Saat Angka Pengangguran Masih Tinggi, Keterampilan Jadi Harapan Baru

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Senin 12 Jan 2026, 16:38 WIB
Pelatihan perbaikan AC dan handphone Ini ditujukan bagi masyarakat tidak mampu agar mereka memiliki keterampilan praktis yang bisa langsung diaplikasikan. (Sumber: Dok BSI Maslahat)

Pelatihan perbaikan AC dan handphone Ini ditujukan bagi masyarakat tidak mampu agar mereka memiliki keterampilan praktis yang bisa langsung diaplikasikan. (Sumber: Dok BSI Maslahat)

AYOBANDUNG.ID -- Jumlah pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2025 tercatat mencapai 7,27 juta orang atau sekitar 4,76 persen dari total angkatan kerja menurut data Kementerian Ketenagakerjaan. Angka ini menunjukkan bahwa meski ada perbaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, tantangan dalam menyediakan lapangan kerja yang layak masih sangat besar.

Salah satu penyebab utama tingginya pengangguran adalah ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan pasar. Fenomena skill mismatch ini membuat banyak lulusan pendidikan formal tidak mampu menembus dunia kerja karena keterampilan mereka tidak relevan dengan industri yang berkembang.

Sementara itu, sektor jasa teknis seperti perbaikan AC dan handphone justru tumbuh pesat dan membutuhkan tenaga terampil. Oleh karenanya, program pelatihan Service AC dan Handphone hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut.

Pelatihan ini ditujukan bagi masyarakat tidak mampu agar mereka memiliki keterampilan praktis yang bisa langsung diaplikasikan. Dengan bekal keterampilan ini, peserta diharapkan mampu menembus pasar kerja atau bahkan membangun usaha mandiri.

Bagi masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki akses pekerjaan, pelatihan ini menjadi pintu masuk untuk menyalakan harapan baru. Keterampilan yang diperoleh bukan hanya menambah peluang kerja, tetapi juga membuka jalan untuk usaha kecil yang bisa menopang ekonomi keluarga.

Program ini diikuti oleh 16 penerima manfaat, terdiri dari 4 peserta pelatihan Service AC dan 12 peserta pelatihan Service Handphone. Meski jumlahnya masih terbatas, setiap peserta membawa cerita tentang perjuangan dan harapan baru. Mereka adalah contoh nyata bagaimana pemberdayaan berbasis keterampilan mampu mengubah hidup.

Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik langsung, pendampingan, serta perlengkapan kerja sebagai modal usaha. Pendekatan ini memastikan mereka tidak berhenti pada pengetahuan, melainkan siap terjun ke lapangan dengan bekal nyata. Dengan cara ini, pelatihan menjadi lebih relevan dan berdaya guna.

Sekadar informasi, industri jasa teknis dipilih karena kebutuhan akan tenaga perbaikan AC dan handphone terus meningkat. AC menjadi kebutuhan di rumah dan kantor, sementara handphone adalah perangkat yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Ketika perangkat itu rusak, masyarakat membutuhkan solusi cepat, dan di situlah peluang usaha terbuka lebar.

Materi pelatihan mencakup troubleshooting, standar layanan, komunikasi pelanggan, hingga etika pelayanan. Kurikulum ini dirancang agar peserta tidak hanya menjadi teknisi, tetapi juga penyedia jasa yang profesional. Dengan keterampilan yang lengkap, mereka bisa bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Pelatihan perbaikan AC dan handphone Ini ditujukan bagi masyarakat tidak mampu agar mereka memiliki keterampilan praktis yang bisa langsung diaplikasikan. (Sumber: Dok BSI Maslahat)
Pelatihan perbaikan AC dan handphone Ini ditujukan bagi masyarakat tidak mampu agar mereka memiliki keterampilan praktis yang bisa langsung diaplikasikan. (Sumber: Dok BSI Maslahat)

Instruktur berpengalaman memastikan transfer pengetahuan berjalan efektif. Uji kompetensi menjadi tolok ukur kelulusan, sehingga peserta benar-benar siap bersaing di dunia kerja. Sistem ini memberi jaminan bahwa lulusan pelatihan memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Kisah Muhammad Abdul Karim menjadi contoh nyata dampak program ini. Abdul Karim mengakui pelatihan ini membuka jalan baru baginya yang sebelumnya hanya bertahan dengan pekerjaan informal.

“Sehari-hari saya mengojek untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun penghasilan dari mengojek kini tidak bisa diandalkan. Karena itu saya mengikuti pelatihan ini agar punya keterampilan tambahan dan peluang pendapatan lain bagi keluarga,” tuturnya.

Senada dengan Abdul Karim, Mumtaz Al Fatih merasakan manfaat besar dari pelatihan Service Handphone. Mumtaz mengaku sangat bersemangat untuk memulai dari usaha kecil, lalu perlahan membangun kemandirian.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan keterampilan. Harapan saya, semoga ke depan bisa membuka usaha service HP, meskipun kecil-kecilan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Potensi program ini sangat besar. Jika diperluas, ia bisa menjadi motor penggerak usaha mikro berbasis keterampilan teknis. Dengan semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan, peluang usaha akan tumbuh, lapangan kerja baru tercipta, dan angka pengangguran bisa ditekan.

Namun, tantangan juga tidak kecil. Akses pendanaan, keberlanjutan pendampingan, dan kemampuan menembus pasar menjadi faktor penentu keberhasilan. Tanpa dukungan ekosistem usaha, peserta berisiko kembali ke pekerjaan informal. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi sangat penting.

Namun pelatihan semacam ini dapat menunjukkan bahwa solusi pengangguran tidak hanya terletak pada penciptaan lapangan kerja formal, tetapi juga pada pemberdayaan keterampilan praktis. Program ini menghadirkan strategi nyata membangun kemandirian ekonomi masyarakat, menjawab kebutuhan riil, dan menyalakan harapan baru bagi mereka yang selama ini terpinggirkan.

Cerita Abdul Karim dan Mumtaz hanyalah dua dari sekian banyak kisah yang lahir dari program ini. Kisah-kisah itu menunjukkan bahwa angka pengangguran bukan sekadar statistik, melainkan wajah-wajah manusia yang membutuhkan peluang. Pelatihan keterampilan menjadi jembatan antara harapan dan kenyataan, antara mimpi dan usaha, antara keterbatasan dan kemandirian.

Alternatif kebutuhan sektor jasa teknis atau produk serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/AKUGvVKxBw
  2. https://s.shopee.co.id/5q1rZFk00W
  3. https://s.shopee.co.id/1LZSCzwwgj
  4. https://s.shopee.co.id/1gCIbdvcn8

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Jan 2026, 20:01 WIB

Pentingnya Pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai Upaya Memperkuat Sistem Tata Kelola Pemerintahan

RUU Perampasan Aset hadir sebagai instrumen yang dapat menutup celah tindak korupsi.
Ilustrasi kriminalitas. (Sumber: Pexels | Foto: Kindel Media)
Ayo Jelajah 12 Jan 2026, 19:17 WIB

Hikayat Perburuan Komplotan Komunis Bandung, Priangan dalam Kepungan Polisi Kolonial

Operasi besar polisi kolonial memburu komplotan komunis di Bandung dan Priangan pada 1927 yang membuat kota hidup dalam kecurigaan.
Berita tentang dugaan plot komunis di Bandung di koran De Avondpost edisi 19 Oktober 1927.
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 18:47 WIB

Menyelami Riuhnya Ekspresi Seniman Bandung: Dari Ruang Kreatif Hingga Panggung Kontemporer

Di balik hiruk-pikuk jalan dan lalu lintasnya, Bandung tak pernah kehabisan nada, warna, dan kisah. Kota ini bukan sekadar pusat kuliner dan fashion, tetapi juga menjadi ruang ekspresi generasi seni.
Suasana pembukaan Pasar Seni ITB. (Sumber: fsrd,itb)
Ayo Biz 12 Jan 2026, 18:27 WIB

Rumah Pertama Jadi Mimpi Jauh, 65 Pesimis Gen Z Pesimis Mampu Membeli

Memiliki rumah pertama kini menjadi salah satu tujuan terbesar sekaligus tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama Gen Z.
Ilustrasi memiliki rumah pertama kini menjadi salah satu tujuan terbesar sekaligus tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama Gen Z. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 17:26 WIB

Tumbler Dan Gejala Sosial Baru

gejala sosial tentang gaya hidup membeli tumbler
Tumbler. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 16:49 WIB

Hafal Daftar Cicilan, tapi Lupa Impian

Gen Z sering dianggap generasi manja, padahal banyak dari mereka yang memikul beban finansial keluarga di pundaknya.
Ilustrasi cicilan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Shvets)
Ayo Biz 12 Jan 2026, 16:38 WIB

Saat Angka Pengangguran Masih Tinggi, Keterampilan Jadi Harapan Baru

Salah satu penyebab utama tingginya pengangguran adalah ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan pasar.
Pelatihan perbaikan AC dan handphone Ini ditujukan bagi masyarakat tidak mampu agar mereka memiliki keterampilan praktis yang bisa langsung diaplikasikan. (Sumber: Dok BSI Maslahat)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 16:07 WIB

Es Pisang Ijo Saparua: Perpaduan Sederhana Rasa Luar Biasa

Rekomendasi es viral yang enak di Kota Bandung sambil olahraga pagi menjelang siang.
Foto diambil langsung di Saparua Sport sambil menikmati indahnya pemandangan. (Foto: Rizki Hidayat)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 15:47 WIB

‘Kojo’ Persib Beckham Putra Kembali jadi Pahlawan dan Ulangi Selebrasi ‘Ngahodhod Katirisan’

Beckham lahir di Bandung, 29 Oktober 2001. Ia dikenal sebagai talenta muda Persib Bandung dan Tim Nasional Indonesia U-23.
Beckham lahir di Bandung, 29 Oktober 2001. Ia dikenal sebagai talenta muda Persib Bandung dan Tim Nasional Indonesia U-23. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 15:06 WIB

Kang Deddy, Yeuh … KBU dan KBS Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Perizinan tidak boleh dipandang sebagai instrumen pemasukan atau sumber pendapatan daerah semata—sebuah cara “menjual” ruang kepada investor—karena logika ini sangat rentan menyimpang.
Satu sudut Bandung Utara, Bojong Koneng Atas. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 13:28 WIB

Algoritma, FOMO, dan Rapuhnya Nalar Publik di Ruang Digital

Kebutuhan akan algoritma adalah keniscayaan dengan literasi numerasi sebagai fondasinya untuk memaknai angka di balik fenomena sosial
Media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Beranda 12 Jan 2026, 12:30 WIB

Setelah Sukses di Bandung, ISMN Sambangi Semarang Perkuat Jejaring dengan 50 Media Sosial Lokal

Sebelumnya, sekitar 50 pengelola akun informasi lokal, kreator digital, influencer, dan praktisi media berkumpul dalam ISMN Meet Up Bandung 2025 di Nara Park, Kota Bandung, Selasa, 2 Desember 2025.
Indonesia Social Media Network (ISMN) Meet Up 2026 di Semarang digelar Selasa, 13 Januari 2026.
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 11:49 WIB

Premanisme, Irama Sosial Bandung, dan Mengenang ‘Preman Pensiun’

Di luar fiksi, realitas komunitas preman di Bandung memang masih menjadi isu sosial yang diperhatikan pihak berwajib dan masyarakat.
Kang Mus alias Epi Kusnandar. (Sumber: Bion Studio)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 10:36 WIB

Menyingkap Sisi Tersembunyi Bandung di Pameran Selepas Reda

Liputan pameran “Selepas Reda” menyoroti karya seniman muda UPI yang membaca ulang Bandung melalui dialektika alter ego, menghadirkan refleksi tentang kota, identitas, dan realitas sosialnya.
Bandung berdiri di atas harapan, kekacauan, luka-luka kecil, dan pertanyaan yang tidak kunjung selesai. (Sumber: Unsplash | Foto: Aditya Enggar Perdana)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 09:34 WIB

Berhenti Sejenak karena Jalan Rusak dan Memimpikan Transportasi Publik Lebih Baik

Jalan-jalan yang rusak di berbagai tempat memperparah masalah.
Kemacetan Panjang di jalan Soekarno Hatta (05/12/2025). (Sumber: dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 08:13 WIB

Di Tiap Sudut Kota Bandung, Pungli dan Juru Parkir Liar Jadi Bisnis

Dengan tarif yang tidak masuk akal menghantui sebagian besar warga hingga bantuan yang tidak dibutuhkan kadang terasa mengganggu aktivitas.
Potret juru parkir ilegal yang sedang menjaga lahan minimarket di daerah Pasar Kordon (1/12/2025). (Sumber: dokumentasi pribadi | Foto: Nurmeila Elfreda.)
Beranda 11 Jan 2026, 20:53 WIB

Ketika Seni Menjadi Bahasa Mitigasi: Upaya Sesar Lembang Kalcer Menjinakkan Ketakutan Bencana

Sesar Lembang Kalcer memanfaatkan seni dan aktivasi komunitas sebagai bahasa mitigasi untuk membangun kesadaran bencana tanpa menebar ketakutan di Bandung.
Anak-anak berlarian di atas sorot lampu yang menyapu rumput di Titik Kumpul–Backyard, Bandung, sebagai bagian dari aktivasi seni Sesar Lembang Kalcer dalam menyampaikan literasi mitigasi bencana secara ramah.
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 20:12 WIB

Ketika Satu Menit Bisa Mengubah Hati

Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh distraksi, satu menit mungkin terasa remeh.
Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh distraksi, satu menit mungkin terasa remeh. Tapi di tangan yang tepat, satu menit bisa jadi pengingat, bahkan titik balik untuk yang sedang hilang arah (Sumber: dokumentasi penulis | Foto: FN)
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 18:06 WIB

Kuliah di Bandung, di Menara Gading WEIRD: Catatan untuk 2026

Kawasan kampus yang unggul literasi dan reputasi, tetapi berjarak dari realitas sosial-ekologis kota. Kita menagih kembali tanggung jawab etis akademik.
Ilustrasi mahasiswa di Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Zayyinatul Millah)
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 14:32 WIB

Resolusi Menjaga Kesehatan Mata dalam Keluarga dan Tempat Kerja

Masih banyak perilaku warga Kota Bandung yang bisa merusak mata orang lain namun tidak merasa berdosa.
Masih banyak perilaku warga Kota Bandung yang bisa merusak mata orang lain namun tidak merasa berdosa. (Sumber: Pexels/Omar alnahi)