Peringkat Nabi Muhammad saw. Dalam Kasus Tabloid Monitor Tahun 1990

4 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Klarifikasi dan permintaan Tabloid Monitor atas edisi 15 Oktober 1990 yang kontroversial. (Sumber: Istimewa)
Klarifikasi dan permintaan Tabloid Monitor atas edisi 15 Oktober 1990 yang kontroversial. (Sumber: Istimewa)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Kasus Tabloid Monitor memuat hasil angket pembaca pada edisi 15 Oktober 1990. Angket mencatat 50 tokoh yang paling dikagumi oleh para pembaca. Posisi Arswendo berada di posisi 10 dan Nabi Muhammad saw. berada di posisi 11.

  • Akibat kontroversi tersebut, pemerintah melalui Departemen Penerangan mencabut Surat Izin Usaha Penerbitan Pers atau SIUPP Tabloid Monitor.

  • Kasus ini berujung pada pencabutan izin terbit Tabloid Monitor dan hukuman penjara terhadap Arswendo.

Kasus Tabloid Monitor memuat hasil angket pembaca pada edisi 15 Oktober 1990. Angket mencatat 50 tokoh yang paling dikagumi oleh para pembaca. Posisi Arswendo berada di posisi 10 dan Nabi Muhammad saw. berada di posisi 11. Jajak pendapat ini dibuat untuk menaikkan tiras atau jumlah penjualan majalah. Umat Islam merasa tersinggung dengan urutan tokoh dalam hasil angket tersebut. Publikasi ini memicu reaksi keras dari sebagian besar umat Islam di Indonesia karena dianggap merendahkan dan tidak menghormati kedudukan Nabi Muhammad saw. sebagai tokoh sentral dalam ajaran Islam. Demonstrasi dan protes besar terjadi dari berbagai kalangan masyarakat dengan mendatangi Kantor redaksi tabloid Monitor di Jakarta.

Pemerintah Orde Baru melalui Departemen Penerangan mencabut SIUP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) milik Monitor sehingga tabloid tersebut ditutup. Pemimpin redaksinya, Arswendo Atmowiloto diproses secara hukum dan ditahan. Ia didakwa melanggar Pasal 156 dan 157 KUHP tentang penodaan agama serta UU Pokok Pers. Pengadilan menjatuhkan vonis hukuman 5 tahun penjara kepada Arswendo pada tahun 1990. Setelah menjalani masa tahanan, Arswendo bebas dan kembali aktif di dunia kreatif serta penulisan hingga akhir hayatnya.

Kasus Tabloid Monitor pada tahun 1990 terjadi sebagai dampak dari hasil jajak pendapat pembaca bertajuk "Kagum Rp 5 Juta" yang menempatkan Pemimpin redaksinya, Arswendo Atmowiloto di peringkat ke-10, tepat satu perngkat di atas Nabi Muhammad saw. Daftar peringkat lima besarnya adalah :

1. Soeharto (Presiden RI ketika itu)

2. B.J. Habibie

3. Soekarno

4. Iwan Fals

5. Zainuddin MZ.

Dari sudut pandang sosial dan budaya, kasus ini menunjukkan betapa sensitifnya isu yang berkaitan dengan simbol dan figur keagamaan di masyarakat Indonesia. Sebagai negara yang memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia, penghormatan terhadap Nabi Muhammad saw. merupakan bagian penting dari kehidupan beragama. Oleh karena itu, banyak pihak menilai bahwa penyajian hasil survei tersebut tidak mempertimbangkan aspek etika, sensitivitas agama, dan dampak sosial yang mungkin timbul.

Tabloid Monitor edisi 21 Oktober 1990, yang memuat klarifikasi atas publikasi mereka seminggu sebelumnya. (Sumber: Istimewa)
Tabloid Monitor edisi 21 Oktober 1990, yang memuat klarifikasi atas publikasi mereka seminggu sebelumnya. (Sumber: Istimewa)

Dari perspektif jurnalistik, kasus Tabloid Monitor menjadi pelajaran penting mengenai tanggung jawab media dalam menyajikan informasi. Kebebasan pers memang merupakan prinsip yang penting dalam masyarakat demokratis, tetapi kebebasan tersebut juga harus disertai dengan tanggung jawab sosial. Media perlu mempertimbangkan konteks budaya, nilai-nilai masyarakat, dan potensi dampak pemberitaan terhadap stabilitas sosial. Dalam kasus ini, banyak kalangan menilai bahwa redaksi kurang cermat dalam menyeleksi dan menyajikan hasil jajak pendapat sehingga menimbulkan kesalahpahaman dan kemarahan publik.

Akibat kontroversi tersebut, pemerintah melalui Departemen Penerangan mencabut Surat Izin Usaha Penerbitan Pers atau SIUPP Tabloid Monitor. Arswendo Atmowiloto juga diproses secara hukum dan dijatuhi hukuman penjara. Peristiwa ini menjadi salah satu kasus paling terkenal dalam sejarah pers Indonesia pada masa Orde Baru. Selain menunjukkan batas-batas kebebasan pers pada masa itu, kasus ini juga memperlihatkan bagaimana tekanan sosial dan politik dapat memengaruhi keberlangsungan suatu media cetak khususnya..

Adanya kasus Tabloid Monitor tahun 1990 tersebut merupakan contoh penting mengenai hubungan antara kebebasan pers, etika jurnalistik, dan sensitivitas keagamaan. Peristiwa ini mengajarkan bahwa media harus mampu menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan tanggung jawab sosial. Di sisi lain, kasus tersebut juga menjadi bahan kajian sejarah mengenai dinamika pers Indonesia, hubungan antara negara dan media, serta peran agama dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Kasus Tabloid Monitor tahun 1990 dapat dianalisis sebagai salah satu contoh konflik antara kebebasan pers, sensitivitas agama, dan tanggung jawab media massa di Indonesia.

Kasus Tabloid Monitor tahun 1990 menunjukkan bahwa media massa memiliki tanggung jawab sosial yang besar dalam menyajikan informasi kepada publik. Pemuatan hasil jajak pendapat yang menempatkan Nabi Muhammad saw. pada peringkat ke-11, di bawah nama pemimpin redaksi Arswendo Atmowiloto, menimbulkan kemarahan luas di kalangan umat Islam karena dianggap merendahkan tokoh yang sangat dihormati dalam agama. Meskipun pihak Monitor beralasan bahwa daftar tersebut merupakan hasil polling pembaca, publik menilai redaksi tetap bertanggung jawab atas proses seleksi dan publikasi hasil jajak pendapat tersebut.

Kasus ini berujung pada pencabutan izin terbit Tabloid Monitor dan hukuman penjara terhadap Arswendo, sekaligus menjadi pelajaran penting mengenai perlunya etika jurnalistik, kepekaan terhadap nilai-nilai keagamaan, dan keseimbangan antara kebebasan berekspresi dengan penghormatan terhadap keyakinan masyarakat.

Hebohnya kasus Tabloid Monitor mencerminkan bahwa kebebasan pers harus disertai tanggung jawab sosial dan penghormatan terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat agar tidak menimbulkan konflik sosial dan keagamaan. Pengetahuan tentang keyakinan yang berbeda, alangkah eloknya kalau disertai rasa saling bersimpati atau menghormati untuk menghilangkan konflik horisontal yang meluas dan sangat merugikan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 26 Agu 2026, 12:42

Jelajah Goa Sunyaragi, Labirin Batu Karang di Jantung Kota Cirebon

Jelajahi Goa Sunyaragi Cirebon, kompleks bersejarah dengan lorong batu karang, arsitektur unik, tiket masuk, dan tips berkunjung.

Wisata Goa Sunyaragi Cirebon. (Sumber: Instagram @goasunyaragi)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 12:23

Peringkat Nabi Muhammad saw. Dalam Kasus Tabloid Monitor Tahun 1990

Kisah tahun 1990 ini, berawal dari survei 50 tokoh yang dikagumi oleh pembaca tabloid Monitor dan memunculkan demonstrasi masyarakat

Klarifikasi dan permintaan Tabloid Monitor atas edisi 15 Oktober 1990 yang kontroversial. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 10:28

Pasar Baru Bandung dan Penyakit 'Kota Branding'

Upaya pem-branding-an memang penting. Kota perlu dikenal. Kawasan perlu memiliki daya tarik. Tetapi, branding hanyalah lapisan paling luar dari sebuah ekosistem. 

Pasar Baru Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Regia Ramadhina Revalgian/Magang)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 08:44

Jika Pohon-Pohon di Kalimantan Bisa Bernyanyi dan Hewan di Dalamnya Bisa Bicara

Manusia seringkali lupa bahwa di bumi ini mereka hidup tidak sendirian melainkan berdampingan dengan mahluk hidup lainnya yang juga harus dijaga kelestariannya.

Orang utan di hutan Kalimantan. (Sumber: Pexels | Foto: Tim Morgan)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 07:38

Nama, Doa, dan Ikhtiar

Yang membuat nama menjadi bermakna bukan hanya rangkaian hurufnya. Ada harapan orang tua, perjalanan hidup yang mengiringinya, dan tanggung jawab pemilik nama untuk menjadikan doa sebagai kehidupan.

Ilustrasi nama orang sunda yang sudah hampir punah. (Sumber: Pixabay by Pexels)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 18:01

Mengurangi Emisi Karbon Semen Lewat Campuran Bubuk Basalt

Produksi semen konvensional menyumbang emisi karbon dunia secara signifikan. Penggunaan bubuk basalt dapat menggantikan sebagian porsi semen konvensional tanpa merusak karakteristiknya.

Ilustrasi utama, semen konvensional (semen OPC) (Foto: Tunas Niaga Konstruksindo)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 16:57

Harga Daging Ayam Melambung Tinggi, Simalakama Makanan Bergizi

Masalah klasik peternakan rakyat terkait dengan pakan dan pengadaan bibit ayam perlu segera dibenahi.

Ilustrasi pedagang daging ayam di pasar tradisional (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)