Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

3 menit baca
R.M.A. Ahmad Said Widodo
Ditulis oleh R.M.A. Ahmad Said Widodo diterbitkan
Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Berburu buku menjadi bagian paling membahagiakan dari masa kuliah di Bandung. Pasar Buku Palasari, Cikapundung, dan pasar loak menjadi tempat berburu buku tua dan buku baru.

  • Buku murah menjadi harta berharga bagi seorang kutu buku. Ia rela menghabiskan uang saku untuk membeli buku, bahkan pernah mendapatkan tiga buku hanya dengan Rp10.000.

  • Jejak toko buku tua Bandung menyimpan sejarah yang perlahan menghilang. Dari Palasari, Al-Ma'arif, Djawa, hingga Sumur Bandung, sebagian masih bertahan, sementara lainnya telah tutup atau berubah fungsi.

Ketika aku tamat SMA dan berhasil melanjutlan pendidikan ke sebuah perguruan tinggi negeri (kedinasan) di Kota Bandung, maka 100% buku-buku kuliahku aku beli semua di Pasar Buku Palasari. Setiap hari setelah pulang kuliah, aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru dengan berkeliling Kota Bandung dari ujung ke ujung, termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung, terutama di Cikapundung.

Pokoknya pengalaman itu adalah yang saat-saat yang paling membahagiakan, bagaikan musafir di padang pasir yang menemukan oasis segar di bawah naungan pepohonan kurma. Sejujurnya aku memang seorang kutu buku dan ‘penggila’ buku-buku sejak masih SD. Bahkan semenjak aku kuliah di Bandung, aku banyak menghabiskan uang saku bulanan untuk belanja buku, bukan belanja makanan atau pakaian.

Aku masih ingat sekali bebarapa kali masuk ke toko buku yang sedang ada ‘cuci gudang’, kadang-kadang aku bisa mendapatkan 3 buah buku dengan harga Rp 10.000,00 saja, bahkan harganya bisa lebih rendah lagi. Aku tak peduli, apakah itu buku lama dan usang atau buku baru, pokoknya selama dan sepanjang belum aku baca, maka aku anggap semua itu sebagai buku baru.

Sebagai contoh saja aku pernah membali buku Pengantar Pengetahuan Alat Musik karya Pono Banoe (terakhir Prof. Dr. Pono Banoe, MA., D.Mus.Ed.) di Toko Buk Karya Nusantara (kalau tidak salah, mohon maaf aku lupa namanya) dan buku Kapita Selekta Kedokteran di Pasar Buku Palasari.

Sebagai nostalgia kenangan lama akan penerbit-penerbit dan toko-toko buku tertua di Bandung---baik yang masih beroperasi maupun yang sudah tutup lengkap dengan kondisi saat ini:

  • Pasar Buku Palasari (sejak 1958--1980-an). Pusat buku akademik dan bekas yang masih sangat hidup hingga kini.

  • Toko Buku Al-Ma'arif (Alma Arif). Penerbit dan Toko Buku Al-Ma'arif di Bandung merupakan salah satu penerbit legendaris yang berdiri sejak tahun 1948.

  • Toko Buku Djawa (Jalan Braga). Beroperasi sejak kolonial, tutup sekitar 2015 dan sejak 2017 bangunannya beralih fungsi menjadi Kopi Toko Djawa, sebuah kedai kopi sambil tetap mempertahankan nuansa lawas.

  • Toko Buku Ichtiar Baru van Hoeve (d.h. N.V. Uitgeverij W. van Hoeve. Alamat di Bandung masa kolonial diduga berlokasi di pusat kota, namun detail alamat spesifik tidak tercantum dalam sumber arsip. Yang pasti, penerbit pertama beroperasi sejak 1930-an di Bandung. Ditutup tahun 1957, muncul kembali 1974 di Jakarta sebagai PT Ichtiar Baru van Hoeve.

  • Toko Buku Maranatha. Sejak 1962, dikenal sebagai penerbit dan toko komik lokal, bertahan walau pasar komik lokal menurun. Saat ini masih buka dan menjual komik Indonesia klasik.

  • Toko Buku Merpati. Berdiri sejak 1950-an dan masih bertahan hingga kini, diurus oleh 'Bu Asih' dengan sistem konsinyasi dan literasi sebagai prioritas

  • Toko Buku N.V. Masa Baru/Ganaco (d.h. A.C. Nix dan Co.). Didirikan awal 1900-an, terkenal dengan buku-buku Hindia-Belanda. Sudah tidak beroperasi sebagai toko buku dan dikosongkan sejak lama.

  • Toko Buku Nusa Cendana. Salah satu dari toko buku di Braga yang bertahan paling lama. Saat ini telah berubah menjadi Indische Cafe, kafe bergaya kolonial dengan interior toko lama.

  • Toko Buku Pustaka. Legendaris sejak 1980an, dikenal lewat buku budaya dan agama. Terhenti sekitar 2018 setelah asetnya dijual.

  • Toko Buku Sumur Bandung (d.h. N.V. Mij. Vorkink), berdiri sejak tahun 1896 sebagai penerbit, percetakan dan toko buku. Setelah kemerdekaan Indonesia, berubah nama menjadi Sumur Bandung. Kini bangunannya masih berdiri di Jalan Braga, tapi sudah bukan toko buku lagi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

R.M.A. Ahmad Said Widodo
Peneliti dan Penulis Sejarah Purwakarta, Subang dan Karawang (2001-sekarang) Penemu Besluit Hari Jadi Purwakarta, 20 Juli 1831. Penulis 27 judul buku.

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)