Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

4 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Pada Juli 2026, Kementerian Pertanian menyebut telah memfasilitasi 843 Bank Pakan yang tersebar di 34 provinsi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pakan nasional.

  • Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi usaha peternakan diharapkan dapat segera memulihkan perekonomian peternak dalam waktu yang tidak terlalu lama.

  • Bencana alam menyebabkan banyak peternak yang menjual murah ternaknya atau memotong ternak indukan yang masih produktif.

Kondisi musim Kemarau yang ekstrim membuat tanaman rumput dan pohon yang menghasilkan daun untuk pakan ternak semakin langka. Perlu menyiapkan alternatif pakan.

Selama ini ada kesalahan yang perlu dihindari, yakni baru mencari alternatif pakan ketika persediaan hijauan sudah menipis. Perlu penyimpanan cadangan pakan sejak sebelum periode kemarau agar ketersediaan pakan tetap terjaga ketika produksi hijauan menurun.

Salah satu solusi yang jitu adalah melalui penguatan Bank Pakan, yaitu sistem penyediaan cadangan pakan yang dapat dimanfaatkan ketika produksi rumput menurun akibat kemarau panjang.

Pada Juli 2026, Kementerian Pertanian menyebut telah memfasilitasi 843 Bank Pakan yang tersebar di 34 provinsi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pakan nasional.

Peternak dapat mengkombinasikan beberapa strategi, seperti menanam hijauan yang adaptif terhadap kondisi kering, membuat silase atau hay, memanfaatkan sumber pakan lokal dan limbah pertanian yang sesuai, serta menyiapkan cadangan sebelum memasuki periode kekeringan.

Solusi utama mengatasi krisis pakan saat kemarau ekstrim dan bencana adalah dengan melakukan pengawetan pakan hijauan, memanfaatkan limbah pertanian, serta menanam varietas tanaman yang tahan kering.

Membuat Silase prosesnya dengan mengawetkan hijauan segar atau tebon jagung melalui fermentasi tanpa udara (anaerob) di dalam drum atau silo. Pakan ini tahan disimpan hingga bertahun-tahun.

Membuat Hay dengan cara mengeringkan rumput atau hijauan hingga kadar airnya sangat rendah agar bisa disimpan dalam waktu lama sebagai cadangan. Bisa juga memanfaatkan limbah pertanian seperti jerami padi, daun ubi kayu, onggok, atau bungkil sawit sebagai sumber pakan alternatif pengganti rumput segar.

Betapa pedihnya hati kita menyaksikan penderitaan hewan pada saat terjadi bencana kekeringan, banjir bandang dan tanah longsor. Penderitaan hewan akibat bencana alam perlu dicarikan solusi.

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar. Untuk itu diperlukan infrastruktur untuk mengungsikan ternak saat terjadi bencana. Termasuk bencana kekeringan.

Perlu membangun infrastruktur untuk ternak yang terdiri atas sistem transportasi dan prasarana untuk pengungsian ternak. Termasuk mencukupi kebutuhan pakan selama mengungsi dengan cara membangun pabrik atau mesin produksi pakan ternak skala kecil atau mini yang mudah dirakit dan dipindahkan.

Bencana alam telah berdampak pada usaha peternakan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari usaha pertanian masyarakat di pedesaan. Perlu program untuk rehabilitasi dan rekonstruksi usaha peternakan.

Konkritnya berupa rehabilitasi sarana pengadaan tata guna air, pengadaan inovasi pakan komplit, rehabilitasi kebun hijauan pakan, pengelolaan limbah ternak menjadi biogas dan kompos, inovasi kandang portabel atau knock down untuk mengantisipasi bencana, serta memantau kemungkinan terjadinya penyakit ternak menular dan kronis.

Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi usaha peternakan diharapkan dapat segera memulihkan perekonomian peternak dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Banyak warga selama ini enggan mengungsi di tengah ancaman bencana alam karena merasa berat hati meninggalkan ternaknya. Bencana alam mengakibatkan binatang ternak banyak yang sakit, kelaparan hingga banyak yang mati. Kondisi yang mengenaskan juga terlihat dengan penurunan berat badan ternak sapi secara drastis di daerah bencana.

Dibutuhkan sistem transportasi dan karantina bagi ternak yang diungsikan. Ini agar kondisi ternak terjaga serta terhindar dari risiko penyebaran penyakit dan dampak lainnya.

Sistem dan prosedur pengungsian ternak perlu integrasi moda angkutan yang terdiri dari truk, kapal laut, hingga kereta api. Serta penyiapan tempat-tempat karantina dan tenaga kerja yang memadai. Tugas karantina ternak dalam pengungsian adalah pemberian pakan dan mencegah terkena penyakit.

Dibutuhkan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah pakan ternak akibat bencana alam. Apalagi kini kondisinya semakin sulit karena industri pakan ternak juga sedang ada masalah produksi karena terkendala bahan baku. Akibatnya harga pakan ternak pabrikan terus melambung disaat terjadi bencana beruntun.

Bencana alam menyebabkan banyak peternak yang menjual murah ternaknya atau memotong ternak indukan yang masih produktif. Hal ini tentunya akan menjadi masalah serius terkait dengan terdegradasinya populasi ternak produktif di negeri ini.

Menghadapi bencana alam yang bertubi-tubi, pentingnya pemerintah mencari solusi yang tepat antara lain memberikan insentif kepada industri pakan ternak rakyat serta menggalakkan inovasi teknologi tepat guna untuk mencukupi pakan ternak. Seperti contohnya dengan menyediakan pakan tambahan awetan atau silase yang merupakan hasil fermentasi hijauan yang melimpah di daerah pegunungan atau dataran tinggi yang bebas bencana.

Diperlukan solusi cepat dan komitmen yang tinggi dari pemerintah untuk sedapat mungkin menjaga ketersediaan pakan yang berkualitas dan harganya murah untuk usaha peternakan rakyat. Dengan kondisi di atas sebaiknya pemerintah memberikan insentif bagi daerah terdampak bencana.

Terkait dengan penyediaan pakan ternak alternatif untuk usaha ternak rakyat dengan memperbanyak pendirian pabrik pakan ternak skala kecil atau mini feed mill. Pemerintah daerah sebaiknya membangun di setiap desa atau kecamatan yang rawan bencana alam. (TS)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)