Di tengah ramainya kawasan Cipadung, sebuah kedai sederhana dengan warna hijau cerah selalu berhasil menarik perhatian para penggemar kuliner manis dan segar. Kedai Es Pisang Ijo ini sudah lama menjadi tempat persinggahan favorit bagi warga sekitar, terutama ketika cuaca panas mulai menyengat.
Salsa, salah satu pegawai yang bekerja di cabang Cipadung, mengatakan bahwa Es Pisang Ijo di sini memiliki peminat yang stabil hampir setiap hari. Bahkan, dalam sehari mereka bisa menghabiskan hingga 250 pcs. “Kalau lagi musim panas sih suka rame banget bahkan stoknya suka nambah lagi karena sering kehabisan,” ujar Salsa sambil tersenyum.
Namun, seperti kuliner segar pada umumnya, penjualan Es Pisang Ijo juga mengikuti ritme musim. Ketika udara dingin, hujan mulai sering turun, dan angin malam terasa menusuk, jumlah pembeli biasanya menurun. Meski begitu, loyalitas pelanggan tidak pernah benar-benar hilang mereka tetap datang, meski tidak seramai ketika matahari sedang terik-teriknya.
Baca Juga: Meneguhkan Rumah Bersama
Kedai ini bukan hanya sekadar menjual es, tetapi meninggalkan rasa yang khas. Perpaduan pisang lembut, adonan hijau yang kenyal, santan, es krim, dan beberapa topping yang menciptakan pengalaman sehingga membuat banyak orang kembali lagi. Suasana kedai yang sederhana namun terang juga menambah kenyamanan, menjadikannya tempat favorit untuk singgah sebentar setelah pulang kerja atau kuliah.
Di balik tampilannya yang bersahaja, Es Pisang Ijo Cipadung membuktikan bahwa kuliner tradisional tetap punya tempat di hati masyarakat. Manis, segar, dan selalu pas dinikmati kapan saja itulah yang membuat kedai ini terus hidup dan dicintai, terlepas dari bagaimana musim berganti. (*)
