Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

7 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Manajemen dapur umum untuk korban bencana alam perlu tim dapur umum yang terampil dan memiliki pengetahuan terkait proses pengolahan makanan dan distribusi.

  • Pembuatan makanan darurat harus dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi dan energi harian.

  • Meski mie instan sangat praktis penggunaannya dan relatif murah harganya,namun kehadiran mie instan sebagai makanan darurat patut dikaji ulang.

Bencana alam terjadi silih berganti di negeri kita. Dibutuhkan cara yang efektif untuk melayani konsumsi makanan bagi para pengungsi, petugas penyelamat dan relawan.  

Mereka mesti mendapat pasokan makanan yang cukup dengan menu yang sehat, enak dan tidak membosankan. Perlu menu yang bisa menggoyang lidah alias enak namun tetap jenis menu makanan sehat dengan gizi seimbang.

Perlu manajemen dapur umum untuk korban bencana yang bisa beroperasi secara cepat, tepat, higienis, dan terorganisir guna memastikan seluruh pengungsi serta  petugas dan relawan mendapatkan asupan gizi yang cukup di masa darurat.

Manajemen dan Tim Dapur Umum

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan. Misalnya gempa susulan, banjir susulan atau reruntuhan yang bisa terjadi. Lokasi dapur umum mesti dekat dengan posko pengungsian utama dan jalur transportasi logistik agar mempermudah distribusi. Wajib memiliki akses air bersih yang cukup untuk memasak dan menjaga sanitasi. Perlu fasilitas pembuangan sampah atau limbah agar sampah dapur tidak menjadi sumber penyakit bagi pengungsi.

Manajemen dapur umum untuk korban bencana alam perlu tim dapur umum yang terampil dan memiliki pengetahuan terkait proses pengolahan makanan dan distribusi. Biasanya terdiri dari beberapa tim yang berasal dari taruna siaga bencana (Tagana) dan relawan. Tim masak bertanggung jawab meracik bahan, memasak menu, dan memastikan ketepatan waktu hidang. Sedang tim distribusi mengatur pembagian makanan secara tertib, adil, dan berbasis data pengungsi yang akurat.

Sedangkan tim kebersihan dan sanitasi bertanggung jawab menjaga higienitas area memasak, peralatan, dan lingkungan sekitar dapur.

Manajemen menu dan standar gizi diupayakan mengandung karbohidrat, protein (telur, tempe, daging), dan lemak. Standardisasi bantuan umumnya menghitung kebutuhan beras sekitar 400 gram per jiwa per hari.

Untuk kelompok rentan, perlu diosediakan menu khusus atau bubur balita untuk bayi, anak-anak, ibu hamil, serta lansia guna mencegah risiko gizi buruk pascabencana.

Seperti yang sering kita lihat bersama, sering kali jenis menu makanan yang umumnya didistribusikan ke daerah terdampak bencana kebanyakan adalah mie instan, biskuit, fresh food dan makanan kaleng.

Teknologi Pengemasan

Tata kelola kebutuhan logistik, utamanya makanan membutuhkan inovasi baru. Salah satu inovasi adalah produk olahan ternak dengan kemasan retort yang bisa menggoyang lidah para pengungsi dan petugas. Beberapa contoh makanan berbasis olahan ternak yang telah dikembangkan dengan kemasan retort oleh berbagai pihak perlu juga di sertakan, seperti rendang daging sapi, sate ambal, sate klathak, sosis kambing asap dan ayam kalasan.

Makanan adalah kebutuhan pokok manusia, terutama setelah bencana ketika tuntutan aktivitas fisik dapat meningkatkan kebutuhan kalori. Meskipun tubuh manusia dapat bertahan hidup tanpa makanan untuk beberapa waktu (bahkan berminggu-minggu jika hidrasi terjaga), rata-rata orang membutuhkan 2000 - 2400 kalori per hari untuk menjaga keseimbangan kalori, dan lebih banyak lagi jika mereka terlibat dalam aktivitas berat.

Setelah bencana, kekurangan pangan dapat terjadi karena beberapa sebab, sehingga menimbulkan kebutuhan akan pasokan makanan darurat.  Hilangnya daya listrik akan mengakibatkan kerusakan pada makanan yang didinginkan dan dibekukan.

Setelah daya listrik hilang, makanan di lemari es aman hingga empat jam. Makanan di dalam freezer yang biasanya disimpan pada suhu 0 derajat Fahrenheit dapat bertahan dari 24 jam (untuk freezer yang setengah penuh) hingga 48 jam (untuk freezer yang penuh). Freezer yang penuh memiliki massa termal yang lebih besar sehingga menghasilkan retensi suhu yang lebih lama, jadi menyimpan wadah air beku atau kantong gel di dalam freezer yang hanya setengah penuh dapat membantu memperpanjang waktu penyimpanan hingga 48 jam.

Saat ini kalangan industri juga telah menerapkan teknologi pengemasan retort yang menggunakan mesin sterilisasi makanan “Retort Sterilizer” yang memakai standar dan pedoman sterilisasi komersial, yang bisa mengawetkan makanan hingga 6-12 bulan dalam suhu ruang. Proses Sterilisasi dengan Mesin Mini Retort Sterilizer menghasilkan Suhu dan tekanan dalam retort mencapai 121°C, sehingga dapat memastikan semua mikroorganisme dalam produk makanan mati.

Kreativitas Penyediaan Menu

Eksistensi dapur umum lapangan, dalam kesempatan pertama oleh Kementerian Sosial diberikan natura pokok/dasar berupa beras, mie instan, sarden, sambal, dan kecap. Yang menjadi persoalan, Kementerian Sosial hanya bertanggung jawab mendrop sampai ibu kota provinsi. Sedangkan untuk sampai ke lokasi kejadian, selanjutnya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Sering terjadi untuk distribusi bantuan natura itu, baik kebutuhan makanan dan tenda dengan kelengkapan lainnya, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota tidak menyediakan anggaran.

Sering terjadi kasus terkait bantuan dana tunai yang tidak dibelanjakan segera oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk kebutuhan natura tambahan dari bahan baku lokal. Mestinya dana tersebut, antara lain bisa dibelikan untuk lauk-pauk seperti telur, ikan asin, abon, dan ayam. Juga untuk membeli sayur-sayuran, tahu, tempe, kerupuk, bubur kacang hijau, dan lainnya.

Terkait dengan menu, pentingnya kreativitas bersama untuk menyediakan menu sehat dan menarik bagi anak-anak pengungsi. Perlu ada variasi menu makanan bagi anak-anak yang mengungsi dengan beragam sayur mayur dan sumber protein, lalu ditata dengan paduan ragam bentuk dan warna yang memikat. Supaya anak-anak senang dan memiliki nafsu makan saat acara makan dimulai.

Selama ini ada produk jadi yang menjadi pilihan untuk menu pengungsi bencana alam, salah satunya adalah produk Kimbo Kitchen yang bisa dipersiapkan sebagai salah satu opsi emergency food, khususnya bagi anak-anak. Sesuai namanya, emergency food merupakan produk pangan yang diberikan kepada orang-orang dalam keadaan darurat bencana. Masa darurat bencana berkisar antara tiga hari hingga dua pekan setelah bencana terjadi. Salah satu karakteristik dari emergency food adalah bentuknya yang praktis, aman dikonsumsi, mudah didistribusikan, awet, dan meal ready to eat atau siap santap.

Dari aspek kebersamaan dan pengurangan depresi, anak-anak sebaiknya dilibatkan dalam proses memasak. Aspek kecerdasan anak-anak pengungsi juga perlu dioptimalkan dengan acara makan bersama dengan muatan dan proses pembelajaran asupan gizi serta kegunaan bagi tubuhnya. Termasuk bagaimana cara mengolah, memasak dan membuat bermacam juice sendiri. Kecerdasan anak-anak dalam memilih dan mengkonsumsi makanan saat mereka mengungsi pada gilirannya akan mencegah bahaya epidemiologi nutrisi dan bisa mengatasi trauma dirinya.

Pemenuhan gizi pada korban bencana di Indonesia saat ini masih bermasalah. Seperti masalah jenis makanan yang terlalu instan, makanan yang kadaluarsa, dan masalah higienitas dapur umum. Badan penanggulangan bencana masih kesulitan menyediakan makanan gizi seimbang secara massal karena korban bencana jumlahnya bisa ribuan dalam lokasi pengungsian.

Kondisi geografis bangsa Indonesia yang sangat berpotensi dilanda bencana alam perlu membangun fasilitas atau pabrik yang mampu memproduksi emergency food dengan kapasitas yang besar. Pada era inovasi teknologi pangan saat ini yang telah maju ada berbagai jenis emergency food dalam bentuk ransum yang siap makan dengan kandungan gizi yang baik dan rasanya enak. Beberapa inovasi hasil karya peneliti Indonesia yang bisa dijadikan alternatif ketersediaan makanan darurat antara lain Imuno Yoi, makanan iradiasi, dan buras steril.

Jenis Mie Instan Perlu Dikaji Ulang

Pembuatan makanan darurat harus dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi dan energi harian. Di tengah kondisi bencana, diperlukan makanan darurat yang siap saji dan dapat memenuhi kebutuhan energi harian. Produk hendaknya memiliki kandungan 2.150 kkal per hari, setara dengan kebutuhan kalori orang dewasa.

Penyediaan makanan darurat yang bersifat ready to eat sangat dibutuhkan pada kondisi tidak dapat hidup normal. Produk tersebut hendaknya tidak sekedar menjadi pengganjal perut, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menjadi pengganti fungsi sarapan dan makanan lengkap yang mampu memberi energi dalam jumlah yang cukup.

Selama ini mie instan kerap menjadi makanan pokok pengungsi. Padahal satu takaran mie instan dengan netto 80 gram hanya mengandung sekitar 300 kalori. Jumlah kalori ini hanya memenuhi sekitar 15 persen dari kalori yang dibutuhkan para pengungsi.

Pemberian mie instan bagi pengungsi yang mengalami beban fisik, stres oksidatif dan kelelahan mental bisa menurunkan daya tahan dan vitalitas mereka. Ditambah lagi kandungan bahan aditif seperti zat penyedap rasa dan zat pengawet dapat berdampak buruk bagi korban bencana alam.

Tidak menutup kemungkinan mie instan yang datang sudah ada yang kedaluwarsa karena jarak distribusi cukup jauh dari sumber bantuan ke lokasi pengungsian. Hal ini bisa menambah beban masalah bagi pengungsi karena dapat mengakibatkan diare akibat keracunan.

Meski mie instan sangat praktis penggunaannya dan relatif murah harganya,namun kehadiran mie instan sebagai makanan darurat patut dikaji ulang. Selain bahan bakunya, gandum yang diimpor dengan biaya mahal, juga karena kandungan gizinya kurang tepat bagi pengungsi yang acap mengalami stres tinggi karena kelelahan mental. (SRI)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)