Melihat 'Apa yang Salah' dari Kemacetan Ciwastra yang Rutin Jadi Sorotan

3 menit baca
audya athayya khalisa
Ditulis oleh audya athayya khalisa diterbitkan Rabu 14 Jan 2026, 20:44 WIB
Deretan motor yang tak bergerak di Ciwastra menggambarkan kemacetan yang semakin sulit dikendalikan pada Selasa (2/12/2025). (Sumber: Audya Athayya Khalisa)

Deretan motor yang tak bergerak di Ciwastra menggambarkan kemacetan yang semakin sulit dikendalikan pada Selasa (2/12/2025). (Sumber: Audya Athayya Khalisa)

Jalan Ciwastra yang setiap hari dipadati deru mesin dan sorot lampu kendaraan kini kian sulit dilalui tanpa hambatan. Arus motor dan mobil yang merayap pelan tak pernah benar-benar berhenti, seolah menegaskan bahwa kawasan ini tengah menanggung beban lalu lintas yang melampaui kapasitasnya. Di antara pepohonan yang menaungi sisi jalan dan permukiman warga yang terus tumbuh, Ciwastra berubah menjadi lorong sempit tempat ribuan pengendara saling berebut ruang. Tak ada jeda, tak ada kelonggaran hanya antrean panjang yang mengular hingga jauh ke Ujung Pandang. Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.

Kemacetan di Jalan Ciwastra kembali menjadi sorotan setelah kepadatan kendaraan kian memanjang hampir setiap jam sibuk dikarenakan padatnya arus kendaraan. Maupun minimnya penataan lalu lintas, serta perilaku pengguna jalan yang tidak tertib membuat kawasan ini menjadi titik kemacetan kronis yang belum terurai hingga kini.

Ciwastra Sudah lama menjadi titik yang dihindari pengendara yang berasal dari Bandung bagian timur. Pada jam sibuk, arus kendaraan dari arah Jalan Buahbatu,Gedebage dan Logam  bertemu di satu titik yang kapasitasnya tidak pernah benar-benar siap menampung lonjakan mobil dan motor.

Situasinya kini bukan lagi sekadar ramai lancar, melainkan berubah “menjadi kemacetan yang merayap” di karenakan adanya angkot kerap menurunkan serta menaikkan penumpang sembarangan, sementara pengendara motor berusaha mencari celah apa pun untuk bisa lolos dari antrean kendaraan yang tak bergerak.

Sebagai salah satu jalur penghubung utama di Bandung Timur, Jalan Ciwastra kini menanggung beban lalu lintas yang terus meningkat. Pertumbuhan permukiman baru di kawasan sekitarnya, hadirnya berbagai pusat aktivitas warga, hingga tingginya mobilitas komuter dari luar wilayah membuat ruas jalan ini bekerja melebihi kapasitasnya setiap hari. 

Beberapa pengendara yang saya temui mereka hampir menunggu selama 30 menit untuk melewati jalanan ciwastra ini. Candra, selaku warga komplek Pasir Pogor yang setiap pagi selalu melalui jalan ciwastra,bisa dibilang sudah menjadi “hal wajib” yang menjadi rutinitas tiap pagi.

“Kalau lewat sini jam empat sore  lewat sedikit saja, sudah pasti berhenti lama. Apalagi dari Margacinta sampai belokan Ciwastra itu macetnya parah sekali ditambah lagi bubaran sekolah dan kerja akan semakin macet.” ujar Candra selaku warga.

Kepadatan lalu lintas di Ciwastra pada jam pulang sekolah kembali menunjukkan betapa kacaunya mobilitas di kawasan Bandung Timur pada Selasa  (2/12/2025) (Sumber: Audya Athayya Khalisa)
Kepadatan lalu lintas di Ciwastra pada jam pulang sekolah kembali menunjukkan betapa kacaunya mobilitas di kawasan Bandung Timur pada Selasa (2/12/2025) (Sumber: Audya Athayya Khalisa)

M.Farhan  perlu mendorong program edukasi dan kampanye disiplin berlalu lintas secara berkelanjutan faktor perilaku menjadi salah satu kontributor terbesar kemacetan. Sehingga perubahan budaya berlalu lintas harus menjadi prioritas tanpa kolaborasi antara pemerintah dan operator angkutan umum, upaya teknis yang dilakukan tidak akan memberikan hasil optimal.

Di sisi lain, Wali Kota juga perlu memastikan koordinasi antarinstansi berjalan lebih rapi agar aturan benar-benar ditegakkan di lapangan. Pelanggaran yang terlihat sepele seperti kendaraan berhenti sesuka hati atau pengendara yang memutar balik di titik yang tidak semestinya sebenarnya punya efek besar pada kemacetan.

Pertumbuhan kawasan permukiman baru di Bandung Timur harus diseimbangkan dengan perencanaan infrastruktur yang terintegrasi perlu memastikan. Bahwa setiap pengembangan kawasan memiliki dampak lalu lintas yang dihitung secara matang, agar Ciwastra tidak terus meningkat tanpa peningkatan kapasitas jalan.

Wali Kota Bandung perlu menyiapkan peta jalan penataan Bandung Timur secara jangka menengah dan panjang, dengan Ciwastra sebagai salah satu prioritas utama. Perencanaan mobilitas di Ciwastra memang perlu dibangun secara utuh bukan hanya untuk kendaraan pribadi, tetapi juga angkutan umum dan ruang pejalan kaki.

Baca Juga: Bandung Makin Macet, Transportasi Umum Bisakah Jadi Penolong?

Masalah yang terjadi saat ini juga tidak akan selesai hanya dengan tindakan kecil seperti menambah petugas atau sekadar menertibkan angkutan umum yang berhenti sembarangan. Ciwastra butuh penataan menyeluruh mulai dari manajemen arus lalu lintas, pengaturan ulang titik persimpangan, hingga memastikan fasilitas jalan untuk pejalan kaki benar-benar aman sehingga mereka tidak harus turun ke badan jalan karena trotoar yang tidak memenuhi fungsi.

Sebagai langkah yang lebih strategis, M. Farhan juga perlu memberi dorongan besar pada peningkatan kualitas serta keterjangkauan transportasi publik di kawasan Bandung Timur, termasuk rute yang lewat Ciwastra. Ketika angkutan umum dapat diandalkan nyaman, tepat waktu pasti berkurang. Tapi upaya ini tidak cukup hanya dengan menambah armada perlu ada halte yang layak, jalur khusus yang konsisten, serta sistem informasi yang jelas agar masyarakat merasa punya pilihan yang praktis. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

audya athayya khalisa
Mahasiswa S1 Digital Public Relations Universitas Telkom Bandung

Berita Terkait

News Update

Bandung 10 Jun 2026, 17:55

Mengenal Kanemura, Brand Kuliner Jepang yang Mengusung Sistem Manajemen Terpusat dalam Bisnis Waralaba

Brand kuliner Jepang, Kanemura, menawarkan berbagai paket kemitraan menarik bagi masyarakat yang ingin merambah bisnis waralaba (franchise).

Brand kuliner Jepang, Kanemura, menawarkan berbagai paket kemitraan menarik bagi masyarakat yang ingin merambah bisnis waralaba (franchise). (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 10 Jun 2026, 17:29

Denyut Digitalisasi Perbankan yang Menghidupi Perajin Sepatu Kulit Cibaduyut

Sejak 2018, Mochamad Indra Yusuf Wahyudin aktif mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Bandung.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik Koku Footwear (produsen sepatu kulit) di Taman Cibaduyut Indah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Linimasa 10 Jun 2026, 16:50

Ibun Bajra, Fenomena Alam Embun Membeku di Kertasari Bandung

Fenomena ibun bajra kembali muncul di Kertasari. Embun membeku jadi lapisan es dan berdampak pada pertanian.

Daun teh membeku di Kertasari saat cuaca dingin menyergap Bandung 2019 silam. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 16:48

Menelusuri Jejak Historis Surabi, Oleh-Oleh Khas Jawa Barat

Surabi adalah salah satu makanan tradisional khas Jawa Barat.

Surabi Cihapit Bandung. (Sumber: Instagram | Foto: Surabi Cihapit)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 15:31

Menyusuri Bukit Plangon: Saat Sejarah dan Kepercayaan Menjaga Alam

Bukit Plangon menjadi contoh bagaimana nilai spiritual dan kearifan lokal berperan dalam menjaga keseimbangan alam.

Sinar matahari menerobos rimbunnya pepohonan di sekitar bangunan makam Bukit Plangon, Cirebon. (Sumber Foto: Dokumentasi pribadi, 2025)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 14:48

Kesadaran Masyarakat terhadap Penggunaan Kain Wol dengan Fashion Old Money

Penerapan gaya old money dan pemakaian kain wol menjadi strategi yang sangat efektif untuk menekan laju pertumbuhan fashion cepat di Indonesia.

Ilustrasi kain wol. (Sumber: Pexels | Foto: Vlada Karpovich)
Wisata & Kuliner 10 Jun 2026, 14:33

Jelajah TMII, Panduan Lengkap Wisata, Harga Tiket, dan Wahana Terbaru

Panduan lengkap berkunjung ke TMII Jakarta, mulai dari harga tiket, museum, anjungan daerah, Jagat Satwa Nusantara, hingga cara menjelajahi kawasan seluas 150 hektare.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 12:49

Filosofi Kendi, Animo Pemakaian Tumbler dan Mesin Air Minum Gratis

Kendi adalah ikon sosialisme air minum pada zamannya.

Ilustrasi kendi yang merupakan ikon sosialisme air minum warisan budaya bangsa. (Sumber: Pexels | Foto: Eda Yılmaz)
Sejarah 10 Jun 2026, 12:21

Jelajah Candi-candi di Bandung, Jejak Peradaban Kuno yang yang Hampir Terlupakan

Jejak peninggalan Hindu kuno di Bandung masih bertahan, tetapi kondisi situsnya memerlukan perhatian serius.

Situs Candi Bojongemas di Solokanjeruk Kabupaten Bandung memprihatinkan dan tak terawat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 11:29

Toponimi Lembang (Bagian 1)

Lembang berasal dari bahasa Sunda yaitu “Ngalembang” yang berarti air yang tergenang.

Buku Toponimi Lembang. (Foto: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 10:18

Gedung Juang 45: Transformasi Bangunan Kolonial Menjadi Museum Berbasis Digital

Revitalisasi Gedung Juang 45 Bekasi dari bangunan cagar budaya yang sempat terbengkalai menjadi museum modern berbasis teknologi digital.

Gedung Juang 45 Kota Bekasi (Sumber: bekasikab.go.id | Foto: Situs Pemerintah)
Beranda 10 Jun 2026, 10:12

Di Tengah Janji Energi Bersih, Warga Lereng Gunung Cemas Kehilangan Air, Lahan, dan Masa Depan

Di balik janji energi bersih dari proyek geotermal, warga di sejumlah lereng gunung di Jawa Barat menyuarakan kekhawatiran atas ancaman terhadap sumber air, lahan pertanian, dan ma

Dani Setiawan, petani sayur di kaki Gunung Gede Pangrango, menyuarakan kekhawatirannya terhadap proyek geotermal yang dinilai dapat mengancam sumber air, lahan pertanian, dan ruang hidup warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 09:17

Mengenal Peuyeum sebagai Makanan Tradisional Khas Jawa Barat

Peuyeum sebagai makanan tradisional khas Jawa Barat

Peuyeum Bandung. (Foto: Sofi Putri)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 08:38

Taat Rambu Lalu Lintas adalah Hal Sepele tapi Menyelamatkan Nafas Kehidupan

Satu detik yang menurut kita sepele bisa saja jadi harapan kehidupan bagi orang lain.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 20:22

Pasang Surut Era Trem di Batavia

Transportasi trem di Batavia yang kini sudah tidak ada di Indonesia.

Tram Gondangdia di Batavia. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 09 Jun 2026, 16:31

Wisata Candi Borobudur: Panduan Lengkap Tiket, Sunrise, dan Sunset Experience

Panduan lengkap wisata Candi Borobudur 2026, mulai dari harga tiket, kuota naik candi, aturan penggunaan upanat, hingga waktu terbaik untuk berkunjung.

Candi Borobudur. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Biz 09 Jun 2026, 16:27

Kisah para Juara 1 BRIncubator, Konsisten Berdayakan Pekerja Lokal

Program inkubasi bergengsi dari BRI itu setiap tahunnya mengangkat segelintir UMKM ke panggung yang lebih besar.

Koku Footwear terpilih sebagai Juara 1 BRIncubator 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Beranda 09 Jun 2026, 16:05

Bandung Raya di Ambang Krisis Sampah, TPA Sarimukti Diperkirakan Penuh Oktober 2026

TPA Sarimukti diperkirakan penuh pada Oktober 2026, memicu ancaman krisis sampah di Bandung Raya yang masih bergantung pada pembuangan akhir dan minim pengolahan dari sumbernya.

Kendaraan pengangkut sampah terparkir di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu 6 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 15:08

Sesat Logika, Tantangan dalam Berbahasa

Transformasi digital telah membuka ruang publik semakin luas, tetapi membawa dampak pada kerusakan bahasa akibat kesalahan-kesalahan penafsiran masyarakat

Ilustrasi rak buku. (Sumber: Pexels | Foto: Yazid N)