Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

4 menit baca
R.M.A. Ahmad Said Widodo
Ditulis oleh R.M.A. Ahmad Said Widodo diterbitkan
Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Rijsttafel secara harfiah berarti "meja nasi", yaitu hidangan Indonesia lengkap yang diadaptasi oleh orang Belanda meniru dari penyajian hidangan khas gaya keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

  • Tradisi makan ini yang kelak dikenal hingga Eropa, jamuan itu selesai dan ditutup dengan kue lapis legit, roti gambang, roti jahe, lumpia dan kopi tubruk Arabika atau Robusta dari dataran tinggi (pegunungan) Priangan.

Rijsttafel secara harfiah berarti "meja nasi", yaitu hidangan Indonesia lengkap yang diadaptasi oleh orang Belanda meniru dari penyajian hidangan khas gaya keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang terkesan bermacam-ragam, lengkap dan mewah. Mirip hidangan nasi lengkap ala restoran Padang atau Kapau atau Sunda pada masa sekarang, seperti Rumah Makan Sunda “Ampera”.

Meskipun hidangan yang disajikan tidak diragukan lagi adalah masakan khas Indonesia denga campuran khas Belanda, asal muasal rijsttafel adalah Kolonial Hindia-Belanda. Orang Belanda memperkenalkan rijstaffel untuk menikmati beragam hidangan sekaligus dan untuk mengesankan dengan kelimpahan eksotik kolonial mereka.

Rijsttafel begitu diusahakan keras untuk menampilkan bermacam-ragam aroma, rasa, warna dan tekstur – sebuah aspek yang jarang dibahas dalam gastronomi Eropa, namun menjadi pertimbangan umum dalam masakan Asia. Tekstur tersebut mungkin termasuk renyah, kenyal, licin, lembut, keras, lembut dan encer. Dan rijstaffel memang perpaduan yang lengkap dari Jawa (Jawa Tengah, Jawa Timur), Sunda (Jawa Barat), Betawi, Minangkabau, Tionghoa dan lain-lain dengan Belanda (Eropa).

Rijsttafel terdiri dari nasi yang diolah dengan beberapa cara berbeda (nasi putih, nasi goreng, nasi kuning, nasi wuduk) dengan banyak lauk-pauk dalam porsi kecil-sedang. Yang populer, antara lain: empal gepuk, semur daging sapi. Rollade, sate daging sapi bumbu kacang tanah, ayam goreng lengkuas, opor ayam, ikan gurami goreng, ikan gabus goreng, pepes ikan mas, udang rawa goreng, telur dadar gulung, kacang-kacangan (tempe, tahu, oncom) goreng, perekdel kentang, sayur-mayur (gado-gado, gudeg, karedok, pecal, sayur lodeh), lalapan sayuran segar, sambal bajak, sambal terasi (sambal dibuat lebih halus, cabai dikurangi), acar ketimun-wortel, serundeng, kerupuk, keripik, buah-buahan tropis segar. Makanan rakyat jelata, disusun menjadi simbol kemewahan kolonial. Rijsttafel bukan sekadar makanan. Ia adalah panggung kekuasaan.

Tradisi makan ini yang kelak dikenal hingga Eropa, jamuan itu selesai dan ditutup dengan kue lapis legit, roti gambang, roti jahe, lumpia dan kopi tubruk Arabika atau Robusta dari dataran tinggi (pegunungan) Priangan. Bukan sebagai warisan Belanda semata, tetapi sebagai bukti bahwa dapur Nusantara mampu membentuk sejarah.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)

Coba kita simak beberapa sumber sejarah berikut ini:

·                Ada sebuah artikel populer menyebutkan keberadaan iklan restoran yang mencari koki spesialis Rijsttafel, pada koran yang diterbitkan oleh Batavia tahun 1868 yang menjalankan sebuah iklan ”looking for a chef specializing in rijsttafel dishes at the Cavadino Restaurant." (Mencari koki yang memiliki spesialisasi dalam hidangan rijsttafel di Restoran Cavadino). Ini merupakan contoh kutipan populer tentang eksistensi iklan restoran Hollands-Indisch yang mencari ahli masakan Rijsttafel di masa kolonial Hindia Belanda.

·                Dari Bataviaasch Nieuwsblad, 1888, "Dagelijks uitgebreide Indische rijsttafel met verscheidene Javaansche en Soendasche gerechten. Aanbevolen voor heeren reizigers naar Karawang en Preanger." (Setiap hari disajikan rijsttafel Indische lengkap dengan berbagai hidangan Jawa dan Sunda. Direkomendasikan bagi para tuan pelancong menuju Karawang dan Preanger).

·                Dari Bataviaasch Nieuwsblad, 12 Mei 1889, "Grand Cavadino Restaurant te Batavia zoekt een kok gespecialiseerd in Indische Tafel en gn gewone keukenwerk. Rijsttafel met uitgebreide gerechten wordt dagelijks geserveerd. Sollicitaties aan den eigenaar." (Grand Cavadino Restaurant di Batavia mencari koki spesialis untuk hidangan Indische Tafel (Rijsttafel) bukan sekadar dapur biasa. Rijsttafel dengan variasi hidangan luas disajikan setiap hari. Lamaran kepada pemilik).

·                Dari De Locomotief, 1897, "Uitgebreide Indische rijsttafel elke Zondag-middag. Reserveer vroeg. Luxe dineren in de Preangerstad." (Rijsttafel Indische lengkap setiap Ahad sore. Harap melakukan reservasi awal. Makan mewah di Kota Preanger). Ini mencerminkan pola yang sering muncul dalam koran regional kolonial seperti De Locomotief.

·                Dari Groot nieuw volledig Oost-Indisch kookboek (1942), sebuah buku resep kolonial yang tersedia di Delpher yang secara historis merupakan akumulasi resep Rijsttafel untuk rumah tangga dan restoran Hindia Belanda (walaupun buku ini sendiri terbit 1942, bukan abad ke-19, namun memuat resep dan praktik tradisi kolonial yang berakar di abad ke-19), "1381 recepten voor de volledige Indische rijsttafel, met een belangrijk aanhangsel voor de bereiding dier tafel in Holland." (1381 resep untuk rijsttafel lengkap khas Indisch, dengan lampiran penting untuk persiapan hidangan tersebut di Belanda.” Judul lengkap menunjukkan, bahwa praktik Rijsttafel telah distandarisasi sebagai fenomena kuliner kolonial yang cukup mapan hingga awal abad ke-20.

·                Sebuah penelitian Rijsttafel Batavia, "... During its colonial heyday until the Japanese occupation of the Dutch East Indies in 1942, the most celebrated rijsttafel in the colony were served for Sunday luncheon at the Hotel des Indes in Batavia and the Savoy Homann Hotel in Bandung, where the rice was accompanied by up to sixty different dishes." (... Pada masa kejayaan kolonial hingga pendudukan Jepang di Hindia Belanda pada tahun 1942, rijsttafel yang paling tersohor di wilayah koloni tersebut disajikan sebagai santap siang hari Minggu di Hotel des Indes di Batavia dan Savoy Homann Hotel di Bandung; hidangan nasi tersebut disajikan bersama hingga enam puluh jenis lauk-pauk yang berbeda," Deskripsi ini menyiratkan jumlah lauk yang sangat bervariasi dalam jamuan kolonial, sebagai bagian dari budaya elit Kolonial Hindia-Belanda.

·                Penelitian sejarah budaya menyatakan, "The formation of Rijsttafel in Batavia in the 20th century began wth the existence of social class among European households... The role of nyonya, djongos and kokkie completed a rijsttafel formation ...". (Terbentuknya tradisi rijsttafel di Batavia pada abad ke-20 bermula dari adanya stratifikasi sosial di kalangan rumah tangga Eropa... Peran nyonya, djongos, dan kokkie melengkapi format rijsttafel tersebut...). Rijsttafel bukan sekadar makanan tapi sinyal kelas sosial di rumah tangga kolonial; ini penting untuk konteks sosial iklan restoran dan jamuan publik.(*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

R.M.A. Ahmad Said Widodo
Peneliti dan Penulis Sejarah Purwakarta, Subang dan Karawang (2001-sekarang) Penemu Besluit Hari Jadi Purwakarta, 20 Juli 1831. Penulis 27 judul buku.

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)