Momen Improvisasi yang Menyelamatkan Teater Malam Itu

Saskia Alifa Nadhira
Ditulis oleh Saskia Alifa Nadhira diterbitkan Minggu 21 Des 2025, 12:14 WIB
Sejumlah pemain Teater Pena mebawakan adegan dibawah lampu sorot, disaksikan para penonton di Bale Teras Sunda, Senin (7/12/2025). (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Saskia Alifa Nadhira)

Sejumlah pemain Teater Pena mebawakan adegan dibawah lampu sorot, disaksikan para penonton di Bale Teras Sunda, Senin (7/12/2025). (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Saskia Alifa Nadhira)

Malam itu, suasana panggung Teater Pena Jurnalistik berjalan seperti biasa. Lampu yang hangat memberikan cahaya semu di Bale Teras Sunda, para pemain masuk memberikan penampilan sesuai karakternya, dan penonton duduk dengan antusias menyaksikan pertunjukan berjudul Para Pencari Loker.

Hingga sebuah suara keras memecah ritme, “bruk” sebuah pintu properti tiba-tiba jatuh tepat di tengah adegan. Seketika ruangan tersentak. Namun bukannya runtuh, momen itu justru menjelma menjadi salah satu detik paling hidup dalam pertunjukan tersebut.

Insiden itu terjadi begitu cepat ketika tas seorang pemain menyenggol properti berbentuk pintu di hadapan penonton. Sesaat panggung seolah membeku. Namun Mujiburrahman Dinejad, yang dikenal sebagai Nejad, salah satu talent yang tak membiarkan diam menelan cerita.

“Wah, ibu kos pasti marah sama gua,” dengan refleks cepat ia melemparkan kalimat yang tak tertulis di naskah. Penonton pun seketika kembali terseret masuk ke dalam suasana cerita.

Nejad mengaku kejadian itu benar-benar membuatnya kaget.

“Yang pasti kaget, shock,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sejak sebelum tampil, sutradara sudah mewanti-wanti agar pintu itu digunakan dengan hati-hati. Namun nasib berkata lain, tas yang ia bawa menyenggol pintu, dan insiden pun terjadi.

Meski begitu, improvisasi muncul secara spontan. “Sebagai aktor, kita sudah masuk ke dunia cerita. Saya posisinya sebagai anak kos yang merusak barang ibu kos. Jadi spontanitas saya ya harus seperti itu,” jelasnya. Ia juga mengakui bahwa keberhasilan improvisasinya terbukti dari reaksi penonton. Banyak yang memuji ketenangannya, bahkan mengira kejadian itu merupakan bagian dari naskah.

Menurut Nejad, tekanan terbesar justru datang dari dirinya sendiri karena ini adalah pertama kalinya ia tampil dalam teater. Namun ia memilih bertahan dalam karakter tanpa jeda.

“Apa pun yang terjadi di atas panggung sudah milik kita para aktor,” katanya.

Rifaldy, pemain lain yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, mengaku pikirannya saat itu juga spontan. Dengan gaya lugas, ia sempat mencaci kecerobohan Nejad, tetapi setelah melihat improvisasi tersebut, ia justru merasa salut atas profesionalisme yang ditunjukkan.

Menurutnya, improvisasi itu tidak berlebihan meski karakter Nejad dikenal ceroboh. Ia menambahkan bahwa dari perspektif pemain, momen jatuhnya properti tersebut adalah detik yang tegang karena berpotensi merusak ritme pemain dan penonton. Namun ketika melihat penonton tertawa, ia sadar bahwa situasinya tidak seburuk yang ia bayangkan.

Rifaldy sempat terpikir untuk ikut berimprovisasi, tetapi dialognya tidak masuk ke alur cerita sehingga ia memilih menahan diri. Baginya, strategi antisipasi tetap penting karena kejadian semacam ini bisa terjadi kapan saja. Ia meyakini momen tersebut akan dikenang sebagai salah satu highlight penting malam itu.

“Barang jatuh itu otomatis menarik perhatian penonton. Pasti jadi momen yang di-highlight,” katanya.

Dari sisi penonton, emosi bercampur antara kaget dan kagum. Firmansyah, salah satu penonton, mengaku sempat mengira pertunjukan akan berhenti.

“Wah, kata aku teh, kayaknya ini Teater Pena bakal diulang,” ujarnya.

Namun ia terkejut ketika melihat para pemain tetap melanjutkan adegan dengan profesional.

Sejumlah pemain Teater Pena mebawakan adegan dibawah lampu sorot, disaksikan para 
penonton di Bale Teras Sunda, Senin (7/12/2025). (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Saskia Alifa Nadhira)
Sejumlah pemain Teater Pena mebawakan adegan dibawah lampu sorot, disaksikan para penonton di Bale Teras Sunda, Senin (7/12/2025). (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Saskia Alifa Nadhira)

Menurut Firmansyah, improvisasi Nejad justru membuat pertunjukan terasa lebih hidup. Ia bahkan menilai spontanitas tersebut setara dengan aktor profesional yang memiliki jam terbang tinggi.

“Kirain itu ada di naskah, ternyata nggak direncanain,” katanya sambil tertawa.

Baginya, meski kejadian itu merupakan kecelakaan panggung, momen tersebut tetap menjadi highlight pertunjukan karena jarang terjadi. Penilaian akhirnya pun mantap, “10/10.”

Insiden kecil itu tak hanya memperlihatkan kerentanan panggung, tetapi juga ketajaman insting para pemain Teater Pena. Sebuah pintu yang jatuh berubah menjadi pemantik kreativitas. Improvisasi yang lahir dalam hitungan detik mencerminkan bagaimana aktor bekerja cepat, terhubung dengan karakter, dan mampu menyelamatkan ritme pertunjukan.

Nejad menutup pengalamannya dengan rasa bangga. Ia tidak hanya berhasil menjaga alur cerita, tetapi juga meninggalkan kisah tersendiri di balik layar Teater Pena.

“Selain jadi bahan candaan, itu juga jadi pembelajaran buat semua orang agar lebih hati-hati,” ujarnya.

Pada akhirnya, malam itu membuktikan satu hal: kadang momen terbaik dalam teater bukan yang sempurna, melainkan yang paling jujur, spontan, dan tidak terduga. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Saskia Alifa Nadhira
Mahasiswa aktif UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Feb 2026, 19:21 WIB

Jaga Manglayang

Hadirnya Ruwatan Gunung Manglayang bukan sekadar tradisi, melainkan pondasi yang harus menjadi ikhtiar bersama dalam menjaga, memelihara, dan melestarikan kearifan lokal.
Kondisi kawasan resapan air yang beralih fungsi menjadi permukiman dan lahan pertanian di Kawasan Bandung Utara (KBU), Kabupaten Bandung, Rabu 7 Mei 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Jelajah 04 Feb 2026, 17:55 WIB

Tragedi Penembakan Rene Louis Coenraad, Razia Rambut Gondrong Orde Baru Berujung Petaka Berdarah

Kematian Rene Louis Coenraad, mahasiswa ITB asal Prancis, membuka sisi gelap razia rambut Orde Baru dan relasi brutal antara negara dan mahasiswa.
Pemakaman jenazah Rene Louis Coenraad, 9 Oktober 1970. (Sumber: Potret Sejarah Indonesia)
Ayo Jelajah 04 Feb 2026, 16:47 WIB

Sejarah Panjang Freeport Indonesia, Tambang Emas Raksasa Pusara Kontroversi

Freeport Indonesia bukan sekadar tambang emas dan tembaga. Sejarahnya merekam tarik-menarik kuasa, modal asing, politik negara, dan luka panjang di Papua.
Penambangan Freeport di Grasberg, Mimika, Papua. (Sumber: Kementerian ESDM)
Bandung 04 Feb 2026, 16:11 WIB

Napas Seni di Sudut Braga, Kisah GREY Membangun Rumah bagi Imajinasi

Grey Art Gallery kini bertransformasi menjadi sebuah ekosistem yang bernapas, bergerak, dan terus menantang batas-batas konvensional seni rupa kontemporer di Jawa Barat.
Grey Art Gallery kini bertransformasi menjadi sebuah ekosistem yang bernapas, bergerak, dan terus menantang batas-batas konvensional seni rupa kontemporer di Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 16:00 WIB

Kata-Kata Khas Ramadan yang Sering Salah Kaprah

Bahasa, seperti pasar, bergerak mengikuti kebiasaan mayoritas.
Pasar Cihapit (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Bandung 04 Feb 2026, 14:50 WIB

Menjual Rasa, Merawat Janji: Rahasia Stevia Kitchen Bertahan Belasan Tahun Lewat Kekuatan Mulut ke Mulut

Tanpa strategi pemasaran yang muluk-muluk, Stevia hanya mengandalkan satu kunci utama untuk bertahan di industri kuliner yang keras: kepercayaan pelanggan yang dibangun secara organik.
Tanpa strategi pemasaran yang muluk-muluk, Stevia hanya mengandalkan satu kunci utama untuk bertahan di industri kuliner yang keras kepercayaan pelanggan yang dibangun secara organik. (Sumber: instagram.com/stevia.kitchen2)
Bandung 04 Feb 2026, 14:14 WIB

Bukan Soal Viral tapi Bertahan: Refleksi Dale tentang Kejujuran dan Ketangguhan di Balik Riuh Kuliner Bandung

Ledakan bisnis FnB yang kian marak jumlahnya, dapat dikatakan membantu memudahkan warga Bandung dalam menemukan apa yang mereka mau, dapat disortir dalam berbagai jenis dan pilihan.
Dale sudah menekuni dunia FnB ini sejak delapan tahun lamanya, pahit-manis perjalanan sudah Ia lalui dengan berbagai macam peristiwa yang terjadi. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 14:03 WIB

5 Keuntungan Menulis di Ayobandung.id lewat Kanal Ayo Netizen

Ada sejumlah keuntungan yang bisa didapatkan penulis dengan berkontribusi secara rutin di Ayobandung.id
AYO NETIZEN merupakan kanal yang menampung tulisan para pembaca Ayobandung.id. (Sumber: Lisa from Pexels)
Beranda 04 Feb 2026, 11:56 WIB

Ironi Co-firing Biomassa PLTU di Jawa Barat, Klaim Transisi Energi dan Dampaknya bagi Warga

Skema yang diklaim lebih ramah lingkungan ini dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar, terutama dampak lingkungan dan kesehatan warga yang hidup berdampingan dengan PLTU.
Ilustrasi PLTU. (Sumber: Bruno Miguel / Unsplash)
Beranda 04 Feb 2026, 09:42 WIB

Jika Kebun Binatang Bandung Hilang, Apa yang Tersisa dari Kota Ini?

Tempat ini merupakan rangkaian panjang sejarah dan ungkapan cinta warga kota yang telah terbangun sejak satu abad lalu.
Pegunjung memanfaatkan Kawasan Kebun Binatang Bandung yang rindang dan sejuk untuk berkumpul dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 09:39 WIB

Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026.
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya.
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Bandung 03 Feb 2026, 21:16 WIB

Misi Kemanusiaan dan Esensi CSR Berkelanjutan dalam Memulihkan Luka Bencana Cisarua

CSR berkelanjutan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir dan tetap ada hingga masyarakat benar-benar mampu berdiri kembali di atas kaki sendiri.
Dalam skenario bencana sebesar Cisarua, kecepatan respons adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan harapan. (Sumber: SANY Indonesia)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 19:40 WIB

Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

Jalan Pasirluyu Selatan Bandung berubah menjadi sentra karangan bunga. Bulan Rajab dan Syaban membawa lonjakan pesanan papan ucapan pernikahan dan hajatan.
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 03 Feb 2026, 19:00 WIB

Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 18:19 WIB

UU ITE dan Ancaman Kebebasan Ekspresi: Menggugat Pelanggaran Asas Lex Certa

Menganalisis pelanggaran asas lex certa dalam UU ITE yang memicu chilling effect dan mengancam kebebasan berekspresi serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 17:02 WIB

Lakon Kelaparan dan Kemiskinan Melalui Puasa Ramadan

Puasa itu mengajarkan menahan diri, zakat menyempurnakannya. Ia menumbuhkan kesadaran sosial dan kebahagiaan bagi sesama.
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:33 WIB

Sejarah Pasteur Bandung, Jejak Peradaban Ilmu Pengetahuan di Kota Kembang

Kawasan Pasteur Bandung tumbuh dari pusat riset vaksin kolonial menjadi simpul penting ilmu kesehatan nasional yang jejaknya masih bertahan hingga kini.
Suasana di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Salah satu titik lalu lintas yang selalu padat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:31 WIB

Hikayat Indische Partij, Partai Politik Pertama yang Lahir dari Bandung

Didirikan di Bandung pada 1912, Indische Partij menjadi organisasi politik pertama yang secara terbuka menuntut kemerdekaan penuh dari kekuasaan kolonial Belanda.
Logo Indische Partij.
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 15:13 WIB

Di Tengah Tekanan Zaman, Seni Menjadi Cara Bertahan

Di tengah kecemasan, kisah “Nihilist Penguin” bertemu tekanan hidup kota. Dari luka personal lahir Florist Project dan lagu “Cemas”, seni yang tak menggurui, tapi menemani manusia belajar bertahan.
Belajar dan menanamkan cinta pada anak-anak (Sumber: Arsip Penulis, Ekspedisi Nusantara Jaya 2016)