Curug Cibeureum Selabintana, Ikon Wisata Alam yang Digemari Berbagai Kalangan

Ilyas Saputra
Ditulis oleh Ilyas Saputra diterbitkan Minggu 25 Jan 2026, 20:45 WIB
Curug Cibeureum Selabintana yang indah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Curug Cibeureum Selabintana yang indah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Menurut Kaplan & Kaplan melalui attention restoration theory, alam mampu memulihkan mental dan memberi rangsangan alami yang lembut sehingga otak dapat beristirahat dan tekanan fokus yang berlebihan. Adapun menurut Richard taylor melalui penelitian nya tentang pola faktral menemukan bahwa otak manusia lebih tenang saat melihat pola alami, karna struktur tersebut sesuai dengan cara kerja visual manusia.

Hal ini terjadi pada lingkungan manusia, banyak sekali anak anak smp, sma, kuliah bahkan orang anak sd dan orang tua sekalipun. Bepergian dan bermain di alam2 sekitar ntah itu Curug, gunung, pantai dan awan ataupun senja. Hal ini menjelaskan mengapa alam dianggap indah secara universal, lintas budaya dan usia.

Desa perbawati, kecamatan selabintana, Kabupaten Sukabumi, memiliki satu destinasi wisata lagi, yang memikat hati para pengunjung ntah dari kanak kanak bahkan lintas orang tua sekalipun, yaitu Curug Cibeureum Selabintana. Air terjun yang terletak di kawasan kaki gunung gede pangrango ini menyuguhkan pemandangan yang begitu asri, sejuk dengan khas pegunungan nya dan menjadikan sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan lokal maupun luar daerah, apalagi generasi Z dengan hari sabtu dan minggu dan outfit ala gunung nya, yang menjadi langganan setiap harinya.

Curug Cibeureum Selabintana ini memiliki ketinggian sekitar kurang lebih 60 meter, dengan aliran yang jernih, segar dan sangat indah ketika di pandang. Air terjun ini menciptakan suara gemercik air yang menenangkan hati,pikiran dan jiwa. Dikelilinggi oleh pepohonan yang bertempel ditebing dan suasana curug yang sangat nyaman dan menenangkan, cocok untuk bersantai dan berdiam diri untuk melepas penat pikiran dari aktivitas sehari hari.

Adapun untuk akses ke Curug selabintana ini cukuplah dibilang mudah. Dari pusat gerbang Pondok halimun ke gerbang nya wisatawan dapat berjalan atau menggunakan kendaraan kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 5-6 menit, setelah itu dari gerbang ke Curug Cibeureum menuju curug nya, wisatawan dapat memakan waktu kurang lebih 1jam 30 menit. Dengan track nya yang landai, Ditemani pepohonan yang rimbun, Sungai2 yang mengalir begitu asri dan tanjakan serta turunan yang sangat cocok buat pemula. Meskipun begitu, beberapa bagian perjalanan harus hati hati karna berada di area pergunungan dan sisi kanan-kiri nya ialah tepi jurang. Setibanya di lokasi, pengunjung akan disambut oleh pedagang2 di sana, yang berjualan seperti cuangki, cilok, popmie dan minuman nya seperti kopi dan itu menjadi ciri khas utama dari Curug Cibeureum.

Baca Juga: Mencintai Kota seperti Kekasih: Kota Bandung, Konferensi Asia Afrika, dan Tanggung Jawab Kita

Selain menikmati keindahan air terjun tersebut, pengunjung juga dapat melakukan berbagai aktivitas seperti berfoto foto di berbagai spot instragmable, duduk di atas batu sambil menikmati rasa dingin air terjun, ataupun sekedar menikmati suasana alam. Tidak sedikit pula banyak wisatawan wisatawan yang datang untuk menggelar kegiatan kelompok seperti outbound atau rekreasi keluarga.

Dengan segala kertarikannya, Curug Cibeureum menjadi pusat perhatian para wisatawan. Pemerintah Desa perbawati bersama masyarakat setempat terus berupaya mengembangkan fasilitas, menjaga kebersihan, keasriann Dan menjaga kenyaman. Dengan keindahan alamnya yang luar biasa, tempat ini siap memberikan pengalaman wisata yang seru, candu dan tak terlupakan.

Dan bagi anda yang ingin menikmati wisata alam yang menenangkan dan ingin sejuk pikiran. Curug Cibeureum adalah jawaban yang paling tepat untuk dikunjungi. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ilyas Saputra
Tentang Ilyas Saputra
hidup itu seni. maka menulis lah, supaya punya karya.

Berita Terkait

Gali Potensi, Raih Prestasi

Ayo Netizen 25 Jan 2026, 13:38 WIB
Gali Potensi, Raih Prestasi

News Update

Beranda 04 Feb 2026, 11:56 WIB

Ironi Co-firing Biomassa PLTU di Jawa Barat, Klaim Transisi Energi dan Dampaknya bagi Warga

Skema yang diklaim lebih ramah lingkungan ini dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar, terutama dampak lingkungan dan kesehatan warga yang hidup berdampingan dengan PLTU.
Ilustrasi PLTU. (Sumber: Bruno Miguel / Unsplash)
Beranda 04 Feb 2026, 09:42 WIB

Jika Kebun Binatang Bandung Hilang, Apa yang Tersisa dari Kota Ini?

Tempat ini merupakan rangkaian panjang sejarah dan ungkapan cinta warga kota yang telah terbangun sejak satu abad lalu.
Pegunjung memanfaatkan Kawasan Kebun Binatang Bandung yang rindang dan sejuk untuk berkumpul dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 09:39 WIB

Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026.
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya.
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Bandung 03 Feb 2026, 21:16 WIB

Misi Kemanusiaan dan Esensi CSR Berkelanjutan dalam Memulihkan Luka Bencana Cisarua

CSR berkelanjutan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir dan tetap ada hingga masyarakat benar-benar mampu berdiri kembali di atas kaki sendiri.
Dalam skenario bencana sebesar Cisarua, kecepatan respons adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan harapan. (Sumber: SANY Indonesia)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 19:40 WIB

Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

Jalan Pasirluyu Selatan Bandung berubah menjadi sentra karangan bunga. Bulan Rajab dan Syaban membawa lonjakan pesanan papan ucapan pernikahan dan hajatan.
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 03 Feb 2026, 19:00 WIB

Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 18:19 WIB

UU ITE dan Ancaman Kebebasan Ekspresi: Menggugat Pelanggaran Asas Lex Certa

Menganalisis pelanggaran asas lex certa dalam UU ITE yang memicu chilling effect dan mengancam kebebasan berekspresi serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 17:02 WIB

Lakon Kelaparan dan Kemiskinan Melalui Puasa Ramadan

Puasa itu mengajarkan menahan diri, zakat menyempurnakannya. Ia menumbuhkan kesadaran sosial dan kebahagiaan bagi sesama.
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:33 WIB

Sejarah Pasteur Bandung, Jejak Peradaban Ilmu Pengetahuan di Kota Kembang

Kawasan Pasteur Bandung tumbuh dari pusat riset vaksin kolonial menjadi simpul penting ilmu kesehatan nasional yang jejaknya masih bertahan hingga kini.
Suasana di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Salah satu titik lalu lintas yang selalu padat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:31 WIB

Hikayat Indische Partij, Partai Politik Pertama yang Lahir dari Bandung

Didirikan di Bandung pada 1912, Indische Partij menjadi organisasi politik pertama yang secara terbuka menuntut kemerdekaan penuh dari kekuasaan kolonial Belanda.
Logo Indische Partij.
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 15:13 WIB

Di Tengah Tekanan Zaman, Seni Menjadi Cara Bertahan

Di tengah kecemasan, kisah “Nihilist Penguin” bertemu tekanan hidup kota. Dari luka personal lahir Florist Project dan lagu “Cemas”, seni yang tak menggurui, tapi menemani manusia belajar bertahan.
Belajar dan menanamkan cinta pada anak-anak (Sumber: Arsip Penulis, Ekspedisi Nusantara Jaya 2016)
Bandung 03 Feb 2026, 12:52 WIB

Berlari Menjemput Cahaya Pendidikan: Jejak Kebaikan di Balik DH Run 2026

Di balik kemeriahan medali dan garis finis, DH Run 2026 membawa misi sosial yang menyentuh akar kehidupan.
Konferensi pers DH Run 2026 yang membawa misi sosial untuk menyentuh akar kehidupan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 12:43 WIB

Raih Hadiah Jasa Rancage, Aan M.P. Sebut KDM Tidak Senang Bantu Sastrawan Miskin

Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa.
Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 11:11 WIB

Tema Ayo Netizen Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Tema ini menjadi ajakan terbuka bagi para penulis Ayo Netizen untuk mengirim tulisan terbaik.
Ayo Netizen Ayobandung.id mengangkat tema "Bandung Raya dan Bulan Puasa: Tradisi, Ekonomi, dan Realita Saat Ini" untuk edisi Februari 2026. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI ChatGPT)
Bandung 03 Feb 2026, 10:58 WIB

Dari Kaki Lima ke Ruko Lantai Tiga: Strategi Awug Cibeunying Bertahan di Tengah Zaman

Rizky turut serta menjaga kualitas dan kuantitas awug supaya tetap terjaga meski pasang-surut perubahan zaman telah dihadapi bersama keluarga besarnya selama membangun bisnis ini.
Kios Awug Cibeunying. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 09:36 WIB

Kian Banyak Tertemper Kereta Api, Perlintasan Sebidang Titik Paling Mematikan

Setelah perlintasan sebidang dibangun jalan layang atau terowongan, ternyata kebijakan daerah sangat lemah.
Perlintasan sebidang di Cimindi yang sangat rawan. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Bandung 03 Feb 2026, 09:19 WIB

Digitalisasi Jejak Karbon: Menakar Teknologi Berkelanjutan dalam Layanan Pelanggan Singapore Airlines

Penumpang dan pelanggan kargo SIA dapat menghitung dan mengimbangi emisi karbon penerbangan mereka, baik sebelum maupun setelah terbang.
Maskapai Singapore Airlines. (Sumber: Singapore Air)
Beranda 03 Feb 2026, 07:12 WIB

Di Antapani, Komunitas Temu Tumbuh Menjadi Tempat Pulang bagi Percakapan yang Jujur

Nilai-nilai dalam kacamata tuntutan masyarakat inilah yang kemudian memantik kecenderungan rasa cemas manusia di masa kini.
Komunitas Temu Tumbuh membuka ruang diskusi yang aman dan nyaman untuk saling berbagi dan bertumbuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 19:47 WIB

Susah Payah Menjaga Tertib Bahasa Dicengkram Mesin Algoritma

Standar Bahasa Indonesia perlahan tidak lagi dibentuk oleh komunitas diskusi, melainkan oleh mesin berbasis data global.
Ilustrasi bahasa mesin yang menentukan algoritma. (Sumber: Sketsa oleh ChatGPT)