Memuliakan Alam, Mencintai Bumi

6 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Ilustrasi/Mengenal keindahan Pulau Gag, Raja Ampat yang memiliki potensi mineral seperti Nikel (Sumber: Angke Widya | Foto: Pexels)
Ilustrasi/Mengenal keindahan Pulau Gag, Raja Ampat yang memiliki potensi mineral seperti Nikel (Sumber: Angke Widya | Foto: Pexels)

Segala bentuk bencana alam: gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, angin puting beliung, kekeringan, banjir, tanah longsor, gelombang pasang, kebakaran hutan dan lahan, hingga pohon tumbang yang terjadi di berbagai daerah Indonesia merupakan bukti nyata dari ulah lalim manusia. Sikap serakah dan perilaku jahil yang tertanam dalam sanubari manusia telah membuat alam murka dan menunjukkan kekuatannya.

Salah satu contoh nyata kerusakan lingkungan terjadi di Raja Ampat, kawasan yang selama ini dikenal sebagai surga terumbu karang dunia. Kerusakan lingkungan dan gangguan terhadap biodiversitas di wilayah ini disebabkan oleh aktivitas pertambangan nikel yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan di pulau-pulau kecil. Zat kimia berbahaya dengan mudah menyebar ke laut akibat dorongan arus, gelombang, dan pasang surut. Kerusakan kecil pun berpotensi memicu kerusakan dalam skala yang jauh lebih besar.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, memaparkan sejumlah indikasi pelanggaran dan kerusakan lingkungan dari empat perusahaan pertambangan nikel di Raja Ampat: PT GN, PT ASP, PT KSM, dan PT MRP. Hanif, menerima laporan dari masyarakat serta media terkait aktivitas pertambangan nikel yang mengancam ekosistem Raja Ampat.

Salah satu titik yang terdampak adalah Pulau Gag, bagian dari kawasan Raja Ampat. Pulau ini memiliki luas sekitar 6.060 hektare. Eksplorasi tambang nikel di pulau dimulai sejak 1998, dan produksi komersialnya dimulai pada 2018.

Yusthinus T. Male, guru besar logam berat dari Universitas Pattimura, Ambon, Maluku, menegaskan kesimpulan mengenai kerusakan lingkungan tidak bisa diambil hanya berdasarkan pengamatan visual sesaat. Pekatnya sedimen di pesisir Pulau Gag menjadi indikasi awal bahwa kondisi lingkungan di kawasan itu telah mengalami perubahan drastis sejak aktivitas pertambangan dimulai.

Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH menyatakan adanya indikasi pencemaran lingkungan akibat aktivitas pertambangan nikel di Kabupaten Raja Ampat. Jika terbukti melanggar ketentuan hukum yang berlaku, izin lingkungan perusahaan-perusahaan tersebut akan dicabut. Pihak kementerian telah menerima laporan dampak aktivitas pertambangan nikel di kawasan Raja Ampat sejak Mei 2025. (Kompas, Senin 9 Juni 2025)

Peran Agama Jaga Alam

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Babakan Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Babakan Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)

Ternyata, kehadiran agama sebagai sumber moralitas belum sepenuhnya dipraktikkan secara utuh. Akibatnya, manusia belum mampu berakhlak dengan baik terhadap alam sebagaimana mestinya. Padahal, alam merupakan tempat tinggal dan penopang kehidupan manusia.

Kerusakan ekologis terjadi karena kesalahan dalam pendekatan teologis terhadap alam, yang berakar dari ketidaktahuan dan ketidaksadaran manusia atas perannya sebagai khalifah di muka bumi.

Lynn White Jr. pernah mengkritik weltanschauung (pandangan dunia) agama-agama monoteistik yang dinilainya kurang bersahabat dengan alam. Menurutnya, penafsiran sebagian pemuka agama yang menempatkan manusia sebagai makhluk superior di atas alam justru menyebabkan eksploitasi alam dianggap sah dan bahkan sakral. Inilah yang menjadi salah satu akar persoalan krisis ekologi saat ini. Jika dibiarkan, kondisi lingkungan akan semakin memprihatinkan.

Saat ini, para ulama, birokrat, ilmuwan, hingga masyarakat umum sepakat bahwa pencemaran lingkungan telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan. Ironisnya, kondisi ini diperparah oleh mentalitas masyarakat yang masih minim kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.

Graham Parkes, seorang profesor dari University of Hawai’i, mengajak para ilmuwan, budayawan, dan pegiat studi agama untuk berpaling kepada ajaran-ajaran agama dan ideologi Timur. Baginya, alam dan lingkungan bukan hanya dinilai sakral, tetapi mengandung unsur ketuhanan dan menjadi sumber kearifan hidup. Misalnya, dalam ajaran Shinto di Jepang, Tuhan diyakini bersemayam dalam fenomena-fenomena alam; Gunung Fuji sangat dijunjung tinggi karena dianggap sebagai tempat kediaman Tuhan.

Dalam ajaran Taoisme dan Konfusianisme, hubungan harmonis antara manusia dan alam menjadi prinsip utama. Salah satu kitab klasik Konfusius, Cho, menyatakan bahwa langit dan bumi adalah "orang tua agung" yang memberikan kehidupan, sehingga layak untuk dihormati.

Pentingnya peran agama dalam upaya konservasi lingkungan disampaikan oleh Hendri Bastaman. Kegagalan berbagai program konservasi selama ini disebabkan oleh tidak dilibatkannya agama secara serius. Hal ini sudah terlihat sejak puluhan tahun lalu. Pada tahun 1972, diadakan konferensi lingkungan di Stockholm, Swedia, yang dihadiri oleh sekitar 100 negara.

Saat itu, pendekatan pendidikan dan keilmuan dianggap sebagai solusi utama dalam mengatasi masalah lingkungan. Namun, 15 tahun kemudian, pada pertemuan di New York tahun 1987, hasil evaluasi justru mengejutkan banyak pihak. Hasilnya, ditemukan bahwa tingkat kerusakan dan pencemaran lingkungan justru terus meningkat.

Baca Juga: Gol Rukma Bikin Stadion Ikada Pecah

Evaluasi menyadarkan banyak pihak bahwa pengelolaan lingkungan hidup tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan penegakan hukum atau objektivitas ilmu pengetahuan semata. Salah satu penyebab utama kerusakan lingkungan adalah modernisasi yang mengabaikan konsekuensinya terhadap alam. Alam diperlakukan semata-mata sebagai objek eksploitasi, tanpa memedulikan fungsi dan perannya dalam kehidupan.

Tentunya manusia harus kembali kepada kelembutan ajaran agama. Kita perlu menempatkan diri secara proporsional dalam ekosistem alam, sesuai dengan fitrah kita sebagai makhluk yang diberi amanah untuk menjaga bumi. (M. Ziaulhaq, 2011: 2-4 dan 18-19)

Spiritualitas Pecinta Bumi

Di balik gemerlap pembangunan kota, ada permasalahan serius yang tidak boleh diabaikan. (Sumber: Pexels/Tom Fisk)
Di balik gemerlap pembangunan kota, ada permasalahan serius yang tidak boleh diabaikan. (Sumber: Pexels/Tom Fisk)

Ingat, agama menjadi sebuah pandangan dunia (world view) yang memengaruhi sikap manusia terhadap alam dan menjadi suatu komponen penting yang memberikan petunjuk untuk bertindak. White mengatakan pandangan manusia terhadap lingkungan ini ditentukan oleh agama. Karena agama menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku terhadap lingkungan.

Gerakan penyadaran terhadap lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam kembali melihat potensi agama sebagai salah satu wahana penting dalam menyadarkan manusia untuk bersikap lebih baik guna mengelola alam dan lingkungan. Tampilnya E.O Wilson, Kellert S.R yang prihatian terhadap laju degradasi sumber daya alam ini menghimbau kepada kita semua akan pentingnya kerjasama antara sains dan agama dalam menganggapi persoalan-persoalan konservasi lingkungan.

Krisis lingkungan dan ancaman pemanasan global terhadap kemanusiaan, merupakan persoalan moral manusia (yang berakar dari agama) dalam bertindak terhadap lingkungan. Dengan demikian, sangat perlu dikembangkan pengetahun tentang konsep-konsep bagaimana agama dapat mendorong pada penguatan kehidupan manusia sehari-hari dalam upaya mengimpelementasikan pengelolaan konservasi sumber daya alam secara strategis, berdasarkan pada keyakinan (keimanan) agama yang dianutnya. (Fachruddin Majeri Mangunjaya, 2014:2-3).

Menyelamatkan bumi berarti menyelamatkan kehidupan. Oleh karena itu, upaya yang ditempuh seharusnya dilakukan  dengan cara memuliakan kehidupan, bukan melalui kekerasan yang justru  berpotensi menimbulkan kematian. 

Menyelamatkan alam adalah memuliakan budaya kehidupan. Maka, penyelamatan itu pun dilakukan dengan cara-cara yang menghormati kehidupan, termasuk kepada para perusak alam itu sendiri. Kesaksian bahwa kita mencintai ciptaan juga dinyatakan dalam perjuangan itu. Bagaikan bumi yang terus-menerus memberi hidup, kita terus memancarkan semangat kehidupan. Bumi tidak akan jera memulihkan kehidupan di atas (dalamnya), tak peduli manusia mencintai atau pun merusaknya. Jika terjadi reaksi dalam rupa bencana karena ulah manusia, itu adalah upaya rekonstruksi atas destruksi yang terjadi padanya. Dengan bahasa alamnya, bumi menunjukkan bahwa setiap tindakan terhadapnya, akan membuahkan reaksi.

Karena itu, penyelamatan ciptaan seharusnya dilakukan dengan penuh kelembutan, bukan dengan kekerasan. Menyelamatkan ciptaan adalah cinta. Cinta itu bersumber pada cinta Sang Pencipta yang menciptakan alam ini, dari tiada menjadi ada. (Lukas Awi Tristanto, 2016:14, 16).

Baca Juga: 6 Tulisan Orisinal Terbaik Mei 2025, Total Hadiah Rp1,5 Juta untuk Netizen Aktif Berkontribusi

Dengan menjalani hidup yang selalu berusaha memuliakan air (sungai, laut) sebagai sumber kehidupan sekaligus bagian dari upaya menjaga, merawat, dan melestarikan alam, maka kita akan lebih tanggap terhadap berbagai bencana alam (banjir, tanah longsor, kerusakan terumbu karang) yang mengancam bumi.

Dengan demikian, air (sungai, danau, laut) adalah sumber kehidupan, bukan hanya bagi manusia, tetapi untuk seluruh makhluk ciptaan Tuhan di muka bumi. Pasalnya, sejak awal, peradaban manusia memang tumbuh dan berkembang di sekitar sungai, terutama di lembah-lembah perairan besar. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

News Update

Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 20 Agu 2026, 19:28

Menjahit Ulang Nasib Cibaduyut, Menjaga Barometer Kualitas ala Koku Footwear

Kisah Koku Footwear, UMKM sepatu kulit asal Cibaduyut, yang berhasil menembus pasar mancanegara dan mempertahankan warisan kerajinan lokal di tengah digitalisasi perdagangan Indonesia.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 18:57

Ini Omah Sawah: Tempat Makan Hidden Gem Sekaligus Cozy di Cianjur

Cianjur yang menjadi julukan kota santri ini selain punya ikonik tauco ternyata banyak tempat kuliner hidden gem yang wajib disambangi

Cianjur memang selalu punya tempat menarik untuk dikunjungi (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 17:08

Bakul Pikul Kopi Tubruk di Terminal Kebon Kalapa Bandung

Nostalgia Terminal Kebon Kalapa Bandung (1964-1996) lewat aroma kopi tubruk bakul pikul.

Terminal Kebon Kalapa, Kota Bandung, pada 1980-an. (Sumber: Facebook | Foto: Foto2 TEMPO DOELOE kita semua)