Melihat 'Apa yang Salah' dari Kemacetan Ciwastra yang Rutin Jadi Sorotan

3 menit baca
audya athayya khalisa
Ditulis oleh audya athayya khalisa diterbitkan
Deretan motor yang tak bergerak di Ciwastra menggambarkan kemacetan yang semakin sulit dikendalikan pada Selasa (2/12/2025). (Sumber: Audya Athayya Khalisa)
Deretan motor yang tak bergerak di Ciwastra menggambarkan kemacetan yang semakin sulit dikendalikan pada Selasa (2/12/2025). (Sumber: Audya Athayya Khalisa)

Jalan Ciwastra yang setiap hari dipadati deru mesin dan sorot lampu kendaraan kini kian sulit dilalui tanpa hambatan. Arus motor dan mobil yang merayap pelan tak pernah benar-benar berhenti, seolah menegaskan bahwa kawasan ini tengah menanggung beban lalu lintas yang melampaui kapasitasnya. Di antara pepohonan yang menaungi sisi jalan dan permukiman warga yang terus tumbuh, Ciwastra berubah menjadi lorong sempit tempat ribuan pengendara saling berebut ruang. Tak ada jeda, tak ada kelonggaran hanya antrean panjang yang mengular hingga jauh ke Ujung Pandang. Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.

Kemacetan di Jalan Ciwastra kembali menjadi sorotan setelah kepadatan kendaraan kian memanjang hampir setiap jam sibuk dikarenakan padatnya arus kendaraan. Maupun minimnya penataan lalu lintas, serta perilaku pengguna jalan yang tidak tertib membuat kawasan ini menjadi titik kemacetan kronis yang belum terurai hingga kini.

Ciwastra Sudah lama menjadi titik yang dihindari pengendara yang berasal dari Bandung bagian timur. Pada jam sibuk, arus kendaraan dari arah Jalan Buahbatu,Gedebage dan Logam  bertemu di satu titik yang kapasitasnya tidak pernah benar-benar siap menampung lonjakan mobil dan motor.

Situasinya kini bukan lagi sekadar ramai lancar, melainkan berubah “menjadi kemacetan yang merayap” di karenakan adanya angkot kerap menurunkan serta menaikkan penumpang sembarangan, sementara pengendara motor berusaha mencari celah apa pun untuk bisa lolos dari antrean kendaraan yang tak bergerak.

Sebagai salah satu jalur penghubung utama di Bandung Timur, Jalan Ciwastra kini menanggung beban lalu lintas yang terus meningkat. Pertumbuhan permukiman baru di kawasan sekitarnya, hadirnya berbagai pusat aktivitas warga, hingga tingginya mobilitas komuter dari luar wilayah membuat ruas jalan ini bekerja melebihi kapasitasnya setiap hari. 

Beberapa pengendara yang saya temui mereka hampir menunggu selama 30 menit untuk melewati jalanan ciwastra ini. Candra, selaku warga komplek Pasir Pogor yang setiap pagi selalu melalui jalan ciwastra,bisa dibilang sudah menjadi “hal wajib” yang menjadi rutinitas tiap pagi.

“Kalau lewat sini jam empat sore  lewat sedikit saja, sudah pasti berhenti lama. Apalagi dari Margacinta sampai belokan Ciwastra itu macetnya parah sekali ditambah lagi bubaran sekolah dan kerja akan semakin macet.” ujar Candra selaku warga.

Kepadatan lalu lintas di Ciwastra pada jam pulang sekolah kembali menunjukkan betapa kacaunya mobilitas di kawasan Bandung Timur pada Selasa  (2/12/2025) (Sumber: Audya Athayya Khalisa)
Kepadatan lalu lintas di Ciwastra pada jam pulang sekolah kembali menunjukkan betapa kacaunya mobilitas di kawasan Bandung Timur pada Selasa (2/12/2025) (Sumber: Audya Athayya Khalisa)

M.Farhan  perlu mendorong program edukasi dan kampanye disiplin berlalu lintas secara berkelanjutan faktor perilaku menjadi salah satu kontributor terbesar kemacetan. Sehingga perubahan budaya berlalu lintas harus menjadi prioritas tanpa kolaborasi antara pemerintah dan operator angkutan umum, upaya teknis yang dilakukan tidak akan memberikan hasil optimal.

Di sisi lain, Wali Kota juga perlu memastikan koordinasi antarinstansi berjalan lebih rapi agar aturan benar-benar ditegakkan di lapangan. Pelanggaran yang terlihat sepele seperti kendaraan berhenti sesuka hati atau pengendara yang memutar balik di titik yang tidak semestinya sebenarnya punya efek besar pada kemacetan.

Pertumbuhan kawasan permukiman baru di Bandung Timur harus diseimbangkan dengan perencanaan infrastruktur yang terintegrasi perlu memastikan. Bahwa setiap pengembangan kawasan memiliki dampak lalu lintas yang dihitung secara matang, agar Ciwastra tidak terus meningkat tanpa peningkatan kapasitas jalan.

Wali Kota Bandung perlu menyiapkan peta jalan penataan Bandung Timur secara jangka menengah dan panjang, dengan Ciwastra sebagai salah satu prioritas utama. Perencanaan mobilitas di Ciwastra memang perlu dibangun secara utuh bukan hanya untuk kendaraan pribadi, tetapi juga angkutan umum dan ruang pejalan kaki.

Baca Juga: Bandung Makin Macet, Transportasi Umum Bisakah Jadi Penolong?

Masalah yang terjadi saat ini juga tidak akan selesai hanya dengan tindakan kecil seperti menambah petugas atau sekadar menertibkan angkutan umum yang berhenti sembarangan. Ciwastra butuh penataan menyeluruh mulai dari manajemen arus lalu lintas, pengaturan ulang titik persimpangan, hingga memastikan fasilitas jalan untuk pejalan kaki benar-benar aman sehingga mereka tidak harus turun ke badan jalan karena trotoar yang tidak memenuhi fungsi.

Sebagai langkah yang lebih strategis, M. Farhan juga perlu memberi dorongan besar pada peningkatan kualitas serta keterjangkauan transportasi publik di kawasan Bandung Timur, termasuk rute yang lewat Ciwastra. Ketika angkutan umum dapat diandalkan nyaman, tepat waktu pasti berkurang. Tapi upaya ini tidak cukup hanya dengan menambah armada perlu ada halte yang layak, jalur khusus yang konsisten, serta sistem informasi yang jelas agar masyarakat merasa punya pilihan yang praktis. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

audya athayya khalisa
Mahasiswa S1 Digital Public Relations Universitas Telkom Bandung

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)