Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

5 menit baca
Djoko Subinarto
Ditulis oleh Djoko Subinarto diterbitkan
Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)

SEEKOR anjing jenis pitbull lepas. Ia menyerang seorang anak berusia 9 tahun, membuatnya mengalami luka serius di kepala serta telinga. Peristiwa itu terjadi di Kompleks Grand Cendana Residence, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Minggu petang, 23 Agustus 2026  lalu.

Insiden itu tentu meninggalkan kekhawatiran. Wajar jika setelah kejadian, warga berpikir tentang keamanan, khususnya untuk putra-putri mereka. Wajar pula jika muncul gagasan memperketat akses jalan yang diduga menjadi jalur masuk anjing tersebut. 

Penyebab dan risiko

Dalam setiap kecelakaan, di mana pun, ada perbedaan antara penyebab langsung dan faktor risiko. Dalam kasus pitbull di Arjasari, anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Tetapi, mengapa anjing itu bisa lepas dan lantas menyerang anak? Mengapa bisa mencapai ruang yang digunakan warga? Apakah pagar atau kandangnya memadai? Apakah ada mekanisme pengawasan? Apakah pemilik mengetahui karakter dan kebutuhan anjing yang dipeliharanya? Dan ketika hewan itu keluar dari kendali, siapa yang bertanggung jawab? 

American Veterinary Medical Association (AVMA) menyatakan bahwa anjing dari ras apa pun memiliki potensi menggigit dan bahwa tidak tepat memprediksi kecenderungan agresif seekor anjing hanya dari rasnya.

Umumnya, perilaku anjing merupakan hasil interaksi banyak faktor, termasuk keturunan, pengalaman awal, sosialisasi, pelatihan, kondisi kesehatan, lingkungan, serta situasi ketika interaksi dengan manusia terjadi

Namun, mengatakan bahwa ras bukan satu-satunya faktor juga tidak berarti menutup mata terhadap fakta bahwa ukuran, kekuatan fisik, dan kemampuan seekor anjing dapat mempengaruhi beratnya cedera. 

Sejumlah penelitian medis menemukan bahwa anjing tipe pitbull termasuk yang cukup sering muncul dalam literatur mengenai luka gigitan yang berat. Sebuah tinjauan sistematis terhadap literatur medis 1971–2018, misalnya, menemukan bahwa pitbull-type dan German Shepherd termasuk kelompok yang paling banyak dikaitkan dengan gigitan berat dalam data yang diteliti.

Tentu, kita tidak perlu sampai menyimpulkan semua pitbull membahayakan. Tetapi, kita juga tidak perlu berpura-pura bahwa semua anjing memiliki konsekuensi risiko yang sama ketika kehilangan kendali. 

Anjing yang besar dan kuat secara fisik tentu dapat menimbulkan kerusakan yang lebih hebat ketika ia menyerang. Karena itu, pendekatan yang masuk akal bukanlah stigma terhadap ras anjing , melainkan pengelolaan risiko berdasarkan karakteristik hewan dan situasi.

Dengan demikian, yang dicari bukan hanya siapa yang salah setelah kecelakaan terjadi. Yang lebih penting adalah mencari titik di mana kecelakaan sebenarnya dapat dicegah. 

Pagar yang kuat, pintu yang tidak mudah terbuka, pengawasan, tali pengaman ketika sang anjing berada di luar area privat, pelatihan, serta kemampuan pemilik mengenali tanda-tanda stres atau agresivitas adalah bentuk pencegahan yang jauh lebih konkret daripada sekadar memberi label anjing sebagai berbahaya.

Tanggung jawab pemilik

Anjing pitbull. (Sumber: Pexels | Foto: Carvalho Renato)
Anjing pitbull. (Sumber: Pexels | Foto: Carvalho Renato)

Organisasi Kesehatan Dunia alias Organisation mondiale de la Sante (OMS) menempatkan perilaku manusia dan tanggung jawab pemilik hewan sebagai bagian penting dalam pencegahan gigitan anjing. 

Anjing dapat menggigit ketika takut, kesakitan, frustrasi, merasa wilayahnya terancam, atau tidak tersosialisasi dengan baik. Karena manusia dan anjing berkomunikasi dengan cara yang selalu berbeda, ketidaktahuan manusia terhadap bahasa tubuh anjing juga dapat menciptakan situasi berbahaya.

Artinya, tanggung jawab tidak hanya muncul setelah seseorang digigit. Tanggung jawab sudah dimulai jauh sebelumnya. Ketika seseorang memutuskan memelihara anjing, ia sesungguhnya mengambil tanggung jawab atas makhluk yang dapat bergerak, bereaksi, dan dalam kondisi tertentu melukai manusia. 

Saat kita memutuskan memelihara hewan, keputusan itu bukan hanya urusan kasih sayang kepada hewan. Ada juga konsekuensi sosial di balik keputusan itu lantaran hewan yang kita pelihara hidup di tengah lingkungan yang juga dihuni orang lain.

OMS mencatat bahwa anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap gigitan anjing, dan luka pada kepala serta leher lebih berisiko terjadi pada anak dibandingkan orang dewasa. Itu membuat insiden pitbull di Arjasari tidak tepat dipandang semata sebagai konflik antara pemilik anjing dan satu keluarga korban. Ada dimensi keselamatan publik di dalamnya.

Tetapi, keselamatan publik juga tidak otomatis berarti semua akses harus ditutup. Jika masalah sebenarnya adalah seekor hewan yang lepas dari pengawasan sang pemilik, maka menutup akses jalan mungkin hanya memindahkan persoalan, bukan menyelesaikannya.

Bayangkan jika suatu hari akses jalan sudah diperketat, tetapi hewan yang sama kembali keluar melalui pintu pagar rumah sang pemilik. Apa yang berubah? Hampir tidak ada. Karena itu, persoalan paling mendasar bukan dari mana anjing itu masuk, melainkan mengapa anjing itu bisa berada tanpa kendali di ruang yang digunakan masyarakat. 

Menjadi nol

Risiko tidak selalu bisa dibuat menjadi nol. Tetapi, kemungkinan kejadian dan dampaknya dapat ditekan. Dalam kasus seperti yang terjadi di Arjasari, lapisan pengamanan seharusnya tidak hanya satu. Ada pengamanan di tingkat pemilik, pengamanan fisik di rumah, pengawasan ketika hewan berada di luar, mekanisme pelaporan warga, dan respons cepat ketika terjadi kejadian. Semakin besar potensi dampaknya, semakin masuk akal bila lapisan pencegahannya dibuat lebih ketat.

Kita juga perlu membedakan antara anjing yang agresif dan anjing yang sedang berada dalam kondisi yang memicu perilaku agresif. Anjing dapat bereaksi berbeda ketika berada di wilayahnya, ketika merasa terancam, ketika sakit, ketika ketakutan, atau ketika mengalami stres. 

Karena itu, penilaian terhadap perilaku hewan semestinya tidak dilakukan hanya berdasarkan satu kejadian tanpa pemeriksaan yang memadai. Sebaliknya, satu kejadian serius juga tidak boleh dianggap remeh hanya karena sebelumnya hewan tersebut dikenal jinak.

Keselamatan lingkungan tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Pemilik anjing memiliki tanggung jawab utama untuk memastikan hewannya tidak membahayakan orang lain. Tetapi, warga juga membutuhkan pengetahuan tentang bagaimana berinteraksi dengan anjing dan hewan peliharaan lainnya. 

Anak-anak, misalnya, perlu diajarkan untuk tidak mendekati anjing yang tidak dikenal, tidak mengganggu anjing ketika makan atau tidur, dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu respons defensif.

Namun demikian, prinsip yang paling utama adalah hewan peliharaan harus berada dalam kendali pemiliknya, terutama ketika hidup berdampingan dengan masyarakat.

Penting pula mengubah cara kita memandang kepemilikan hewan di lingkungan permukiman. Rumah memang ruang privat. Tetapi, ketika sesuatu yang berada di dalam rumah dapat keluar dan melukai orang di jalan, konsekuensinya sudah masuk ke ruang publik. 

Dalam kasus Arjasari, pitbull bukan satu-satunya persoalan. Ia adalah bagian yang terlihat dari persoalan yang lebih besar, yaitu bagaimana manusia mengelola hewan, ruang hidup, dan risiko yang muncul dari keduanya. 

Keselamatan terkait hewan peliharaan lahir dari banyak lapisan tanggung jawab, mulai dari pemilik, keluarga, warga, pengelola lingkungan, pemerintah, dan sistem kesehatan. Kalau semua lapisan itu berfungsi dengan baik, seekor anjing yang lepas tidak harus sampai berubah menjadi tragedi traumatik yang memilukan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)