Longsor, Alih Fungsi, dan Alami

Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Senin 26 Jan 2026, 11:33 WIB
Ilustrasi bencana tanah longsor (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)

Ilustrasi bencana tanah longsor (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)

Saat menyaksikan video longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 02.30 WIB, yang beredar luas di media sosial, Aa Akil spontan berkomentar dengan nada getir,

“Bah, pasti banyak yang meninggal ya. Gara-gara pohon ditebang, hutan dan alam dirusak?”

Ku hanya mengangguk pelan. “Muhun A!”

Istri menimpali dengan lirih, “Biasanya karena alih fungsi lahan.”

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Sumber: Instagram @dedimulyadi71 | Foto: Istimewa)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Sumber: Instagram @dedimulyadi71 | Foto: Istimewa)

Alam Unjuk Kekuatan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkap temuan alih fungsi lahan di lokasi bencana tanah longsor Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan 11, Desa Pasirlangu. Area di sekitar longsor diketahui merupakan kebun sayuran yang dibuka hingga ke puncak bukit dan menggunakan plastik mulsa. “Faktornya sudah bisa kita lihat. Kebun sampai ke atas, pakai plastik. Ini jelas alih fungsi lahan,” ujarnya.

Pengamat tata kota, Yayat Supriatna, turut menegaskan alih fungsi lahan diduga kuat menjadi salah satu faktor utama penyebab longsor di Bandung Barat.

Kawasan lereng Gunung Burangrang yang dulunya ditanami vegetasi keras sebagai pengikat tanah, kini berubah menjadi kebun sayuran. Perubahan ini secara signifikan menurunkan kemampuan tanah dalam menahan air dan material.

Dari data yang diterima tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat di Posko Puskesmas Pasirlangu, tercatat 25 jasad korban telah ditemukan. Dari total 113 jiwa terdampak, 23 orang dinyatakan selamat, sementara 65 orang lainnya masih dalam pencarian.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan sebesar Rp10 juta per kepala keluarga untuk biaya kontrak rumah dan kebutuhan hidup, serta santunan Rp25 juta per kepala keluarga bagi korban meninggal dunia. Untuk sementara, warga yang selamat diminta mengontrak rumah selama dua bulan. (www.jabarprov.go.id; CNN Indonesia, Sabtu 24 Januari 2026; Antara, Sabtu 24 Januari 2026).

Skema mekanisme terbentuknya longsoran hingga aliran lumpur (mudflow) di Kampung Pasir Kuning hingga Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (Sumber: www.itb.ac.id | Foto: Istimewa)

Dari sisi keilmuan, pakar geologi longsoran Institut Teknologi Bandung (ITB), Imam Achmad Sadisun, menjelaskan peristiwa ini merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor alamiah dan aktivitas manusia. Longsor di bagian hulu memicu mekanisme aliran lumpur (mudflow) yang bergerak mengikuti sistem aliran sungai.

Wilayah KBB berada pada produk vulkanik tua dengan lapisan pelapukan yang relatif tebal. Batas antara tanah hasil pelapukan dan batuan dasar yang lebih kedap air kerap menjadi bidang gelincir. Kondisi ini semakin melemah akibat hujan berdurasi panjang yang menyebabkan tanah jenuh air.

Pemicu longsor tidak semata ditentukan oleh lamanya hujan, termasuk intensitasnya. Dalam ilmu kebumian dikenal hubungan erat antara durasi dan intensitas hujan. Pada saat hujan berintensitas sedang, tapi berlangsung lama bisa sama berbahayanya dengan hujan sangat lebat dalam waktu singkat.

Salah satu temuan penting adalah adanya longsoran di hulu sungai lereng selatan Gunung Burangrang yang menutup alur sungai dan membentuk bendungan alam (landslide dam). Air dan sedimen, lumpur, pasir, hingga bongkah batu, tertahan di bagian hulu. Ketika tekanan air melampaui daya tahan bendungan, jebol tak dapat dihindari dan terjadi, memicu aliran lumpur dahsyat ke hilir.

Aliran ini bukan sekadar air, melainkan lumpur bercampur material berat yang bergerak cepat dan memiliki daya rusak tinggi. Fenomena ini lebih tepat dikategorikan sebagai mudflow,  bahkan debris flow, yang menjelaskan kerusakan parah di sepanjang bantaran sungai meski wilayah itu jauh dari sumber longsor.

Imam mengingatkan potensi bahaya susulan. Indikasi sumbatan di hulu sungai masih ditemukan. Bila hujan lebat kembali turun, bendungan-bendungan alami itu berpotensi kembali jebol dan mengancam wilayah hilir.

Mekanisme aliran debris (debris flow) serta contoh penerapan struktur pengendali untuk mitigasi bahaya. (Sumber: www.itb.ac.id | Foto: Istimewa)

Pentingnya Vegetasi, Mitigasi

Kendati secara regional sebagian area terdampak berada pada zona kerentanan longsoran rendah hingga menengah, permukiman yang berada di sempadan sungai tetap memiliki risiko tinggi terhadap aliran lumpur dan debris dari hulu.

Di sinilah pentingnya vegetasi. Dengan memperkuat tanah melalui sistem perakaran, vegetasi sangat berperan secara hidrologis untuk memperlambat kejenuhan tanah oleh air hujan. Dalam menghadapi bahaya aliran lumpur dan debris, mitigasi perlu dilakukan melalui tiga pendekatan utama.

Pertama, stabilisasi lereng di bagian hulu sebagai sumber material longsor;  Kedua, pemantauan jalur aliran menggunakan teknologi seperti geofon, sensor getaran, dan kamera pemantau; Ketiga, perlindungan jalur aliran hingga hilir melalui pembangunan penghalang aliran, tanggul pengelak, pagar pemecah, cekungan penampung debris.

Mitigasi non-struktural tak kalah penting, terutama peningkatan kesadaran masyarakat terhadap tanda-tanda alam. Salah satu indikator yang sering diabaikan itu menyusut (hilangnya) aliran sungai secara tiba-tiba saat hujan masih berlangsung, pertanda adanya sumbatan di hulu.

Pemahaman masyarakat tentang bahaya longsoran seharusnya tidak lagi terbatas pada runtuhnya lereng semata, justru mencakup risiko aliran lumpur dan debris yang datang tiba-tiba, tanpa tanda visual yang jelas di kawasan permukiman. (www.itb.ac.id)

Longsor, banjir, bencana dengan segala kerusakan alam dan lingkungan ini menjadi bukti nyata atas ulah lalim perbuatan manusia. Pasalnya, sikap serakah dan perilaku jahil yang tertanam dalam sanubari kita membuat alam murka sekaligus unjuk kekuatan. Betapa tidak, tibanya musim penghujan malah menjadi petaka yang tak bisa terelakan dikarenakan kita seriang alfa mensyukuri segala pemberian dan anugrah dari Tuhan ini.

Baca Juga: Bukan Sekadar Belajar Speaking: Pelajaran Resiliensi di Balik Dinding Kostan Pare

Kiranya, petuah Rasul tentang larangan kaum muslim untuk tidak buang air kecil di air yang tidak mengalir (kubangan) dan menjaga alam dengan cara menanam pohon. “Jika sebelum kiamat itu ada satu biji kurma saja ditangan kamu dan kamu bisa menanamnya, maka tanamhlah kurma itu” perlu direnungkan secara bersama-sama dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dalam mencipatakan keharomisan antara manusia dengan alam dan lingkungannya.

Mudah-mudahan dengan adanya musim penghujan menjadikan kita semakin bersahabat dengan alam, lingkungan, air, pepohonan sekaligus dapat meningkatkan religiusitas keberagamaan atas kehidupan, bukan malah menjadi petaka dan pudarnya kepercayaan kita terhadap alam ini.

Saat asyik membaca lembar demi lembar buku Islam dan Lingkungan: Perspektif Al-Quran Menyangkut Pemeliharaan Lingkungan karya M Quraish Shihab (2023) ini, tiba-tiba Anak ketiga, Kakang (4 tahun) memanggil “Bah Bacain cerita Nabi Nuh ya!” Cag Ah!  (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)