Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Normalisasi Sungai Mandiri: Kepemimpinan RT/RW Menjawab Tantangan Banjir

kurniawan abuwijdan
Ditulis oleh kurniawan abuwijdan diterbitkan Jumat 23 Jan 2026, 22:10 WIB
Ketua RT 02 dan warga membersihkan tumbuhan liar dan semak semak di aliran sungai. (Foto: Jumali indrayanto)

Ketua RT 02 dan warga membersihkan tumbuhan liar dan semak semak di aliran sungai. (Foto: Jumali indrayanto)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan akan memfokuskan program penanganan banjir di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya mulai tahun 2026. Penanganan ini membutuhkan modal besar dan kerja lintas sektor, mencakup normalisasi sungai, pengerukan sedimentasi, pembenahan tata ruang, rehabilitasi kawasan pegunungan, hingga upaya menghidupkan kembali danau-danau alami yang kini telah berubah menjadi kawasan permukiman.

Penanganan banjir memang harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan, dimulai dari kawasan hulu. Karena keterbatasan anggaran dan skala pekerjaan yang sangat besar, penentuan daerah prioritas tentu memerlukan perencanaan yang matang dan bertahap.

Kabupaten Bandung termasuk wilayah yang hampir setiap musim penghujan mengalami banjir di sejumlah titik. Curah hujan tinggi yang turun secara terus-menerus kerap memicu luapan air. Kondisi ini tidak terlepas dari alih fungsi lahan di daerah hulu, seperti Ciwidey dan Pangalengan, dari perkebunan menjadi lahan sayuran, serta berkembangnya perumahan di kawasan resapan air dan dataran tinggi. Minimnya vegetasi penahan air menyebabkan erosi, sedimentasi, dan penyempitan aliran sungai ketika hujan turun.

Namun banjir tidak selalu disebabkan oleh sungai besar. Di banyak kampung dan kawasan permukiman, genangan justru berasal dari sungai kecil, selokan, dan anak sungai yang dangkal, menyempit, serta tersumbat sampah. Sementara itu, pemerintah secara realistis lebih memprioritaskan sungai-sungai besar karena dampak luapannya bisa meluas dan menimbulkan kerugian sosial-ekonomi yang besar. Akibatnya, sungai kecil di lingkungan warga sering kali luput dari penanganan rutin.

Kondisi ini seharusnya tidak membuat warga bersikap pasrah. Justru di sinilah pentingnya peran masyarakat, terutama kepemimpinan RT dan RW sebagai pemimpin terdekat warga. Normalisasi sungai skala lingkungan dapat dilakukan secara mandiri, relatif murah, dan berkelanjutan apabila dikelola dengan kesadaran kolektif dan kepemimpinan yang aktif.

Sungai Cikasungka yang melintasi Perumahan Parahyangan Kencana merupakan salah satu contoh sungai kecil yang bermuara ke Sungai Citarum dan memiliki hulu di kawasan Pangalengan. Saat musim hujan dengan intensitas tinggi, sungai ini kerap meluap dan menggenangi beberapa rumah warga yang posisinya lebih rendah dari permukiman sekitarnya.

Excavator mengeruk sedimen tanah di sungai Cikasungka. (Sumber: Dokumen ketua RT 03 | Foto: Dadang S. Faruq)
Excavator mengeruk sedimen tanah di sungai Cikasungka. (Sumber: Dokumen ketua RT 03 | Foto: Dadang S. Faruq)

Upaya normalisasi sederhana sebenarnya dapat dilakukan oleh warga, seperti memangkas semak dan tanaman liar yang menghambat aliran air, membersihkan sampah, mengangkat sedimen tanah secara rutin, serta menjaga lebar dan kedalaman aliran agar debit air tetap lancar saat hujan deras. Untuk kondisi tertentu, penggunaan alat berat seperti excavator ukuran sedang dapat membantu pengerukan endapan tanah, selama akses menuju sungai memungkinkan dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.

Pengalaman warga RW 03 menjadi contoh nyata bagaimana kepemimpinan lingkungan mampu menggerakkan solusi konkret. Pada awal Desember, pasca banjir akibat luapan Sungai Cikasungka, warga bergotong royong membersihkan aliran sungai dari sampah dan semak. Atas inisiatif pengurus RT dan hasil musyawarah warga, disepakati untuk menyewa alat berat yang kebetulan sedang mengerjakan proyek tidak jauh dari lokasi.

Dalam waktu beberapa jam, endapan tanah berhasil dikeruk dan dipindahkan ke area kosong di bantaran sungai. Hasilnya, aliran air menjadi lebih lancar dan kedalaman sungai bertambah. Kendati alat berat hanya dapat menjangkau wilayah RT 03 karena keterbatasan akses jalan dan lebar sungai di RT 02 dan RT 04, upaya manual tetap dilanjutkan oleh warga. Inisiatif ini patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama.

Baca Juga: Lisa Blackpink di Bandung Barat: Antara Gengsi Global dan Ujian Tatakrama Kita

Dari pengalaman tersebut terlihat bahwa kepemimpinan RT dan RW tidak sebatas urusan administrasi. Mereka berperan sebagai penggerak, komunikator, sekaligus teladan di lapangan. Ketika pemimpin lingkungan hadir, membangun musyawarah, dan berani mengambil keputusan, partisipasi warga tumbuh secara alami.

Jika pemerintah provinsi memiliki resolusi besar dalam mengurangi banjir di Bandung Raya, maka warga pun memiliki resolusi menjaga lingkungan agar tetap bersih, tertata, dan nyaman. Sampah tidak berserakan, saluran air terawat, dan genangan dapat diminimalkan meski hujan turun dengan intensitas tinggi.

Pada akhirnya, keberhasilan pengendalian banjir tidak hanya bertumpu pada proyek besar pemerintah, tetapi juga pada kekuatan kepemimpinan lokal dan partisipasi aktif masyarakat. Dari ketua RT dan RW hingga gubernur, semua memiliki peran strategis. Ketika kepemimpinan berjalan berlapis dan saling menguatkan, ketahanan lingkungan bukan lagi sekadar wacana, melainkan menjadi gerakan nyata dari tingkat paling dekat dengan kehidupan warga. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

kurniawan abuwijdan
Network Marketer dan Peternak Pemula

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Mar 2026, 08:58

Kartu Lebaran dan Suasana Idulfitri di Bandung Era 1990-an

Menjelang Idulfitri pada dekade 1990-an, suasana Kota Bandung tidak hanya dipenuhi aroma kue Lebaran dan kesibukan orang bersiap mudik.

Kartu Lebaran versi ABG. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)