Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

2 menit baca
siffa nurfauziah
Ditulis oleh siffa nurfauziah diterbitkan
Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)

Produk Tomakur atau tomat rasa kurma milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Nagarawangi terpilih sebagai kandidat pendampingan pendaftaran merek melalui program kerja KKN Kelompok 5 dan 6 Universitas Islam Nusantara (UNINUS).

Pemilihan tersebut dilakukan setelah mahasiswa melakukan observasi terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Nagarawangi, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Berdasarkan hasil observasi, terdapat 486 pelaku UMKM aktif di desa tersebut.

Mahasiswa kemudian menyaring sejumlah pelaku usaha yang dinilai memiliki potensi untuk mendapatkan pendampingan legalitas merek. Enam UMKM masuk dalam daftar kandidat, yakni Sale Mekar Sale Mandiri milik Ibu Atikah, Sale Sawargi milik Ibu Pupun, usaha galon isi ulang Assahaus milik Bapak Anwar, keripik tempe Nikreuh milik Ibu Munasi, opak dan rengginang Mandiri Putri milik Bapak Karmidi, serta Tomakur milik Ibu Elliyanah.

Dari enam kandidat tersebut, Tomakur dipilih karena telah memenuhi sejumlah persyaratan legalitas usaha. Produk tersebut telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), izin PIRT, serta sertifikasi halal.

Legalitas usaha tersebut berjalan beriringan dengan pemasaran Tomakur yang telah menjangkau konsumen di luar Desa Nagarawangi. Produk tersebut bahkan sempat mendapat kesempatan untuk mengikuti pameran di luar kota.

Namun, kesempatan tersebut belum terlaksana karena Tomakur belum memiliki legalitas merek. Kondisi itu menjadi salah satu alasan mahasiswa KKN memberikan pendampingan agar produk tersebut memiliki perlindungan atas identitas mereknya.

Ibu Elliyanah selaku pemilik Tomakur sekaligus Ketua KWT Desa Nagarawangi telah mengembangkan kelompok tersebut selama sekitar dua setengah tahun. KWT tersebut memiliki 15 anggota dengan 10 anggota yang masih aktif.

Selain Tomakur, KWT Nagarawangi juga memproduksi Serundeng, Peyek Koin, dan Sambal Kribo. Produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya kelompok dalam mengembangkan potensi pangan yang dimiliki masyarakat desa.

Bagi Ibu Elliyanah, pemasaran masih menjadi salah satu kendala dalam pengembangan produk. Kelompoknya juga berencana mengikuti pameran untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Pendampingan legalitas merek tersebut menjadi bagian dari kegiatan sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Kantor Kepala Desa Nagarawangi dengan menghadirkan Dr. Hj. Happy Yulia Anggraeni, S.H., S.T., M.H., M.Kn. sebagai narasumber.

Kegiatan tersebut membahas pentingnya legalitas merek bagi UMKM, termasuk prosedur dan tahapan pendaftaran merek. Program juga diarahkan pada pendampingan langsung bagi pelaku usaha yang akan mendaftarkan mereknya.

Program kerja tersebut tidak hanya berfokus pada legalitas. Mahasiswa KKN Kelompok 5 dan 6 UNINUS juga memberikan edukasi mengenai branding dan strategi pemasaran produk. Pendekatan tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM memahami bahwa perlindungan merek perlu berjalan bersama dengan kemampuan memasarkan produk.

Pendampingan Tomakur menjadi langkah awal untuk memperkuat identitas produk UMKM Desa Nagarawangi. Sebab bagi pelaku usaha, merek bukan sekadar nama pada kemasan. Di dalamnya ada identitas produk, kerja banyak tangan, dan harapan agar usaha kecil dari desa dapat tumbuh dengan nama yang terlindungi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)