Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan, Jawa Barat Optimistis Hadapi Tantangan Ekonomi

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Sabtu 29 Nov 2025, 18:51 WIB
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 menjadi momentum penting bagi Jawa Barat untuk menegaskan arah kebijakan ekonomi daerah. (Sumber: Bank Indonesia Jawa Barat)

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 menjadi momentum penting bagi Jawa Barat untuk menegaskan arah kebijakan ekonomi daerah. (Sumber: Bank Indonesia Jawa Barat)

AYOBANDUNG.ID -- Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 menjadi momentum penting bagi Jawa Barat untuk menegaskan arah kebijakan ekonomi daerah. Diselenggarakan di Bandung, acara ini merupakan bagian dari agenda nasional yang digelar serentak di Grha Bhasvara Icchana Jakarta dan 46 kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia.

Dengan tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”, PTBI 2025 menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan global dan domestik.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muslimin Anwar, menyampaikan bahwa ekonomi Jabar berada dalam kondisi solid. Pertumbuhan mencapai 5,20% (yoy) pada Triwulan III 2025, lebih tinggi dibandingkan capaian nasional sebesar 5,04%.

Inflasi Jawa Barat juga terkendali di level 2,63% (yoy), menunjukkan stabilitas harga yang mendukung daya beli masyarakat. Kondisi ini menjadi modal penting untuk menghadapi tahun 2026.

Tak hanya itu, Muslimin menambahkan bahwa capaian pertumbuhan Jabar di kuartal III sebesar 5,2% menjadi landasan optimisme. Meski sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya, momentum menuju kisaran 4,7%–5,5% tetap terbuka.

Kata kunci yang ditekankan pun adalah sinergi. Menurut Muslimin, kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha menjadi faktor penentu agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi, tetapi juga berdaya tahan.

Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) disebut sebagai peluang emas. Muslimin menyoroti tiga sektor yang dapat diakselerasi: pariwisata, otomotif, dan properti.

Pada sektor pariwisata, ia mengusulkan adanya libur bersama khusus Jawa Barat yang dibarengi kampanye Bangga Berwisata di Jawa Barat dan Bangga Buatan Jawa Barat. Sektor otomotif juga menjadi perhatian. Dengan banyaknya produsen mobil di Jawa Barat, diskon akhir tahun bisa menjadi strategi efektif.

Instead of discount-nya di tahun depan, kenapa nggak dibawa sekarang,” tegas Muslimin.

Ia menekankan pentingnya stimulus daerah, seperti pemutihan pajak kendaraan bermotor, yang bila dipadukan dengan diskon produsen dan dukungan perbankan berupa suku bunga kredit khusus, akan mempercepat pertumbuhan sektor otomotif.

Sektor properti, khususnya untuk kalangan menengah atas, juga dinilai potensial. Diskon akhir tahun, insentif pajak BPATB, serta dukungan perbankan melalui penurunan suku bunga KPR dapat menjadi sweetener yang mendorong pembelian properti bernilai tinggi.

Muslimin mengingatkan bahwa program DP 0% dan kebijakan Loan to Value (LTV) sebelumnya terbukti sukses. Jika diterapkan kembali, sektor properti bisa menjadi motor pertumbuhan baru. Ia juga menyinggung inovasi perbankan seperti travel now pay later atau buy now pay later dengan bunga kompetitif. Skema ini diyakini mampu meningkatkan konsumsi masyarakat.

Optimisme Muslimin terlihat jelas. Ia menyebut bahwa indikator kepercayaan konsumen (IKK), indeks penjualan ritel (IPR), dan survei kegiatan dunia usaha (SKDU) menunjukkan tren positif. Meski demikian, target 5,5% disebut sebagai tantangan besar. Untuk mencapainya, konsumsi rumah tangga harus tumbuh 6,18% dan ekspor sekitar 8,9%.

Challenging kesananya tapi room untuk itu ada,” ungkapnya.

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 menjadi momentum penting bagi Jawa Barat untuk menegaskan arah kebijakan ekonomi daerah. (Sumber: Bank Indonesia Jawa Barat)
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 menjadi momentum penting bagi Jawa Barat untuk menegaskan arah kebijakan ekonomi daerah. (Sumber: Bank Indonesia Jawa Barat)

Ia juga menyoroti pentingnya pencatatan ekspor yang valid. Dari 298 eksportir di Jawa Barat, banyak yang SKA-nya tercatat di luar provinsi. Jika pencatatan bisa dilakukan di Jabar, maka kontribusi industri pengolahan akan meningkat signifikan.

Muslimin menegaskan bahwa pencatatan ekspor yang lebih akurat akan mendongkrak nilai tambah industri pengolahan. Hal ini memperkuat kinerja ekspor sekaligus memperluas manfaat bagi perekonomian daerah.

Dengan landasan kebijakan yang disiapkan sejak akhir 2025, Muslimin optimistis Jawa Barat mampu mencapai pertumbuhan 4,9%–5,7% pada 2026.

"InsyaAllah di atas 5 karena C to C kemarin kan udah 5,14 persen, kita berharap di triwulan 4 tumbuh, tidak kontraksi. Akan tetapi ke 5,5 persen itu adalah challenging, karena kita cuma punya satu bulan," ujarnya.

Menanggapi tantangan struktural, Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat, Sumasna, menegaskan komitmen Pemprov Jabar untuk mempercepat integrasi data dan layanan publik. Ia juga menekankan pentingnya penguatan hilirisasi berbasis keunggulan wilayah, pengembangan ekonomi syariah, serta percepatan agenda green economy.

“Tadi disampaikan bahwa LPE kita memang di posisi terakhir 5,2 persen, itu agak turun dikit dibanding dengan triwulan sebelumnya 5,23 persen tetapi dari posisi nasional kita lebih tinggi dibanding rata-rata,” ujar Sumasna.

Menurutnya, tantangan terbesar ada pada industri pengolahan. Kontribusinya terhadap LPE masih di bawah rata-rata, padahal sektor ini menjadi tulang punggung ekonomi Jawa Barat.

Sumasna menekankan perlunya strategi untuk meningkatkan kontribusi industri pengolahan agar mampu menopang pertumbuhan lebih tinggi. Ia juga menyoroti sektor akomodasi dan makanan-minuman (mamin) yang menunjukkan kinerja cukup tinggi. Hal ini terkait erat dengan dukungan terhadap industri pariwisata.

Dengan agenda mendorong pariwisata di akhir tahun, sektor akomodasi dan mamin diyakini akan semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Tantangan mencapai target 5,5% disebutnya membutuhkan langkah konkret. Salah satunya melalui roadshow ke kabupaten/kota untuk mendorong akses KUR perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Jika transaksi perumahan meningkat di akhir tahun, maka kontribusinya terhadap LPE akan signifikan. Pemprov Jabar juga berkomitmen mendorong konsumen otomotif melalui kebijakan daerah.

“Nah intisari-intisari ini hanya bisa ketika kita kolaborasi, jadi kami sangat berharap komponen yang representatifnya tadi hadir baik, itu perbankan akhir tahun kalau bisa ada beberapa yang fasilitasnya bisa jauh lebih menarik,” tegas Sumasna.

Ia juga menekankan peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal. UMKM dinilai lebih tangguh menghadapi gejolak global dan memiliki kontribusi besar terhadap serapan tenaga kerja di Jawa Barat.

"UMKM termasuk yang komposisi, kontribusi serapan kerjanya termasuk yang paling tinggi di Jawa Barat sehingga kalau ini kita bisa dorong, kita kembangkan maka ekonomi Jawa Barat bisa kita kawal terus," ujar Sumasna.

Alternatif produk UMKM Jawa Barat atau kebutuhan serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/1VrHXcO9Zd
  2. https://s.shopee.co.id/804lHpk9dV
  3. https://s.shopee.co.id/1LXrLbUmia
  4. https://s.shopee.co.id/AKSg3syvhI
  5. https://s.shopee.co.id/6Ad76LOxOr
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Des 2025, 08:32 WIB

Menangkal Bencana Hoaks

Dari bencana inilah kita belajar ihwal pemimpin sejati bukanlah mereka yang tampil paling menonjol di layar.
Komisaris Bio Farma, Relly Reagen menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di Padang, Sumatera Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Budianto)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 20:40 WIB

Sisi ‘Gelap’ Bandung di Batununggal

Keresahan masyarakat atas minimnya penerangan di area Jalan Batununggal, Kota Bandung.
Kondisi jalanan di Batununggal saat malam hari pada Rabu (3/12/25). (Sumber: Penulis | Foto: Adventia)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 20:22 WIB

Farhan Vs. KDM

Banyak kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang berseberangan dengan Wali Kota dan Bupati Bandung.
Banyak kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang berseberangan dengan Wali Kota dan Bupati Bandung. (Sumber: Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 20:15 WIB

Catatan Warga untuk Wali Kota Farhan: Lubang Jalan, Lubang Kepercayaan Publik

Masyarakat selalu dihantui oleh satu masalah paling klise yang tak ada habisnya yaitu jalan berlubang dimana-mana. 
Salah Satu titik jalan berlubang di Jl. Lombok, Merdeka, Kec.Sumur Bandung, Kota Bandung.(3/12/2025) (Sumber: Nabila Putri Wiritanaya)
Ayo Biz 07 Des 2025, 20:13 WIB

Bandung Menjadi Pusat Inovasi Hotel Ramah Lingkungan Bertaraf Internasional

Bandung kini menegaskan dirinya bukan hanya sebagai kota kreatif dan kuliner, tetapi juga sebagai laboratorium hidup bagi praktik keberlanjutan di sektor pariwisata.
The Gaia Hotel Bandung membuktikan bahwa komitmen terhadap keberlanjutan dapat menjadi sumber daya saing, peluang investasi, dan jalan menuju pariwisata yang lebih inklusif dan berdaya tahan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 20:07 WIB

Halte Bus Bandung: Wajah Buram Transportasi Publik

Halte menjadi salah satu fasilitas umum yang sangat terabaikan oleh Pemerintah Kota Bandung.
Kondisi halte yang basah dan minim pencahayaan pada malam hari di Halte Tegalgea, Jl. Moch. Toha, Kec. Regol, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Tsaqifa Dhiyaul Hawa)
Ayo Jelajah 07 Des 2025, 19:54 WIB

Gunung Burangrang, Eksotisme Kaldera Tropis dalam Imajinasi Wisata Kolonial Priangan

Catatan kolonial menggambarkan Gunung Burangrang sebagai lanskap eksotik Priangan yang harus dipetakan dan ditaklukkan lewat wisata alam.
Gunung Burangrang.
Ayo Netizen 07 Des 2025, 19:46 WIB

Di Antara Ombak Buatan dan Tawa Keluarga di Bandung Barat

Wahoo Waterworld, taman air modern yang seru di Bandung Barat.
Area masuk Wahoo Waterworld yang menampilkan ikon roda kemudi besar di kawasan Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat, Senin (10/11/2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Adifa Arsyad)
Beranda 07 Des 2025, 19:44 WIB

Bencana Alam Itu Tidak Jauh, Sudah di Depan Hidung Kita

Data bencana alam BNPB tahun 2024 menyatakan Jawa Barat sebagai provinsi yang paling sering mengalami bencana, yakni sebanyak 461 kejadian.
Warga di lokasi bencana sedang membantu mencari korban tertimbun longsor di Arjasari, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Biz 07 Des 2025, 19:30 WIB

Ekosistem Esports Bandung Menjadi Model Pertemuan Teknologi Komunitas dan Budaya

Industri esports Indonesia sedang berada di persimpangan penting dan tumbuh lebih besar menjadi ekosistem yang lebih dari sekadar tren hiburan.
Ilustrasi. Industri eSports telah berkembang dari sekadar hobi menjadi arena kompetitif yang melibatkan teknologi, komunitas, dan ekonomi kreatif. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Beranda 07 Des 2025, 19:02 WIB

Inklusiland 2025: Mewujudkan Indonesia Inklusif

Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi sahabat disabilitas Indonesia.
Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi sahabat disabilitas Indonesia. (Sumber: Istimewa)
Beranda 07 Des 2025, 18:57 WIB

Braga Beken: Wajah Baru Braga yang Lebih Ramah Pejalan Kaki di Akhir Pekan

Tidak ada lagi klakson atau deru mesin kendaraan yang memecah riuh suasana. Para pejalan kaki mendominasi jalan sepanjang kurang lebih 380 meter itu
Pengunjung Jalan Braga menikmati suasana jalan yang terbebas dari kendaraan, Sabtu (6/7). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 18:40 WIB

Bila Gempa Terjadi Saat Berada di Mal

Apa yang akan dilakukan bila saat berada di dalam mal, di dalam stadion, di dalam gedung konser, terjadi gempa bumi?
Sebelum terjadi gempa, kenali kegunaan nomor dan tanda-tanda yang ada dalam panel di dinding litf. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 18:21 WIB

Catatan Warga untuk Wali Kota M. Farhan: Menata Arah Penanganan Pengangguran Bandung

Meningkatnya angka pengangguran di Kota Bandung dan menyoroti bagaimana ketidakseimbangan antara kebutuhan industri dan keterampilan warga.
Seorang pengendara motor melaju di jalan Kota Bandung siang hari. (29/10/2024) (Sumber: Khalidullah As Syauqi)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 07:27 WIB

Ketan Bakar Nurjaman: Cita Rasa Bandung ketika Malam

Di tengah dinginnya malam, ada satu kehangatan yang tetap hidup di sudut kota: Ketan Bakar Nurjaman.
Ketan Bakar Nurjaman. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Fikri Akmal)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 05:30 WIB

Tak Ada Teja Paku Alam, Fitrah Maulana pun Jadi

Fitrah Maulana—yang didapuk mendampingi pelatih Persib, Bojan Hodak-- menangis tersedu-sedu. Suasana pun menjadi haru. 
Fitrah Maulana, kiper muda Persib Bandung. (Sumber: Dok. Persib)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 05:06 WIB

Nasi Bakar Saparua, Hangatnya Malam Bandung dalam Sebungkus Rasa

Nasi Bakar Saparua adalah pilihan kuliner praktis di Bandung dengan cita rasa gurih pedas.
Di balik kepulan asap dan lampu kuning temaram, ada rasa yang bikin balik lagi. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Biz 06 Des 2025, 19:38 WIB

Gaya Hidup Sehat Anak Muda Bandung Tumbuh Bersama Treat a Cup

Treat a Cup tampil berbeda dengan menekankan pentingnya kesadaran akan kesehatan melalui makanan dan minuman yang mereka sajikan.
Treat a Cup tampil berbeda dengan menekankan pentingnya kesadaran akan kesehatan melalui makanan dan minuman yang mereka sajikan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 06 Des 2025, 11:45 WIB

Momentum Libur Natal dan Tahun Baru Jadi Peluang Emas Industri Hotel Bandung

Momentum libur Natal dan Tahun Baru tetap menjadi peluang emas bagi hotel-hotel untuk meningkatkan hunian kamar sekaligus memperkuat citra mereka sebagai destinasi liburan.
Momentum libur Natal dan Tahun Baru tetap menjadi peluang emas bagi hotel-hotel untuk meningkatkan hunian kamar sekaligus memperkuat citra mereka sebagai destinasi liburan. (Sumber: Four Points by Sheraton Bandung)
Ayo Netizen 05 Des 2025, 21:20 WIB

Mewujudkan Asa Bandung Teknopolis 

Di kawasan industri Gedebage ada entitas industri yang masih memberikan asa Bandung teknopolis.
Hangar machining Pudak Group di kawasan industri Gedebage Bandung yang memproduksi komponen pesawat terbang pesanan Airbus dan Boeing (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)