Pelestari Adat Sunda: Berdedikasi pada Indahnya Pernikahan lewat Pakaian Adat Sunda

3 menit baca
Falah Habib Nurrohman
Ditulis oleh Falah Habib Nurrohman diterbitkan
Pengantin wanita tampil anggun dalam balutan Paes Sunda Siger saat hari pernikahannya di Kebon Jeruk, Kec. Andir, Kota Bandung. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Endang Rachmawati)
Pengantin wanita tampil anggun dalam balutan Paes Sunda Siger saat hari pernikahannya di Kebon Jeruk, Kec. Andir, Kota Bandung. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Endang Rachmawati)

Pakaian pernikahan selalu punya sisi unik dan indah yang akan dikenang, terutama bagi mereka yang merayakan momen penuh kasih dan sayang tersebut, termasuk bagi mereka yang terlibat. Endang Rachmawati, seorang MUA (make up artist) dan distributor baju adat yang salah satunya berlokasi di Pasar Baru Bandung, Jalan Otto Iskandardinata no. 152, Kebon Jeruk, Kec Andir, Kota Bandung.

Perempuan ini telah lama malang melintang menekuni usaha pakaian adat dan berkenan berbagi kisahnya pada Minggu (1/10/2025). Pakaian Adat Sunda memiliki keunikan yang berbeda dari pakaian pernikahan adat lainnya. Berbeda dengan pakaian adat lainnya yang mungkin mengedepankan pada pola kain dan motif pakaian, pakaian pernikahan Adat Sunda memiliki keunikan karena memiliki lebih banyak ornamen dan pilihan penggunaan model kain.

Pilihan yang variatif ini mendorong banyak pengantin untuk menyeleksi pakaian yang akan dipakai.

“Misal, model Siger yang memiliki mahkota bagi pengantin wanitanya atau model Sukapura yang penggunaan kainnya tiga per empat. Karena itulah banyak pengantin yang menggunakan lebih dari satu model untuk pernikahan, untuk akad atau pemberkatan dan resepsi,” ujarnya.

Pengguna pakaian adat Sunda juga perlu mempersiapkan diri dari awal. Pada contoh yang pernah dialami, Endang bercerita bahwa sering terjadi para pengantin kaget mengetahui berat Siger yang hampir 1.5 kilogram, sehingga biasanya MUA (makeup artist) meminta para pengantin untuk cukup beristirahat dan minum suplemen untuk menambah stamina agar tetap kuat selama pernikahan berlangsung. Selama pernikahan berlangsung, pengantin di monitor agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Pakaian pernikahan akan selalu berkaitan dengan hal yang unik dan menyenangkan, termasuk dengan pemilihan pakaian. Pada praktiknya pemilihan pakaian hari ini mempertimbangkan banyak hal, termasuk prosesi pernikahan. 

Karena itulah pemilihan pakaian menjadi penting. “

Biasanya dipilih berdasarkan kapan prosesinya mau dimulai, misal akadnya mau nasional resepinya daerah, atau sebaliknya,” tuturnya. 

Endang juga bercerita bahwa sering bertemu dengan banyak pengantin yang memiliki beragam permintaan, seperti merubah gaya rambut, minta dibuat model muslimah, dan lain - lain. Endang juga sering diminta merubah gaya make up yang beragam dan berbeda dari pakem. Sering kali karena tuntutan tersebut dia diminta untuk membawa perlengkapan lebih untuk merubah hair do, perlengkapan riasan, dan bahkan aksesoris tertentu. 

Pakaian pernikahan Adat Sunda juga memiliki terikat dengan kebutuhan. Semisal model Sukapura yang digunakan oleh para bangsawan/kalangan tertentu saja. Ini membuat pakaian pernikahan Adat Sunda memiliki sisi historis dan budaya yang kental. Tidak sembarangan dan perlu ketelitian tinggi dalam mengaplikasikan pakaian pernikahan Adat Sunda seperti penggunaan kain, pakem pakaian, dan Siger (mahkota). 

Perempuan berhijab tersebut juga menuturkan bahwa pakaian pernikahan Adat Sunda biasa hadir dengan upacara tertentu untuk mempermanis pernikahan, seperti Meleum Harupat dan Saweran dimana ini juga menentukan pilihan pakaian apakah akan memakai pakaian adat di akad atau resepsi. Upacara adat ini menambah nilai budaya pakaian pernikahan Adat Sunda dan membuat pernikahan makin sakral dan mengesankan bagi pengantin, keluarga, dan para tamu. 

Para tamu juga sering terkesima dengan indahnya pakaian pernikahan Adat Sunda. Mereka mengagumi keindahan dan detail yang luar biasa dari pakaian adat yang dikenakan. Keindahan yang ditunjukkan mampu menyihir para tamu dan biasanya, meminta berfoto dengan pengantin untuk mengabadikan keindahan pakaian pernikahan yang dikenakan. 

Baca Juga: Bukan Sekadar Tren: Alasan Perempuan Gen Z Lebih Aktif di Second Account Instagram

Dedikasi para MUA (makeup artist), seperti Endang Rachmawati, adalah kunci yang menjaga nyala tradisi dalam setiap helai busana. Pakaian pernikahan Adat Sunda, dengan segala keunikan ornamennya, pilihan model kain yang beragam, hingga bobot Siger yang menuntut ketahanan fisik, bukan sekadar busana pelengkap; ia adalah media cerita.

Busana ini membawa serta kisah leluhur, filosofi rumah tangga, dan sejarah bangsawan, yang disajikan dengan keindahan detail. Meskipun tren dan permintaan modern sering menuntut penyesuaian, pakem adat dan makna sakral dari upacara seperti Meuleum Harupat dan Saweran tetap menjadi inti yang memperkaya nilai pernikahan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Falah Habib Nurrohman
Mahasiswa Digital PR Telkom University angkatan 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)