Bisnis Parcel di Kota Bandung Lesu, Pedagang Putar Otak Jelang Lebaran

4 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Keranjang parcel tersusun rapi di kawasan Buah Batu, Kota Bandung. Pedagang kini harus putar otak demi mengatasi tren penjualan yang menurun. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Keranjang parcel tersusun rapi di kawasan Buah Batu, Kota Bandung. Pedagang kini harus putar otak demi mengatasi tren penjualan yang menurun. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Menjelang Idul Fitri, para pedagang parcel di kawasan Buah Batu, Kota Bandung, tak lagi hanya mengandalkan kemeriahan musim Lebaran. Mereka kini harus memutar otak—mengatur stok lebih ketat, memangkas harga di detik-detik terakhir, hingga merambah TikTok—demi mengatasi tren penjualan yang kian menurun.

Di sepanjang jalan tersebut lapak-lapak penjual parcel berwarna cerah mulai bermunculan. Dari kejauhan, terlihat isi keranjang parcel tersebut seperti biskuit, sirup, dan perlengkapan makan disusun rapi, dibalut plastik bening dan pita warna-warni. Sekilas tampak meriah. Namun di balik tampilan yang menggoda itu, para pedagang mengakui situasinya tak lagi seramai tahun-tahun sebelumnya.

Minat Beli yang Kian Menurun

Mia Rahayu (30), karyawan di sebuah toko parcel yang berdiri sejak 2020, merasakan perubahan itu dari waktu ke waktu. Toko tempatnya bekerja memiliki sekitar 10 cabang di Bandung, termasuk Lembang dan Cibeureum. Meski jaringannya cukup luas, tren pembeli menurutnya tidak lagi stabil.

“Ngerasain sih kalau awal-awal lebih banyak yang minat. Tahun-tahun berikutnya agak nurun,” ujar Mia sambil menunggu pelanggan di depan toko parcel milik majikannya.

Ia menilai, dulu parcel lebih diminati karena jumlah penjual belum sebanyak sekarang. Kini, pilihan semakin beragam. Konsumen pun merasa punya banyak alternatif, termasuk merangkai parcel sendiri di rumah.

“Yang namanya orang-orang kan, ah mending bikin sendiri. Tapi ada juga yang nggak mau ribet, ya sudah beli saja,” katanya.

Menurut Mia, lonjakan pembelian biasanya terjadi dua hingga satu minggu sebelum Idul Fitri. Pesanan dalam jumlah besar mulai berdatangan, terutama dari perusahaan. Sementara pada awal Ramadan, toko sering kali sepi.

“Kalau awal buka paling satu dua paket. Nanti H-2 atau H-3 baru ramai banget, (parcel) yang kecil-kecil bisa sampai 50 sampai 200 piece,” tuturnya.

Hal serupa dirasakan Irma (42), pemilik toko parcel lain di Buah Batu yang telah menjalankan usaha ini sejak 2009. Selama 17 tahun, ia menyaksikan perubahan selera konsumen yang kini lebih tertarik pada hampers modern dengan kemasan estetik.

“Kalau sekarang menurun ya. Model-model baru banyak, hampers cantik-cantik. Orang juga sudah pintar, banyak yang bisa bikin sendiri,” ujarnya saat ditemui di tokonya sambil menjaga anaknya.

Ia juga menyoroti dampak kebijakan larangan pengiriman parcel kepada pejabat. Dahulu, permintaan dari instansi cukup besar, terutama untuk parcel berbahan keramik seperti set perlengkapan makan. Kini, jenis pesanan itu jauh berkurang.

“Ya jujur agak kecewa sih. Dulu banyak dari pejabat minatnya (parcel) yang keramik-keramik. Sekarang sudah jarang,” ucapnya.

Jika sebelumnya pesanan dari kalangan tersebut cukup signifikan, kini jumlahnya merosot drastis. Irma memperkirakan penurunan pembeli hampir mencapai 50 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Dampaknya besar banget buat kita pedagang parcel. Dari yang datang ke toko saja sudah berkurang hampir setengahnya,” katanya.

Deretan parcel Lebaran siap dijual, namun minat beli tak seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Deretan parcel Lebaran siap dijual, namun minat beli tak seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Putar Otak di Tengah Tekanan Ekonomi

Menghadapi situasi ini, para pedagang tak tinggal diam. Mia mengatakan, salah satu siasat yang dilakukan adalah menggelar obral menjelang hari raya agar stok tidak menumpuk setelah Lebaran.

“Biasanya H-2 atau H-3 kita obral. Dari harga Rp.70.000 - Rp.60.000, kadang Rp.50.000,” ungkap Mia yang sudah enam tahun bekerja sebagai penjual parcel.

Karena memiliki beberapa cabang, distribusi stok antar lokasi menjadi strategi lain. Jika satu cabang kelebihan barang sementara cabang lain kekurangan, stok akan dipindahkan agar perputaran tetap berjalan. Cara ini dinilai lebih aman daripada menyisakan banyak barang setelah momen Lebaran usai.

Berbeda dengan strategi tersebut, Irma memilih membatasi produksi sejak awal. Ia tak lagi membuat stok dalam jumlah besar kecuali sudah ada pesanan pasti melalui sistem pre-order (PO). Langkah ini diambil agar modal tidak terlalu lama tertahan.

“Sekarang kita nggak berani bikin stok terlalu banyak. Kecuali ada pemesanan, baru kita produksi,” jelasnya.

Penyesuaian harga juga menjadi jurus lain. Tahun ini, Irma menawarkan paket mulai dari Rp60.000—lebih rendah dibanding beberapa tahun lalu yang dimulai dari Rp85.000. Ia berharap harga yang lebih terjangkau bisa menarik konsumen dengan daya beli yang menurun.

Selain itu, pemasaran diperluas ke ranah digital. Jika dulu hanya mengandalkan toko fisik, dalam dua tahun terakhir Irma aktif berjualan melalui Shopee, Instagram, hingga TikTok. Platform terakhir dipilih karena dinilai lebih cepat menjangkau pasar.

“Sekarang tambah TikTok. Karena memang lebih cepat naiknya. Jadi selain di toko, kita juga main di media sosial,” katanya.

Di tengah persaingan hampers modern dan daya beli yang melemah, pedagang parcel memilih menyesuaikan harga dan memperluas pemasaran ke media sosial. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Di tengah persaingan hampers modern dan daya beli yang melemah, pedagang parcel memilih menyesuaikan harga dan memperluas pemasaran ke media sosial. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Harapan di Tengah Musim yang Tak Pasti

Bagi para pedagang parcel, usaha ini bukan sekadar bisnis musiman, tetapi bagian dari perjalanan hidup mereka. Meski tantangan bertambah dan persaingan makin ketat, mereka tetap memilih bertahan.

“Harapannya ya tetap ramai, bisnis parcel ini tetap jalan, nggak mati,” ujar Irma.

Di tengah perubahan selera konsumen dan kebijakan yang memengaruhi pasar, pedagang parcel di Buah Batu terus mencari celah untuk bertahan. Diskon menjelang Lebaran, pembatasan produksi, hingga promosi digital menjadi siasat agar keranjang-keranjang berbalut plastik bening itu tetap berpindah tangan setiap Ramadan.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 31 Jul 2026, 13:01

Memahami Wajah Lain El Nino di Jawa Barat

El Nino bukan fenomena baru. Yang baru adalah intensitas dan dampaknya yang semakin terasa. Ini seharusnya menjadi dasar untuk membangun strategi jangka panjang.

Kemarau panjang yang terjadi dalam beberapa bulan terkahir, membuat kekeringan melanda di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 31 Jul 2026, 12:01

Bandung, Kota dengan Budaya Sepak Bola yang Kental

Bandung memiliki budaya sepakbola yang kuat, mulai dari Monumen Sepakbola, Persib Bandung, hingga lapangan dan SSB yang tersebar di berbagai wilayah.

Monumen Sepak Bola di persimpangan Jalan Tamblong dan Jalan Lembong. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 11:01

Integrasi Wisata Sungai Citarik, Taman Sumaba dan Stadion GBLA

Masyarakat desa di sekitar Citarik setuju jika desanya bertransformasi menjadi ekowisata.

Pemandangan sempadan anak sungai Citarik dan pematang sawah di daerah aliran sungai. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 10:18

Ci Mahi, Sungai yang Mengalirkan Air Susu Keagungan dan Kemuliaan

Toponim Cimahi berasal dari dua kata bahasa Sunda, yaitu ci atau cai, dan mahi.

Muara Sungai Mahi di Teluk Kambhat, Laut Arab. (Sumber: Istimewa)
Beranda 31 Jul 2026, 09:26

Dalam 43 Hari Dua Pesepeda Tewas di Jalan Soekarno Hatta, B2W Bandung Desak Jalur Terproteksi

B2W Bandung desak pemerintah bangun jalur sepeda terproteksi di Soekarno Hatta setelah dua pesepeda tewas dalam rentang waktu kurang dari dua bulan.

Kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta pada Rabu, 29 Juli 2026 mengakibatkan seorang pesepeda meninggal dunia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 09:16

Perlindungan Pekerja Migran Dimulai dari Tata Kelola, Bukan Sekadar Penindakan

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka.

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 08:32

Jalan Raya Kita Bukan untuk Pesepeda

Negara kita khsusunya Kota Bandung memang belum siap menjadikan jalan raya sebagai tempat yang ramah dengan sepeda.

Pengecatan ulang jalur khusus sepeda untuk meningkatkan kenyamanan dan juga meningkatkan keselamatan lalulintas pengguna sepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 18:40

Panduan Wisata Dieng: Sunrise Sikunir, Kawah Sikidang, hingga Candi Tertua di Jawa Tengah

Panduan lengkap wisata Dieng mulai Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Candi Arjuna, harga tiket terbaru, rute, dan tips berkunjung.

Panorama Dieng. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 18:30

Dari Singkong Menjadi Taart: Jejak Kedaulatan Pangan dari Bandung Tahun 1972

Melalui sentuhan-sentuhan, singkong tidak lagi tampil sebagai bahan pangan sederhana, melainkan sajian dengan kedalaman rasa dan istimewa.

Ilustrasi singkong. (Sumber: Pexels | Foto: Matheus Bertelli)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 17:05

Wujudkan 'Bandung Kota Perkedel' supaya Petani Kentang Makmur

Kota Bandung perlu menjadikan menu perkedel sebagai kuliner unggulan dari usaha kaki lima hingga restoran dan hotel berbintang.

Ilustrasi wujudkan Bandung Kota Perkedel (Sumber: Ayobandung.com dan resepkoki.id)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 16:32

Romantisme Membaca Majalah Jakarta Jakarta: Menyusuri Jejak Peristiwa Era 1990-an

Salah satu majalah yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah pers Indonesia adalah Majalah Jakarta Jakarta atau yang akrab disingkat JJ.

Majalah Jakarta Jakarta, salah satu majalah berita bergambar yang paling diminati masyarakat Indonesia pada era 1990-an. (Sumber: Koleksi Majalah Jakarta Jakarta | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 30 Jul 2026, 16:18

Bukan Sekadar Menangkap Begal, Mengembalikan Rasa Aman Warga Lebih Penting

Maraknya aksi begal di Bandung Raya memicu kecemasan warga yang beraktivitas malam dan polemik terkait kebijakan sayembara penangkapan pelaku yang dinilai berisiko memicu aksi main hakim sendiri.

Polrestabes Bandung tangkap 19 orang pelaku kejahatan jalanan yang terjadi sejak 1 hingga 21 Juli 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:15

Putri Noong Tahun 1980-an

Kuliner khas di Bandung tahun 1980-an.

Putri noong, salah satu kuliner legendaris di Jawa Barat. (Sumber: Youtube | Foto: Dapur Marlia)
Bandung 30 Jul 2026, 15:04

Suguhkan Sentuhan Seni dan Wangi Teh Pemium nan Otentik, Yuk Nikmati Cerita Baru CHAGEE di Jantung Kota Bandung

CHAGEE merancang gerai flagship secara khusus untuk menampilkan jiwa Kota Bandung yang dikenal berani, ekspresif, kreatif, namun tetap mengakar kuat pada warisan budaya.

CHAGEE secara resmi menjejakkan kakinya untuk pertama kali di Bandung, membawa angin segar bagi lanskap tempat nongkrong di Kota Parijs van Java. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:00

Pelajaran 'Zero Waste' dari Stadion Persib Bandung

Jika stadion macam GBLA bisa dianggap sebagai “laboratorium” dalam pengelolaan sampah, maka kota adalah “ekosistem hidup” yang membutuhkan integrasi lintas sektor.

Stadion GBLA yang menjadi kandang Persib Maung Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 12:02

Menjelajah Gastronomi Pasundan dalam Mustikarasa: Kesegaran Alami di Lanskap Kuliner Nusantara

Pada tahun 1967, atas arahan Presiden Soekarno, terbitlah sebuah karya monumental bertajuk Mustikarasa.

Ilustrasi Sukarno dan buku Mustikarasa. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 11:46

Batagor Tamim, Legenda Kuliner Kaki Lima Bandung yang Bertahan dari Gerobak Sederhana

Batagor Tamim menawarkan batagor kering dan kuah dengan bumbu kacang khas serta rasa ikan yang kuat. Cari tahu lokasi, harga, dan jam bukanya.

Batagor Tamim Bandung.
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 08:47

Harus Menunggu Berapa Korban? Jalan Soekarno-Hatta Harus Punya Jalur Sepeda Terproteksi

Kematian pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung kembali menegaskan perlunya jalur sepeda terproteksi.

Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di seberang Terminal Leuwipanjang pada Rabu (29/7/2026). (Sumber: Instagram/@ayobandung_official)
Wisata & Kuliner 29 Jul 2026, 23:55

Sejarah Sop Konro, Kuliner Kuah Hitam dari Kluwek yang Kental dengan Sejarah Sulawesi Selatan

Kenali sejarah Sop Konro Makassar, kuah hitam dari kluwek, asal-usulnya, hingga cara penyajian dengan burasa dan ketupat.

Sop Konro Makassar. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 18:01

Batas Antara Ojek Online dan Ojek Pangkalan

Permasalahan transportasi di Bandung memang seringkali memunculkan persaingan yang tidak sehat antara moda transportasi yang satu dengan yang lainnya.

Ribuan pengemudi ojek dan taksi online melakukan unjukrasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)