Ketika AI Menjadi Guru, Etika Jadi Korban Pertama Mahasiswa

5 menit baca
Kristofer Nathan Sanjaya
Ditulis oleh Kristofer Nathan Sanjaya diterbitkan
Illustrasi tantangan berpikir kritis dengan AI (Sumber: Pexels | Foto: Tara Winstead)
Illustrasi tantangan berpikir kritis dengan AI (Sumber: Pexels | Foto: Tara Winstead)

Kecerdasan Artifisial (artificial intelligence atau disingkat AI) adalah teknologi maju yang dapat membantu mahasiswa melakukan berbagai aktivitas secara efisien. Platform-platform AI, mulai dari aplikasi asisten virtual (seperti Google Assistant dan Alexa) hingga aplikasi untuk menjawab pertanyaan dan memberi informasi (seperti ChatGPT, Gemini) menjadi sebuah alat yang digunakan mahasiswa di dalam aktivitas sehari-hari, baik dalam urusan akademis maupun non-akademis.

Mahasiswa kini lebih suka menggunakan AI dengan cara mengetik di atas keyboard untuk merangkai prompt ketimbang menulis secara otentik. AI memang dapat membantu penyelesaian tugas secara instan dan efisien. Akan tetapi, teknologi yang seharusnya lahir untuk memperkuat manusia kini berubah menjadi “selimut nyaman” yang membuat mahasiswa terlena dan perlahan-lahan justru melumpuhkan nalar kritis mahasiswa.

Praktik yang “efisien” ini justru menimbulkan berbagai persoalan etis. Di era digital yang terus berkembang, berbagai permasalahan etis penggunaan AI  oleh mahasiswa di perguruan tinggi tersebut misalnya: adanya ketergantungan mahasiswa pada alat, ancaman terhadap integritas akademik, dan ancaman penyalahgunaan data pribadi. AI dapat memunculkan resiko ketergantungan mahasiswa pada alat. Di satu sisi, AI menawarkan kemudahan bagi mahasiswa dalam  mencari informasi secara lengkap untuk mendukung perkuliahan.

Namun, di sisi lain, mahasiswa bisa menjadi sangat tergantung pada kemampuan AI sehingga ia tidak bisa berpikir dengan mandiri. Ketergantungan kepada AI membuat mahasiswa kehilangan kemampuan kritis dan kreativitasnya sendiri. Selain itu, ancaman terhadap integritas akademik juga menjadi persoalan etis berikutnya dalam penggunaan AI oleh mahasiswa. Seorang mahasiswa dapat meminta AI membuatkan sebuah makalah ilmiah dengan mudah tanpa menggunakan pemikirannya sendiri secara bertanggung jawab. Disamping itu, ancaman penyalahgunaan data pribadi mahasiswa menjadi persoalan etis lainnya yang muncul akibat penggunaan AI. Kejahatan siber seperti pencurian data-data pribadi dapat terjadi melalui data-data pribadi yang dimasukkan mahasiswa melalui platform AI.

Artificial Intelligence (AI) dan Coding menjadi bagian penting yang bisa mengubah cara kita belajar, bermain, bahkan bekerja. (Sumber: Unsplash/BoliviaInteligente)
Artificial Intelligence (AI) dan Coding menjadi bagian penting yang bisa mengubah cara kita belajar, bermain, bahkan bekerja. (Sumber: Unsplash/BoliviaInteligente)

Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi permasalahan etika penggunaan AI oleh mahasiswa di kampus. Regulasi kampus untuk mengatur hal tersebut perlu dibuat, namun itu saja belum memadai. Solusi konkret tidak bisa dilakukan dengan hanya mengandalkan regulasi, melainkan perlu membangun kesadaran etis mahasiswa agar menggunakan AI secara bertanggung jawab. Pendidikan untuk membangun kesadaran moral atau membentuk karakter moral mahasiswa menjadi salah satu jalan keluar untuk menghadapi tantangan penggunaan AI di perguruan tinggi tersebut. Ada beberapa alasan mengapa pendidikan moral menjadi  penting dalam menghadapi maraknya penggunaan AI di kalangan mahasiswa.

Pertama, pendidikan untuk membentuk karakter kritis dan kemandirian berpikir mahasiswa diperlukan agar mereka tidak tergantung secara berlebihan pada teknologi serta kehilangan daya kritis serta kemampuan untuk memecahkan masalah secara kreatif dan mandiri. Mahasiswa perlu melatih diri berpikir kritis sehingga mereka mampu menggunakan pikirannya sendiri, tidak mudah percaya begitu saja, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, berani bertanya dan mencari kebenaran suatu informasi, mampu membedakan antara fakta atau opini, bersikap terbuka terhadap pandangan yang berbeda serta kritik dari orang lain.

Para mahasiswa tidak boleh mengabaikan begitu saja proses berpikir mereka sendiri ketika berhadapan dengan penggunaan teknologi. Mahasiswa perlu memiliki kesadaran moral bahwa teknologi AI hanya sebatas alat bantu bagi manusia. AI tetap berguna bagi mahasiswa, misalnya untuk mencari ide (brainstorming), tetapi bukan menggantikan seluruh proses berpikir mahasiswa dalam melakukan aktivitas akademis, seperti membuat tugas kuliah, ujian dan lain-lain. Pendidikan moral untuk membangun sikap kritis penting, sehingga mahasiswa tetap dapat memakai AI tanpa harus kehilangan kendali atas pikiran mereka sendiri. Seperti disampaikan Muarifin, pendidikan moral penting agar AI tidak mengubah peran mahasiswa sebagai pemikir atau penulis utama dalam suatu tulisan ilmiah (Muarifin, Z. 2024).

Kedua, pendidikan karakter dapat membangun integritas moral akademik yang kuat. Apriani dan Zana menyatakan, “Integritas akademik mendorong setiap individu untuk bertindak secara etis, menghindari plagiarisme, serta memastikan bahwa semua karya ilmiah dihasilkan berdasarkan usaha yang asli dan jujur” (Apriani dan Zana, 2024). Perlu ada pedoman perilaku mahasiswa sehingga mereka melakukan aktivitas  akademik sesuai dengan nilai-nilai moral. Melalui pendidikan karakter, mahasiswa dibekali dengan nilai-nilai moral sehingga menjadi pribadi yang memiliki integritas moral akademik. Mereka juga dibekali pemahaman jelas tentang batasan etis antara pemanfaatan AI sebagai alat bantu pemikiran, sehingga dapat memanfaatkan AI secara bijak dan mengantisipasi adanya kecurangan akademis seperti plagiarisme.

Ketiga, pendidikan karakter dapat membangun karakter moral mahasiswa seperti hormat dan bertanggung jawab kepada diri sendiri dan orang lain dalam berkomunikasi dengan memakai data digital. Pendidikan karakter moral dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa untuk memanfaatkan data digital secara hormat dan bertanggung jawab. Data-data pribadi dalam bentuk digital sangat rentan untuk disalahgunakan. Pendidikan moral dapat membangun kembali tatacara berkomunikasi dalam dunia digital, dengan tidak sembarangan memberikan informasi pribadi yang sensitif dan relevan (Fatimah, F., Yasin, A., Amelia, N. & Hasibuan, A.Z.N., 2025).

Baca Juga: Dessert Tradisi dalam Format Modern, Potret Tren Kuliner 2026

Kesadaran moral mahasiswa dapat dibentuk dalam menyaring dan memilah informasi digital, serta membedakan mana yang boleh dibagikan dan mana yang tidak karena sensitif untuk disebarkan. Dengan itu, mahasiswa juga dapat bersikap hati-hati dalam menginput data melalui AI, serta mengamankan informasi pribadi dari kejahatan siber seperti pencurian data yang marak terjadi karena penggunaan AI.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter sangat penting diberikan dalam menghadapi penggunaan teknologi AI oleh mahasiswa di perguruan tinggi. Di satu sisi, AI dapat sangat membantu pengembangan diri akademis mahasiswa karena menawarkan efisiensi. Akan tetapi,  di sisi lain, AI membawa ancaman etis bagi kemandirian berpikir, integritas akademik, dan keamanan data pribadi mahasiswa.

Melalui pendidikan karakter, mahasiswa dapat dibentuk agar memiliki karakter kuat dalam menggunakan AI, sehingga mampu berpikir kritis dan mandiri, memiliki integritas moral akademis, serta bersikap hormat dan bertanggung jawab dalam memakai data digital. AI hanyalah sebatas alat bantu bagi mahasiswa, sehingga pemanfaatannya yang bijak perlu dibarengi dengan karakter mahasiswa yang kuat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kristofer Nathan Sanjaya
A university student from Bandung, currently undergoing a bachelor's degree.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)