Bisnis Parcel di Kota Bandung Lesu, Pedagang Putar Otak Jelang Lebaran

4 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Selasa 03 Mar 2026, 15:06 WIB
Keranjang parcel tersusun rapi di kawasan Buah Batu, Kota Bandung. Pedagang kini harus putar otak demi mengatasi tren penjualan yang menurun. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Keranjang parcel tersusun rapi di kawasan Buah Batu, Kota Bandung. Pedagang kini harus putar otak demi mengatasi tren penjualan yang menurun. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Menjelang Idul Fitri, para pedagang parcel di kawasan Buah Batu, Kota Bandung, tak lagi hanya mengandalkan kemeriahan musim Lebaran. Mereka kini harus memutar otak—mengatur stok lebih ketat, memangkas harga di detik-detik terakhir, hingga merambah TikTok—demi mengatasi tren penjualan yang kian menurun.

Di sepanjang jalan tersebut lapak-lapak penjual parcel berwarna cerah mulai bermunculan. Dari kejauhan, terlihat isi keranjang parcel tersebut seperti biskuit, sirup, dan perlengkapan makan disusun rapi, dibalut plastik bening dan pita warna-warni. Sekilas tampak meriah. Namun di balik tampilan yang menggoda itu, para pedagang mengakui situasinya tak lagi seramai tahun-tahun sebelumnya.

Minat Beli yang Kian Menurun

Mia Rahayu (30), karyawan di sebuah toko parcel yang berdiri sejak 2020, merasakan perubahan itu dari waktu ke waktu. Toko tempatnya bekerja memiliki sekitar 10 cabang di Bandung, termasuk Lembang dan Cibeureum. Meski jaringannya cukup luas, tren pembeli menurutnya tidak lagi stabil.

“Ngerasain sih kalau awal-awal lebih banyak yang minat. Tahun-tahun berikutnya agak nurun,” ujar Mia sambil menunggu pelanggan di depan toko parcel milik majikannya.

Ia menilai, dulu parcel lebih diminati karena jumlah penjual belum sebanyak sekarang. Kini, pilihan semakin beragam. Konsumen pun merasa punya banyak alternatif, termasuk merangkai parcel sendiri di rumah.

“Yang namanya orang-orang kan, ah mending bikin sendiri. Tapi ada juga yang nggak mau ribet, ya sudah beli saja,” katanya.

Menurut Mia, lonjakan pembelian biasanya terjadi dua hingga satu minggu sebelum Idul Fitri. Pesanan dalam jumlah besar mulai berdatangan, terutama dari perusahaan. Sementara pada awal Ramadan, toko sering kali sepi.

“Kalau awal buka paling satu dua paket. Nanti H-2 atau H-3 baru ramai banget, (parcel) yang kecil-kecil bisa sampai 50 sampai 200 piece,” tuturnya.

Hal serupa dirasakan Irma (42), pemilik toko parcel lain di Buah Batu yang telah menjalankan usaha ini sejak 2009. Selama 17 tahun, ia menyaksikan perubahan selera konsumen yang kini lebih tertarik pada hampers modern dengan kemasan estetik.

“Kalau sekarang menurun ya. Model-model baru banyak, hampers cantik-cantik. Orang juga sudah pintar, banyak yang bisa bikin sendiri,” ujarnya saat ditemui di tokonya sambil menjaga anaknya.

Ia juga menyoroti dampak kebijakan larangan pengiriman parcel kepada pejabat. Dahulu, permintaan dari instansi cukup besar, terutama untuk parcel berbahan keramik seperti set perlengkapan makan. Kini, jenis pesanan itu jauh berkurang.

“Ya jujur agak kecewa sih. Dulu banyak dari pejabat minatnya (parcel) yang keramik-keramik. Sekarang sudah jarang,” ucapnya.

Jika sebelumnya pesanan dari kalangan tersebut cukup signifikan, kini jumlahnya merosot drastis. Irma memperkirakan penurunan pembeli hampir mencapai 50 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Dampaknya besar banget buat kita pedagang parcel. Dari yang datang ke toko saja sudah berkurang hampir setengahnya,” katanya.

Deretan parcel Lebaran siap dijual, namun minat beli tak seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Deretan parcel Lebaran siap dijual, namun minat beli tak seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Putar Otak di Tengah Tekanan Ekonomi

Menghadapi situasi ini, para pedagang tak tinggal diam. Mia mengatakan, salah satu siasat yang dilakukan adalah menggelar obral menjelang hari raya agar stok tidak menumpuk setelah Lebaran.

“Biasanya H-2 atau H-3 kita obral. Dari harga Rp.70.000 - Rp.60.000, kadang Rp.50.000,” ungkap Mia yang sudah enam tahun bekerja sebagai penjual parcel.

Karena memiliki beberapa cabang, distribusi stok antar lokasi menjadi strategi lain. Jika satu cabang kelebihan barang sementara cabang lain kekurangan, stok akan dipindahkan agar perputaran tetap berjalan. Cara ini dinilai lebih aman daripada menyisakan banyak barang setelah momen Lebaran usai.

Berbeda dengan strategi tersebut, Irma memilih membatasi produksi sejak awal. Ia tak lagi membuat stok dalam jumlah besar kecuali sudah ada pesanan pasti melalui sistem pre-order (PO). Langkah ini diambil agar modal tidak terlalu lama tertahan.

“Sekarang kita nggak berani bikin stok terlalu banyak. Kecuali ada pemesanan, baru kita produksi,” jelasnya.

Penyesuaian harga juga menjadi jurus lain. Tahun ini, Irma menawarkan paket mulai dari Rp60.000—lebih rendah dibanding beberapa tahun lalu yang dimulai dari Rp85.000. Ia berharap harga yang lebih terjangkau bisa menarik konsumen dengan daya beli yang menurun.

Selain itu, pemasaran diperluas ke ranah digital. Jika dulu hanya mengandalkan toko fisik, dalam dua tahun terakhir Irma aktif berjualan melalui Shopee, Instagram, hingga TikTok. Platform terakhir dipilih karena dinilai lebih cepat menjangkau pasar.

“Sekarang tambah TikTok. Karena memang lebih cepat naiknya. Jadi selain di toko, kita juga main di media sosial,” katanya.

Di tengah persaingan hampers modern dan daya beli yang melemah, pedagang parcel memilih menyesuaikan harga dan memperluas pemasaran ke media sosial. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Di tengah persaingan hampers modern dan daya beli yang melemah, pedagang parcel memilih menyesuaikan harga dan memperluas pemasaran ke media sosial. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Harapan di Tengah Musim yang Tak Pasti

Bagi para pedagang parcel, usaha ini bukan sekadar bisnis musiman, tetapi bagian dari perjalanan hidup mereka. Meski tantangan bertambah dan persaingan makin ketat, mereka tetap memilih bertahan.

“Harapannya ya tetap ramai, bisnis parcel ini tetap jalan, nggak mati,” ujar Irma.

Di tengah perubahan selera konsumen dan kebijakan yang memengaruhi pasar, pedagang parcel di Buah Batu terus mencari celah untuk bertahan. Diskon menjelang Lebaran, pembatasan produksi, hingga promosi digital menjadi siasat agar keranjang-keranjang berbalut plastik bening itu tetap berpindah tangan setiap Ramadan.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 15:00

AI Art: Pencuri Masa Depan para Seniman

Jika AI mampu menghasilkan gambar secara massal, apa yang akan terjadi pada keberadaan dan masa depan para seniman masa kini?

Ilustrasi seni hasil AI. (Sumber: Pexels | Foto: Google DeepMind)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 12:51

1 Dolar Mencapai Rp 17.865 Rupiah: Apakah Kita Berada dalam Keadaan Baik-Baik Saja?

Pada 27 Mei 2026, nilai rupiah terhadap 1 dolar mencapai Rp 17.865.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Wisata & Kuliner 14 Jun 2026, 11:46

Kopi Joss Jogja, Tradisi Kuliner Unik yang Bertahan Lebih dari 60 Tahun

Kenali kopi joss khas Yogyakarta, kopi dengan bara arang panas yang kini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Simak sejarah dan keunikannya.

Kopi Joss, salah satu kuliner khas Jogja.
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 11:12

Bagaimana Merek Lokal Membangun Branding dalam Multi-Platform

Aroma kopi menjadi identitas utama yang digunakan Implora Cosmetics untuk membangun branding Caffe Matte Lip Cream secara konsisten di berbagai platform komunikasi.

Penulis sedang menelaah kajian tentang merek lokal di Bandung.
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 10:01

Mengenal DISPUSIPDA: Pusat Perpustakaan dan Pengarsipan di Bumi Priangan

DISPUSIPDA JABAR, merupakan perpustakaan dan pusat pengarsipan terbesar di Provinsi Jawa Barat.

Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Raffi Islam Madina)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 09:06

BBM Naik, Rakyat Kian Tercekik: Alarm bagi Kita Semua

Ketika semua harga naik, biasanya ada sesuatu yang harus "diturunkan".

Sebuah SPBU di Jl. Surapati Kota Bandung. (Foto: Abah Omtris)
Bandung 13 Jun 2026, 20:44

Sektor Perdagangan dan Industri Loyo, Kredit UMKM Jabar Sentuh Rp186,4 Triliun

Total kredit UMKM Jawa Barat tembus Rp186,4 triliun per Maret 2026. Namun, sektor perdagangan besar dan industri pengolahan justru mengalami kontraksi yoy.

Ilustrasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 13 Jun 2026, 19:45

Gaya Hidup Serba Cepat, Begini Cara Wanita Modern Pilih Tas Multifungsi yang Sesuai Jati Diri

Wanita urban masa kini cenderung mencari keseimbangan antara fungsionalitas yang tinggi dan pesan personal yang ingin mereka sampaikan kepada dunia melalui penampilan mereka.

Tren terbesar yang mendominasi panggung mode sehari-hari saat ini adalah tingginya permintaan terhadap tas yang bersifat multifungsi atau versatile. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Beranda 13 Jun 2026, 09:16

Mengupas Kebiasaan Belanja Baju yang Menjadi Ancaman Lingkungan

Pemutaran film Menolak Punah di Bandung mengungkap dampak tersembunyi industri fast fashion, dari limbah tekstil hingga ancaman mikroplastik bagi manusia.

Diskusi film Menolak Punah di Tjap Sahabat Bandung mengajak peserta melihat kembali hubungan antara isi lemari dan krisis lingkungan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 20:23

Kenaikan Harga BBM, Peningkatan Biaya Operasional Kendaraan, dan Peluang Perpindahan Moda Transportasi

Kenaikan harga BBM meningkatkan biaya operasional kendaraan dan membuka peluang perpindahan moda transportasi, asalkan didukung dengan angkutan umum yang berkualitas.

Kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamina jenis Pertamax (RON 92) per 10 Juni 2026. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 19:34

Dari Tjilakiplein ke Taman Lansia Kota Bandung

Perkembangan Taman Lansia dari masa Kolonial Belanda hingga masa kini yang menjadi taman ramah bagi lanjut usia yang inklusif.

Warga saat berada di Taman Lansia, Kota Bandung, Jumat 30 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 18:11

CRISPR-Cas9: Teknologi Penghasil Beras Unggul yang Dikembangkan Peneliti di China

Bisakah padi lokal yang berbulir kecil “diubah” menjadi bulir panjang? Pertanyaan ini mungkin terlihat seperti fiksi ilmiah.

Ilustrasi beras bulir panjang bersih dan minim zat kapur. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 17:17

Urgensi Drone untuk Mitigasi dan Penanggulangan Gempa

Pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja sama dengan industri drone yang sudah memiliki sertifikasi atau mendapatkan pengesahan Design Organization Approval (DOA).

Ilustrasi drone untuk menanggulangi bencana gempa bumi. (Sumber: Meta AI | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 12 Jun 2026, 16:46

Itinerary Wisata Bandung 1–2 Hari, Jelajah Kota Kembang dalam Dua Zona yang Berbeda

Panduan itinerary Bandung 1–2 hari dengan rute wisata pusat kota dan Lembang. Cocok untuk liburan singkat tanpa menghabiskan banyak waktu di jalan.

Suasana Bandung dari ketinggian. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 16:16

Banjir Bandung: Bencana Kebijakan, Bukan Bencana Alam

Banjir tahunan di Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang sudah bukan kejutan lagi, banjir datang setiap musim hujan, dan merendam puluhan ribu jiwa.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 15:32

Bojongmalaka, Tanjung yang Ditumbuhi Pohon Malaka

Pohon malaka itu batangnya bengkok-bengkok, tingginya antara 10 m sampai 19m.

Pohon malaka yang sedang berbuah lebat di puncak Gunung Pipisan di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. (Foto: Ganjar Wigun)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 14:47

Disabilitas Antara Kemanusiaan dan Egaliter

Kaum disabilitas acapkali hanya dijadikan jargon politik, bahwa manusia adalah setara.

Komunitas atlet disabilitas yang tergabung dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di acara Bandung Communication Run, Minggu, 28 Desember 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 13:21

Mandi Kembang sebagai Cara Perempuan Masa Kini Mengapresiasi Tubuh

Tren amandazahraism sebagai sarana pelestarian budaya, menjadikan mandi bunga yang dulunya dianggap mistis dan kolot sebagai bentuk self-care.

Ilustrasi mandi kembang. (Sumber: "Spa in DVN" by Dennis Wong)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 13:09

Mengenal Dunia Pelayanan Sosial Melalui Magang Berdampak

Mahasiswa Pendidikan Masyarakat UPI melaksanakan Program Magang Mandiri Berdampak di Dinas Sosial Kota Bandung.

Kegiatan Penjemputan Mahasiswa Magang oleh Pihak Kampus & Pihak Mitra.