herirage) Kota Bandung.

Jejak kopi Bandung akan selalu menyambut siapa saja yang mau berjalan menembus waktu, melintas masa dan menyeberang zaman. Terutama bagi yang suka pada suasana bangunan-bangunan tua, mesin-mesin sangrai tua, mesin-mesin giling tua dan kertas-kertas bungkus tua. Selamat datang di Bandung – kota dengan aroma kopi yang tak pernah hilang, tak lekang oleh zaman. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

R.M.A. Ahmad Said Widodo
Peneliti dan Penulis Sejarah Purwakarta, Subang dan Karawang (2001-sekarang) Penemu Besluit Hari Jadi Purwakarta, 20 Juli 1831. Penulis 26 judul buku.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Agu 2026, 20:21

Pengalaman Berburu Kopi di Warung, Toko dan Pabrik Kopi Tua di Kota Bandung

Menjelajahi aroma kopi legendaris Bandung! Simak keseruan berburu racikan kopi terbaik mulai dari warung legendaris, toko bersejarah, hingga pabrik kopi tua yang masih kokoh berdiri di Paris van Java.

Warung Kopi Purnama di Jalan Braga, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 19:10

Festival Film Bandung: Konsisten Merawat Apresiasi Perfilman Indonesia

Festival Film Bandung bukan sekadar seremoni tahunan. Selama hampir empat dekade, FFB telah menjadi bagian dari perjalanan perfilman Indonesia.

Para penerima Penghargaan Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 2026 berfoto bersama usai acara penganugerahan. (Foto: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 17:37

Selamat Tinggal Terminal Cicaheum, Selamat Tinggal ‘Warnas Bi Yayah’ dan ‘JPO Preman Pensiun’

Terminal ini dilekatkan dengan tokoh-tokoh preman jalanan, pencopet, hingga aktivitas terminal sehari-hari di Bandung.

Warung nasi Bi Yayah. Ya, yang kedua, warung nasi milik Yuli Yumiati atau yang memerankan tokoh Bi Yayah di sinetron “Preman Pensiun” ikut terkenal seiring popularitas sinetron ini. (Sumber: Facebook)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 15:18

Jejak 'Mak Nyus' Sunda di Ibu Kota: Telaah Historis dan Kurasi Kuliner Jawa Barat Pilihan Bondan Winarno

Masakan Sunda bukan sekadar hidangan pelengkap, melainkan bagian penting dari identitas rasa yang turut membentuk selera masyarakat metropolitan.

Hidangan dari Dapur Sunda, Jl. Cipete Raya No.13, Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan. (Sumber: Google Review | Foto: merry silviani)
Sejarah 26 Agu 2026, 13:54

Sejarah Gedung Sate Bandung, Jejak Kolonial yang Bertahan Lebih dari Seabad

Gedung Sate dibangun pada 1920 sebagai pusat pemerintahan kolonial. Simak sejarahnya hingga menjadi ikon Jawa Barat.

Baris berbaris serdadu wanita KNIL di area Gedung Sate pada tahun 1949. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 26 Agu 2026, 12:42

Jelajah Goa Sunyaragi, Labirin Batu Karang di Jantung Kota Cirebon

Jelajahi Goa Sunyaragi Cirebon, kompleks bersejarah dengan lorong batu karang, arsitektur unik, tiket masuk, dan tips berkunjung.

Wisata Goa Sunyaragi Cirebon. (Sumber: Instagram @goasunyaragi)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 12:23

Peringkat Nabi Muhammad saw. Dalam Kasus Tabloid Monitor Tahun 1990

Kisah tahun 1990 ini, berawal dari survei 50 tokoh yang dikagumi oleh pembaca tabloid Monitor dan memunculkan demonstrasi masyarakat

Klarifikasi dan permintaan Tabloid Monitor atas edisi 15 Oktober 1990 yang kontroversial. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 10:28

Pasar Baru Bandung dan Penyakit 'Kota Branding'

Upaya pem-branding-an memang penting. Kota perlu dikenal. Kawasan perlu memiliki daya tarik. Tetapi, branding hanyalah lapisan paling luar dari sebuah ekosistem. 

Pasar Baru Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Regia Ramadhina Revalgian/Magang)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 08:44

Jika Pohon-Pohon di Kalimantan Bisa Bernyanyi dan Hewan di Dalamnya Bisa Bicara

Manusia seringkali lupa bahwa di bumi ini mereka hidup tidak sendirian melainkan berdampingan dengan mahluk hidup lainnya yang juga harus dijaga kelestariannya.

Orang utan di hutan Kalimantan. (Sumber: Pexels | Foto: Tim Morgan)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 07:38

Nama, Doa, dan Ikhtiar

Yang membuat nama menjadi bermakna bukan hanya rangkaian hurufnya. Ada harapan orang tua, perjalanan hidup yang mengiringinya, dan tanggung jawab pemilik nama untuk menjadikan doa sebagai kehidupan.

Ilustrasi nama orang sunda yang sudah hampir punah. (Sumber: Pixabay by Pexels)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 18:01

Mengurangi Emisi Karbon Semen Lewat Campuran Bubuk Basalt

Produksi semen konvensional menyumbang emisi karbon dunia secara signifikan. Penggunaan bubuk basalt dapat menggantikan sebagian porsi semen konvensional tanpa merusak karakteristiknya.

Ilustrasi utama, semen konvensional (semen OPC) (Foto: Tunas Niaga Konstruksindo)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 16:57

Harga Daging Ayam Melambung Tinggi, Simalakama Makanan Bergizi

Masalah klasik peternakan rakyat terkait dengan pakan dan pengadaan bibit ayam perlu segera dibenahi.

Ilustrasi pedagang daging ayam di pasar tradisional (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)